Tag Archive for: UKM

Yehezkiel Dio Sinolungan sedang menjelaskan makna baris-baris code C++. Foto: UKM DSC

UM – Suasana berbeda terasa di ruang ekstrakurikuler IT Club SMA Negeri 7 Balikpapan pada Sabtu (11/10/2025) lalu. Bukan guru, melainkan seorang mahasiswa dari Universitas Mulia yang berdiri di depan, memandu para siswa menyelami dunia pemrograman.

Tampil sebagai pembicara adalah Yehezkiel Dio Sinolungan, mahasiswa Program Studi S1 Informatika dan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Developer Student Club (DSC) Universitas Mulia di bawah bimbingan dosen Nasruddin, S.Kom., M.Kom.

Dalam sesi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut, Yehezkiel membawakan modul Software Programming dengan fokus pada pengenalan dasar-dasar bahasa pemrograman C++.

Namun, ini bukanlah sesi belajar biasa. Para siswa tidak hanya disuguhkan teori, tetapi juga diajak langsung untuk “mengotori tangan” mereka dengan kode melalui sesi guided live coding.

Foto bersama dengan guru dan siswa SMAN 7 Balikpapan. Foto: UKM DSC

Foto bersama dengan guru dan siswa SMAN 7 Balikpapan. Foto: UKM DSC

Para siswa SMAN 7 Balikpapan menyimak pemaparan mahasiswa. Foto: UKM DSC

Para siswa SMAN 7 Balikpapan menyimak pemaparan mahasiswa. Foto: UKM DSC

Yehezkiel Dio Sinolungan, mahasiswa Program Studi S1 Informatika tahun 2023, dan anggota Developer Student Club (DSC) . Foto: UKM DSC

Yehezkiel Dio Sinolungan, mahasiswa Program Studi S1 Informatika tahun 2023, dan anggota Developer Student Club (DSC) . Foto: UKM DSC

Mahasiswa anggota UKM DSC sedang memandu siswa belajar pemrograman C++. Foto: UKM DSC

Mahasiswa anggota UKM DSC sedang memandu siswa belajar pemrograman C++. Foto: UKM DSC

Dari Teori ke Praktik Langsung

Dengan pendekatan live coding, Yehezkiel memandu para peserta untuk memahami konsep-konsep fundamental dalam pemrograman melalui studi kasus sederhana.

Para siswa dapat melihat secara langsung bagaimana baris-baris kode ditulis, dieksekusi, dan menghasilkan sebuah program. Metode ini terbukti efektif untuk menjembatani pemahaman dari konsep teoritis ke penerapan praktis.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara UKM DSC Universitas Mulia dan IT Club SMA Negeri 7 Balikpapan.

Ini adalah pertemuan pertama dari dua rangkaian yang telah dirancang untuk memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam menulis kode dan mengasah logika berpikir yang menjadi dasar dari pengembangan perangkat lunak.

Antusiasme Tinggi Generasi Muda Teknologi

Inisiatif ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa dari para siswa SMA Negeri 7 Balikpapan. Mereka tampak bersemangat dan penuh rasa ingin tahu, tidak hanya dalam mempelajari cara kerja sebuah program, tetapi juga saat mencoba menulis baris kode mereka sendiri.

“Melihat rasa ingin tahu mereka sungguh menyenangkan. Ini menunjukkan bahwa generasi muda kita siap untuk berkreasi di dunia teknologi,” ungkap Yehezkiel setelah sesi berakhir. Ia menambahkan bahwa semangat para siswa menjadi motivasi tersendiri baginya.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan ekstrakurikuler semata. Lebih jauh, program ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan semangat generasi muda di Balikpapan terhadap dunia pengembangan perangkat lunak.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi para siswa yang berminat untuk terjun ke kompetisi seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Informatika atau bahkan meniti karir di industri teknologi di masa depan.

Sesi perdana ini menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi sinergi dunia kampus dengan sekolah untuk mencetak talenta-talenta digital masa depan.

(SA/Kontributor)

Ratih Kusuma foto bersama 15 mahasiswa dari Universitas Mulia yang mengikuti kompetisi cosplay serta beberapa peserta lain yang ikut meramaikan acara dengan costwalk. Foto: Aqilah

UM – Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, CI Ratih Kusuma, menunjukkan kekagumannya terhadap kreativitas mahasiswa Universitas Mulia (UM) dalam kompetisi cosplay yang menjadi bagian dari acara Pasar Pagi Mulia, Minggu (23/2).

Hal ini saat mengunjungi langsung kegiatan tersebut di tengah rintik hujan. Kedatangan Kepala Disparpora ini merupakan undangan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mushibunken, sebuah UKM yang diketuai oleh Gray Hansen Limantoro, yang berfokus pada kebudayaan Jepang.

Kompetisi cosplay ini sendiri adalah bagian dari rangkaian acara Pasar Pagi yang berlangsung selama tiga hari dengan 21 tema berbeda.

Meski awalnya dijadwalkan tidak dapat hadir karena urusan lain, Ratih Kusuma akhirnya menyempatkan diri untuk datang dan memberikan sambutan serta melihat langsung kegiatan cosplay tersebut.

Dalam kunjungannya yang berlangsung sekitar 30 menit itu, Ratih Kusuma didampingi oleh beberapa mahasiswa Universitas Mulia yang tergabung dalam tim duta kampus. Mereka adalah Laksamana Andhika, Achmad Bagus, Aqilah Aulya, Marsya Delila, dan Rinda Syahrani.

Para mahasiswa inilah yang secara spontan menjadi pemandu kunjungan Ratih Kusuma ketika meninjau Pasar Pagi Mulia dan melihat-lihat suasana Kampus Cheng Ho.

Saya sangat mengapresiasi kreativitas anak-anak muda Universitas Mulia dalam ajang cosplay ini. Semoga acara seperti ini semakin maju dan jaya, semakin ramai dikunjungi,” ujar Ratih Kusuma dalam sambutannya.

Ratih juga menyoroti potensi ekonomi kreatif dan dukungan terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Balikpapan, yang akan semakin tumbuh melalui kegiatan seperti Pasar Pagi Mulia dan kompetisi cosplay.

Kompetisi cosplay yang diadakan oleh UKM Mushibunken ini memang memiliki nuansa Jepang yang kuat. Para mahasiswa mengenakan beraneka ragam kostum yang didominasi karakter anime dan budaya pop Jepang.

Menurut informasi dari panitia, terdapat 15 mahasiswa dari Universitas Mulia yang mengikuti kompetisi cosplay serta beberapa peserta lain yang ikut meramaikan acara dengan coswalk, yaitu berpartisipasi dengan kostum tanpa mengikuti penilaian lomba.

Kepala Disparpora CI Ratih Kusuma saat memberikan sambutan kegiatan Coswalk di Pasar Pagi Mulia, Minggu (23/2). Foto: IG disparpora_balikpapan

Kepala Disparpora CI Ratih Kusuma saat memberikan sambutan kegiatan Coswalk Pasar Pagi Mulia, Minggu (23/2). Foto: IG disparpora_balikpapan

Ratih Kusuma foto bersama 15 mahasiswa dari Universitas Mulia yang mengikuti kompetisi cosplay serta beberapa peserta lain yang ikut meramaikan acara dengan costwalk. Foto: Aqilah

Ratih Kusuma foto bersama 15 mahasiswa dari Universitas Mulia yang mengikuti kompetisi cosplay serta beberapa peserta lain yang ikut meramaikan acara dengan coswalk. Foto: Aqilah

Kepala Disparpora CI Ratih Kusuma saat berbincang dengan Ketua UKM Mushibunken Gray Hansen Limantoro di Ruang Domain. Foto: Aqilah

Kepala Disparpora CI Ratih Kusuma saat berbincang dengan Ketua UKM Mushibunken Gray Hansen Limantoro di Ruang Domain. Foto: Aqilah

Ratih Kusuma saat melihat-lihat stand UMKM didampingi para mahasiswa. Foto: IG disparpora_balikpapan

Ratih Kusuma saat melihat-lihat stand UMKM didampingi para mahasiswa. Foto: IG disparpora_balikpapan

Ratih Kusuma saat didampingi para mahasiswa duta kampus, dari kiri Laksamana Andhika, Achmad Bagus, Aqilah Aulya, Marsya Delila, Rinda Syahrani. Foto: IG diparpora_balikpapan

Ratih Kusuma saat didampingi para mahasiswa duta kampus, dari kiri Laksamana Andhika, Achmad Bagus, Aqilah Aulya, Marsya Delila, Rinda Syahrani. Foto: IG disparpora_balikpapan

Berbagai kegiatan lomba itu antara lain Fashion Show Competition, Recall Competition, Eat Competition, Pound x Zumba dan Coswalk Competition.

Tidak hanya dari kalangan mahasiswa Universitas Mulia saja, kegiatan ini juga berhasil menarik minat peserta dari luar kampus.

Meski kunjungan Ratih Kusuma terkesan mendadak dan tanpa persiapan pendampingan dari dosen, justru para mahasiswa Universitas Mulia inilah yang berhasil menunjukkan kesiapan dan keramahan dalam menyambut tamu penting.

Secara umum, Ratih Kusuma mengapresiasi kegiatan ini menjadi wadah kreatif dan pembinaan UMKM Mahasiswa serta bisa berkelanjutan.

Dokumentasi foto dan video selama kunjungan ini mayoritas dilakukan oleh mahasiswa sendiri, yang kemudian juga diminta oleh pihak Disparpora untuk keperluan publikasi di media sosial dinas tersebut.

Acara Pasar Pagi dan kompetisi cosplay ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi wadah bagi kreativitas mahasiswa Universitas Mulia serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Balikpapan.

(SA/Kontributor)

Humas Universitas Mulia, 4 Februari 2025 –BEM Universitas Mulia kembali menggelar Rektor Cup 2 pada 27 hingga 29 Januari 2025, sebuah turnamen futsal antar SMA/SMK sederajat se-Kalimantan Timur yang berlangsung meriah di Lapangan Sepinggan Pratama, Balikpapan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Olahraga Seni dan Budaya yang untuk pertama kalinya diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulia.

Turnamen ini bertujuan memperkuat kerja sama antara Universitas Mulia dengan sekolah-sekolah di Kalimantan Timur sekaligus menyediakan ajang kompetisi yang sehat dan membangun sportivitas di kalangan siswa.

Ketua BEM Universitas Mulia, Agung Widiant, menjelaskan bahwa Rektor Cup 2 bukan sekadar pertandingan futsal, tetapi juga momentum untuk membangun hubungan baik dengan berbagai sekolah. “Kegiatan ini menjadi sarana menjalin persaudaraan dan kerja sama. Kami ingin memberikan ruang bagi siswa SMA/SMK untuk menunjukkan bakat olahraga mereka serta mengenal lingkungan Universitas Mulia lebih dekat,” ujarnya.

Selama tiga hari pertandingan, suasana semangat dan antusiasme peserta maupun pendukung terasa kental. Selain siswa dan guru dari berbagai sekolah, kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa dari berbagai organisasi, seperti Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Mulia, yang membantu jalannya acara.

Salah satu peserta menyampaikan kebanggaannya bisa ikut berpartisipasi. “Kesempatan yang luar biasa, bisa bertemu teman dari berbagai sekolah dan saling berkompetisi dengan semangat sportif. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat,” ungkapnya.

Pada akhir turnamen, penghargaan diberikan kepada para pemenang dengan kategori Juara 1 diraih oleh SMK Medika Samarinda A, Juara 2 SMK Medika Samarinda B, Juara 3 SMA 8 Balikpapan, dan Juara 4 SMK 1 Balikpapan. Selain itu, nominasi individu seperti Pemain Terbaik, Kiper Terbaik, Pelatih Terbaik, serta Top Score turut diberikan sebagai apresiasi atas prestasi dan kontribusi mereka selama turnamen.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., berharap kegiatan seperti Rektor Cup 2 dapat terus dilaksanakan dan berkembang ke depannya. “Ini adalah langkah awal yang baik untuk mempererat hubungan kampus dengan sekolah-sekolah. Semoga semakin banyak siswa yang terinspirasi untuk berprestasi, baik di bidang olahraga maupun pendidikan,” tuturnya.

Dengan terjalinnya tali persaudaraan dan meningkatnya sportivitas antar sekolah, Rektor Cup 2 membuktikan bahwa kompetisi sehat dapat menjadi fondasi kerja sama yang positif antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah menengah di Kalimantan Timur.

Humas UM (YMN)

Humas UM, 3 Februari 2025— Universitas Mulia kembali menjadi pusat inovasi teknologi dengan diselenggarakannya “Battle War Robot Vol. 2” yang bertemakan Connected Combat: The Synergy of Robotics and IoT, pada Sabtu, 18 Januari 2025. Bertempat di Aula Gedung Cheng Ho, acara ini dimulai pukul 09.00 WITA dan berhasil menarik perhatian para penggiat teknologi dari berbagai kalangan.

Diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotika Universitas Mulia, kompetisi ini menghadirkan total 36 peserta yang terbagi ke dalam 20 tim. Di antaranya, terdapat satu tim dari masyarakat umum dan satu tim lainnya berasal dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Acara ini dirancang untuk mendorong inovasi serta pengembangan teknologi baru di bidang robotika dan kendali otomatis.

Ketua panitia, Nur Muliansyah, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan dukungan penuh dari Universitas Mulia. “Kami berharap kompetisi ini dapat menjadi platform yang tidak hanya menunjukkan keahlian peserta, tetapi juga mendorong perkembangan teknologi robotika dan IoT,” ujarnya.

Muhammad Safi’i, S.Kom., M.Kom., selaku Pembina UKM Robotika Universitas Mulia, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman IoT dan keterampilan robotika, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat umum. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kreativitas, inovasi, serta membentuk lingkungan belajar yang mendukung pengembangan teknologi mahasiswa sesuai tuntutan industri,” jelasnya. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa acara ini sejalan dengan visi Universitas Mulia sebagai Global Technopreneur Campus.

Kompetisi yang berlangsung dengan intensitas tinggi ini memperlihatkan kemampuan robot-robot canggih dalam bertarung dan menyelesaikan berbagai tantangan. Para peserta tidak hanya diuji dalam aspek teknis, tetapi juga dalam kemampuan mengintegrasikan teknologi IoT untuk mendukung kinerja robot mereka.

UKM Robotika Universitas Mulia berharap dapat mengadakan acara serupa di tahun mendatang dengan partisipasi yang lebih luas dari pihak eksternal. “Kami optimis bahwa kegiatan ini akan terus berkembang dan menjadi wadah yang semakin besar bagi inovasi robotika di Indonesia,” pungkas Muhammad Safi’i.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi yang terus tumbuh, Battle War Robot Vol. 2 berhasil menjadi ajang yang tidak hanya meriah tetapi juga penuh inspirasi untuk generasi muda yang ingin berkontribusi dalam perkembangan teknologi masa depan.

Humas Universitas Mulia (YMN)

Humas-Um . Universitas Mulia Menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad Salallahu Alayhi Wassalam 1446 Hijriah. Kegiatan ini mengangkat Tema Memahami makna tauhid melalui kisah kehidupan Nabi Muhammad Salallahu Alayhi Wassalam , Kamis (26/9/2024) bertempat di Ballroom Chengho Universitas Mulia.

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad Salallahu Alayhi Wassalam dihadiri oleh , Direktur eksekutive Yayasan Airlangga Bpk . Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., Rektor Universitas Mulia yang diwakili oleh Bapak Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I.  selaku Wakil rektor Bidang Sumber daya, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Jamal, S.Kom., M.Kom, Dekan Fakultas Humaniora dan kesehatan  Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M. beserta Dosen dan seluruh Mahasiswa Universitas Mulia. dikesempatan ini menghadirkan penceramah yakni ustadz Ismail yahya syah,LC., MS.

Bapak Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. menyampaikan Bapak Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. menyampaikan bahwa kegiatan Maulid Nabi bukan sekedar perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW, tapi merupakan momentum terbaik untuk mengenang, mengkaji, dan meneladani perilaku baik beliau. Di dalam dunia akademik peran guru atau dosen ada dua, yaitu mengajar dan mendidik. Mengajar pada prinsipnya adalah knowledge transfer atau menyampaikan pengetahuan, sementara mendidik adalah membentuk perilaku atau akhlak. Di era digital saat ini, knowledge transfer bisa didapat dari banyak sumber selain dari pengajar. Murid bisa menambah pengetahuan lewat berbagai cara. Tetapi tidak dengan mendidik. Proses pembentukan perilaku atau akhlak tidak bisa digantikan dari sumber digital, karena memerlukan tauladan. Seorang dosen yang mengajarkan kedisiplin dengan berbagai teori tidak akan berhasil jika tidak bisa menunjukkan contoh atau tauladan yang baik dalam kedisiplinan di kampus. Seorang ayah yang menasehati kepada anaknya tentang manfaat olah raga pagi, tidak akan pernah berhasil ketika dirinya sendiri sulit untuk bisa bangun pagi. Karena itu, dalam proses mendidik, aspek tauladan adalah hal yang sangat penting. Dalam hidup kita, di era apapun, membutuhkan tauladan agar selalu berada dalam koridor yang baik. Maulid Nabi, kesempatan bagi kita untuk menjadikan sifat-sifat baik Rasulullah SAW sebagai tauladan bagi kita dalam menjalani kehidupan. Banyak sekali contoh-contoh perilaku baik yang ditunjukkan oleh Rasulullah dalam berbagai riwayat. Dan perilaku baik, akhlak yang baik, yang telah beliau contohkan, sepatutnya selalu menjadi tauladan bagi umat Islam yang tetap bisa diterapkan sesuai perkembangan jaman.

Di dalam Ceramah yang disampaikan oleh ustadz Ismail yahya syah,LC., MS. juga disampaikan bahwa dalam memahami makna tauhid melalui kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW adalah cara yang sangat mendalam untuk memahami inti ajaran Islam. Tauhid, yang berarti pengesaan Allah (yaitu, keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya), adalah inti dari seluruh risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Melalui berbagai peristiwa dalam hidup Nabi, kita dapat melihat bagaimana prinsip tauhid ini ditegakkan dalam segala aspek kehidupannya.selain memperkuat tauhid bagi mahasiswa, peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk menggali lebih dalam tentang kepribadian, akhlak, dan kepemimpinan Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW dikenal dengan sifat-sifatnya yang mulia seperti jujur (al-amin), amanah, sabar, dan bijaksana. Keteladanan ini sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa, baik dalam konteks akademis, sosial, maupun pribadi.Mahasiswa sebagai generasi muda yang akan menjadi pemimpin di masa depan dapat belajar dari gaya kepemimpinan Nabi yang adil, empati, dan selalu berusaha membangun kedamaian serta keadilan. Ini juga dapat menjadi inspirasi dalam organisasi mahasiswa, kegiatan sosial, dan gerakan-gerakan positif lainnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan oleh Universitas mulia bersama UKM Keagamaan  AL IZZAH secara Rutin setiap tahun untuk tetap memupuk ukhuwah islamiyah diantara mahasiswa muslim yang ada di universitas Mulia.

Humas UM-WN

 

Foto bersama usai pelantikan pengurus BEM dan UKM periode 2024-2025 bersama Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti dan Rektor Prof. Muhammad Ahsin, dekan serta dosen pembimbing UKM. Foto: Media Kreatif

UM – Pelantikan Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) periode 2024-2025 berjalan sukses. Pelantikan dilakukan oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i bertempat di Ballroom Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Kamis (27/6).

Dalam sambutannya, Prof. Ahsin kembali mengingatkan visi perguruan tinggi yang berbasis technopreneur diharapkan menghasilkan wirausaha-wirausaha baru di bidang teknologi.

“Saya mengingatkan kembali, Prof. Jimly kemarin menyatakan bahwa tujuan pendidikan kita ini sebenarnya kurang tepat kalau menghasilkan sarjana yang siap kerja, karena kalau sarjana siap kerja, maka kalian itu nanti akan menjadi pekerja saja,” tutur Prof. Ahsin, mengutip pernyataan Prof. Jimly Asshiddiqie, Ketua Mahkamah Konstitusi 2003-2008, saat memberikan kuliah tamu di tempat yang sama, Rabu (26/6).

“Yang kita inginkan ke depan, sarjana-sarjana itu harus menjadi bos, itu istilah Prof Jimly kemarin, yang mampu nanti menghasilkan lapangan-lapangan kerja, yang nanti kalian itu menjadi orang-orang hebat, pengusaha-pengusaha hebat, yang bisa membangun daerahnya, bangsa, dan negara,” lanjutnya.

Hal ini sejalan dengan visi Universitas Mulia yang akan mencapainya pada tahun 2043 sebagai perguruan tinggi berbasis Technopreneurship. “Jadi, visi kita ini akan dicapai 2043 yang nanti akan kita revisi menjadi 2045 pada saat generasi emas,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, universitas diharapkan memfasilitasi bidang kemahasiswaan dan inkubator bisnis dengan membentuk UPT (unit pelaksana teknis) inkubator bisnis.

Dengan demikian diharapkan mahasiswa yang memiliki ide, usaha, atau baru punya rencana berwirausaha, alumni yang punya usaha, dan masyarakat UKM yang ada di sekitar dapat diinkubasi.

“Itu nanti kita inkubasi untuk menjadi UKM ataupun wirausaha-wirausaha yang hebat, yang tangguh, yang kompetitif, yang mampu bersaing di dunia kewirausahaan,” harap Rektor saat mengawali sambutannya.

Foto bersama dosen pembimbing UKM dengan Rektor dan Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga. Foto: Media Kreatif

Foto bersama dosen pembimbing UKM dengan Rektor dan Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga. Foto: Media Kreatif

Presiden Mahasiswa Terpilih Agung Widyanto menerima SK Pengangkatan dari Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa'i. Foto: Media Kreatif

Presiden Mahasiswa Terpilih Agung Widyanto menerima SK Pengangkatan dari Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i. Foto: Media Kreatif

Salah seorang mahasiswa menerima SK dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T disaksikan Rektor Prof. Ahsin dan Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti. Foto: Media Kreatif

Salah seorang mahasiswa menerima SK dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T disaksikan Rektor Prof. Ahsin dan Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti. Foto: Media Kreatif

Terkait dengan pelantikan BEM dan UKM, Rektor mengatakan pergantian dan pergeseran pengurus pada sebuah organisasi itu adalah hal yang wajar.

“Perlu saya sampaikan, di dalam pemilihan BEM kemarin, ada pro dan kontra. Ini sudah menunjukkan bahwa mahasiswa kita ini sudah betul-betul punya aspirasi, punya pemikiran-pemikiran, punya perbedaan pendapat. Itulah organisasi,” tutur Prof. Ahsin.

Menurutnya, apabila semuanya nurut semua, selalu tunduk patuh atas pimpinan organisasi, hal itu justru bukan sebuah organisasi yang sehat.

“Justru di organisasi ini, seperti yang disampaikan oleh Bapak Direktur Eksekutif, membuat kalian menjadi orang hebat,” tegasnya.

Prof. Ahsin kemudian teringat pengalamannya ketika mengikuti sebuah forum diskusi (FGD). Forum tersebut mengundang perwakilan perusahaan-perusahaan besar yang menyampaikan aspirasinya dan diterima oleh pemerintah kota Balikpapan.

Disebutkan, perusahaan tersebut kesulitan merekrut para pencari kerja lantaran tidak memiliki kemampuan yang diharapkan dan tidak memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik.

“Itu tidak bisa kita dapatkan 100% dari kuliah, tetapi organisasi lah yang membentuk,” tutur Rektor.

Dengan berorganisasi, lanjutnya, mahasiswa mulai belajar berorganisasi, bersosialisasi, bekerja sama, menerima tanggung jawab, amanah, dan menyelesaikan amanah itu sesuai dengan tanggung jawabnya.

“Kemampuan berbicara itu juga sangat penting. Semua itu kita dapatkan dari berbagai aktivitas-aktivitas kemahasiswaan,” tambahnya.

Senada, Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi berharap kegiatan mahasiswa dioptimalkan.

“Di belakang itu, terus di sebelah sana itu lapangan basket plus voli. Tapi, sayangnya sekarang belum bisa digunakan, karena kami sedang membangun lagi. Jadi, Yayasan sedang membangun lagi sehingga fasilitasnya berkurang,” ujarnya.

Meski demikian, Dr. Agung berharap mahasiswa tetap dapat berkegiatan di tempat yang sekiranya terbuka untuk dimanfaatkan.

“Nah, sekarang ada di sini (Ballroom Cheng Ho) itu gunakan. Saya berharap tempat ini digunakan untuk kegiatan seni budaya, bukan saja oleh UM, tapi juga bergabung perguruan tinggi yang lain,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Rizki Zulkarnain mengatakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang dilantik tahun ini hanya 12 UKM.

“Saya ingat tahun lalu ada sekitar 13 UKM yang dilantik, namun hari ini kami hanya melantik 12 UKM, karena ini yang terkonfirmasi,” ujar Rizki.

12 UKM itu antara lain dikelompokkan ke dalam empat bidang, yakni Seni, Olahraga, Penalaran, dan Kerohanian.

Bidang Seni antara lain UKM Musik, UKM Paduan Suara, dan UKM Seni Tari. Bidang Olahraga, yakni UKM Badminton dan UKM Bola Voli.

Kemudian Bidang Penalaran memiliki lebih banyak UKM, antara lain English Club, Robotik, GDSC (Google Development Student Club), Mushibunken (Bahasa Jepang), dan Broadcasting dan Film.

Sedangkan Bidang Kerohanian terdiri atas UKM Al Izzah dan UKM Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK).

Meski demikian, dirinya terbuka terhadap masukan mahasiswa apabila ada usulan UKM baru yang perlu dibentuk.

“Kami akan selalu memfasilitasi mahasiswa untuk menambah UKM-UKM yang baru nantinya,” pungkasnya.

(SA/Kontributor)

Foto bersama narasumber dan peserta usai diskusi. Foto: Media Kreatif

UM – Universitas Mulia menjadi tuan rumah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Balikpapan yang menggelar diskusi tentang Menjaga Demokrasi dengan Penyebaran Informasi Bermutu. Diskusi berlangsung di Ballroom Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Selasa (28/5).

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, dalam sambutannya membuka acara mengatakan bahwa kegiatan ini membuka wawasan kepada mahasiswa dan masyarakat umum serta mendorong publik untuk menyebarkan informasi dan konten di media sosial secara bijak.

Dr. Agung menyambut positif gagasan kegiatan diskusi dengan para mahasiswa. Ia berharap berawal dari diskusi tersebut Unit Kegiatan Mahasiswa seperti Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) mulai aktif kembali.

Dr. Agung berharap para jurnalis dapat menjadi mentor atau pendidik bagi para mahasiswa. Diharapkan mahasiswa dapat belajar langsung menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas.

Diskusi diikuti ratusan mahasiswa dari perguruan tinggi di Kota Balikpapan, di antaranya Universitas Mulia, Universitas Balikpapan, dan Politeknik Negeri Balikpapan. Sebagai narasumber jurnalis Antara Novi Abdi, pegiat media sosial Hanna Pertiwi, dan Direktur LBH Samarinda Fathul Huda.

Dr. Agung Sakti Pribadi saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Dr. Agung Sakti Pribadi saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan Teddy Rumengan. Foto: Media Kreatif

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan Teddy Rumengan. Foto: Media Kreatif

Suasana diskusi menjaga demokrasi dengan penyebaran informasi bermutu di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia. Foto: Media Kreatif

Suasana diskusi menjaga demokrasi dengan penyebaran informasi bermutu di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia. Foto: Media Kreatif

Dalam kesempatan ini, Ketua AJI Balikpapan Teddy Rumengan menaruh perhatian pada draf revisi Undang-Undang Penyiaran, terkait larangan praktik jurnalisme investigasi. Ia mendesak DPR untuk membatalkan revisi UU Penyiaran.

Menurutnya, revisi UU Penyiaran melanggar kebebasan pers, yakni adanya pengawasan konten yang mengancam kebebasan berekspresi.

Ia mengatakan, bukan hanya kebebasan berekspresi para jurnalis yang terbelenggu, tetapi mahasiswa dan masyarakat yang aktif di media sosial juga akan terancam. Apalagi dengan adanya UU ITE dan konsekuensi hukum lainnya.

Teddy mengatakan, dengan diskusi melalui forum tersebut diharapkan memberikan pemahaman dan wawasan kepada para mahasiswa, terutama ketika menerima sebuah informasi baru maupun menyebarkannya kembali.

Teddy mengingatkan para mahasiswa maupun publik selalu melakukan pemeriksaan kembali, check and recheck tentang kebenaran informasi yang diperolehnya, sebelum menyebarkan kembali ke ruang publik.

Kepada mahasiswa, Teddy juga berharap agar pers mahasiswa kembali digaungkan. Apabila menemukan ketimpangan sosial, termasuk pembangunan IKN, misalnya, mahasiswa dapat bersuara melalui pers yang ada di kampus-kampus.

Terbentuknya lembaga pers mahasiswa memainkan peran sangat penting dalam membentuk karakter, keterampilan, dan wawasan mahasiswa. Selain sebagai sumber informasi dan kontrol sosial, lembaga pers juga berfungsi sebagai sarana pendidikan dan pengembangan diri bagi mahasiswa.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan lembaga pers kampus, mahasiswa dapat memperoleh banyak manfaat yang berguna untuk perkembangan akademik dan profesional di masa depan.

(SA/Kontributor)

Dosen pembina UKM Bola Voli Isnawati, S.H., M.H., CLA (tengah) bersama tim Bola Voli Putra usai menerima penghargaan juara dua turnamen Bola Voli Piala Paguyuban Balikpapan, 4-10 Februari 2024. Foto: Istimewa

UM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bola Voli Universitas Mulia dipromosikan masuk Divisi Utama setelah meraih juara dua dalam Turnamen Bola Voli Piala Paguyuban Balikpapan, 4-10 Februari 2024. Hal ini seperti dikatakan Isnawati, S.H., M.H., CLA, dosen pembina UKM Bola Voli, Minggu (11/2).

“Perjalanan panjang yang penuh suka duka selama lima tahun UKM Bola Voli berproses. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa membuktikan bahwa kami masih ada dan sekarang kita baru memulai untuk bisa meraih mimpi,” kata Isnawati.

Atas capaian ini, UKM Bola Voli Universitas Mulia akan bertanding dalam Divisi Utama bersama dengan empat tim juara lainnya, yang akan dibuka pada bulan September 2024 mendatang.

Isnawati mengatakan, sebenarnya timnya menurunkan putra dan putri. Namun tim putri tampaknya perlu bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan prestasi pada kesempatan berikutnya.

“Tidak apa-apa, yang penting anak-anak bisa belajar dan maju berkembang. Kita terus support anak-anak,” tutur Isnawati.

Dosen pembina UKM Bola Voli Isnawati, S.H., M.H., CLA (tengah) bersama tim Bola Voli Putra usai menerima penghargaan juara dua turnamen Bola Voli Piala Paguyuban Balikpapan, 4-10 Februari 2024. Foto: Istimewa

Dosen pembina UKM Bola Voli Isnawati, S.H., M.H., CLA (tengah) bersama tim Bola Voli Putra usai menerima penghargaan juara dua turnamen Bola Voli Piala Paguyuban Balikpapan, 4-10 Februari 2024. Foto: Istimewa

Ketika ditanya apa yang dilakukan tim putra sehingga bisa berhasil meraih gelar juara, Isnawati mengatakan tipsnya adalah anak-anak bermain dengan rileks dan senang hati.

“Biasa anak-anak ini, sebenarnya bagus saja, cuma memang kita selama ini meramu bagaimana mereka bisa main dengan hati senang dan lepas saja,” ungkap Isnawati.

Tidak kalah penting, menurutnya, adalah dukungan dari universitas dan sivitas akademika. Isnawati mengatakan bahwa jika tanpa adanya dukungan, akan sangat berat bagi timnya untuk masuk Divisi Utama.

“Ke depan, semoga apa yang dicapai ini akan menambah amunisi perjuangan untuk mencapai puncak. Terima kasih kepada Pak Agung Sakti yang selalu memberikan support buat UKM Bola Voli,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Dr. Agung Sakti Pribadi mengucapkan selamat dan turut senang. “Alhamdulillah, selamat Bu Isna dan Tim Voli, perjuangan keras tanpa lelah dan semangat luar biasa telah membuahkan hasil. Teruslah semangat dan bekerja keras. Selamat ya,” kata Dr. Agung.

Sementara itu, Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i juga mengapresiasi prestasi tim UKM Bola Voli atas capaian yang berhasil diraihnya. Rektor turut mengucapkan selamat kepada tim UKM Bola Voli.

“Selamat Bu Isna. Ini luar biasa membawa nama Universitas Mulia. Insya Allah tahun 2024 ini UKM, HIMA (Himpunan Mahasiswa), dan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) akan kita perkuat dengan berbagai kegiatan,” pungkas Rektor.

(SA/Puskomjar)

Rektor foto bersama dengan sebagian peserta dan panitia dalam gelar Islamic Fair UKM Al Izzah, 25-27 Maret 2022. Foto: Media Kreatif

UM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Islam Al Izzah menggelar Islamic Fair selama tiga hari, 25-27 Maret 2022. Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mundzir, S.Kom, M.T bertempat di Aula Kampus Cheng Ho.

Dalam sambutannya, Rektor menyambut senang dan bahagia atas terselenggaranya kegiatan mahasiswa yang diisi dengan berbagai aktivitas positif guna meningkatkan iman dan takwa serta menumbuhkembangkan potensi dan kemampuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“(Sebagai fitrah manusia) Kita diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sangat sempurna, memiliki antara lain dua tangan, dua telinga, dua mata, dua kaki, indra penciuman, hati dan pikiran (otak). Ke semuanya itu, tentunya ada cetakannya, lalu di mana cetakan tersebut berada?” tanya Rektor kepada seluruh hadirin yang terdiri atas santri, pelajar, mahasiswa hingga guru dan dosen.

“Jika kita pikirkan lebih lanjut, apakah cetakan tersebut ada dalam kandungan/rahim seorang ibu? Apakah cetakan tersebut nyata (konkret) atau abstrak? Tentunya tidaklah mudah kita menjawabnya,” tanya Rektor kepada hadirin. Untuk menjawab hal itu, Rektor menerangkan bahwa manusia hanya mengetahui prosesnya saja.

“Dari segumpal darah terus tumbuh dan tumbuh membentuk seorang bayi manusia dengan struktur tubuh manusia yang lengkap, yang seakan-akan ada cetakannya atau cetakannya bersifat abstrak, Subhanallah. Nah, dari sinilah kita coba berpikir, untuk apa Allah menciptakan manusia yang proses keberadaannya sedemikian kompleks? Tentunya Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam menciptakan sesuatu pasti ada maksud dan tujuannya,” terang DR. Rusli panjang lebar.

Rektor DR. Muhammad Rusli saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Rektor Dr. Muhammad Rusli saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Hiburan Tari Saman. Foto: Media Kreatif

Hiburan Tari Saman. Foto: Media Kreatif

Dosen Universitas Mulia Nurfalah Setiawan, S.Kom, M.T donor darah dalam acara Islamic Fair yang digelar UKM Al Izzah, 25-27 Maret 2022. Foto: Media Kreatif

Dosen Universitas Mulia Nurfalah Setiawan, S.Kom, M.T donor darah dalam acara Islamic Fair yang digelar UKM Al Izzah, 25-27 Maret 2022. Foto: Media Kreatif

Menurut Dr. Rusli, manusia diciptakan sebagai makhluk yang sempurna sesuai dengan tugas, fungsi dan tujuan penciptaannya. Kelebihan manusia dibanding dengan ciptaan Allah yang lain, bukan hanya sekedar berbeda dalam struktur fisik, psikis, tapi juga adanya hati nurani dan otak untuk berpikir.

“Ke semuanya bertujuan agar manusia sebagai khalifah dan makhluk yang mulia, membangun dan mengisi peradaban manusia, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi guna kesejahteraan, dan kemaslahatan seluruh umat dan ciptaannya,” tandasnya.

Hal ini, lanjutnya, dalam beberapa tahun yang lalu lahir beberapa ilmuwan Islam seperti Al-Khawarizmi di bidang Matematika, Jabir bin Hayyan di bidang ilmu Kimia, Ibnu Sina dan Abu Bakar Muhammad Bin Zakariya Ar-Razi di bidang kedokteran, serta ilmuwan lainnya. Para ilmuwan tersebut telah berhasil dengan berbagai penemuan dasar ilmu pengetahuan sehingga peradaban manusia terus berkembang lebih maju dan modern hingga saat ini.

Untuk itu, Rektor mendorong agar mahasiswa terus meningkatkan kapasitas dan mengembangkan potensi dirinya di berbagai bidang dengan dibekali kedalaman agama dan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Rektor mengatakan bahwa selain diselenggarakan lomba azan, cerdas cermat, da’i, dan membaca Alquran, perlu juga digelar lomba Matematika.

“Kenapa lomba Matematika penting? Karena dengan Matematika, para peserta akan dilatih dan siap dalam kemampuannya berpikir logis, meningkatkan kapasitas memori otak sehingga mampu berpikir kreatif, kritis dan inovatif yang di era disrupsi ini sangat diperlukan guna mengatasi segala permasalahan bangsa dan negara,” tuturnya.

Rektor berharap, dengan menjadi seorang ahli sains dan kedalaman iman Islam yang kuat, juga diharapkan dapat berkontribusi yang lebih bermakna dalam pengembangkan peradaban manusia yang lebih bermartabat sebagaimana amanah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Acara ini berisi kegiatan di antaranya Bazar yang digelar di sekitar Kampus Cheng Ho, Lomba Dai/Daiyah, Lomba Cerdas Cermat, Azan, dan Musabaqah Tilawatil Quran. Lomba diikuti pelajar tingkat sekolah tingkat atas maupun para santri. Selain itu juga digelar donor darah yang diikuti mahasiswa, dosen, dan karyawan.

Selain itu, juga diisi diskusi Talk Show dengan tema Waktunya Pemuda Berperan. Tampil sebagai narasumber Sultan Nur Hidayatullah, Ketua Komunitas Balikpapan Youth Spirit (BYS). Sultan pernah menerima penghargaan Juara 1 Pemuda Pelopor Nasional Bidang Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata, pada 22 Oktober 2020 yang lalu.

Narasumber berikutnya Nurhijrah A Ismail, S.Pd seorang ibu rumah tangga yang exist di media sosial. Talk Show ini mendorong pemuda untuk produktif dan proaktif terlibat berkontribusi dan berpartisipasi dalam pembangunan di daerah, khususnya di Balikpapan.

Di akhir kegiatan digelar Tablig Akbar dengan tema Hijrahku Hijrah Bermutu, Semangat Ramadhan Semangat Perubahan oleh Ustaz Mujiul Haq bin Ansar. Ustaz Mujiul merupakan hafiz 30 juz, dai muda dan motivator, pendiri Rumah Alquran Jaa Al Haq Puri Alamanda Balikpapan.

(SA/PSI)