Penelitian Dana Hibah BIMA Universitas Mulia Gandeng Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur Kembangkan Model Green Skills untuk Penguatan SDM Berkelanjutan

Balikpapan, 1 Juli 2026 Tim peneliti Universitas Mulia terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pelaksanaan Penelitian Dana Hibah BIMA Tahun 2026. Melalui serangkaian kunjungan ke sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, penelitian ini diarahkan untuk memperoleh gambaran empiris mengenai penguatan sumber daya manusia pemerintah daerah dalam menghadapi transisi menuju ekonomi lingkungan berkelanjutan.

Penelitian yang diketuai Dr. Sudarmo, S.H., M.M. tersebut dilaksanakan bersama dua anggota peneliti, yaitu Gunawan, S.T., M.T. dan Yamani, S.S., M.Pd. Tim mengusung tema “Model Konseptual Green Skills sebagai Determinan Penguatan Sumber Daya Manusia dalam Perspektif Ekonomi Lingkungan Berkelanjutan pada Pemerintah Daerah Kalimantan Timur.” Melalui penelitian fundamental yang didanai Program BIMA Tahun 2026 ini, tim berupaya membangun model konseptual Green Skills yang dapat menjadi landasan akademik sekaligus referensi bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan.

Tim Peneliti Dana Hibah BIMA Universitas Mulia memaparkan model konseptual Green Skills kepada BRIDA Kota Samarinda sebagai bagian dari pengumpulan data dan penguatan kolaborasi riset dengan pemerintah daerah di Kalimantan Timur.

Kegiatan lapangan diawali pada Rabu, 17 Juni 2026, melalui audiensi dengan Pemerintah Kota Balikpapan yang diterima oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Adamin Siregar, S.Kom., M.Kom. Dalam kesempatan tersebut, tim peneliti mempresentasikan latar belakang, tujuan, kerangka konseptual, metode penelitian, serta luaran yang diharapkan dari penelitian yang didanai melalui Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dalam pemaparannya, tim menjelaskan bahwa kebutuhan terhadap Green Skills semakin mendesak seiring meningkatnya tuntutan transisi menuju ekonomi hijau. Kalimantan Timur sebagai wilayah yang tengah mengalami transformasi ekonomi, termasuk hadirnya Ibu Kota Nusantara, membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga kemampuan berpikir sistem, kesadaran lingkungan, kemampuan analitis, kompetensi teknis hijau, dan inovasi berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan daerah di masa depan.
Tim peneliti juga menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan merumuskan konstruk Green Skills secara ilmiah, menganalisis keterkaitannya dengan penguatan sumber daya manusia dan ekonomi lingkungan berkelanjutan, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pembentukannya pada pemerintah daerah, serta menghasilkan kerangka konseptual integratif yang dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan maupun penelitian lanjutan.

Tim Peneliti Dana Hibah BIMA Universitas Mulia memaparkan model konseptual Green Skills di hadapan Asisten III Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Adamin Siregar, S.Kom., M.Kom., sebagai langkah awal membangun kolaborasi penelitian dengan pemerintah daerah di Kalimantan Timur.

Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan penyebaran kuesioner kepada berbagai kelompok responden, meliputi pimpinan perangkat daerah, aparatur sipil negara, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Pengumpulan data tersebut merupakan bagian dari pendekatan mixed methods yang digunakan dalam penelitian, yakni mengombinasikan eksplorasi kualitatif dengan validasi kuantitatif terhadap lebih dari 400 responden untuk menghasilkan model konseptual yang memiliki validitas empiris.

Rangkaian kegiatan berikutnya dilaksanakan pada Selasa, 30 Juni 2026, di Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Samarinda. Tim peneliti kembali mempresentasikan substansi penelitian serta melaksanakan penyebaran instrumen penelitian kepada para responden dari unsur pemerintah daerah.

Diskusi bersama BRIDA Kota Samarinda berlangsung dinamis. Selain memberikan berbagai masukan terhadap pelaksanaan penelitian, tim BRIDA juga memperkenalkan salah satu fokus riset yang selama kurang lebih dua tahun terakhir mereka kembangkan, yakni Blue Economy atau ekonomi biru. Konsep tersebut dijelaskan sebagai pendekatan pembangunan yang memanfaatkan sumber daya perairan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Tim Peneliti Dana Hibah BIMA Universitas Mulia memaparkan model konseptual Green Skills di hadapan jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai bagian dari pengumpulan data penelitian dan penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Bagi tim peneliti Universitas Mulia, pemaparan mengenai Blue Economy menjadi wawasan yang memperkaya proses diskusi selama kunjungan lapangan. Meskipun konsep tersebut tidak termasuk dalam ruang lingkup penelitian yang sedang dilaksanakan, pertukaran gagasan tersebut memberikan gambaran mengenai arah pengembangan riset yang sedang dilakukan pemerintah daerah dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Dialog seperti ini juga membuka peluang kolaborasi akademik dan penelitian pada masa mendatang.

Setelah dari Samarinda, tim melanjutkan kegiatan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kutai Kartanegara di Tenggarong dengan agenda yang sama, yakni mempresentasikan penelitian, berdiskusi dengan para pemangku kepentingan, serta melakukan penyebaran kuesioner kepada responden yang telah ditetapkan.

Rangkaian pengumpulan data masih terus berlanjut. Pada hari ini, tim peneliti dijadwalkan melakukan kunjungan ke Pemerintah Kota Bontang dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur di Sangatta untuk melaksanakan agenda serupa. Dengan semakin luasnya cakupan responden dari berbagai pemerintah daerah di Kalimantan Timur, model konseptual Green Skills yang dihasilkan diharapkan mampu merepresentasikan kondisi empiris secara lebih komprehensif.

Melalui penelitian fundamental ini, Universitas Mulia tidak hanya menargetkan lahirnya publikasi ilmiah bereputasi dan model konseptual yang tervalidasi secara akademik, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan transformasi ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu pijakan ilmiah dalam penyusunan kebijakan penguatan kapasitas aparatur serta pengembangan ekonomi lingkungan berkelanjutan di Kalimantan Timur. (YMN)