Rektorat dan Dekan Universitas Mulia Hadiri Yudisium FIKOM

Rektorat dan Dekan Universitas Mulia Hadiri Yudisium FIKOM

UM– Sebanyak 49 mahasiswa Program Studi D3 Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia mengikuti yudisium, Sabtu (19/9).

Dilaksanakan secara tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat, kegiatan itu dipusatkan di Kampus Cheng Ho.

Hadir dalam kegiatan itu, Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mundzir.S.Kom.M.T, Dekan Fikom Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng, Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Vidy, S.S., M.Si, Plt Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Ivan Armawan S.E.M.M serta para dosen Universitas Mulia.

Sebagai standar pelaksanaan kegiatan tatap muka, serangkaian protokol kesehatan kembali diterapkan dengan ketat kepada seluruh peserta yang hadir. Dimulai dengan pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dan pengaturan jarak tempat duduk. Seluruh peserta yang hadir pun tanpak menggunakan masker sebagai alat pelindung diri.

Mahasiswa Prodi D3 Sistem Informasi Hadiri Yudisium dengan Protokol Kesehatan Covid-19

Mahasiswa Prodi D3 Sistem Informasi Hadiri Yudisium dengan Protokol Kesehatan Covid-19

Tepat pukul 08.30 Wita acara dimulai dengan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian Hymne Balikpapan. Yang dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) lulusan oleh Novi Indrayani, S.Kom., M.M.T.

Usai pembacaan SK, momen yang dinantikan para wisudawan adalah prosesi penyerahan surat tanda lulus kepada setiap mahasiswa. Tampak terlihat jelas senyum dan rasa bangga yang luar biasa terpancar dari masing-masing mahasiswa, ketika secara bergantian, nama mereka disebut untuk maju menerima surat tanda kelulusan. Para dosen dan pimpinan yang menyerahkan pun juga terlihat bangga melihat hasil perjuangan para mahasiswanya.

Walau digelar secara sederhana dengan penuh keterbatasan, namun acara itu berlangsung penuh khidmat. Pesan dan kesan pun disampaikan oleh para mahasiswa dan dosen sebagai apresiasi atas kinerja yang dilakukan semua pihak di Universitas Mulia.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Bapak Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng. memberikan sambutan Yudisium

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Bapak Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng. memberikan sambutan Yudisium

Dekan FIKOM Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng. menjelaskan, awalnya Universitas Mulia akan menggelar yudisium gabungan seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun karena dengan adanya pandemi Covid-19 maka kampus memutuskan untuk menggelar yudisum secara bergantian.

“Fakultas dan program studi masing-masing menggelar yudisium sendiri-sendiri. Dilakukan untuk memecah massa,” katanya.

Diketahui untuk tahun ini Fikom akan meluluskan sebanyak 200an mahasiswa. Dan agar proses yudisium dapat dijalankan dengan proses tatap muka, maka proses yudisium dibagi dalam tiga sesi. “Di awali dari prodi D3 Sistem Informasi yang ada di Balikpapan, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 49 orang. Selanjutnya untuk prodi lainnya akan dilakukan di dua sesi selanjutnya. Yakni pada 26 September dan 3 Oktober 2020. Yang akan digelar di Balikpapan dan Samarinda,” ujar Wisnu.

Untuk di Balikpapan, katanya, ada sekitar 160 mahasiswa yang dibagi menjadi dua sesi, pada 26 September dan 3 Oktober 2020. Sementara di Samarinda ada 90 mahasiswa yang dipecah pada tanggal 2 Oktober dan 3 Oktober 2020.

Wisnu berharap dengan adanya pembagian sesi yudisium ini, dapat menghadirkan kesan yang mendalam bagi para lulusan, karena walau masih dalam masa pandemi, semua kegiatan dilakukan secara terbatas, namun pihak kampus berusaha untuk mencoba dengan bertatap muka.

“Untuk para mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus, kami mengucapkan selamat menyandang gelar Ahli Madya Komputer, dan siap kembali terjun ke masyarakat,” ujar bapak Wisnu.

Dia pun berpesan, dalam kondisi pandemi saat ini, lulusan harus lebih kreatif untuk menjangkau berbagai celah bisnis atau prospek pekerjaan yang sebelumnya belum terpikirkan untuk dikerjakan. “Misalnya hasil karya yang mereka buat saat tugas akhir yang rata-rata mengangkat konten multimedia. Ada  yang membuat animasi, game, objek 3D, yang semuanya bisa dikembangkan,” terangnya.

Bidang seperti ini, tambah dia, merupakan bidang industri kreatif yang bisa dieksplor. “Karena dimasa sekarang, yang namanya mencari pekerjaan cukup sulit. Sehingga bila mereka tidak fight dijalur yang belum banyak dijamah orang, tentu bisa membuat waktu tunggu mereka untuk mendapatkan pekerjaan menjadi lebih lama,” sebutnya.

Walau tambah dia, mahasiswa Universitas Mulia sekitar 60 persen telah bekerja, namun bagi yang belum masih bisa berpeluang dengan berkreasi.

“Seperti pesan rektor, bagi mereka yang belum bekerja, akan kami karyakan dengan mengajak bergabung dalam inkubator bisnis UM,”. “Dan saat ini program yang sedang kami kembangkan yakni smart RT yang membutuhkan banyak desainer, programmer, kita akan coba mereka untuk bergabung. Kemudian terkait dengan konten-konten media, akan kita coba tawarkan ke pihak luar, harapanya semua programnya bisa digarap oleh mahasiswa UM,” pungkasnya. (mra)

Rapat daring Dosen Fakultas Ilmu Komputer bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Jumat (18/9). Foto: Tangkapan Layar

UM – Rektor Universitas Mulia menerbitkan Surat Edaran terkait Proses Pembelajaran New Normal Semester Ganjil 2020/2021. Dalam Surat Edaran ini diputuskan pelaksanaan kegiatan perkuliahan secara Blended Learning. Surat ditandatangani Rektor, Kamis (17/9).

Pembelajaran dengan Blended Learning ini dilaksanakan dengan kombinasi tatap muka dan online pada saat bersamaan. Dosen memberikan perkuliahan di kelas dan diikuti sebagian mahasiswa dalam jumlah sangat terbatas, sekaligus disiarkan dalam jaringan (online) sehingga dapat diikuti daring oleh mahasiswa lainnya jarak jauh.

“Mengapa Blended Learning ini akhirnya kita lakukan. Kita sudah lakukan pembelajaran online pada Semester Genap 2019/2020 sebelumnya, dan tampaknya pembelajaran online tersebut berjalan dengan baik,” tutur Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., Wakil Rektor Bidang Akademik saat berbicara dalam Rapat Online Dosen Fakultas Ilmu Komputer, Jumat (18/9).

“Jadi metode pembelajaran saat itu mirip Webinar dan penugasan, yakni membuka Video Conference, duduk nyaman di depan meja, kita jelaskan materi kuliah, mahasiswa menyimak semampunya dengan kondisinya masing-masing. Kemudian setelah itu kita berikan penugasan di Classroom atau di LMS (Learning Managament System),” terangnya.

Rapat daring Dosen Fakultas Ilmu Komputer bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Jumat (18/9). Foto: Tangkapan Layar

Rapat daring Dosen Fakultas Ilmu Komputer bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Jumat (18/9). Foto: Tangkapan Layar

Menurutnya, metode tersebut tampaknya kurang efektif. “Jadi, dari hasil pembicaraan di tingkat universitas, kita putuskan bahwa kita ingin membawa suasana belajar itu betul-betul sampai ke rumah. Sampai kepada mahasiswa yang tidak bisa belajar secara tatap muka di kelas,” lanjutnya.

Untuk itu muncul kesepakatan di universitas dan akan diatur sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat seperti Physical Distancing dan masker, yang tertuang dalam SE nomor 206/Int-UM/Rektorat/IX/2020 tanggal 17 September 2020.

“Dengan Blended Learning, maka suasana di kelas itu kita bawa ke masing-masing mahasiswa. Jadi, ketika dosen menjelaskan, gesture tubuh dosen, dosen menulis, dosen menunjuk pada bagian mana presentasi yang ingin dia highlight, dia menuju ke layar, ke screen, atau ke papan tulis, semua terbawa sehingga suasana belajar itu tersampaikan dengan lebih lengkap, lebih komprehensif,” urainya panjang lebar.

Ia berharap, dengan Blended Learning yang diterapkan dosen nantinya tidak sekadar apa yang tampak di layar dosen menjelaskan secara verbal saja, tetapi juga lebih lengkap dan komprehensif.

Yusuf Wibisono berharap semua ini perlu dukungan semua pihak, baik di tingkat Fakultas, Program Studi, beserta seluruh civitas academica lainnya. “Sementara ini yang berlaku di institusi kita dan kita coba terapkan dengan sebaik-baiknya, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sehingga kita semua selamat dalam lindungan Yang Maha Kuasa dari bahaya Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan mekanisme pelaksanaan tatap muka di kelas, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Wisnu Hera Pamungkas S.T.P, M.Eng. mengatakan perkuliahan dilakukan di kelas berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan dengan tatap muka dan Video Conference berbasis Google Meet secara bersamaan.

Dosen hadir sesuai jam mulai perkuliahan dan menyampaikan materi sesuai capaian pembelajaran. “Terkait durasi perkuliahan dapat menyesuaikan dengan capaian dan kondisi kelas saat pembelajaran,” tutur Wisnu Hera.

“Kapasitas ruang kelas dan laboratorium dibatasi maksimal 16 mahasiswa dan 1 dosen dengan penataan kursi sesuai protokol jaga jarak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selama berinteraksi di kelas atau di laboratorium, dosen dan mahasiswa diwajibkan selalu mengenakan masker dan pelindung wajah (Face-Shield). “Jendela dan pintu ruangan dibuka penuh untuk memaksimalkan pertukaran atau sirkulasi udara, dan kelas selalu di-disinfektan,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengimbau untuk dosen maupun mahasiswa yang mengalami keluhan kesehatan agar tidak memaksakan diri melaksanakan atau mengikuti perkuliahan. “Dosen dapat mengajukan pengganti hari pertemuan dan mahasiswa dapat meminta tugas sebagai pengganti kehadiran,” ungkapnya.

Dengan berbagai aturan yang ketat terkait penerapan protokol kesehatan, ia berharap dalam pelaksanaannya nanti berjalan dengan aman selamat dan lancar. (SA/PSI)

UM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia menggelar Yudisium ke II untuk mahasiswa Program Studi D3 Administrasi Perkantoran dan D3 Manajemen Industri yang dipusatkan di Kampus Cheng Ho, Jumat (18/9).

Yudisium dihadiri Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H, Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono S.E., M.TI, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mundzir.S.Kom.M.T. serta Kaprodi dari masing-masing program studi, dan para dosen.

Dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, acara itu dimulai pukul 08.00 Wita dan diikuti 19 mahasiswi. Terdiri dari 10 mahasiswi administrasi perkantoran dan 9 mahasiswi manajemen industri.

Yudisium Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Protokol Kesehatan Covid-19

Yudisium Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Protokol Kesehatan Covid-19

Sebelum memulai kegiatan, serangkaian protokol kesehatan diterapkan dengan ketat kepada seluruh peserta yang hadir. Dimulai dengan pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dan pengaturan jarak tempat duduk. Seluruh peserta yang hadir pun tanpak menggunakan masker sebagai alat pelindung diri.
Kegiatan kemudian diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian hymne Balikpapan. Selanjutnya pembacaan Surat Keputusan (SK) lulusan oleh Plt Dekan FEB Ivan Armawan S.E.M.M.
Usai pembacaan SK, dilanjutkan dengan prosesi penyerahan surat tanda lulus dan sertifikasi kompetensi dari masing-masing program studi.

Momen yang mengharukan terjadi ketika pembacaan sambutan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Nany Pancawardany, S.E., M.M. yang diwakili oleh Kepala LSP Universitas Mulia Lidya Rohana Silitonga.,S.E.M.Ak. dalam sambutannya Ibu Nany berharap para lulusan yang mengikuti yudisium saat ini tetap menjaga dan terus meningkatkan prestasi serta reputasi pribadi sebagai alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia Balikpapan.

Menurutnya, selama menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia Balikpapan tentu mahasiswi telah mengalami suasana hati yang dinamis dan beragam. “Pada suatu saat saudara merasa bahagia, merasa diperhatikan oleh dosen dan mendapat dukungan serta motivasi dari teman-teman. Namun, disaat lain mungkin saudara merasa sedih karena ada mata kuliah yang tidak lulus atau banyak tugas yang diberikan. Mungkin juga karena proses praktik kerja profesi dan bimbingan karya tulis ilmiah yang tidak lancar. Namun akhirnya berkat ketekunan, kedisiplinan dan kerja keras yang telah saudara-saudara lakukan untuk menyelesaikan program diploma telah berhasil,” kata Ibu Nany dalam sambutan tertulisanya.

Semua pengalaman yang telah mahasiswi lalui di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia Balikpapan merupakan proses yang penuh makna. Pemaknaan tersebut akan semakin bermanfaat bila dijadikan sebagai bagian dari proses sekaligus media untuk memotivasi diri belajar dan mengembangkan diri secara terus menerus.

“Sebagai dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia Balikpapan, saya berharap saudara sekalian selain memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual juga dapat mengembangkan kecerdasan sosial. Salah satu aspek dari kecerdasan sosial adalah kemampuan untuk memahami orang lain dan bertindak bijaksana dalam hubungan antar sesama. Melalui pengembangan kecerdasan sosial maka saudara bisa menjadi sosok pribadi yang cerdas dan tetap sabar, pantang menyerah, disiplin, dapat menjalin relasi dengan orang lain dan tidak mudah menyerah serta berani melakukan terobosan untuk menggapai kehidupan pribadi dan sosial yang lebih baik,” harapnya.
Sementara itu dalam sambutannya Rektor Universitas Mulia mengatakan yudisium kali ini menjadi moment yang sangat penting dan mengharukan bagi para lulusan. Karena di tengah Pandemi Covid-19 saat ini, semua kegiatan yang dilakukan secara terbatas, namun pihaknya bisa menjalankannya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak agar menghindari resiko penularan.
“Dengan dilakukannya yudisium ini, maka mulai hari ini, saudara sudah bergelar Ahli Madya atau A.Md,” ujar bapak Agung Sakti Pribadi.

Dia pun berpesan kepada para lulusan agar tidak hanya puas dengan menjadi lulusan D3 tetapi dapat melanjutkan ke jenjang selanjutnya. “Mudah-mudahan kampus bisa memfasilitas kalian bisa lanjut menuju D4 atau S1. Karena beberapa waktu lalu, koordinator LLDIKTI mengisyaratkan bahwa untuk melanjutkan ke D4 hanya melaporkan karena tinggal menambah satu tahun,” katanya.
Menurutnya ini begitu penting bagi para lulusan, karena di Indonesia sistem administrasi penggajian di perusahaan berdasarkan lulusan. Disisi lain dengan jenjang lebih tinggi lagi, para lulusan dapat meningkatkan kopetensi dan kemampuannya.

“Hasil yang kalian dapatkan saat ini semua berkat usaha kalian, jadi nikmati keberhasilan itu, karena tanpa jeripayah kalian saat ini kalian tidak bisa menyelesaikan hingga saat ini,” sebutnya.
Rektor pun berharap bagi mahasiswi yang sudah bekerja dapat semakin meningkatkan kopetensinya dan yang belum bekerja dapat segera memperoleh pekerjaan. “Bagi yang belum teruslah berkomunikasilah kepada kampus, karena semakin sering kalian berkomunikasi semakin besar kalian mendapatkan peluang pekerjaan,” pungkasnya. (mra)

Mahasiswa Fikom Ikut Pelatihan Uji Kompetensi

UM– Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas dan daya saing para lulusan, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Mulia menggelar kegiatan Pelatihan Uji Kompetensi untuk mahasiswa yang telah menyelesaikan ujian tugas akhir.

Pelatihan uji kompetensi tersebut diikuti 22 orang mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fikom)  dari Kampus Utama Balikpapan dan Kampus PSDKU Samarinda, digelar dua hari sejak Rabu, (16/9) dan Kamis (17/9).

Kepala UPT. Laboratorium Komputer Universitas Mulia, bapak Nasruddin Bin Idris., M.Kom mengatakan para mahasiswa mengikuti uji kompetensi dengan topik perancangan basis data untuk web. Tujuannya agar sebelum mengikuti uji kompetensi mahasiswa dapat memiliki gambaran terkait materi yang akan di ujikan nantinya.

“Jadi sebelum ujian kompetensi sesungguhnya dilaksanakan mereka mengikuti training terlebih dahulu, agar saat uji kompetensi sesungguhnya sudah siap dan paham,” katanya.

Bapak Nasruddin menuturkan, pelatihan ini baru pertama kali dilaksanakan untuk mahasiswa. “Karena berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya, dimana kami sudah melakukan tiga kali tahapan uji kompetensi. Ternyata hasilnya mahasiswa itu sulit menjawab karena tidak memiliki gambaran terkait soal yang akan diujikan. Untuk itu pihak kampus memutuskan untuk menghadirkan training untuk membantu mahasiswa memiliki gambaran terkait materi yang akan di ujikan nanti,” tuturnya.

“Disini kita berikan gambaran bagaimana mereka menjawab, kemudian soalnya seperti apa, dan untuk melihat apakah mereka dapat menyelesaikan soal dengan waktu yang ditetapkan,” tambahnya.

Selama dua hari, mahasiswa mendapatkan materi berupa teori dan praktik. “Teori kita berita secara daring dan diikuti mahasiswa Balikpapan dan Samarinda, materinya berupa gambaran umum soal yang akan diujikan, sementara praktiknya yang dilakukan di laboratorium komputer UM dan baru diikuti oleh mahasiswa di Balikpapan dan langsung dibimbing oleh saya sendiri sebagai trainer,” terangnya.

Saat praktik dilakukan, Bapak Nasruddin menyebut pihaknya melaksanakan dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan. Dimulai dari pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, penggunaan masker atau face shield, hingga pengaturan jarak meja juga dilakukan.

Nantinya, tambah Bapak Nasruddin, pelatihan ini akan diikuti semua mahasiwa yang telah mengikuti skripsi dan ujian sidang, sebagai bekal kompetensi mereka yang nantinya bisa digunakan untuk melamar pekerjaan di perusahaan. Karena sertifkat akan dikeluarkan oleh BNSP sebagai bukti mereka telah memiliki kompetensi

“Ini batch pertama, karena masih ada yang belum menyelesaikan ujian dan skripsi. Dan untuk saat ini baru diikuti oleh mahasiwa Fikom, kedepan akan dilakukan oleh semua fakultas,” lanjutnya.

Usai mengikuti pelatihan, dijadwalkan mahasiswa akan segera mengikuti uji kompetensi yang sesungguhnya. “Saya berharap setelah pelatihan ini mereka dapat menyelesaikan uji kompetensi dengan sangat baik, karena untuk mendapatkan sertifikat harus melalui tahapan penilaian yang sangat ketat,” ujarnya.

Dia menekankan, karena dalam penilian sebuah uji kompetensi ada beberapa kriteria penilian yang harus dipenuhi. “Bila salah satu kriteria penilaiann itu tidak terpenuhi, maka mereka dianggap gagal. Harapan saya mereka semua lulus, dan mendapatan sertifikat yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan,” harapnya.

Bapak Nasruddin juga melanjutkan, dari training ini pihaknya sebenarnya bukan untuk memudahkan mahasiswa, tetapi membantu mahasiswa agar bisa lulus. “Intinya kita tidak memudahkan mahasiswa untuk menjawab soal, karena uji kompetensi itu adalah usaha mereka dan untuk mereka sendiri. Dan bila ada yang tetap dinyatakan tidak lulus, mereka bisa mengulang kembali hingga mereka bisa dan layak mendapatkan sertifikat dari BNSP,” pungkasnya. (mra)

Kampus Merdeka Merdeka Belajar Universitas Mulia. Foto: Istimewa

UM – Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. berharap agar pelaksanaan kuliah Semester Ganjil 2020/2021 menerapkan program Kampus Merdeka Merdeka Belajar Kemendikbud. Hal ini ditegaskan kepada seluruh civitas academica pada apel pagi hari ini, Rabu (16/9).

“Mulai Minggu depan perkuliahan akan dimulai, saya berharap masing-masing program studi sudah menyiapkan ruang kelas. Sebagian dilaksanakan di ruang kelas untuk pertemuan tatap muka, sebagian lagi dapat mengikuti online,” tutur Rektor. Rektor menambahkan, ruang kelas agar diatur sesuai protokol kesehatan dan pelaksanaannya secara ketat.

“Kursi diberi jarak, lantai diberi tanda jarak, kursi dibatasi jumlahnya, sisa kursi bisa dikeluarkan dari kelas. Selain protokol kesehatan diterapkan, kita jangan lengah, disiplin untuk selalu menjaga kesehatan,” tambahnya.

Rektor mengingatkan jumlah kematian dokter karena positif Covid-19 di Indonesia akhir-akhir ini cukup tinggi. “Beberapa dokter dan petugas medis positif Covid-19 disebabkan karena faktor kelelahan, begitu selesai bertugas kemudian melepas baju hazmat, terkena di sana,” ingatnya. Untuk itu ia berharap agar civitas academica tidak lengah, selalu waspada, dan tidak menganggap sepele penerapan protokol kesehatan.

Menurut Rektor, kuliah akan kembali dilaksanakan seperti biasanya, hanya saja dengan tatanan kehidupan baru atau new normal. Jumlah peserta yang masuk di kelas akan dibatasi dan diatur sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya penyebaran virus korona.

Kampus Merdeka Merdeka Belajar Universitas Mulia. Foto: Istimewa

Kampus Merdeka Merdeka Belajar Universitas Mulia. Foto: Istimewa

Kegiatan pembelajaran yang tidak mungkin dilakukan daring seperti praktikum dengan perangkat atau alat khusus di laboratorium akan diterapkan protokol kesehatan secara ketat, antara lain penggunaan hand sanitizer, penggunaan masker, pembatasan kontak fisik, serta pemeriksaan suhu tubuh.

Meski demikian, selain diwajibkan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk etika ketika batuk dan bersin, untuk civitas academica yang kondisi tubuhnya sakit atau badan sedang tidak sehat diperkenankan tidak hadir di kampus. Adapun teknis pelaksanaan kuliah di kelas akan disampaikan oleh Fakultas dan Program Studi masing-masing.

Perkuliahan dengan tatap muka di kelas ini dilaksanakan mengingat hasil evaluasi pembelajaran daring berdasarkan kuesioner yang dilakukan Wakil Rektor Bidang Akademik pada Semester Genap 2019/2020 yang lalu telah menunjukkan hasil. Dari 928 responden mahasiswa Universitas Mulia, 40% merasa sangat terbantu dan terbantu dengan kuliah daring. Sebanyak 36.42% merasakan sedang atau biasa saja, dan sisanya merasa terbebani.

Rektor juga berharap, program Kampus Merdeka Kemendikbud juga sudah diterapkan pada semester ini. “Saya berharap Kampus Merdeka juga sudah bisa dilaksanakan di semester ini, tampaknya Program Studi Informatika yang sudah siap,” tutup Rektor. (SA/PSI)

 

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

UM – Setiap dosen Universitas Mulia minimal dalam satu tahun akademik memiliki kewajiban melaksanakan tri darma perguruan tinggi. Salah satunya adalah pengabdian pada masyarakat, seperti yang dilakukan Muhammad Yani SKom MTI, dosen Universitas Mulia PSDKU Samarinda, yang membimbing guru-guru SMP 3 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara dalam menerapkan pembelajaran daring, Senin (14/9).

Bimbingan teknis yang berlangsung selama dua hari, 14-15 September 2020, ini ditujukan untuk membantu para guru dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah penyampaian materi belajar kepada siswa. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pembelajaran daring menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk sekolah agar dapat menyelenggarakan pendidikan dengan baik.

Pada kesempatan ini, Kepala Sekolah Joko Triyanto, S.Pd, M.Pd. membuka secara resmi pelatihan yang diikuti 20 orang guru, bertempat di laboratorium komputer sekolah.

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Muhammad Yani mengatakan, pelatihan difokuskan pada bimbingan teknis penerapan pembelajaran daring menggunakan Google Classroom. “Materi yang dibahas antara lain tentang pengenalan Google Classroom, merancang kelas online, mengelola tugas, membuat dan pengelolaan soal ujian, dan pengembangan kelas online,” tutur master lulusan Universitas Bina Nusantara ini.

Dosen yang memiliki Channel YouTube dan aktif mengelolanya ini kerap membagikan video pengalamannya menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran daring. Tidak heran, ia mendapat kepercayaan untuk berbagi pengalaman bersama guru-guru sekolah.

Dalam pelatihan ini, ia melihat para guru antusias mengikuti kegiatan meski sebagian besar baru mengenal platform Google Classroom. “Mereka optimis dapat menerapkan Google Classroom untuk pembelajaran daring di SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang. Semoga ini membantu dan bermanfaat,” tutup Muhammad Yani. (SA/PSI)

Jalur masuk kampus Universitas Mulia. Foto: SA/PSI

UM – Dalam rangka ketertiban dan kenyamanan bersama dan tamu di gedung kampus, Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. dalam apel pagi ini mengimbau seluruh civitas academica untuk melaksanakan peraturan dan ketertiban kembali di dalam kampus hari ini, Senin (14/9).

“Mulai hari ini untuk seluruhnya masuk dan keluar kampus lewat jalur yang berbeda. Masuk lewat jalur kiri kemudian parkir di tempat yang disediakan, lalu pulangnya memutar keluar lewat jalur yang sudah diperbaiki sebelah kiri gedung White Campus ini,” tutur Pak Agung di hadapan peserta apel pagi.

Dengan demikian, lanjutnya, diharapkan akan tercipta ketertiban dan keteraturan. Hal ini terlihat ketika dalam pelaksanaan SKB CPNS Pemerintah Kota Balikpapan pekan lalu yang telah berhasil berjalan tertib, aman, dan lancar.

“Alhamdulillah. Kemarin ketika pelaksanaan test CPNS berjalan lancar dan aman, seluruh peserta keluar masuk kampus lewat jalur yang disediakan, walaupun ada sebagian pegawai yang cemas bertemu kerumunan,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan ditemukan sebagian orang yang masih merokok di dalam kampus walaupun berada di kantin. “Mungkin mereka orang baru dan belum tahu peraturan dilarang merokok. Untuk itu nanti diperbanyak pengumuman yang menarik perhatian dan dipasang di tempat strategis agar diperhatikan seluruh civitas academica maupun tamu,” tutupnya.

Jalur masuk kampus Universitas Mulia. Foto: SA/PSI

Jalur masuk kampus Universitas Mulia. Foto: SA/PSI

Jalur keluar kampus Universitas Mulia. Foto: SA/PSI

Jalur keluar kampus Universitas Mulia. Foto: SA/PSI

Kampus merupakan Kawasan Sehat Tanpa Rokok (KSTR). Foto; SA/PSI

Kampus merupakan Kawasan Sehat Tanpa Rokok (KSTR). Foto; SA/PSI

Kawasan Wajib Masker di lingkungan kampus Universitas Mulia. Foto: SA/PSI

Kawasan Wajib Masker di lingkungan kampus Universitas Mulia. Foto: SA/PSI

Bukan tanpa sebab, peraturan dan ketertiban yang ditegakkan di lingkungan kampus ini bertujuan untuk meminimalkan gangguan kecemasan akibat wabah Covid-19 yang terjadi saat ini. Dikutip dari berbagai sumber, memiliki kebiasaan hidup tertib, teratur, dan terorganisir merupakan kunci untuk mencapai keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat di Journal of Personality and Social Psychology Bulletin, kebiasaan hidup yang lebih disiplin mampu membantu seseorang menyelesaikan segala pekerjaan dengan lebih efektif.

Efek terbiasa hidup teratur bagi tubuh adalah tubuh akan melepaskan kadar hormon stres secara terkendali sehingga tubuh lebih merasa santai dan bahagia. Sebaliknya, jika terbiasa hidup amburadul, misal suka membiarkan meja kerja berantakan, parkir kendaraan yang tidak teratur, jalur lalu lintas yang saling berlawanan arah, hingga suka menunda-nunda pekerjaan akan membuat kadar hormon kortisol dalam tubuh tetap tinggi.

Untuk itu, kebiasaan hidup teratur diharapkan akan membantu lebih fokus menyelesaikan tugas dan pekerjaan satu per satu. Ketika lebih terorganisir di tempat kerja, di kampus, di kelas, maka diharapkan akan membantu bekerja maupun belajar dengan lebih efisien dan lebih produktif. (SA/PSI)

Terapkan Protokol Kesehatan, Dibuka Asisten III Pemkot Balikpapan

Para Peserta Seleksi Kompetensi Bidang Calon Pegawai Negeri Sipil di Universitas Mulia

Para Peserta Seleksi Kompetensi Bidang Calon Pegawai Negeri Sipil di Universitas Mulia

UM- Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang digelar di Kampus Universitas Mulia, Jalan Letjen TNI ZA Maulani Nomor 9 RT 35 Damai Bahagia Balikpapan Selatan memasuki hari pertama, Rabu (9/9/2020).

Pembukaan yang digelar pukul 07.00 Wita itu dibuka oleh Asisten III Bagian Administrasi Umum Pemkot Balikpapan Ibu Hj Dahniar.

Tes SKB CPNS ini akan berlangsung selama dua hari hingga Kamis (10/9/2020). Dikuti sebanyak 600 peserta. Selama dua hari tes dibagi dalam tiga sesi. Per harinya diikuti 300 peserta dimana setiap sesinya diikuti 100 peserta. Mereka menempati 6 ruang laboratorium yang diisi 22 peserta dan ada yang berisikan 13 peserta.

Protokol Kesehatan yang Ketat dilakukan oleh BKPSDM Kota Balikpapan

Protokol Kesehatan yang Ketat dilakukan oleh BKPSDM Kota Balikpapan

Ini dilakukan sesuai dengan standar protokol kesehatan, untuk mencegah penularan virus Corona. Selama pelaksanaan tes, seluruh peserta pun tampak mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker atau pelindung wajah (face-shield). Sebelum memasuki ruang tes atau tempat ujian tampak para peserta diukur suhu tubuhnya dan mencuci tangan.

Semua ini diterapkan sesuai dengan peraturan yang sudah diberikan berdasarkan Pengumuman Wali Kota Balikpapan nomor 810/1650/BKPSDM/2020 tentang pelaksanaan seleksi.

Para Peserta SKB CPNS Gunakan Protokol Kesehatan yang Ketat

Para Peserta SKB CPNS Gunakan Protokol Kesehatan yang Ketat

Menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi Universitas Mulia yang kembali dipercaya Pemerintah Kota Balikpapan. Dimana sebelumnya tes serupa telah digelar di Universitas Mulia pada awal Februari 2020 lalu.

Tentu ini berkat fasilitas yang memadai terutama fasilitas teknologi yang telah dihadirkan Universitas Mulia sebagai kampus berbasis IT, dalam mendukung berbagai program yang akan dilakukan oleh pihak luar. Universitas Mulia selalu membuka kerjasama seluas-luasnya dengan berbagai pihak, baik Instansi pemerintah, pihak Swasta dan pihak lainnya. (mra)

Universitas Mulia kembali menjadi tempat diselenggarakannya SKB CPNS tahun 2020. Foto: Biro Media Kreatif

UM – Universitas Mulia kembali dipercaya Pemerintah Kota Balikpapan menjadi lokasi diselenggarakannya Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2020. Pelaksanaan SKB atau ujian di Kampus Universitas Mulia, Jalan Letjen TNI ZA Maulani Nomor 9 RT 35 Damai Bahagia Balikpapan Selatan, 9-10 September 2020 mendatang.

Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. dalam apel pagi, Selasa (8/9), mengatakan bahwa siap menyambut pelaksanaan SKB CPNS Pemerintah Kota Balikpapan. “Universitas Mulia dua kali ini menjadi tempat dilaksanakannya ujian, artinya kita sudah mendapat kepercayaan bahwa tempat kita sudah memadai terutama fasilitas teknologi informasi yang dibutuhkan untuk pelaksanaan ujian,” tuturnya.

Menurutnya, fasilitas yang dibutuhkan Pemerintah Kota untuk pelaksanaan SKB CPNS berbasis komputer ini cukup besar. “Sekali ujian itu 100 orang, di tempat kita punya lebih dari itu,” ungkap Pak Agung.

Berdasarkan Pengumuman Wali Kota Balikpapan nomor 810/1650/BKPSDM/2020 tentang Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang Penerimaan Calon Pegawai negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan Tahun Anggaran 2019, jumlah peserta yang akan mengikuti SKB di Universitas Mulia selama dua hari sebanyak 584 peserta. Dalam sehari pelaksanaan ujian diatur dalam tiga sesi.

Dalam keterangan pengumuman tersebut, peserta diminta untuk hadir di lokasi ujian 90 menit lebih awal. Peserta juga diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker yang menutup hidung dan mulut hingga dagu. Direkomendasikan mengenakan pelindung wajah (face-shield) dan mengenakan masker.

Universitas Mulia kembali menjadi tempat diselenggarakannya SKB CPNS tahun 2020. Foto: Biro Media Kreatif

Universitas Mulia kembali menjadi tempat diselenggarakannya SKB CPNS tahun 2020. Foto: Biro Media Kreatif

Sebelum memasuki ruang atau tempat ujian akan ada pemeriksaan kesehatan seperti wajib mengikuti pengukuran suhu tubuh, mencuci tangan, dan mengenakan masker. Peserta yang suhu tubuhnya lebih dari 37.3 derajat Celcius akan dilakukan pemeriksaan dua kali dengan jarak 5 menit dan ditempatkan pada tempat yang ditentukan.

Pemerintah Kota Balikpapan juga menerbitkan pengumuman tambahan bagi peserta SKB yang memiliki hasil rapid test reaktif/terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi untuk segera menghubungi panitia di nomor 085247065341/082154403400.

Untuk para pengantar yang mengantarkan peserta ke lokasi ujian diimbau agar berhenti di drop-zone yang sudah ditentukan. Pengantar dilarang menunggu dan/atau berkumpul di sekitar lokasi ujian.

Rektor meminta seluruh civitas academica yang bekerja maupun yang belajar di hari itu agar menyesuaikan diri dengan situasi dan keadaan sekitar ketika berlangsung pelaksanaan SKB.

Sementara itu, panitia telah menyiapkan kebutuhan pelaksanaan ujian seperti ruang koordinasi panitia, tenda, tempat parkir yang mampu menampung jumlah kendaraan, hingga protokol kesehatan baik bagi peserta ujian maupun tamu. “Untuk sepeda motor langsung parkir di belakang gedung kampus Cheng Hoo, sedangkan mobil bisa parkir di depan gedung Cheng Hoo,” tutup Drs Akhmad Priyanto, panitia lokal. (SA/PSI).

Situasi sebelumnya dan arahan Kampus Merdeka yang dipaparkan Wakil Rektor I Yusuf Wibisono SE MTI pada PKKMB daring, Kamis (3/9). Foto: YouTube

UM – Saat ini terjadi banyak perubahan yang revolusioner. Semesta belajar tak berbatas, tidak hanya di ruang kelas, perpustakaan dan laboratorium, tetapi juga di desa, industri, tempat-tempat kerja, tempat-tempat pengabdian, pusat riset, maupun di masyarakat. Inilah paparan Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono SE MTI tentang konsep Kampus Merdeka Merdeka Belajar di Universitas Mulia pada PKKMB 2020, Kamis (3/9).

“Semua perguruan tinggi sedang berusaha mengadopsi Kampus Merdeka, ini sebetulnya tidak mudah, tapi akan memberikan banyak kebebasan, banyak keleluasan, dan banyak hal-hal yang sebelumnya tidak terpikirkan,” tutur Pak Wibi, sapaan akrab pria kelahiran Trenggalek Jawa Timur ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan kebijakan Kampus Merdeka Merdeka Belajar. Di dalam Kampus Merdeka terdapat empat kebijakan dalam rangka menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan yang tinggi.

Empat kebijakan tersebut adalah, pertama, terkait pembukaan program studi baru. Kedua, terkait sistem akreditasi perguruan tinggi. Ketiga, perguruan tinggi berbadan hukum. Dan keempat, hak belajar tiga semester di luar program studi. Mahasiswa didorong melakukan pembelajaran di manapun.

“Mungkin nomor satu, dua, dan tiga tidak menarik mahasiswa baru untuk dijelaskan di sini, tapi bagi yang berminat bisa langsung ke saya atau langsung saja Googling, bisa cari informasi tentang Kampus Merdeka,” tutur Pak Wibi.

Namun, ia memperhatikan kebijakan yang keempat perlu untuk diperhatikan dengan seksama. “Fokus kita, terkait apa yang akan kita lakukan nanti ada pada nomor empat, yaitu hak belajar tiga semester di luar program studi,” tuturnya.

Situasi sebelumnya dan arahan penerapan Kampus Merdeka yang dipaparkan Wakil Rektor I Yusuf Wibisono SE MTI pada PKKMB daring, Kamis (3/9). Foto: YouTube

Situasi sebelumnya dan arahan penerapan Kampus Merdeka yang dipaparkan Wakil Rektor I Yusuf Wibisono SE MTI pada PKKMB daring, Kamis (3/9). Foto: YouTube

Delapan kegiatan belajar di luar kampus yang dipaparkan Wakil Rektor I Yusuf Wibisono SE MTI pada PKKMB daring, Kamis (3/9). Foto: YouTube

Delapan kegiatan belajar di luar kampus yang dipaparkan Wakil Rektor I Yusuf Wibisono SE MTI pada PKKMB daring, Kamis (3/9). Foto: YouTube

Dasar hukum untuk melaksanakan hak belajar tiga semester di luar program studi adalah Permendikbud No 3 Tahun 2020. Dengan penerapan hak belajar diharapkan akan terbuka kesempatan luas bagi mahasiswa, untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan, serta kompetensi-nya di dunia nyata sesuai dengan passion dan cita-cita mahasiswa.

“Jadi, adik-adik mahasiswa baru yang benar-benar baru kuliah tahun ini menurut saya tidak terlalu bermasalah dengan program tiga semester di luar program studi, karena masih hal baru,” ungkap Pak Wibi.

Menurutnya, program keempat Kampus Merdeka ini akan ditanggapi berbeda jika untuk mahasiswa yang sudah pernah belajar di diploma kemudian mengambil S1 lagi. “Maka, nomor empat ini akan terasa sekali banyak perubahan,” ungkapnya.

Pada situasi sebelumnya, satu SKS itu sama atau setara dengan 50-60 menit tatap muka di kelas. Tetapi jika belajarnya di laboratorium, satu SKS itu setara 2-3 jam belajar di kelas. Sedangkan di lapangan, satu SKS itu bisa setara dengan 5-6 jam belajar. “Itu sangat terasa sekali tidak adil. Inilah salah satu alasan munculnya konsep Kampus Merdeka Merdeka Belajar,” kata Pak Wibi.

Pada situasi lain, hal ini juga terjadi pada mahasiswa yang sedang mengikuti program pertukaran mahasiswa. “Mahasiswa yang mengikuti program ini umumnya lambat lulus. Karena apa yang dipelajari di tempat yang dituju itu umumnya berbeda kurikulum, dan dia harus menempuh kurikulum di perguruan tinggi asalnya,” ungkapnya.

Meski disebutkan mahasiswa yang mengikuti program pertukaran belajar akan mendapatkan nilai tambah, yakni pengalaman pendidikan, pengalaman pengajaran, wawasan, dan juga pengalaman bahasa.

Oleh karena itu, saat ini Kemdikbud mengarahkan perguruan tinggi untuk memberikan hak secara sukarela kepada mahasiswa. Sukarela dalam arti dapat diambil atau tidak oleh mahasiswa yang bersangkutan, yaitu mengambil SKS di luar perguruan tinggi sebanyak dua semester atau setara dengan 40 SKS.

Hak sukarela lainnya, mahasiswa dapat mengambil SKS di program studi yang berbeda di perguruan tinggi yang sama sebanyak satu semester atau setara dengan 20 SKS. “Bagi kami, perguruan tinggi wajib memberikan hak, tapi hak itu boleh adik-adik ambil atau tidak,” tutur Pak Wibi.

“Jadi nanti dengan konsep Kampus Merdeka yang sedang kita adopsi saat ini sedang kita, saya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan para Dekan sedang menggodok bagaimana ini penerapan yang terbaik untuk institusi kita,” tuturnya.

Ini lantaran, menurutnya, atmosfer perguruan tinggi di Pulau Jawa dengan di Kalimantan berbeda. “Kalau di Jawa banyak sekali perguruan tinggi sehingga mudah saling bekerja sama,” ungkapnya.

Saat ini, kreativitas dan inovasi menjadi kata kunci penting untuk memastikan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. Para mahasiswa yang saat ini belajar di perguruan tinggi harus disiapkan menjadi pembelajar sejati yang terampil, lentur, dan ulet (agile learner). (SA/PSI)