UM – Pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia khususnya Balikpapan tentu memengaruhi kegiatan akademik di seluruh perguruan tinggi termasuk Universitas Mulia. Berbagai kegiatan yang sebelumnya sudah dialihkan menjadi daring atau online, kini juga diterapkan pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2020.

Ini terlihat pada Kamis, (4/9) kemarin. Dimana pembukaan PKKMB yang dipusatkan di aula kampus Cheng Ho dan dipimpin Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. diikuti sekitar 500 mahasiswa baru (maba) secara online dari kediamannya masing-masing.

Rencananya PKKMB tersebut akan berlangsung selama dua hari, Kamis (3/9) dan Sabtu (5/9). Diisi dengan berbagai materi yang akan disampaikan oleh Rektor, dekan hingga dosen Universitas Mulia.

Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, maka terpaksa pelaksanaan PKKMB yang seharusnya dilakukan di kampus, dialihkan secara daring. “Sebenarnya ini memang tidak ideal karena pengenalan kampus harusnya dilakukan di kampus. Agar maba ini bisa melihat langsung kondisi kampus serta kita bisa bertatap muka dan berdialog secara langsung,” katanya.

Dan yang terpenting, kata dia, harus ada rasa antusias dari para maba ketika akan mengawali kegiatan di kampus. “Namun karena kondisi saat ini, maka inilah yang harus dilakukan,” ujarnya.

Setelah dilakukannya pengenalan kampus, tambah Agung diharapkan para maba dapat paham sistem perkuliahan yang diterapkan di Universitas Mulia. “Mereka harus tahu mulai dari managemenya seperti apa, perkuliahannya seperti apa. Mungkin sistem perkuliahan online ini mereka tidak mengetahui atau mengalami sebelumnya, jadi disini kita berikan pemahamannya semua,” terangnya.

Apalagi lanjut Agung, Universitas Mulia merupakan kampus berbasis IT, jadi diharapkan dengan distem perkuliahan online nantinya, para maba bisa lebih mandiri dan tetap semangat belajar.  “Karena di tengah situasi Covid-19 ini semua pihak dituntut untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru. Namun, tetap harus berinovasi untuk mengantarkan calon generasi penerus khususnya mahasiswa, menjadi mahasiswa yang unggul dan berdaya saing pada era global,” lanjutnya.

Usai PKKMB, kegiatan mahasiswa akan dilanjutkan dengan pemberian mata kuliah dasar umum (MKDU). “Jadi pada Senin mendatang mereka akan langsung mengikuti MKDU selama seminggu. Baik materi dan tugas akan dilakukan secara online melalui zoom. Dan ada presentasi tugas dan ini akan dilakukan langsung tatap muka,” bebernya.

“Jadi ada sebagian online dan sebagian tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kita berupaya untuk tidak seluruhnya online. Terutama saat praktek di laboratorium, karena tidak efektif bila tidak dilakukan di laboratorium,” tambahnya.

Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim, dalam sambutannya mengatakan bahwa pandemik memberikan banyak hikmah pembelajaran. “Metode pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pembelajaran secara daring menjadi suatu hal yang harus kita adaptasikan dan kembangkan, seiring dengan dinamika adaptasi kurikulum yang perlu dilakukan oleh pihak perguruan tinggi,” tutur Nadiem.

Kondisi ini, lanjutnya, diharapkan dapat memicu kreativitas dan inovasi semua pihak di samping menguatkan implementasi adaptasi kebiasaan baru.

Menurut Mendikbud, menjadi mahasiswa artinya memasuki fase kehidupan baru, membentuk jati diri sebagai manusia seutuhnya melalui pendidikan tinggi. “Meneruskan pembelajaran dari Ki Hadjar Dewantara, paradigma pendidikan harusnya berpulang pada kemerdekaan belajar dan kemandirian pelaku belajar untuk mendapatkan nilai dan tujuan hidup sebagai manusia seutuhnya yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya. (mra)