Tag Archive for: Seminar Nasional

Subur Anugerah saat mempresentasikan makalah dalam sesi Seminar Farmasi Nasional (SAFANA) 2025 di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (16/10). Foto: Istimewa

UM – Inovasi garapan dosen dan mahasiswa berupa prototipe Sistem Informasi Holistik untuk manajemen terapi jangka panjang pasien pasca-stroke, sukses mengantarkan Subur Anugerah, S.T., M.Eng meraih Best Presenter Award, dalam Seminar Farmasi Nasional (SAFANA) 2025, yang diselenggarakan Program Studi Farmasi Universitas Mulia, Kamis (16/10).

Hal ini disampaikan oleh Ketua Program Studi S1 Farmasi Apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc. “Sertifikatnya menyusul, Pak. Dapat bingkisan sebagai presenter terbaik,” ujarnya seraya tersenyum.

Ia berharap, SAFANA akan menjadi agenda rutin setiap tahun. Pada kegiatan yang akan datang diharapkan akan semakin banyak yang terlibat, baik para peneliti, dosen, praktisi kesehatan hingga mahasiswa untuk submit makalah, poster, maupun sebagai partisipan.

Selain itu, ia berharap ke depan akan ada lebih banyak kolaborasi, baik dari pemerintahan, lembaga kesehatan, perguruan tinggi, perusahaan farmasi dan kesehatan serta lebih banyak sponsor pendukung lainnya.

Dua orang pakar berbicara di SAFANA 2025 sebagai narasumber, antara lain Prof. apt. Muchtaridi, Ph.D dari Universitas Padjajaran dan Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, S.Si., M.Si. dari Universitas Islam Indonesia sebagai pakar Nanoteknologi Farmasi.

Dalam kesempatan ini, tercatat 13 pemakalah presentasi luring di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia, 12 pemakalah presentasi daring lewat aplikasi Zoom, dan tiga orang penyusun poster. Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Presenter makalah terbaik diraih oleh Subur Anugerah dari Universitas Mulia dengan judul Implementasi Sistem Informasi Holistik Berbasis Community-Based Rehabilitation (CBR) untuk Manajemen Terapi Jangka Panjang Pasien Pasca-Stroke di Balikpapan.

Sedangkan poster terbaik diraih oleh Apt. Dian Parwati, S.Farm., M.Farm dari Universitas Sam Ratulangi dengan judul Analisis Pengaruh Strategi Bauran Pemasaran dan Implementasi Pharmaceutical Care Terhadap Kepuasan Pasien di Apotek Pelengkap RSUP Prof. DR. R.D. Kandou Manado.

Foto bersama undangan dan peserta Seminar Farmasi Nasional (SAFANA) 2025 yang diselenggarakana Prodi S1 Farmasi Universitas Mulia di Ballroom Cheng Ho, Kamis (16/10). Foto: Media Kreatif

Foto bersama undangan dan peserta Seminar Farmasi Nasional (SAFANA) 2025 yang diselenggarakana Prodi S1 Farmasi Universitas Mulia di Ballroom Cheng Ho, Kamis (16/10). Foto: Media Kreatif

Subur Anugerah menerima bingkisan dari sponsor sebagai presenter terbaik dari Ketua Panitia SAFANA 2025 Sapri, S.Si., M.Farm. Foto: Media Kreatif

Subur Anugerah menerima bingkisan dari sponsor sebagai presenter terbaik dari Ketua Panitia SAFANA 2025 Sapri, S.Si., M.Farm. Foto: Media Kreatif

Berangkat dari Kebutuhan Nyata di Komunitas

Sementara itu, Subur Anugerah mengatakan, pencapaiannya merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin dan generasi, yang mampu menghasilkan solusi nyata untuk tantangan kompleks di bidang kesehatan, khususnya bagi para pejuang pasca-stroke di Balikpapan.

Dalam presentasinya, ia memaparkan, ide pengembangan sistem berawal dari masalah riil di lapangan. Pasien pasca-stroke memerlukan perawatan jangka panjang yang melibatkan dokter, terapis, psikolog, ahli gizi, dan keluarga. Hal ini menyebabkan data klinis sering tersebar (terfragmentasi).

“Manajemen terapi jangka panjang untuk pasien pasca-stroke membutuhkan perawatan yang kontinu. Namun, seringkali terjadi kesulitan komunikasi antardokter, terapis, dan keluarga serta data yang tidak terpusat. Hal ini dikhawatirkan akan berisiko menurunkan efektivitas terapi,” jelasnya saat presentasi.

Menjawab tantangan tersebut, sistem informasi ini dirancang berbasis CBR, dengan mengambil studi kasus pada komunitas Persatuan Penyintas Stroke Indonesia (PPSI) di Kota Balikpapan.

Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan jadwal terapi, memusatkan rekam jejak perawatan, dan memfasilitasi komunikasi yang dapat diakses oleh pasien, keluarga, dan tim medis interdisipliner.

Kolaborasi Lintas Disiplin dan Generasi Kunci Keberhasilan

Subur Anugerah, selaku ketua tim mengatakan, penghargaan Best Presenter ini adalah buah dari kerja keras kolektif. Proyek ini sulit terwujud tanpa kolaborasi berbagai pihak, termasuk praktisi kesehatan seperti dokter, komunitas, dan keterlibatan dosen dan mahasiswa.

“Keberhasilan ini bukan karya satu orang, melainkan buah kerja tim yang solid. Kami berkolaborasi dengan Bapak Ridwansyah dari PPSI Balikpapan untuk mendapatkan data dan wawasan di lapangan, memfasilitasi komunikasi dengan dokter Fajar Qimindra serta dukungan rekan dosen, Bapak Istia Budi dan Bapak Suprijadi,” ungkapnya.

Secara khusus, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap peran mahasiswa Informatika dalam tim, yaitu Serlina Kombong, yang ia ajak untuk membantunya.

“Saya sangat mengapresiasi peran vital mahasiswa kami, Serlina Kombong. Keterlibatannya dalam proses pengumpulan data, sosialisasi, dokumentasi, hingga merancang visualisasi presentasi yang komunikatif, sangat krusial,” ujarnya.

Dengan begitu, ia berharap, pengalaman ini menjadikan pelajaran bagaimana mengajak mahasiswa untuk belajar berperan dan dapat berkontribusi langsung dalam proyek yang berdampak bagi masyarakat.

Inovasi Informatika yang Menjawab Tantangan Farmasi Klinis

Meski berasal dari ranah informatika, inovasi ini dinilai sangat relevan dengan dunia farmasi. Salah satu fitur utama sistem adalah modul penjadwalan terintegrasi yang membantu memastikan kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi dan berobat, sebagai sebuah aspek krusial dalam farmasi klinis.

Sistem ini juga dirancang untuk mendukung standarisasi dokumen medis menggunakan format SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Plan), yang memungkinkan seluruh tim terapis, mulai dari fisioterapis, terapis wicara, hingga psikolog, dapat memahami kondisi pasien secara komprehensif.

Saat ini, sistem tersebut masih dalam tahap prototipe dan diharapkan dapat terus dikembangkan agar dapat dimanfaatkan oleh PPSI, baik di Balikpapan maupun di kota lainnya.

“Harapan kami, prototipe ini bisa menjadi fondasi digital yang kuat untuk mendukung tim medis dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup para pejuang pasca-stroke,” tutup Subur Anugerah.

(SA/Kontributor)

Dalam Seminar Nasional Pemilukada 2024 yang berlangsung daring hari ini, Jumat (29/11/2024), dosen Universitas Mulia Assoc. Prof. Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M menyoroti peran penting integritas pemimpin dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045. Foto: Istimewa

Dalam Seminar Nasional Pemilukada 2024

UM – Dalam Seminar Nasional Pemilukada 2024 yang berlangsung daring hari ini, Jumat (29/11/2024), dosen Universitas Mulia Assoc. Prof. Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M menyoroti peran penting integritas pemimpin dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Seminar Nasional dengan tema Dinamika dan Tantangan Pemilukada 2024 ini dihadiri pembicara kunci (Keynote Speaker) Dr. Karimuddin, S.H.I, M.A dari Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia Aceh dan juga Ketua IRMLA Aceh.

Dr. Karimuddin juga merangkap Sekretaris Asosiasi DKLPT, yakni Asosiasi Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi yang bergerak dalam bidang menulis buku dan jurnal nasional/internasional.

Dalam salah satu sesi, Dr. Sudarmo menjelaskan bahwa integritas, yang didefinisikan sebagai kesatuan antara kata dan tindakan serta konsistensi dalam memegang prinsip yang benar, menjadi kunci keberhasilan seorang pemimpin.

Ia menyebutkan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju dan sejahtera pada peringatan 100 tahun kemerdekaan pada tahun 2045 nanti.

Dalam Seminar Nasional Pemilukada 2024 yang berlangsung daring hari ini, Jumat (29/11/2024), dosen Universitas Mulia Assoc. Prof. Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M menyoroti peran penting integritas pemimpin dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045. Foto: Istimewa

Dalam Seminar Nasional Pemilukada 2024 yang berlangsung daring hari ini, Jumat (29/11/2024), dosen Universitas Mulia Assoc. Prof. Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M menyoroti peran penting integritas pemimpin dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045. Foto: Istimewa

Dalam Seminar Nasional Pemilukada 2024 yang berlangsung daring hari ini, Jumat (29/11/2024), dosen Universitas Mulia Assoc. Prof. Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M menyoroti peran penting integritas pemimpin dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045. Foto: Istimewa

Dalam Seminar Nasional Pemilukada 2024 yang berlangsung daring hari ini, Jumat (29/11/2024), dosen Universitas Mulia Assoc. Prof. Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M menyoroti peran penting integritas pemimpin dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045. Foto: Istimewa

Namun, ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi saat ini, termasuk korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan ketidakadilan dalam kebijakan. “Kurangnya integritas dalam kepemimpinan menjadi akar masalah yang menghambat kemajuan bangsa,” ujar Dr. Sudarmo.

Dalam paparannya, Dr. Sudarmo mengupas pentingnya integritas dari sudut pandang hukum kenegaraan dan ajaran agama Islam.

Menurutnya, norma hukum menekankan perlunya tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan, sementara Islam mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran (sidiq), kepercayaan (amanah), dan tanggung jawab (mas’uliyyah) sebagai pedoman bagi pemimpin.

Sebagai solusi, Dr. Sudarmo merekomendasikan peningkatan pendidikan integritas, reformasi sistem pemilihan, pemberantasan korupsi yang lebih ketat serta penerapan teknologi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.

“Pemimpin yang berintegritas tinggi tidak hanya mematuhi aturan hukum, tetapi juga mampu menciptakan kebijakan yang adil, bebas dari korupsi, dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegasnya.

Paparan Dr. Sudarmo ini menekankan bahwa integritas adalah indikator utama keberhasilan seorang pemimpin dalam membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.

(SA/Kontributor)

Foto bersama Rektor Prof. Muhammad Ahsin, Direktur Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti, Wakil Rektor Wisnu Hera dan Yusuf Wibisono, Prof. Ajeng Diantini, Dr. Kintoko, Dekan dan pejabat lainnya. Foto: Media Kreatif

UM – Program Studi S1 Farmasi Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Universitas Mulia untuk pertama kalinya menggelar Seminar Farmasi Nasional (Safana) Tahun 2024. Seminar yang digelar secara hybrid, onsite dan online ini berlangsung di Ballroom Cheng Ho, Kampus Utama, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Kamis (17/10).

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si dalam sambutannya mengatakan, seminar ini sangat penting mengingat pengalaman krisis pandemi Covid-19 belum lama ini. Untuk itu, diperlukan upaya kesiapan di bidang kesehatan dalam menghadapi krisis serupa di masa yang akan datang.

Rektor mengatakan, menurut International Health Regulations (IHR) yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO), tenaga kesehatan memegang peran penting dalam penanganan kesehatan masyarakat, terutama dalam konteks pencegahan, deteksi dini, dan respons terhadap potensi ancaman kesehatan yang bersifat lintas negara.

“Tenaga kesehatan memegang peran kunci dalam memperkuat sistem kesehatan nasional, meningkatkan ketahanan sistem kesehatan serta mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menangani krisis kesehatan,” tutur Rektor.

Rektor berharap, lewat seminar ini, seluruh peserta dapat berbagi pengetahuan dan memperkuat kolaborasi antar lembaga serta menjalin jaringan yang lebih luas di tingkat nasional.

“Kita juga dapat memperkuat komitmen dan kolaborasi untuk memajukan dunia kesehatan, khususnya dalam menghadapi krisis yang tidak terduga,” tutur Rektor.

Pada kesempatan ini, hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Jaya Mualimin. Dalam pernyataannya, Jaya mengungkapkan pengalaman selama tiga tahun menangani pandemi Covid telah menyadarkan pentingnya pengelolaan kesehatan.

“Transformasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan kini bertujuan menguatkan ketahanan terhadap krisis dengan mempersiapkan semua sumber daya, baik manusia maupun kesehatan serta meningkatkan koordinasi lintas sektor,” tutur Jaya Mualimin.

Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifai menyerahkan cenderamata kepada Prof. Ajeng Diantini disaksikan Dr. Kintoko dan Kepala LPPM Richki Hardi. Foto: Media Kreatif

Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifai menyerahkan cenderamata kepada Prof. Ajeng Diantini disaksikan Dr. Kintoko dan Kepala LPPM Richki Hardi. Foto: Media Kreatif

Tampak peserta yang mengikuti seminar onsite di Ballroom Cheng Ho. Foto: Media Kreatif

Tampak peserta yang mengikuti seminar onsite di Ballroom Cheng Ho. Foto: Media Kreatif

Panitia seminar nasional Safana tahun 2024. Foto: Media Kreatif

Panitia seminar nasional Safana tahun 2024. Foto: Media Kreatif

Tari tradisional hiburan peserta seminar. Foto: Media Kreatif

Tari tradisional hiburan peserta seminar. Foto: Media Kreatif

Pelaksanaan Seminar

Seminar yang diikuti 153 peserta, baik yang onsite maupun online ini mengambil tema Peranan Tenaga Kesehatan dalam Menunjang Pencegahan, Persiapan dan Respon terhadap Krisis Kesehatan Akan Datang.

Tampil sebagai narasumber, Prof. Dr. apt. Ajeng Diantini, M.Si, pakar Farmakologi dan Farmasi Klinis dari Universitas Padjajaran Bandung dan Dr. apt. Kintoko, M.Sc, seorang Pakar Etnomedisin dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Ditemui terpisah, Prof. Ajeng Diantini mengatakan, kesehatan merupakan tanggung jawab bersama, dan untuk Indonesia terutama derajat kesehatannya masih harus banyak ditingkatkan

Menurutnya, dalam menghadapi krisis kesehatan, kolaborasi antar tenaga kesehatan harus kuat. Hal ini lantaran setiap tenaga kesehatan memiliki peran dan fungsi masing-masing.

“Dan dengan adanya sinergi di antara tenaga kesehatan itu, akan berkontribusi besar untuk peningkatan derajat kesehatan. Jadi, saling melengkapi, ya dari tugas-tugas yang dimiliki dokter, apoteker, perawat, bidan, dokter gigi, semuanya,” ujarnya.

Prof. Ajeng mengingatkan pentingnya mengupayakan kesehatan, bukan saja kesehatan jasmani, tetapi juga kesehatan rohani.

“Jadi, harus kuat justru kolaborasinya. Mungkin bukan hanya dengan tenaga kesehatan, tetapi dengan keilmuan lain yang memang berkontribusi untuk kesehatan mental,” tuturnya.

Narasumber berikutnya, Dr. Kintoko menaruh perhatian pada kearifan lokal atau indigenous knowledge, pengobatan asli yang berbasis pada budaya yang dimiliki Provinsi Kalimantan Timur.

Menurutnya, apabila kearifan lokal ini dikembangkan secara sistematis terstruktur akan bisa menghasilkan banyak sekali temuan-temuan yang berguna untuk menjawab tantangan masa depan.

Ia menambahkan, temuan-temuan pengobatan asli berbasis budaya sampai saat ini belum bisa diselesaikan oleh kecanggihan teknologi, terutama dalam Western Medicine atau dalam Kedokteran Barat Konvensional.

“Nah, inilah kearifan lokal tadi atau pengobatan yang asli yang dimiliki oleh Kalimantan. Kaya dengan sumber dari alamnya inilah yang harus disentuh dengan research yang mengarah kepada temuan-temuan baru untuk menjadi pilihan bagi kesehatan di masyarakat dan negara,” ujarnya.

Sementara itu, panitia seminar apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc menyebut terdapat 37 orang penyaji makalah dalam lingkup Analisis Farmasi, Farmakologi dan Toksikologi, Farmasi Klinik, Farmakognosi, Fitokimia, Mikrobiologi Farmasi, Bioteknologi Farmasi, Manajemen Farmasi serta Undang-undang dan Etika Kefarmasian.

Para pemakalah berasal dari beberapa perguruan tinggi di Kalimantan Timur dan Jawa Timur. Di antaranya adalah Universitas Jember, Politeknik Nusantara Balikpapan, Universitas Mulawarman, Stikes Medistra, Universitas Santo Borromeus, dan Universitas Mulia.

(SA/Kontributor)

Dijadwalkan akan hadir sebagai narasumber, Prof.Dr. apt. Ajeng Diantini, M.Si, seorang pakar Farmakologi dan Farmasi Klinis dari Universitas Padjajaran Bandung dan Dr. apt. Kintoko, M.Sc, seorang Pakar Etnomedisin dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Foto: safana.universitasmulia.ac.id

Call for Papers Safana 2024

UM – Program Studi S1 Farmasi akan menggelar Seminar Farmasi Nasional secara Hybrid, Kamis (17/10) dan Jumat (18/10) mendatang. Seminar dengan tema Peranan Tenaga Kesehatan dalam Menunjang Pencegahan, Persiapan dan Respon terhadap Krisis Kesehatan Akan Datang.

Dijadwalkan akan hadir sebagai narasumber, Prof.Dr. apt. Ajeng Diantini, M.Si, seorang pakar Farmakologi dan Farmasi Klinis dari Universitas Padjajaran Bandung dan Dr. apt. Kintoko, M.Sc, seorang Pakar Etnomedisin dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Ketua Panitia apt. Murtiyana Sari, M.Clin.Pharm mengatakan, panitia mengundang peserta lainnya, baik sebagai partisipan maupun sebagai pemakalah (Call for Papers), baik dosen, guru, apoteker, praktisi, maupun mahasiswa di bidang terkait.

Dengan lingkup antara lain Analisis Farmasi, Farmakologi dan Toksikologi, Farmasi Klinik, Farmakognosi, Fitokimia, Mikrobiologi Farmasi, Bioteknologi Farmasi, Manajemen Farmasi serta Undang-undang dan Etika Kefarmasian.

Makalah yang diterima diwajibkan untuk dipresentasikan dan akan dimasukkan ke dalam Prosiding Seminar Farmasi Nasional 2024. Adapun makalah terbaik akan dimasukkan ke dalam Jurnal terindeks Sinta.

Adapun pelaksanaan akan digelar secara hybrid, yaitu onsite di Ballroom Cheng Ho, Kampus Utama Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Balikpapan Kalimantan Timur maupun daring Zoom.

Seminar akan dilaksanakan pada Kamis, 17 Oktober 2024. Sedangkan Presentasi Oral masing-masing pemakalah pada Jumat 18 Oktober 2024.

Saat ini pendaftaran baik sebagai partisipan maupun pemakalah masih dibuka hingga 30 September 2024. Adapun batas penerimaan makalah direncanakan sampai denganl 30 September 2024.

Selengkapnya bisa diakses melalui website https://safana.universitasmulia.ac.id. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Ayu (0852 4643 4545) atau Citta (0852 4619 8001) lewat pesan WhatsApp.

(SA/Kontributor)

Lokakarya dihadiri para Raja, Ratu, Sultan Datu, Penglingsir, Kepala Suku Marga, Kepala Persekutuan Masyarakat Hukum Adat seluruh Indonesia. Foto: Media Kreatif

UM – Lembaga Komunikasi Perangkat Adat Seluruh Indonesia (LKPASI) menggelar Lokakarya Nasional Perlindungan dan Pengelolaan Aset Ulayat Masyarakat Adat Nusantara, bertempat Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan, Rabu (4/9).

Lokakarya dihadiri para Raja, Ratu, Sultan Datu, Penglingsir, Kepala Suku Marga, Kepala Persekutuan Masyarakat Hukum Adat seluruh Indonesia.

Turut hadir para undangan perwakilan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Pangdam Tanjungpura dan Pangdam Mulawarman, Kapolda Kaltim, Walikota Balikpapan serta pimpinan yayasan dan perguruan tinggi dan akademisi. Tampak Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa’i.

Ketua DPP LKPASI, Yang Mulia (YM) Ade Muhammad Iswadi SE, Pangeran Muda Wiraguna Suryanata, Kerabat Kesultanan Sintang Kalimantan Barat, mengawali sambutannya mengatakan, lokakarya bertujuan dalam rangka menghadapi kemungkinan kemunculan data dan fakta yang mengoreksi dari data dan fakta sebelumnya.

“Kemudian, tentunya ada komitmen sebenarnya dari pemerintah Republik Indonesia, yang hari ini mungkin akan kita tagih sebetulnya. Karena apa yang dilakukan LKPASI realnya adalah regulasi yang dibuat oleh pemerintah sendiri,” ujarnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini LKPASI membangun upaya-upaya untuk memperjuangkan kepentingan seluruh masyarakat adat kerajaan, puri marga, suku marga, masyarakat hukum adat, atau masyarakat adat pada umumnya yang ada di seluruh Indonesia.

Menurutnya, sejak tahun 2020 ketika menghadapi Covid-19, pihaknya terus berkomunikasi dengan sesama anggota LKPASI. Memasuki tahun 2022 menggelar kegiatan offline Maklumat dan Simposium Nasional di Grand Cempaka Jakarta, dilanjutkan tahun 2023 menggelar simposium dan petisi.

“Dan hari ini, bersama Yang Mulia Prof. Juajir tentunya, akan membahas lebih detail terkait bagaimana kita bisa mengusulkan secara bersama dan fasilitasnya tentunya. Juga diberikan oleh Universitas Mulia dan LKPASI yang akan bersama-sama mengawal,” tuturnya.

YM Ade mengatakan, pembahasan lokakarya terkait rancangan peraturan pemerintah tentang perlindungan dan pengelolaan aset ulayat masyarakat adat Nusantara.

“Mudah-mudahan saja apa yang menjadi perjuangan kita tanpa henti ini mendapatkan respon yang positif, sehingga apa yang selama ini kita coba bangun, kita coba persiapkan ini mulai menampakkan hasil yang positif,” tuturnya.

Ketua Pembina DPP LKPASI, YM Prof. Dr. Muhammad Yunus Abdullah Rahmadsyah Al Hajj, Paduka Raja dari Kerajaan Air Tiris, Melayu Kampar Provinsi Riau menambahkan, bersyukur dan berterima kasih hadir di tengah-tengah peserta lokakarya.

“Ini obat kami di LKPASI yang sangat mahal, tidak bisa dinilai dengan uang. Hadir pada pagi hari ini, di tengah-tengah. Kami juga laporkan kepada pemerintah, kami LKPASI ini tadi sudah sampaikan perjuangannya ikhlas. Dari awal, Kami sangat tahu dan persis sekali jiwa Prof Juajir sebagai pendiri dan beserta kawan-kawan,” tuturnya.

Dr. Agung Sakti Pribadi menyerahkan buku Hanua Sinjai kepada YM Prof. Dr. Muhammad Yunus Abdullah Rahmadsyah Al Hajj, Paduka Raja dari Kerajaan Air Tiris, Melayu Kampar Provinsi Riau. Foto: Media Kreatif

Dr. Agung Sakti Pribadi menyerahkan buku Hanua Sinjai kepada YM Prof. Dr. Muhammad Yunus Abdullah Rahmadsyah Al Hajj, Paduka Raja dari Kerajaan Air Tiris, Melayu Kampar Provinsi Riau. Foto: Media Kreatif

Para raja menerima buku Hanua Sinjai. Foto: Media Kreatif

Para raja menerima buku Hanua Sinjai. Foto: Media Kreatif

Rektor Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa'i duduk bersama Prof. Dr. Juajir Sumardi Kertanegara membahasi materi lokakarya. Foto: Media Kreatif

Rektor Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa’i duduk bersama Prof. Dr. Juajir Sumardi Kertanegara membahasi materi lokakarya. Foto: Media Kreatif

YM Prof. Yunus Abdullah mengatakan, kiprah LKPASI sampai juga di kerajaan-kerajaan Eropa dan telah terdaftar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia berharap, LKPASI mendapatkan undangan apabila ada undangan kegiatan di Eropa.

LKPASI juga telah menandatangani kontrak kerjasama dengan kerajaan di enam negara, seperti di Madrid Spanyol, kerajaan di China, ASEAN, dan Korea.

YM Prof. Yunus mengucapkan terima kasih kepada Universitas Mulia dan Yayasan Airlangga yang telah menjembatani kegiatan LKPASI.

Ia menuturkan, beberapa pekan sebelumnya telah mengunjungi kerajaan Malaka, ke Kerajaan Seremban, Kedah dan terakhir ke Singapura.

“Kami juga disambut dengan bagus. Kami tidur di Sentosa, di lantai yang 38, sangat tinggi. Alhamdulillah, sambutan kami sebagai ketua pembina dan kami ceritakan LKPASI ini di internasional,” ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah RI menerima masukan dan gagasan hasil lokakarya nasional yang digelar LKPASI, baik pada pemerintahan Joko Widodo, maupun pemerintahan yang baru Presiden Prabowo Subianto nanti.

Lebih lanjut, Ketua Dewan Pendiri LKPASI Prof. Dr. Juajir Sumardi Kertanegara SH MH, yang juga merupakan keturunan trah Kerajaan Singosari Jawa Timur, mengatakan bahwa dirinya bersyukur mengikuti lokakarya, membahas masa depan generasi berikutnya, yang menjadi tanggung jawab bersama para pemangku adat seluruh Indonesia.

“Oleh karena itu, sebagai Ketua Dewan Pendiri Lembaga Komunikasi Pemangku Adat Seluruh Indonesia selalu mengingatkan kembali, kepada seluruh pemangku pemerintahan Republik Indonesia. Kami ada sebelum kamu ada. Kamu ada, karena kami akui kamu ada. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kamu untuk tidak mengakui keberadaan kami,” terangnya.

“Leluhur kita bergabung dalam negara kesatuan Republik Indonesia, dengan harapan agar anak-anak cucunya mendapat kesempatan yang seimbang untuk menggapai kesejahteraan sejati, untuk menggapai kemerdekaan sejati.” imbuhnya.

Ia melihat perjuangan LKPASI agar anak-anak adat yang disaksikan banyak terampas hak-hak tradisionalnya oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

“Insya Allah kita akan membicarakan tentang produk hukum yang kita akan sampaikan. Kita akan usulkan kepada pemerintah Republik Indonesia, yang secara khusus mengatur tentang perlindungan dan pengelolaan Aset Ulayat Masyarakat Adat Nusantara,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi dalam sambutannya mengatakan, suatu saat akan ada cara terbaik bagaimana permasalahan tanah ulayat bisa diselesaikan untuk dibicarakan.

Menurutnya, hal ini terjadi lantaran terdapat dua kutub yang berbeda. Di satu sisi, pemerintah yang menguasai dan dilengkapi peraturan dan perundang-undangan sehingga menjadi sah.

“Tapi di sisi lain, yang nanti akan dibahas oleh Prof. Juajir dan para raja, itu juga ada undang-undang yang mengatur. Bahkan ada budaya hukum, ada struktur hukum. Jadi, kita harus berkomunikasi,” terangnya.

“Nah, kami berkeinginan pendekatan pemerintah itu tidak lagi menggunakan pola Rempang yang sama terhadap daerah di Kalimantan Timur. Kalau itu dilakukan, kita punya Pak Yulianus Henock untuk melakukan pendekatan secara baik,” ujarnya, sembari memperkenalkan Dr. Yulianus Henock Samual SH MSi, anggota DPD RI terpilih.

Dalam kesempatan ini, Dr. Agung menyerahkan lima buah buku berjudul Hanua Sinjai, yang ditulis selama lebih kurang 30 tahun oleh seorang guru di Sinjai Sulawesi Selatan. Buku ini memiliki ketebalan 700 halaman, berisi sejarah berdirinya Kabupaten Sinjai.

Buku diserahkan kepada YM Prof. Dr. Muhammad Yunus Abdullah, YM Raden Ayu Puspo Nitinegoro, trah Kerajaan Singosari Malang Jawa Timur, YM Noh Saubaki, Raja Kerajaan Sonbai Kecil Nusa Tenggara Timur.

Kemudian kepada YM Dato Abdul Hamid, Pemangku Raja Kesultanan Bulungan Kalimantan Utara, YM Ade Muhammad Iswadi SE, Pangeran Muda Wiraguna Suryanata, YM Erwin Natsir Daeng Matutu SH, Kerabat Kerajaan Goa Sulawesi Selatan dan YM Pangeran Adiningrat Ratu Bagus Agus Wirawan Mertakusuma.

(SA/Kontributor)

Bersamaan juga Digelar Konferensi Nasional SEMINASTIKA

UM – Universitas Mulia menggelar konferensi ilmiah ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2024, Jumat (12/7). Konferensi diselenggarakan secara hybrid, onsite dan online ini bertempat di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Balikpapan, Kalimantan Timur.

ICSINTESA atau International Conference of Science and Information Technology in Smart Administration adalah konferensi Internasional yang diikuti para peneliti, akademisi, dan profesional dari mancanegara.

Sedangkan SEMINASTIKA atau Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Administrasi merupakan konferensi nasional yang diikuti dosen, guru, peneliti, hingga mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Konferensi dengan tema Kolaborasi Teknologi Cerdas dan Tata Kelola yang Baik untuk Pembangunan Berkelanjutan (The Collaboration of Smart Technology and Good Governance for Sustainable Development Goals) ini mendatangkan empat orang keynote speaker, antara lain Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, Prof. Vicente Aquino Pitogo dari Caraga State University Philipina, Prof. Shi-Jin Horng Ph.D dari National Taiwan University of Science and Technology, dan Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc dari Universitas Telkom Bandung.

Koordinator Panitia Acara ICSINTESA Dr. Linda Fauziyah Ariyani S.Pd., M.Pd mengatakan hingga penutupan pendaftaran terdapat 155 paper dari 32 negara yang diterima dan akan berpartisipasi dalam konferensi ICSINTESA.

“Kita sebagai tuan rumah ini kesempatan besar buat kita untuk belajar lebih banyak. Sambil persiapan semoga tahun depan akan lebih banyak paper kita dari internal yang bisa diterima,” tutur Dr. Linda, Kamis (11/7) malam.

Dalam beberapa kali pelaksanaan, jumlah peserta yang berpartisipasi dalam konferensi ICSINTESA tercatat terus mengalami peningkatan.

Untuk itu, Dr. Linda terus mendorong para dosen dan mahasiswa, terutama di lingkungan Universitas Mulia untuk terlibat mengikuti kegiatan dan berpartisipasi dalam konferensi tersebut.

Sementara itu, di tingkat nasional terdapat 26 paper yang diterima dan siap disajikan pada konferensi SEMINASTIKA 2024. Seluruh peserta diharapkan mempresentasikan makalahnya baik onsite maupun online pada waktu yang telah dijadwalkan.

Kedua konferensi tersebut dijadwalkan dibuka mulai pukul 8.00 WITA dan berakhir pukul 17.00 WITA. Kemudian disusul dengan pengumuman paper terbaik dan penyaji terbaik.

Acara diawali dengan sambutan ketua panitia Rizki Zulkarnain, sambutan Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, dan sambutan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur Dr. M. Ir. Fitriansyah. S.T., M.M serta sambutan Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie.

Setelah istirahat, kemudian dilanjutkan sesi paralel para penyaji makalah masing-masing sesuai ruang dan jadwal yang telah ditentukan panitia.

Pada hari kedua, Sabtu (13/7) dijadwalkan akan dilaksanakan City Tour dengan tujuan wisata susur pantai Balikpapan dengan Kapal Pinisi dan wisata IKN.

(SA/Kontributor)

Made Ayu Lestariani saat memaparkan hasil penelitiannya pada Seminar Nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan, 15-16 Mei 2024. Foto: Istimewa

UM – Perkembangan era digital mempengaruhi pola perilaku belanja online warga Balikpapan, tampaknya menarik perhatian dosen Prodi S1 Manajemen Universitas Mulia Made Ayu Lestariani, S.E., M.M. Hal ini terungkap setelah ia memaparkan hasil penelitiannya dalam Seminar Nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan, Kamis (16/5).

Penelitian berjudul Analisis Perilaku Pembelian Produk Pangan Segar Secara Online pada Konsumen di Kota Balikpapan ini ditulis Made Ayu Lestariani sebagai penulis tunggal.

“Dari penelitian ini, mayoritas konsumen, terutama perempuan berusia 20-30 tahun, ternyata lebih suka belanja online karena efisiensi waktu dan tempat. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan sebelum membeli adalah jarak lokasi penjual dan kesegaran produk,” kata Made.

Made mengatakan, produk yang dibeli konsumen dalam hal ini adalah produk pangan segar, baik yang berasal dari hewani maupun nabati seperti sayur, buah, ikan, daging, telur, susu murni hingga biji kopi.

“Alasan pangan segar dipilih adalah karena kebutuhan pokok. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sih perilaku warga Balikpapan belanja online produk pangan segar,” terangnya.

Seminar Nasional FEB Uniba juga dihadiri Walikota Balikpapan dua periode H< Rizal Effendi dan Prof. Dr. Suhartono serta Kaprodi S1 Manajemen Universitas Mulia Pudjiati, S.E., M.M. Foto: Istimewa

Seminar Nasional FEB Uniba juga dihadiri Ketua ISEI Balikpapan Rizal Effendi dan Prof. Dr. Suhartono serta Kaprodi S1 Manajemen Universitas Mulia Pudjiati, S.E., M.M. Foto: Istimewa

Ketua Program Studi S1 Manajemen Universitas Mulia Pudjiati, S.E., M.M dengan Ketua Prodi S1 Manajemen Uniba Nadi Hernadi Moorcy, S.E., M.M menunjukkan Implementation Arrangement kedua pihak, Rabu (15/5/2024). Foto: Istimewa

Ketua Program Studi S1 Manajemen Universitas Mulia Pudjiati, S.E., M.M dengan Ketua Prodi S1 Manajemen Uniba Nadi Hernadi Moorcy, S.E., M.M menunjukkan Implementation Arrangement kedua pihak, Rabu (15/5/2024). Foto: Istimewa

Made Ayu Lestariani foto bersama peserta Seminar Nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan sebagai pemakalah, 15-16 Mei 2024. Foto: Istimewa

Made Ayu Lestariani foto bersama peserta Seminar Nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan sebagai pemakalah, 15-16 Mei 2024. Foto: Istimewa

Penelitian yang dilakukannya menggunakan metode analisis deskriptif, dengan melibatkan 72 responden yang dipilihnya berdasarkan dua kriteria, yaitu warga Kota Balikpapan dan pernah belanja online produk pangan segar dalam tiga bulan terakhir.

Mayoritas responden, menurutnya, adalah wanita yang bekerja dengan rentang usia 20-30 tahun dan memiliki keluarga, terdiri atas empat sampai lima orang anggota keluarga.

Ketika berbelanja online, menurut Made, mayoritas responden mengaku mendapatkan informasi produk pangan segar dari iklan digital di media sosial, terutama pada aplikasi perpesanan WhatsApp.

“Apalagi mereka sebelum membeli mempertimbangkan jarak lokasi penjual, juga karena produknya masih segar. Mereka bisa beli 1-2 kali dalam sebulan,” tuturnya.

Dari paparannya tersebut, Made mengingatkan adanya tren konsumen berbelanja online di era digital saat ini. Bagi pelaku usaha, Made mengingatkan agar memiliki pengetahuan tentang perilaku konsumen.

“Ya, setidaknya untuk mempertahankan bisnis mereka di tengah persaingan yang semakin ketat. Memiliki pengetahuan perilaku konsumen ini dapat memberikan wawasan berharga bagi para pengusaha dan pemasar yang ingin memahami pasar mereka dengan lebih baik,” terangnya.

Dengan memahami perilaku konsumen belanja online, Made berharap penelitiannya menjadi masukan bagi pelaku usaha dalam menyusun strategi pemasaran yang tepat sesuai dengan preferensi konsumen.

Penandatanganan Kerjasama

Dalam kesempatan ini, Ketua Program Studi S1 Manajemen Universitas Mulia Pudjiati, S.E., M.M menandatangani kerjasama dengan Ketua Program Studi S1 Manajemen Uniba Nadi Hernadi Moorcy, S.E., M.M yang tertuang dalam Implementation Arrangement (IA).

Untuk itu, dalam Seminar Nasional FEB Uniba tahun 2024 ini, Prodi S1 Manajemen Universitas Mulia menjadi co-host dan mengirimkan lima orang dosen presentasi hasil penelitiannya, antara lain Murtasiyah, S.E.,M.M, Made Ayu Lestariani, S.E., M.M, Endah Lestari, S.E., M.M, Nandha Narendra, S.E., M.M dan Dr. Abdul Halim, M.M.

(SA/Kontributor)

Suasana seminar SNITT 2023 offline di Hotel Platinum Balikpapan, Rabu (18/10). Foto: Istimewa

UM – Dosen Program Studi S1 Informatika Fakultas Ilmu Komputer mendapat penghargaan dari Politeknik Negeri Balikpapan sebagai Best Presenter III. Penghargaan diberikan usai mempresentasikan makalahnya pada Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Terapan (SNITT), Rabu (18/10).

Hal ini dikonfirmasi oleh salah seorang panitia, Danar Retno Sari, S.Kom., M.Kom yang datang ke Kampus Universitas Mulia dan bertemu Kaprodi S1 Informatika M. Safii, S.Kom., M.Kom di ruang kerjanya. Danar memberikan Sertifikat Penghargaan Best Presenter III kepada Subur Anugerah, S.T., M.Eng dan disaksikan M. Safii dan staf.

“Di akhir seminar diumumkan tiga orang Best Presenter, Pak Subur Best Presenter III, satu-satunya dari seluruh peserta daring. Saat seremoni, pemberian sertifikat diwakili panitia di lokasi kegiatan. Dua orang Best Presenter dari peserta luring,” tutur Danar.

Menurut Danar, pemilihan Best Presenter berdasarkan penilaian dengan kriteria antara lain ketepatan waktu, penampilan, dan konten atau isi makalah.

Danar berharap ke depan semoga menjadi pemakalah tetap SNITT. Untuk peserta yang terpilih sebagai Best Presenter, makalahnya akan dimasukkan ke dalam jurnal Sinta 4 Poltekba secara gratis.

“Terus berkarya dan memberikan kontribusi yang positif di bidang akademik. Ditunggu tulisan-tulisan bermanfaat selanjutnya,” harap Danar Retno Sari.

Dikonfirmasi hal tersebut, Subur mengatakan dirinya mempresentasikan makalah yang berjudul Perancangan Dashboard Visualisasi Data Komoditas Pasar Balikpapan dengan Tableau.

Ia tertarik menulis visualisasi data lantaran melihat banyak sekali data dan grafik yang melimpah, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pembelajaran, seperti untuk riset data sains, data warehouse, visualisasi data, atau data mining.

Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Terapan (SNITT) 2023 yang diselenggarakan Poltekba daring dan luring, bertempat di Hotel Platinum Balikpapan, Rabu (18/10). Foto: Tangkapan layar daring

Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Terapan (SNITT) 2023 yang diselenggarakan Poltekba daring dan luring, bertempat di Hotel Platinum Balikpapan, Rabu (18/10). Foto: Tangkapan layar daring

Makalah Subur Anugerah yang dipresentasikan di Room Online 1 SNITT 2023. Foto: Tangkapan layar daring

Makalah Subur Anugerah yang dipresentasikan di Room Online 1 SNITT 2023. Foto: Tangkapan layar daring

Danar Retno Sari, S.Kom., M.Kom saat menyerahkan Sertifikat Penghargaan kepada Subur Anugerah sebagai Best Presenter III pemakalah SNITT 2023 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Balikpapan, disaksikan Kaprodi Informatika M Safii, Kamis (19/10). Foto: dok. Puskomjar

Danar Retno Sari, S.Kom., M.Kom saat menyerahkan Sertifikat Penghargaan kepada Subur Anugerah sebagai Best Presenter III pemakalah SNITT 2023 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Balikpapan, disaksikan Kaprodi Informatika M Safii, Kamis (19/10). Foto: dok. Puskomjar

Sertifikat Penghargaan sebagai Best Presenter III SNITT 2023 Polteknik Negeri Balikpapan. Foto: dok. Puskomjar

Sertifikat Penghargaan sebagai Best Presenter III SNITT 2023 Polteknik Negeri Balikpapan. Foto: dok. Puskomjar

“Makalah ini sebenarnya hasil dari pembelajaran di kelas semester sebelumnya. Kebetulan Pak Rusli, Rektor saat itu menugasi saya menulis buku. Saya juga ditugasi Kaprodi Teknologi Informasi Pak Djumhadi mengajar Manajemen Big Data,” tutur Subur.

Ibarat botol bertemu dengan tutupnya, lanjutnya, maka dirinya mengaku tertarik untuk menulis teori pembelajarannya di kelas ke dalam bentuk buku atau karya tulis ilmiah.

“Kalau hanya dipikir-pikir saja, tidak ada waktu mengerjakan sih ya. Rasanya sibuk terus 24 jam 7 hari dalam seminggu. Untuk itu, saya harus fokus, buat prioritas, segera menulisnya sebelum keburu lupa atau tertinggal,” tuturnya.

Seminar ini diikuti 55 makalah dari sejumlah peserta, baik yang berprofesi sebagai praktisi, peneliti, dosen, maupun mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Seminar diselenggarakan luring, yang bertempat di Hotel Platinum Balikpapan maupun daring dengan aplikasi Zoom.

Seminar yang memiliki tema Sinergi Pendidikan Vokasi Dan Industri Dalam Mewujudkan Kota Cerdas Melalui Teknologi Berkelanjutan ini sangat menarik dan relevan dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) saat ini.

Seminar dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Provinsi Kalimantan Timur Surasa, S.Pd., M.Si.

Narasumber pertama Beny Bandanadjaja, Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek. Benny mempresentasikan Membangun Kota Cerdas yang Beradab dan Beretika. Ia membekali generasi milenial dan generasi Z bagaimana mempersiapkan diri menyambut kota cerdas IKN.

Narasumber berikutnya, Tony D. Susanto, Ph.D, dosen Program Studi S3 Sistem Informasi ITS Surabaya. Tony mempresentasikan materi tentang Memahami Konsep Kota Cerdas dan Rekomendasi Smart City IKN.

Narasumber ketiga, Direktur PT. Position Partners Indonesia Bayu Murtiyoso. Bayu memperkenalkan perusahaannya yang memiliki berbagai macam keahlian seperti surveyor, engineer, teknisi, dan konsultan. Selain di Indonesia, perusahaannya juga memberikan layanan di Asia Tenggara, Australia, dan New Zealand.

Di akhir presentasinya, Bayu berdasarkan pengalamannya, ia mengajak berbagai pihak untuk mengatasi kekurangan Sumberdaya Manusia (SDM) dalam pembangunan IKN.

“Soal SDM kita? Asal mau belajar, bisa. Ini soal kemauan saja, bukan soal kepintaran. Kemudian, di dalam bekerja kami tekankan kepada tim kami adalah jujur dan disiplin, itu akan menghasilkan kualitas,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Prof. DR. HM Aswin, M.M. Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur memaparkan materi seminar ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2021. Foto: Tangkapan layar

UM – Universitas Mulia menggelar ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2021 selama dua hari, Rabu (20/10) dan Kamis (21/10). Pada kesempatan ini, Gubernur Kalimantan Timur DR. Isran Noor menyampaikan sambutan kunci terkait pembangunan daerah di Kalimantan Timur yang disampaikan oleh Prof. DR. Ir. HM Aswin MM, Kepala Bappeda Kalimantan Timur.

Gubernur Isran Noor sebelumnya menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya acara Seminar ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2021 yang digelar Universitas Mulia.

“Kami yakin, bahwa acara ini akan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di Kalimantan Timur, terutama bagaimana Kemajuan Teknologi, yang telah ada di seluruh belahan dunia dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Kalimantan Timur untuk mendorong terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tutur Prof. Aswin, mewakili Gubernur Isran Noor.

Gubernur mengatakan, Kalimantan Timur merupakan pulau terluas kelima di Indonesia. Saat ini memiliki 7 Kabupaten dan 3 kota, dengan jumlah penduduk pada tahun 2020 mencapai 3,76 juta orang. Dengan jumlah tersebut, Kaltim memiliki Indeks Pembangunan Manusia pada tahun 2020 sebesar 76,24, tertinggi ketiga di Indonesia.

Dari sisi Produk Domestik Regional Bruto, Kaltim memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Nasional dan Regional, dengan PDRB tahun 2020 sebesar Rp. 607,32 triliun yang berhasil memberikan kontribusi sebesar 3,84% terhadap perekonomian nasional dan 48,46% terhadap perekonomian regional Kalimantan.

“Perlu saya sampaikan bahwa pada tahun 2020 yang lalu, sekitar 80,1% perekonomian Indonesia masih ditopang oleh Pulau Jawa dan Sumatera. Sampai saat ini, perekonomian Kalimantan Timur masih bertumpu pada produk primer dan sumberdaya tidak terbarukan, terutama Migas dan Batubara. Kemudian Industri Pengolahan berbasis Migas,” ungkap Prof. Aswin.

Prof. DR. HM Aswin, M.M. Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur memaparkan materi seminar ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2021. Foto: Tangkapan layar

Prof. DR. HM Aswin, M.M. Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur memaparkan materi seminar ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2021. Foto: Tangkapan layar

Meski demikian, lanjut Prof. Aswin, melalui upaya yang terus dilakukan, diharapkan pada tahun 2030, struktur perekonomian Kalimantan Timur sudah didominasi oleh Industri Pengolahan berbasis sumberdaya alam terbarukan.

“Selanjutnya pada tahun 2030 sampai 2050 perekonomian Kalimantan Timur diupayakan menjadi ekonomi berbasis inovasi dan pengembangan teknologi,” tutur Prof. Aswin.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Kalimantan Timur 2019-2023, yang memiliki Visi “Berani untuk Kalimantan Timur Berdaulat”, telah memuat kebijakan dan program untuk mendukung transformasi tersebut.

Pembangunan Sumberdaya Manusia merupakan prioritas utama yang salah satunya dilakukan melalui pemberian “Beasiswa Kaltim Tuntas”.

Infrastruktur yang andal terus dibangun terutama untuk menghubungkan pusat-pusat produksi menuju outlet. Sementara itu kemudahan investasi terus didorong dan penyediaan Kawasan Industri yang berdaya saing terus dilakukan.

Saat ini terdapat Kawasan Industri Kariangau-Buluminung di Balikpapan dan PPU, Kawasan Industri berbasis Migas dan Kondensat di Bontang, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kutai Timur yang posisinya berhadapan langsung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.

Pengumuman rencana pemindahan Ibu Kota Negara, oleh presiden Jokowi pada tanggal 26 Agustus 2019, memberikan dampak yang sangat besar terhadap pembangunan di Kalimantan Timur, termasuk dalam percepatan pembangunan berbasis Inovasi dan Teknologi.

Berdasarkan IPTEK Masterplan Kawasan IKN, akan terdapat Kawasan Pengembangan Teknologi, Kawasan Pendidikan, Kawasan Pengembangan Kreativitas dan Inovasi dan Kawasan Pengembangan Riset Medis dan Kesehatan.

“Saya kira peran Universitas Mulia ini sangat bagus karena Ibu Kota Negara nanti menerapkan Smart City kemudian Smart Province sehingga kita mempersiapkan Sumber Daya Manusia ke depan,” tutur Prof. Aswin.

Selain itu, menurutnya, dari profil yang dimiliki Universitas Mulia sangat mendukung pengembangan SDM yang selain terampil bidang pemanfaatan teknologi informasi juga menguasai bahasa pemrograman.

Hal ini tentunya akan mempercepat transformasi ekonomi di Kalimantan Timur dan mendorong pemanfaatan teknologi yang lebih besar dalam mendukung pembangunan.

Pemerintah Kalimantan Timur berkomitmen untuk mendukung pemindahan Ibu Kota Negara ini dan akan secara cerdas memanfaatkannya demi pencapaian tujuan pembangunan daerah.

Sejalan dengan rencana ini maka Tema Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kalimantan Timur pada tahun 2022 adalah Reformasi Struktural dan Penguatan Daya Saing Daerah dalam Rangka Menyambut IKN.

Inovasi dan Pemanfaatan teknologi merupakan bagian yang sangat penting dalam pencapaian tujuan pembangunan.

Pandangan global dan nasional bahwa inovasi dan pemanfaatan teknologi menjadi tolok ukur daya saing global suatu negara.

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak krisis bagi berbagai sektor di masyarakat, namun di sisi lain teknologi informasi di masa pandemi Covid-19 ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dan mampu memfasilitasi hampir seluruh kegiatan masyarakat. Kreatifitas masyarakat terus berkembang dengan semakin cepat dan luasnya penyebaran informasi.

Oleh karena, Pemprov Kaltim memandang perlu dukungan berbagai pihak sehingga teknologi terus dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Mudah-mudahan Universitas Mulia memelopori hal seperti ini agar negara kita ini kebijakan-kebijakan yang dibuat sudah sejalan dengan teknologi informasi yang ada,” harap Prof. Aswin.

Ia berharap Pendidikan Tinggi lebih berperan penting sebagai wahana penguasaan IPTEK dalam membangun daya saing Bangsa Indonesia.

(SA/PSI)

Rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi SH MH saat memberikan sambutan ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2021 secara virtual, Rabu (20/10). Foto: Tangkapan Layar

UM – Seminar Internasional ICSINTESA dan Seminar Nasional SEMINASTIKA 2021 dibuka hari ini, Rabu (20/10) dan berakhir Kamis (21/10) besok. Seminar yang diikuti peserta dari dalam negeri maupun mancanegara ini disiarkan aplikasi Zoom Meeting dan Live Streaming on YouTube.

Rektor Universitas Mulia DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. dalam sambutannya mengatakan bahwa ICSINTESA dan SEMINASTIKA merupakan seminar Call-for-Papers yang ditujukan untuk para peneliti, profesional, maupun akademisi untuk berbagi hasil penelitian yang dipresentasikan dalam sebuah makalah. Kegiatan ini rutin diselenggarakan oleh Universitas Mulia sejak tahun 2018 sampai saat ini.

SEMINASTIKA and ICSINTESA are two calls for paper seminars routinely held by Mulia University start from 2018 until know to open up discussion space and provide a means for researchers to present their research directly to produce better research quality,” tutur DR. Agung Sakti Pribadi yang disampaikan dalam Bahasa Inggris.

Rektor mengatakan, terdapat 60 makalah yang akan dipresentasikan pada konferensi ini. Rinciannya, 30 makalah disampaikan di konferensi nasional SEMINASTIKA 2021 dan 30 makalah pada konferensi internasional ICSINTESA 2021.

Tahun ini, lanjut DR. Agung Sakti, grafik pemakalah dari luar negeri meningkat dibanding pada pelaksanaan tahun sebelumnya yang berasal hanya dari 2 negara, yakni Indonesia dan Malaysia.

Rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi SH MH saat memberikan sambutan ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2021 secara virtual, Rabu (20/10). Foto: Tangkapan Layar

Rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi SH MH saat memberikan sambutan ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2021 secara virtual, Rabu (20/10). Foto: Tangkapan Layar

DR. Paristyanti Nur Wardani dari Ditjen Dikti mewakili Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, Rabu (20/10). Foto: Tangkapan layar

DR. Paristyanti Nur Wardani dari Ditjen Dikti mewakili Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, Rabu (20/10). Foto: Tangkapan layar

Prof. DR. HM Aswin, M.M. Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur memaparkan materi seminar ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2021. Foto: Tangkapan layar

Prof. DR. HM Aswin, M.M. Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur memaparkan materi seminar ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2021. Foto: Tangkapan layar

Sambutan Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas'ud, S.E., M.E. pada ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2021. Rabu (20/10).

Sambutan Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E. pada ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2021. Rabu (20/10).

Moderator ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2021 I Gusti Ayu Prajna Paramita BBS.

Moderator ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2021 I Gusti Ayu Prajna Paramita BBS.

But this year there are more speakers from 5 foreign countries. This year ICSINTESA is not only followed by Indonesia and Malaysia, but also followed by Brunei Darussalam, India, and Iraq,” tutur DR. Agung Sakti.

Makalah yang masuk kemudian di-review oleh beberapa editor dan Reviewer dari 6 negara, yakni dari Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Cina, Irak, dan Indonesia.

Rektor mengatakan bahwa dirinya surprise dan senang dengan jumlah keterlibatan Reviewer. “Ini membuktikan bahwa walaupun masih dalam kondisi pandemi, tetapi antusiasme dan keinginan peneliti untuk terlibat dalam Call-for-Papers ICSINTESA maupun SEMINASTIKA semakin meningkat,” tuturnya.

Untuk itu, Rektor sangat berterima kasih atas partisipasi seluruh panitia, peserta maupun Reviewer dalam kegiatan seminar tahun ini. “Thank you to the editor team, reviewer team, committee team and all presenters and non-presenters that attend this conference,” tutur DR. Agung Sakti.

Seminar yang diselenggarakan dalam dua hari ini mengundang narasumber yang berasal dari pemerintahan maupun akademisi. Di hari pertama, Rabu (20/10), tampil narasumber Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim yang diwakili Ditjen Dikti DR. Ir. Paristyanti Nur Wardani.

Narasumber kedua Gubernur Kalimantan Timur DR. Isran Noor yang diwakili oleh Prof. DR. HM Aswin, M.M. Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud S.E., M.E. serta Prof. DR. Masilla Kamalruddin dari Universiti Teknikal Melaka Malaysia.

Sedangkan hari kedua, Kamis (21/10), dijadwalkan narasumber dari akademisi antara lain DR. Chiew Kang Leng dari University Malaysia Sarawak dan Prof. DR. Richardus Eko Indrajit dari Universitas Pradita Jakarta.

Meski seminar kali ini diselenggarakan secara virtual dan dimoderatori oleh I Gusti Ayu Prajna Paramita BBS., namun DR. Agung Sakti berharap seminar dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan, memperluas wawasan serta dapat menjalin persahabatan dan kerja sama di bidang tri dharma perguruan tinggi.

Hopefully, one day, we can also meet in face-to-face mode in the city of Balikpapan. Balikpapan is a city full of peace, which has a motto, I guard, I defend, and I build,” tutur DR. Agung.

Hopefully the presence of researchers from within and outside the country, at SEMINASTIKA and ICSINTESA, can give a great deal of contribution to our beloved country,” pungkas DR. Agung.

(SA/PSI)