UM – Wabah COVID-19 membawa pengaruh yang sangat kuat dan menyentuh di hampir seluruh aspek kehidupan. Hal ini membawa dampak sehingga mampu menimbulkan gangguan kecemasan dan kegelisahan yang amat sangat. Untuk itulah, Rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi SH MH, mengajak seluruh sivitas akademika untuk melaksanakan apel setiap pagi menjelang masuk kerja.

“Apel ini tidak pernah kita lakukan selama ini, tapi ketika COVID-19, kita lakukan apel,” ungkap Pak Agung, sapaan akrab alumni Universitas Airlangga Surabaya ini.

“Diawali dengan bagaimana kita menyampaikan informasi bahwa akibat COVID-19 ini mengurangi jam kerja, habis itu meminta pendapat mereka tentang masalah ini, takut atau tidak,” tuturnya.

Menurut Pak Agung, dari pengamatan selama melakukan apel pagi ini efektif dalam berkomunikasi menyampaikan informasi kepada dosen dan karyawan. Apel pagi tersebut dilaksanakan kurang dari 15 menit, diawali dari pukul 8.00 Wita hingga 8.15 Wita.

“Lebih kepada memberikan motivasi kepada mereka bahwa COVID-19 ini harus kita lawan dengan keilmuan. Jadi jangan terus cemas dan ketakutan tanpa punya data,” tuturnya.

Ia bersyukur, apel memberi dampak positif, karyawan dan dosen yang selama ini merasa cemas lantaran mengakses atau menerima derasnya informasi yang simpang siur, kini menjadi lebih tenang. “Karena kita terpapar oleh media internasional dulu kan, dan kemudian tidak tahu kita akan bertindak seperti apa,” ungkapnya.

“Oleh karena itu, kita pelajari bahwa di Balikpapan itu kondisinya seperti ini, kita bisa lihat sendiri dalam kondisi aman dan kondusif,” tuturnya. Menurutnya, dengan dilaksanakan apel pagi, maka akan memperkuat dari sisi rohani dan sprititual dengan doa.

“Dengan spiritual yang kuat itu akan membuat emosi kita lebih stabil sehingga gangguan kecemasan kita tidak jadi berlebihan,” harapnya. Dengan demikian, kondisi tubuh dan imun diharapkan selalu terjaga.

Kata apel (dibaca: apèl) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dalam hal ini adalah upacara. Bersifat wajib dihadiri seluruh sivitas akademika, terutama dosen dan karyawan di masa pandemi saat ini. Adapun tata cara apèl di Universitas Mulia adalah peserta berbaris dengan jarak masing-masing dua meter dan mengenakan masker. Kemudian doa bersama dan pengarahan oleh Rektor atau yang mewakili.

Apel pagi sivitas akademika Universitas Mulia di bawah terik matahari. Foto: Biro Media Kreatif

Apel pagi sivitas akademika Universitas Mulia di bawah terik matahari. Foto: Biro Media Kreatif

Efektifitas Koordinasi

Selain untuk mengurangi gangguan kecemasan, apel pagi dianggap mampu membantu efektifitas koordinasi melalui pengarahan. “Kadang kita masuk kerja, setiap orang membawa pikiran masing-masing dari rumah. Nah, ketika sampai di kampus ini kita hapus pikiran yang macam-macam itu dengan bersyukur lebih dulu dan doa,” ungkapnya. Esensi apel, lanjutnya, sebenarnya adalah doa.

“Doanya pun bervariasi, tidak monoton selalu sama setiap hari. Kita harus meyakini bahwa selama dengan doa Insyaallah akan mampu membantu kita mengurangi kecemasan, maka doa bareng-bareng,” pungkasnya. (SA/UM)