Pos

Rapat Koordinasi Panitia Raker 2021 Yayasan Airlangga, Senin (22/2). Foto: PSI

UM – Universitas Mulia bersama seluruh divisi akan mengikuti Rapat Kerja Yayasan Airlangga Tahun 2021 membahas Rekomendasi dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan atau RKAT. Rapat yang akan diikuti peserta dari Balikpapan dan Samarinda ini diselenggarakan daring dan luring selama dua hari, 24-25 Februari 2021.

“Raker ini akan memperkenalkan Program Rekomendasi yang sudah dibahas di rapat sebelumnya, ada 11 Program Rekomendasi yang kita sepekati bersama, baik program yang sedang berjalan saat ini seperti Learning Management System, maupun yang masih dalam tahap perencanaan seperti Program Kampus Merdeka dan Kampus Terpadu, tetapi semua program sudah dalam tahap perencanaan sehingga tahun  ini diharapkan dapat kita wujudkan,” ungkap Ketua Panitia Yusuf Wibisono, M.T.I yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulia.

Sebelas Program Rekomendasi tersebut antara lain terkait dengan LMS, Video Tutorial, Tim Akreditasi, Tim Jabatan Fungsional dan Sertifikasi Dosen, Tim Program Studi Kedokteran, Tim Kampus Terpadu, Revisi Kurikulum Kampus Merdeka, Kewajiban Dosen Mengajar di Sekolah Menengah, Anggaran berbasis Akreditasi, Membuat Profile Video masing-masing Program Studi, dan Pembuatan Apps Pengembangan Aplikasi Terpadu.

“Hari pertama kita akan memperkenalkan 11 Program Rekomendasi, diperkirakan satu hari dari pagi pukul 7.30 Wita sampai dengan pukul 15.10 Wita selesai. Apa saja detail Program Rekomendasi tersebut kita tunggu saja. Pada hari berikutnya membahas mengenai RKAT,” tuturnya.

Secara keseluruhan, ia berharap pelaksanaan Raker 2021 besok dapat berjalan dengan aman, sukses, dan lancar. “Semoga, seluruh peserta diberikan keselamatan dalam perjalanan tugas, diberikan kesehatan dan kesempatan mengikuti Raker besok dengan baik. Jangan lupa seluruh peserta tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, menindaklanjuti Pra Raker yang diadakan 17-19 Desember 2020 yang lalu, Raker yang direncanakan berlangsung pada bulan Januari 2021 ini mengalami penundaan mengingat pandemik Covid-19. Raker akan yang diikuti jajaran pimpinan baik dari Yayasan Airlangga, Universitas Mulia, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan, SMP Plus Airlangga, dan SMK TI Airlangga Samarinda ini, selain melaksanakan raker tatap muka terbatas di Kampus Cheng Ho juga disiarkan terbatas menggunakan aplikasi Zoom Meeting. (SA/PSI)

 

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. saat memimpin rapat e-Kinerja di Universitas Mulia, Selasa (2/2). Foto: Mundzir

UM – Pandemik Covid-19 terbukti membawa pengaruh dan mengubah banyak hal, terutama aktivitas ketenagakerjaan maupun kegiatan akademik di perguruan tinggi. Kondisi ini membuat manajemen perguruan tinggi melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlangsungan sivitas akademika bekerja secara efektif dan efisien. Hal inilah yang ditekankan Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. kepada seluruh staf dan karyawan, yang disampaikan secara daring lewat aplikasi Zoom Meeting, Selasa (2/2) kemarin.

“Bapak/Ibu yang saya hormati, terima kasih sudah hadir pada pertemuan daring Zoom hari ini. Saya ingin menyampaikan pentingnya pertemuan ini agar karyawan di lingkungan Yayasan Airlangga memahami pentingnya bekerja sesuai dengan jobs-desc masing-masing,” tutur Pak Agung mengawali sambutan.

Menurut Pak Agung, pertemuan daring tersebut juga merupakan bagian dari presensi agar pimpinan mengetahui keberadaan masing-masing karyawan. Sedangkan bagi karyawan yang berhalangan hadir diimbau agar memberitahukannya melalui grup Ruang Izin.

Sebagaimana yang telah diinformasikan kepada seluruh karyawan, kebijakan Work from Home atau WFH pada pekan ini sudah tidak berlaku dan diganti pengurangan atau penyesuaian jam kerja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Untuk menjaga produktivitas sumber daya manusia, terutama di lingkungan lembaga pendidikan, manajemen melakukan berbagai langkah yang ditandai dengan beberapa indikator positif setiap karyawan.

Pak Agung, yang juga Rektor Universitas Mulia, memaparkan 10 indikator yang menjadi pusat penilaian setiap karyawan. Indikator itu meliputi kejujuran, religius, humanis, disiplin, tanggung jawab, kerjasama, kreativitas, kerja keras, kepemimpinan, dan pencapaian target kerja.

“Untuk mencapai itu setidaknya ada lima langkah yang akan dilakukan, pertama, tahu jobs-desc masing-masing dan struktur organisasi,” tutur Pak Agung. Dengan mengenal dan memahami deskripsi pekerjaan masing-masing sesuai struktur organisasi, karyawan diharapkan melaksanakan tugas dan wewenang dengan baik.

Kedua, lanjut Pak Agung, menyusun indikator sesuai dengan bidang pekerjaan masing-masing. Ketiga, mengisi form target pekerjaan atau kegiatan. Setiap karyawan akan memiliki target pencapaian kinerja dan memasukkannya ke dalam formulir khusus target pencapaian pekerjaan sampai berapa persen.

“Target pencapaian kerja ini ada dua, pertama bersifat normatif, maksudnya sesuai dengan jobs-desc masing-masing. Kedua, berorientasi hasil, baik secara kuantitatif maupun kualitatif,” tuturnya.

Keempat, lanjutnya, penilaian pencapaian target kerja oleh masing-masing divisi. Untuk divisi pendidikan menengah, yakni SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, SMK TI Airlangga Samarinda menyerahkan penilaian masing-masing karyawannya pada hari Jumat di setiap akhir pekan. Sedangkan untuk Universitas Mulia laporan akhir diserahkan setiap hari Sabtu.

Selama satu bulan atau dalam kurun waktu tertentu, hasil penilaian tersebut dilakukan evaluasi untuk mengetahui capaian pekerjaan masing-masing karyawan. Untuk itu, Yayasan Airlangga akan memberikan Reward atau penghargaan bagi karyawan yang dinilai berprestasi memenuhi 10 indikator dengan nilai sangat baik, mirip seperti Kartu Hasil Studi atau KHS mahasiswa. Sebaliknya, bagi karyawan yang memiliki nilai rendah akan diberikan sanksi hukuman atau Punishment.

Sementara itu, dalam pertemuan daring tersebut, menurut pengamatan media ini tercatat 95 lebih titik peserta baik diikuti secara berkelompok maupun mandiri. Hampir seluruh karyawan Yayasan Airlangga, baik dari Balikpapan, Samarinda, maupun yang sedang dalam perjalanan di luar kota tercatat serius mengikuti dan memperhatikan dengan seksama pertemuan daring tersebut. (SA/PSI)