UM– Sebanyak 84 mahasiswa dari Program Studi S1 Sistem Informasi dan D3 Manajemen Informatika PSDKU Kampus Samarinda resmi menyandang status wisudawan.

Mereka dinyatakan lulus setelah menjalani yudisium yang digelar selama dua hari pada Jumat (2/10) dan Sabtu (3/10) di kampus Samarinda.

Yudisium PSDKU Samarinda

Yudisium PSDKU Samarinda

Kepala Kantor PSDKU Kampus Samarinda Ir. Riyayatsyah, M.P menjelaskan, walau dalam kondisi pandemi Covid-19, PSDKU Kampus Samarinda tetap menggelar yudisium secara offline atau tatap muka. Hal ini dilakukan agar momentum kelulusan tetap dapat dirasakan langsung seluruh mahasiswa.

“Karena menurut kami kualitas offline itu jauh lebih bermakna untuk event seperti ini. Sebab setelah mengikuti perkuliahan bertahun-tahun momen seperti inilah yang tentu mereka tunggu-tunggu. Yang terpenting kita tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Riyayatsyah.

Dia menyebut, dalam pelaksanaan yudisium protokol kesehatan menjadi tahapan yang paling penting. Untuk itu pihaknya menerapkannya secara ketat. Dimana mahasiswa diwajibkan menggunakan masker medis dan disarankan menggunakan sarung tangan serta face shield.

“Setiap mahasiswa yang memasuki area kampus juga kami lakukan pengukuran suhu, dan kita siapkan empat lokasi untuk melakukan cuci tangan. Kami juga menyediakan hand sanitizer kepada seluruh mahasiswa yang hadir. Sementara proses yudisium juga dilakukan dengan menjaga jarak,” terangnya.

Sementara untuk menghindari terjadinya kerumunan, tambah Riyayatsyah, maka pelaksanaan yudisium dibagi menjadi tiga batch. Dimana batch pertama yang digelar pada hari Jumat diikuti sebanyak 32 mahasiswa Prodi S1 Sistem Informasi. Sementara batch kedua dan ketiga digelar pada hari Sabtu.

“Batch kedua diikuti 33 mahasiswa Prodi S1 Sistem Informasi pada pukul 08.00 Wita, kemudian batch 3 pukul 11.00 Wita diikuti sebanyak 19 mahasiswa D3 Manajemen Informatika,” sebutnya.

Sementara pelaksanaan wisuda akan digelar pada 31 Oktober mendatang bersamaan dengan wisuda kampus utama di Novotel Balikpapan.

Riyayatsyah pun berharap, setelah dinyatakan lulus, para wisudawan dapat melaksanakan atau menerapkan ilmu yang telah mereka dapat di masyarakat dengan baik. “Bagaimana kita berharap mereka dapat menjaga nama almamater, kita tidak ingin nantinya di luar ada informasi bahwa lulusan kampus Samarinda ada yang menggunakan pakaian orange,” ujarnya.

“Karena 50 persen lulusan sudah bekerja, maka saya harapkan juga mereka dapat meningkatkan kualitas kerja, sementara yang belum bekerja semoga dapat bersaing dengan lulusan lainnya,” tambahnya.

Terkait mahasiswa yang belum memiliki pekerjaan, lanjutnya, PSDKU Kampus Samarinda telah memiliki Career Center yang aktif memberikan informasi lowongan pekerjaan. “Jadi komunikasi kami dengan para lulusan tidak akan putus, mereka dapat terus mendapatkan informasi dari sini. Dan beberapa akan kami lakukan bimbingan karir untuk kedepannya seperti apa. Pekerjaan seperti apa yang mereka inginkan akan kita bimbing melalui bimbingan karir ini,” pungkasnya. (mra)