Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim saat memberikan sambutan pada Program Pengenalan KehidupanKampus bagi Mahasiswa Baru 2020 di perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Foto: Tangkapan Layar

UM – Tahun ini dengan kondisi pandemik Covid-19, Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dilaksanakan secara daring menyesuaikan kondisi di masing-masing wilayah perguruan tinggi. Begitu pula di Universitas Mulia, PKKMB juga dilaksanakan secara daring yang dibuka pada hari ini, Kamis (3/9).

PKKMB merupakan wahana bagi pimpinan perguruan tinggi untuk memperkenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri, serta mempercepat adaptasi dengan lingkungan yang baru. Dengan PKKMB, diharapkan memberikan bekal untuk keberhasilan mahasiswa menempuh pendidikannya di perguruan tinggi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim, dalam sambutannya mengatakan bahwa pandemik memberikan banyak hikmah pembelajaran. “Metode pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pembelajaran secara daring menjadi suatu hal yang harus kita adaptasikan dan kembangkan, seiring dengan dinamika adaptasi kurikulum yang perlu dilakukan oleh pihak perguruan tinggi,” tutur Nadiem.

Kondisi ini, lanjutnya, diharapkan dapat memicu kreativitas dan inovasi semua pihak di samping menguatkan implementasi adaptasi kebiasaan baru.

Menurut Mendikbud, menjadi mahasiswa artinya memasuki fase kehidupan baru, membentuk jati diri sebagai manusia seutuhnya melalui pendidikan tinggi. “Meneruskan pembelajaran dari Ki Hadjar Dewantara, paradigma pendidikan harusnya berpulang pada kemerdekaan belajar dan kemandirian pelaku belajar untuk mendapatkan nilai dan tujuan hidup sebagai manusia seutuhnya yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim saat memberikan sambutan pada Program Pengenalan KehidupanKampus bagi Mahasiswa Baru 2020 di perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Foto: Tangkapan Layar

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim saat memberikan sambutan pada Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru 2020 di perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Foto: Tangkapan Layar

Berikut isi lengkap sambutan Mendikbud Nadiem Makarim pada pelaksanaan PKKMB di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Para pimpinan perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang saya hormati,

Adik-adik mahasiswa yang saya cintai,

Viva Mahasiswa!

Syukur Alhamdulillah di kesempatan ini saya dapat menyapa Bapak Ibu dan adik-adik mahasiswa semua, meskipun secara daring,

Salam sehat dan bahagia,

Kita masih terus berjuang di tengah pandemic Covid-19, namun disisi lain pandemic banyak memberikan hikmah pembelajaran bagi kita.

Metode pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pembelajaran secara daring menjadi suatu hal yang harus kita adaptasikan dan kembangkan, seiring dengan dinamika adaptasi kurikulum yang perlu dilakukan oleh pihak perguruan tinggi.

Kondisi ini diharapkan dapat memicu kreativitas dan inovasi semua pihak disamping menguatkan implementasi adaptasi kebiasaan baru.

Adik-adikku mahasiswa baru se-Indonesia,

Menjadi mahasiswa artinya memasuki fase kehidupan baru, membentuk jati diri sebagai manusia seutuhnya melalui pendidikan tinggi.

Meneruskan pembelajaran dari Ki Hadjar Dewantara, paradigma pendidikan harusnya berpulang pada kemerdekaan belajar dan kemandirian pelaku belajar untuk mendapatkan nilai dan tujuan hidup sebagai manusia seutuhnya yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Filosofi tersebut mendasari transformasi kebijakan Kemdikbud Merdeka Belajar, terutama Kampus Merdeka yang memerdekakan pendidikan untuk meningkatkan budaya pembelajaran dan inovasi, yang bisa memantik growth-mindset generasi penerus bangsa.

Perguruan tinggi didorong untuk lebih adaptif dalam melakukan transformasi kurikulum sesuai kebutuhan nasional dan kebutuhan global, serta disesuaikan dengan karakteristik yang lazim di Indonesia.

Di masa lalu mahasiswa tidak memiliki fleksibilitas di dalam belajar. Semua kegiatan belajar dimaknai secara rakitan, dengan satuan kredit semester, hingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan mahasiswa di luar kampus, di luar ruang kuliah, di luar lecture, tidak bisa diakui sebagai pembelajaran.

Saat ini SKS diartikan dalam jam kegiatan sehingga ada fleksibilitas bagi mahasiswa menuntut ilmu, baik secara tatap muka perkuliahan, maupun kegiatan lainnya seperti magang, mengajar di desa, dan lain sebagainya.

Berbagai kegiatan di luar kampus ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa untuk memberikan solusi atas permasalahan riil yang dihadapi masyarakat.

Kampus merdeka mendorong kita sebagai pelajar sepanjang hayat, keharusan untuk terus belajar, menggali bakat dan minat, dan meningkatkan keunggulan kompetensi di era baru pendidikan, era Revolusi Industri 4.0.

Kreativitas dan inovasi bisa terpacu dengan gotong royong banyak pihak. Kompetensi dan kolaborasi dapat lebih diasah melalui berbagai macam program kampus merdeka.

Adik-adik mahasiswa yang saya banggakan,

Pendidikan adalah kunci solusi atas krisis pembelajaran dan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa. Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan, dan penggerak untuk menghasilkan berbagai solusi untuk bangsa.

Ubah paradigma belajar di perguruan tinggi menjadi kuliah untuk belajar. Belajar bagaimana bisa berkarya atau bekerja di berbagai bidang, bukan hanya sekadar kuliah untuk bekerja.

Mari sama-sama belajar dan terus haus belajar untuk menjadi manusia yang merdeka.

Selamat mengikuti Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru.

Selamat berkarya,

Salam Kampus Merdeka,

Terima kasih,

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

(SA/PSI)