Tag Archive for: Teknik Sipil

Balikpapan, 5 Mei 2026– Universitas Mulia mulai menyiapkan sejumlah program pelatihan keterampilan dan pemberdayaan produktif bagi warga binaan melalui kerja sama antara Fakultas Teknik dan Deddy Eduar Eka Saputra selaku Kepala Bapas Kelas I Balikpapan.

Program tersebut menjadi bagian dari penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Teknik Universitas Mulia dan pihak pemasyarakatan dalam rangka penguatan pembinaan berbasis pendidikan dan keterampilan.

Dekan Fakultas Teknik Dr. Pascarianto Putra Bura, S.T., M.Eng. mengatakan kontribusi Fakultas Teknik akan dijalankan melalui tiga program studi, yakni Teknik Industri, Teknik Sipil, serta Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

Menurutnya, masing-masing program studi memiliki ruang kontribusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat warga binaan.

“Teknik Industri dapat membantu dalam pelatihan manajemen kerja, kewirausahaan, dan peningkatan keterampilan produktif. Teknik Sipil dapat mendukung pelatihan keterampilan konstruksi dan perawatan fasilitas umum. Sementara Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian dapat memberikan pelatihan pengolahan pangan dan pemanfaatan hasil pertanian yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

Ia menilai peluang pengembangan teknologi tepat guna dan pelatihan keterampilan teknis di lingkungan pemasyarakatan cukup besar karena setiap warga binaan memiliki kemampuan dan latar belakang yang berbeda.

Karena itu, Fakultas Teknik ingin menghadirkan program yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat menjadi ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan yang berguna setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Pelatihan yang diberikan diharapkan dapat menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengembangkan ide, keterampilan, dan soft skill yang mereka miliki sehingga dapat diterapkan dalam kegiatan sosial maupun kehidupan setelah masa pembinaan,” katanya.

Selain berfokus pada pembinaan warga binaan, kerja sama tersebut juga membuka ruang pembelajaran lapangan bagi mahasiswa Fakultas Teknik.

Pascarianto menyebut lingkungan pemasyarakatan dapat menjadi ruang belajar kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami persoalan sosial sekaligus menerapkan ilmu yang dipelajari di kampus.

Mahasiswa nantinya dapat terlibat dalam praktikum lapangan, pendampingan program, hingga penyusunan solusi berbasis rekayasa sesuai bidang keilmuan masing-masing program studi.

“Mahasiswa dapat belajar langsung memahami kondisi masyarakat dan kebutuhan warga binaan melalui pelatihan keterampilan maupun pendampingan program sesuai bidangnya,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pendekatan teknologi dan infrastruktur memiliki peran penting dalam mendukung proses pembinaan karena dapat membantu warga binaan mengembangkan kemampuan produktif dan meningkatkan kesiapan sosial mereka.

Menurutnya, dukungan fasilitas, pelatihan, dan penerapan teknologi sederhana yang sesuai kebutuhan dapat membantu warga binaan menjadi lebih mandiri dan siap kembali ke tengah masyarakat.

Di akhir wawancara, Pascarianto berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat membuka ruang kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kemampuan teknis maupun soft skill warga binaan.

“Kami berharap program ini dapat membantu warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat, meningkatkan rasa percaya diri, serta lebih siap menghadapi kehidupan sosial dan dunia kerja setelah menyelesaikan masa pembinaan,” tutupnya. (YMN)

 

Proses uji coba AutoCAD di salah satu PC Lab A berhasil dan berjalan baik tanpa gangguan berarti. Foto: SA/Kontributor

UM – Program Studi (Prodi) S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memastikan mahasiswa menguasai perangkat lunak desain rekayasa terkemuka, AutoCAD.

Baru-baru ini, Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik bekerja sama dengan Lab. Komputer Fakultas Ilmu Komputer, berhasil melakukan instalasi dan uji coba software AutoCAD 2026 di Laboratorium A, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua Program Studi Teknik Sipil, Rahman Satrio Prasojo, dan didukung penuh oleh Dekan Fakultas Teknik, Dr. Pascarianto Putra Bura, ini bertujuan untuk mempersiapkan praktikum mata kuliah Menggambar Teknik.

Uji coba ini sekaligus untuk memastikan bahwa spesifikasi perangkat komputer di Lab A telah memenuhi persyaratan minimal yang dibutuhkan untuk menjalankan AutoCAD dengan lancar, termasuk rendering 3D dan dukungan koneksi internet yang memadai.

Dalam prosesnya, Kepala Laboratorium Fakultas Ilmu Komputer, Subur Anugerah, turut serta menyaksikan jalannya uji coba dan memberikan dukungan teknis.

“Kolaborasi antar fakultas ini sangat penting untuk memastikan mahasiswa kita mendapatkan fasilitas terbaik. Dengan adanya AutoCAD 2026, mahasiswa Teknik Sipil dapat belajar dengan menggunakan teknologi terkini yang relevan dengan industri,” ujar Subur Anugerah.

Menurutnya, untuk sementara penggunaan lab Fakultas Ilmu Komputer digunakan sambil menunggu pengadaan lab komputer yang baru Fakultas Teknik. “Ya, mudahan tahun depan bisa terwujud,” tambah Dr. Pascarianto.

Dengan demikian, praktikum mata kuliah Menggambar Teknik Prodi Teknik Sipil dijadwalkan akan berlangsung di Lab A untuk semester yang akan datang dan akan masuk penjadwalan praktikum di lab komputer.

Manfaat Lisensi Pendidikan

Salah satu poin penting dalam pengadaan software ini adalah penggunaan lisensi Education dari Autodesk.

Lisensi ini memungkinkan penggunaan AutoCAD 2026 secara sah dan legal untuk tujuan pendidikan. Dengan lisensi ini, Universitas Mulia dapat menyediakan akses hingga untuk ratusan hingga ribuan pengguna, yang mencakup mahasiswa dan dosen.

Dr. Pascarianto Putra Bura menekankan pentingnya penggunaan perangkat lunak berlisensi. “Ini adalah bagian dari edukasi kepada mahasiswa tentang pentingnya menghargai hak kekayaan intelektual. Selain itu, dengan lisensi resmi, kita mendapatkan dukungan penuh dan pembaruan terkini dari Autodesk,” jelasnya.

Mahasiswa yang menggunakan akun email dengan domain universitas dapat memanfaatkan lisensi ini secara gratis selama tiga tahun, dengan kemudahan pembaruan data setiap tahunnya.

Hal ini memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mendalami AutoCAD tanpa perlu khawatir dengan biaya lisensi yang mahal.

Dekan Fakultas Teknik Dr. Pascarianto Putra Bura menyaksikan Kaprodi Teknik Sipil Rahman Satrio Prasojo sedang mengunduh software AutoCAD dari situs Autodesk. Foto: SA/Kontributor

Dekan Fakultas Teknik Dr. Pascarianto Putra Bura menyaksikan Kaprodi Teknik Sipil Rahman Satrio Prasojo sedang mengunduh software AutoCAD dari situs Autodesk. Foto: SA/Kontributor

Proses uji coba AutoCAD di salah satu PC Lab A berhasil dan berjalan baik tanpa gangguan berarti. Foto: SA/Kontributor

Proses uji coba AutoCAD di salah satu PC Lab A berhasil dan berjalan baik tanpa gangguan berarti. Foto: SA/Kontributor

Mempersiapkan Mahasiswa untuk Masa Depan

Penguasaan AutoCAD merupakan salah satu kompetensi wajib bagi seorang insinyur sipil. Perangkat lunak ini tidak hanya digunakan untuk menggambar desain 2D, tetapi juga untuk pemodelan 3D yang sangat penting dalam perencanaan dan analisis proyek konstruksi.

Dengan membekali mahasiswa dengan keterampilan ini sejak dini, Prodi Teknik Sipil berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap kerja.

“Praktikum Menggambar Teknik tidak lagi hanya sebatas gambar manual di atas kertas kalkir. Mahasiswa harus mampu mentransformasikan ide mereka ke dalam bentuk digital yang presisi dan akurat. AutoCAD memberikan semua perangkat yang mereka butuhkan untuk itu,” tambah Rahman Prasojo.

Ayo Bergabung dengan Fakultas Teknik!

Dengan fasilitas laboratorium yang modern dan dukungan perangkat lunak berstandar industri, Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik menjadi pilihan yang tepat bagi calon mahasiswa yang ingin berkarir di bidang rekayasa sipil.

Bagi para siswa-siswi yang akan lulus pada tahun 2026 dan memiliki minat di bidang teknik, ini adalah kesempatan untuk bergabung dengan komunitas akademik yang dinamis dan berorientasi pada masa depan.

Fakultas Teknik berkomitmen untuk terus berinovasi dan menyediakan pendidikan berkualitas yang relevan dengan perkembangan zaman.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari generasi insinyur masa depan yang siap membangun negeri. Daftarkan diri Anda di Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2026

(SA/Kontributor)

“Ini kondisi istimewa karena para Kaprodi akan memimpin prodi baru yang harus dibangun dari awal. Sebagai dosen dengan jabatan struktural, mereka memikul tanggung jawab ganda untuk memimpin prodi sekaligus menjalankan tridarma. Dalam hal ini, Kaprodi saya anggap sebagai product manager: mengawal keilmuan tetap relevan, pembelajaran bermutu, dan prodi diminati masyarakat.”
Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Universitas Mulia

Para Kaprodi baru Universitas Mulia berdiri menyanyikan lagu kebangsaan pada seremonial pembukaan pembekalan perdana.

Humas Universitas Mulia, 18 Juli 2025 — Universitas Mulia resmi menyambut kehadiran empat Ketua Program Studi (Kaprodi) baru untuk program studi Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), serta Desain Komunikasi Visual (DKV). Kehadiran Kaprodi baru ini menjadi fase penting bagi Universitas Mulia yang tengah memperluas portofolio keilmuan di bidang teknik dan kreatif.

“Selamat datang untuk para Ketua Program Studi Baru di Universitas Mulia: KaProdi Teknik Sipil, Teknik Industri, TPHP, dan DKV. Ini adalah sebuah kondisi yang istimewa. Karena para KaProdi akan memimpin sebuah program studi yang baru berdiri,” ujar Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I.

Wibisono menekankan, tanggung jawab memimpin prodi baru memiliki tantangan tersendiri. Tidak sekadar melanjutkan program kerja yang sudah mapan, tetapi memulai berbagai strategi dasar dari titik awal. Namun demikian, sejumlah praktik baik dari prodi lain di Universitas Mulia tetap dapat dijadikan acuan penyesuaian.

Suasana pembukaan pembekalan empat Kaprodi baru Universitas Mulia bersama jajaran pimpinan universitas dan Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga.

“Tentu ada banyak tantangan yang harus dihadapi, sebab ini tidak sekedar melanjutkan strategi atau program kerja yang sudah ada, tetapi harus memulai dari awal. Namun tentu saja beberapa hal dapat dilihat atau disesuaikan dari program studi lain yang ada di Universitas Mulia,” jelasnya.

Dalam struktur organisasi akademik, seorang Kaprodi tidak hanya bertanggung jawab secara administratif, tetapi juga tetap memegang peran sebagai dosen dengan kewajiban menjalankan tridarma perguruan tinggi.

“Menjadi dosen yang memegang jabatan struktural berarti akan mengemban dua tanggung jawab. Pertama, tanggung jawab sebagai pimpinan program studi. Kedua sebagai dosen, juga terikat tanggung jawab untuk melaksanakan tridarma yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tegas Wibisono.

Keselarasan antara dua peran ini menjadi fokus. Kaprodi diharapkan mampu menjaga keseimbangan fungsi kepemimpinan dengan kewajiban akademik, sekaligus mendorong seluruh dosen di prodi masing-masing menjalankan tridarma dengan kualitas optimal. “Tantangan utama adalah bagaimana bisa menyelaraskan dua hal tersebut agar dapat berjalan secara selaras. Sebagai Kaprodi juga harus mendorong agar semua dosen di prodi tersebut dapat melaksanakan tanggung tridarma dengan baik,” ujarnya.

Wibisono memandang Kaprodi layaknya seorang product manager. Produk yang dikelola adalah program studi itu sendiri. Dalam posisi ini, Kaprodi memikul tiga tanggung jawab utama. Pertama, memastikan keilmuan yang dikembangkan melalui kurikulum selalu mengikuti perkembangan metodologi dan teknologi terkini, khususnya karena keempat prodi baru berkarakter teknik yang dinamis.

“Memastikan bahwa keilmuan yang dikembangkan di Prodi, yang dituangkan ke dalam kurikulum, selalu up to date dengan perkembangan metodologi dan teknologi di Prodi tersebut. Aspek metodologi dan teknologi ini penting, mengingat 4 prodi baru ini adalah prodi yang berbasis teknik yang erat kaitannya dengan perkembangan metodologi dan teknologi,” papar Wibisono.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. menyerahkan Surat Keputusan Kaprodi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

Tanggung jawab kedua terletak pada mutu pelaksanaan pembelajaran, yang harus selaras dengan kebutuhan industri agar lulusan benar-benar relevan dengan medan kerja. Ketiga, prodi harus diterima dan diminati masyarakat. Popularitas dan minat pendaftar mencerminkan bagaimana prodi bersaing dengan program serupa di perguruan tinggi lain. “Memastikan bahwa Prodi tersebut diterima dan disukai oleh masyarakat. Ini tentu tercermin dari antusias mahasiswa yang mendaftar. Ketika Prodi tersebut juga ada di perguruan tinggi lain, maka sebagai wujud tanggung jawab product manager, harus mampu membuatnya lebih menarik dibanding prodi sejenis di tempat lain,” pungkasnya.

Dengan penekanan pada fungsi Kaprodi sebagai product manager, Universitas Mulia menegaskan tanggung jawab kepemimpinan prodi baru tidak berhenti pada urusan administrasi. Tugas Kaprodi terletak pada bagaimana program studi dikelola secara relevan, adaptif, dan memiliki daya tarik tersendiri di mata publik.

Humas UM (YMN)

“Pembekalan ini bukan hanya soal administrasi. Para Kaprodi harus memahami peran strategis mereka sebagai penggerak peningkatan mutu tridarma secara berkelanjutan. Karena itu, kami menyiapkan strategi pendampingan empat pilar: adaptasi budaya akademik, literasi regulasi, manajemen mutu, dan koordinasi lintas unit serta mitra industri.”
Wisnu Hera Pamungkas, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Mulia

 

Humas Universitas Mulia, 18 Juli 2025 — Universitas Mulia menggelar pembekalan bagi para Ketua Program Studi (Kaprodi) baru dari empat prodi yang resmi dibuka tahun ini, yaitu Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), serta Desain Komunikasi Visual (DKV). Agenda ini diarahkan untuk mempersiapkan para Kaprodi memahami peran strategis mereka dalam menggerakkan tridarma perguruan tinggi sejak masa perintisan.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Wisnu Hera Pamungkas, , S.T.P., M.Eng. menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kaprodi Desain Komunikasi Visual sebagai simbol dimulainya tanggung jawab akademik prodi baru.

“Pembekalan hari ini difokuskan untuk membekali para Kaprodi baru dengan pemahaman menyeluruh terkait peran strategis mereka sebagai pemimpin program studi, khususnya dalam konteks pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,” jelas Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Mulia, Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng.

Materi disusun secara berlapis, meliputi aspek akademik, tata kelola kelembagaan, kemahasiswaan, hingga penguasaan sistem informasi yang mendukung manajemen prodi dan aktivitas pengajaran dosen. Wisnu menekankan, peran Kaprodi tidak berhenti pada tugas administratif. “Harapannya, para Kaprodi tidak hanya memahami tugas administratif, tetapi juga mampu menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kualitas tridarma secara berkelanjutan,” ujarnya.

Empat Kaprodi baru Universitas Mulia menyimak materi pembekalan yang difokuskan pada penguatan peran strategis dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Untuk mendampingi para Kaprodi baru dalam merancang kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) maupun Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), bidang akademik merumuskan strategi empat pilar. Pilar pertama adalah pembiasaan pada budaya akademik kampus agar visi prodi selaras dengan arah universitas. Pilar kedua mencakup penguatan literasi kebijakan akademik pada level nasional dan internal. Pilar ketiga menekankan pembekalan manajemen administrasi dan penjaminan mutu. Sementara pilar keempat mendorong koordinasi lintas unit, termasuk dengan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), hingga mitra industri.

“Kami telah menyiapkan strategi pendampingan berbasis empat pilar utama,” terang Wisnu. “Pertama, penanaman pemahaman dan adaptasi terhadap budaya akademik kampus, agar kaprodi dapat menyelaraskan visi prodi dengan arah institusi. Kedua, penguatan literasi terhadap kebijakan dan regulasi akademik, baik yang bersifat nasional maupun internal kampus. Ketiga, pembekalan manajemen administrasi dan penjaminan mutu akademik sebagai fondasi utama tata kelola. Dan keempat, fasilitasi koordinasi dengan para pemangku kepentingan seperti LPM, BAAK, hingga mitra industri, guna memastikan kurikulum OBE dan MBKM dapat diimplementasikan dengan efektif dan kontekstual sesuai kebutuhan zaman.”

Dari sisi akreditasi, Wisnu menjelaskan penjaminan mutu dilakukan sejak tahap awal. Saat ini, dua prodi baru — Teknik Sipil dan Teknik Industri — telah mengantongi akreditasi dari LAM Teknik, sedangkan TPHP dan DKV masih dalam tahap pengajuan ke BAN-PT. “Penjaminan mutu sejak awal menjadi prioritas penting, karena berkaitan langsung dengan arah capaian akreditasi,” ungkapnya. Ia menambahkan, dokumen akademik dan pelaksanaan tridarma pada tiap prodi disusun menyesuaikan standar akreditasi sejak pendirian.

Indikator keberhasilan prodi baru, menurut Wisnu, terletak pada seberapa jauh kepercayaan publik berhasil dibangun di tiga tahun pertama. “Indikator utama keberhasilan program studi baru dalam jangka pendek adalah sejauh mana prodi mampu membangun kepercayaan publik,” tegasnya. Ia menyadari keterbatasan rekam jejak kerap memengaruhi jumlah mahasiswa pada tahun pertama. Namun demikian, eksistensi prodi harus diupayakan melalui forum-forum eksternal, lomba, seminar, maupun kemitraan.

Dari ruang monitoring, pola evaluasi tidak hanya bergantung pada mekanisme formal audit mutu. “Secara umum, monitoring dan evaluasi dilaksanakan melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP), dengan instrumen utama berupa Audit Mutu Internal (AMI) setiap semester dan penelaahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) program kerja tahunan,” terang Wisnu. Untuk keempat prodi baru ini, pola monev dibuat lebih intensif. Diskusi rutin, koordinasi informal, dan pendampingan teknis menjadi saluran untuk membaca hambatan sejak dini, terutama pada aspek inovasi pembelajaran dan adaptasi teknologi digital.

Di tengah dinamika ini, para Kaprodi baru dituntut tidak hanya membaca dokumen rencana, tetapi aktif memastikan bahwa tridarma, penjaminan mutu, kurikulum OBE-MBKM, serta pembaruan digital berjalan pada jalur yang kontekstual dengan kebutuhan pendidikan tinggi hari ini.

Humas UM (YMN)

“Menghadapi disrupsi teknologi dan percepatan digitalisasi, Universitas Mulia menyiapkan prodi-prodi barunya agar tampil kompetitif di tingkat nasional melalui technopreneurship, kurikulum OBE-KKNI yang adaptif, serta literasi digital yang terintegrasi di setiap mata kuliah. Kami ingin lulusan tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga terlatih berinovasi, berwirausaha digital, dan berkolaborasi lintas sektor. Karena itu, jejaring dengan industri 4.0, inkubator bisnis, dan komunitas kreatif harus terus diperluas, membuka ruang magang, proyek nyata, hingga peluang startup mahasiswa. Ekosistem kampus digital, dosen yang melek teknologi, dan penguatan nilai lokal berbasis digital akan memastikan prodi-prodi baru Universitas Mulia relevan dan unggul di masa depan.”Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si. (Rektor Universitas Mulia)

 

Humas Universitas Mulia, 17 Juli 2025 — Tahun akademik ini, Universitas Mulia menapaki fase baru dengan membuka empat program studi yang langsung diarahkan menanamkan fondasi mutu dan visi technopreneur. Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), serta Desain Komunikasi Visual (DKV) resmi dibuka sebagai jawaban kebutuhan kompetensi kontemporer.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si., menyebut pembukaan prodi baru ini bukan sekadar perluasan administratif, melainkan langkah terukur yang menempatkan kualitas akademik sebagai pijakan utama.

“Strategi Universitas Mulia untuk menjaga kualitas akademik pada masa awal pembukaan program studi baru yang belum memiliki jejak alumni adalah memastikan rekrutmen dosen yang kompeten, menyusun kurikulum berbasis KKNI dan OBE yang relevan dengan kebutuhan industri, serta menerapkan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) secara konsisten,” ujarnya, Kamis (17/7).

Di lantai kerja akademik kampus, pembekalan bagi para Kaprodi baru mulai dirancang sebagai ruang pembinaan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri. Sementara, diskusi tentang kurikulum dilakukan lintas unit agar tidak hanya berhenti pada tataran formal, tetapi menyentuh aspek implementasi pembelajaran.

“Selain itu, kerja sama dengan mitra eksternal seperti industri dan perguruan tinggi lain dapat memperkuat pelaksanaan Tridharma,” jelasnya.

Menurutnya, jejaring eksternal menjadi bagian penting untuk mengimbangi fase awal prodi yang belum memiliki lulusan sebagai indikator kualitas.

Pada tahap awal, penyiapan dosen, materi ajar, sarana pembelajaran, serta promosi penerimaan mahasiswa menjadi fokus praktis. Namun universitas tidak berhenti di tataran target jangka pendek.

“Target jangka panjang mencakup pencapaian akreditasi Baik Sekali atau Unggul, pelacakan jejak lulusan yang terserap di dunia kerja, penguatan riset dan inovasi berbasis technopreneur, serta perluasan kerja sama dengan industri dan institusi internasional untuk meningkatkan rekognisi dan daya saing prodi,” terang Ahsin Rifai.

Dinamika kurikulum juga menuntut para Kaprodi baru agar tidak hanya memegang mandat administratif, tetapi terlibat aktif merumuskan strategi belajar yang adaptif. “UM perlu melakukan pembinaan terpadu melalui pelatihan intensif tentang kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dan integrasi Kampus Berdampak,” katanya.

Pendekatan praktis berupa benchmarking ke perguruan tinggi mapan, forum asosiasi prodi, hingga diskusi bersama pengguna lulusan akan dilakukan agar pembaruan kurikulum tidak berhenti pada dokumen cetak.

Dalam lanskap disrupsi teknologi, Universitas Mulia mendorong setiap prodi baru berdiri dengan ekosistem technopreneur. “Universitas Mulia dapat memposisikan program studi barunya secara kompetitif di tingkat nasional dengan mengedepankan pendekatan technopreneurship, kurikulum adaptif berbasis OBE dan KKNI, serta integrasi literasi digital pada seluruh mata kuliah,” paparnya.

Kolaborasi lintas prodi juga menjadi salah satu instrumen yang diharapkan bisa mengokohkan ekosistem belajar. Rektor mencontohkan potensi integrasi di level pembelajaran praktis. “Peran sivitas akademika lintas prodi di Universitas Mulia sangat penting dalam membangun sinergi multidisipliner antara prodi baru dan prodi lama,” tegasnya.

Di ruang diskusi kampus, integrasi pengetahuan bukan lagi slogan. Dosen DKV dapat terlibat mendukung visualisasi rancangan proyek Teknik Sipil. Pengembangan efisiensi sistem produksi pada TPHP dapat dikonsolidasikan bersama Teknik Industri.

Melalui pembukaan empat prodi baru ini, Universitas Mulia merumuskan ulang strategi Tridharma Perguruan Tinggi agar lebih responsif, adaptif, dan kontekstual di tengah akselerasi teknologi. Di balik setiap lembar kurikulum, universitas menanamkan satu pondasi: technopreneur bukan hanya muatan materi, tetapi etos kerja dan pola pikir generasi yang disiapkan untuk menjemput peluang masa depan.

Humas UM (YMN)

“Jadilah pelopor, bukan hanya peserta. Mahasiswa angkatan pertama adalah penulis bab pertama dalam sejarah program studi.”
— Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., Rektor Universitas Mulia

Humas Universitas Mulia, 26 Juni 2025 – Universitas Mulia kembali mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan program akademiknya. Dua program studi baru, yakni S1 Teknik Sipil dan S1 Teknik Industri, resmi memperoleh akreditasi peringkat “Baik” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik). Keputusan ini menjadi titik awal yang menjanjikan bagi dua prodi yang baru dibuka pada tahun akademik 2024/2025 ini.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menyampaikan bahwa capaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju mutu unggul.

“Akreditasi sementara ini sebagai titik awal untuk melakukan penguatan berkelanjutan, baik dari sisi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pengembangan laboratorium, maupun peningkatan SDM dan kolaborasi industri,” terang beliau.

Lebih lanjut, Prof. Ahsin menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar formalitas administratif, tetapi bagian dari siklus peningkatan mutu berkelanjutan (Continuous Quality Improvement/CQI), yang akan diarahkan melalui strategi jangka menengah dan panjang sesuai Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) dari Kemendikbudristek.

Akreditasi “Baik”: Legalitas dan Awal Budaya Mutu

Menurut Rektor, akreditasi “Baik” bukan hanya menjadi syarat legal formal untuk menyelenggarakan perkuliahan dan menerbitkan ijazah, tetapi juga menjadi sinyal bahwa pondasi mutu telah ditanamkan secara tepat.

“Meskipun levelnya belum tinggi, capaian ini menjadi indikator bahwa pondasi yang dibangun sudah benar dan dapat dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya.

Hal ini penting terutama dalam konteks pembentukan budaya mutu di level program studi, sebuah langkah strategis bagi kampus yang terus berkembang pesat.

Tantangan Prodi Baru: Dari Ketiadaan Lulusan hingga Sarana Teknik

Mendirikan program studi teknik tidak datang tanpa tantangan. Pak Rektor memaparkan dua hambatan besar yang dihadapi dalam proses akreditasi, yakni:

  1. Belum tersedianya data luaran tridharma secara penuh, seperti lulusan, publikasi ilmiah dosen, dan pengabdian masyarakat.

  2. Keterbatasan sarana dan prasarana teknik, seperti laboratorium, bengkel kerja, serta fasilitas uji material.

Namun, UM justru menjadikan keterbatasan ini sebagai ruang inovasi dan pengembangan yang terstruktur.

Rencana Penguatan: Dari Kurikulum hingga Kolaborasi Industri

Pasca-akreditasi, universitas telah menyusun delapan langkah strategis, yakni:

  1. Evaluasi diri pasca-akreditasi

  2. Integrasi dengan sistem penjaminan mutu internal (SPMI)

  3. Penyempurnaan kurikulum OBE

  4. Pengembangan metode pembelajaran berbasis proyek dan laboratorium

  5. Penguatan SDM dosen dan tenaga kependidikan

  6. Pengembangan sarana dan teknologi penunjang

  7. Kemitraan strategis dengan industri dan institusi lain

  8. Persiapan akreditasi lanjutan dengan dokumen LKPS dan LED berbasis data


Harapan untuk Dosen dan Mahasiswa: Menjadi Pelopor di Era Baru

Rektor memberikan pesan khusus kepada dosen dan mahasiswa angkatan pertama. Para dosen diminta membangun suasana belajar yang inspiratif dan relevan dengan perubahan teknologi serta menjunjung tinggi semangat technopreneurship.

“Prodi yang hebat bukan dibangun oleh fasilitas semata, tetapi oleh dosen yang gigih membangun mutu dan semangat belajar.”

Kepada mahasiswa baru, beliau berpesan:

“Jadilah pelopor dan peletak batu pertama dalam sejarah program studi ini. Pelajari ilmu teknik bukan hanya untuk lulus, tetapi untuk membangun masa depan Indonesia yang berkelanjutan, tangguh, dan berdaya saing global.”

Menuju Masa Depan Teknik yang Relevan dan Adaptif

Dengan kombinasi semangat pionir, strategi akademik yang visioner, serta komitmen terhadap mutu, Universitas Mulia menunjukkan bahwa meskipun Prodi Teknik Sipil dan Teknik Industri baru dimulai, keduanya dibangun di atas fondasi yang kuat untuk menjawab tantangan zaman dan kebutuhan pembangunan bangsa, terutama di Kalimantan dan Ibu Kota Nusantara.

Humas UM (YMN)