Suasana Pasar Pagi Mulia pada hari Sabtu (22/2) pagi. Foto: Vio/Media Kreatif

Menghidupkan Kampus dengan UMKM, Silaturahmi, dan Pemberdayaan Masyarakat

UM – Suasana di Kampus Universitas Mulia Sabtu pagi (22/2) tampak berbeda. Halaman parkir Gedung Putih dan Ballroom Cheng Ho berubah menjadi pusat keramaian, layaknya pasar tumpah.

Ratusan pengunjung, mulai dari mahasiswa, pelajar, guru, dosen, hingga warga sekitar, memadati Pasar Pagi Mulia, sebuah inisiatif yang menggabungkan semangat kewirausahaan, silaturahmi, dan penguatan komunitas kampus.

Kegiatan yang berlangsung di Kampus Utama Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani No. 9, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan ini menghadirkan puluhan stand Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menawarkan berbagai produk kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, menyambut antusias gelaran Pasar Pagi Mulia. Menurutnya, pasar ini bukan sekadar pasar biasa, melainkan wadah untuk memberdayakan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan pelajar.

Kegiatan ini luar biasa. Kita berada di pusat kota, dan kini ada pasar pagi di lingkungan kampus. Mahasiswa dan pelajar bisa beraktivitas di sini tanpa harus jauh-jauh mencari tempat untuk berkumpul. Di sini bisa menikmati kuliner, bertemu teman, bahkan berjejaring,” ujarnya.

Dr. Agung juga mengungkapkan rencana jangka panjang Yayasan Airlangga untuk menjadikan Pasar Pagi Mulia sebagai kegiatan rutin setiap akhir pekan.

Sabtu dan Minggu kampus biasanya sepi. Nah, sekarang kita hidupkan dengan kegiatan produktif. Insya Allah ini akan menjadi agenda tetap yang bermanfaat bagi mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Rektor: Silaturahmi, Pemberdayaan UMKM, dan Promosi Kampus

Senada, Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa’i, menuturkan bahwa Pasar Pagi Mulia merupakan bagian dari rangkaian rapat kerja (raker) yang digelar selama tiga hari, dengan dua hari pertama difokuskan pada pembahasan program kerja dan strategi pengembangan kampus.

Ini bagian dari upaya kami memberdayakan UMKM sekaligus memperkenalkan Universitas Mulia ke masyarakat Balikpapan. Kami ingin warga tahu bahwa kampus ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga pusat aktivitas yang menyatukan pendidikan, kewirausahaan, dan kebersamaan,” jelasnya.

Prof. Ahsin menambahkan, silaturahmi juga menjadi tujuan utama acara ini, mengingat keterlibatan seluruh divisi di bawah Yayasan Airlangga. Sebagai bentuk apresiasi, yayasan membagikan voucher belanja yang dapat digunakan di seluruh stand.

Kami ingin semua yang hadir, baik mahasiswa, karyawan, maupun masyarakat umum, merasakan manfaat dari acara ini. Dengan voucher belanja, mereka bisa menikmati produk UMKM sambil mempererat kebersamaan,” katanya.

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i bersama istri santap bareng jajanan kuliner bersama Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi dan mantan Wali Kota Balikpapan H. Rizal Effendi. Foto: SA/Kontributor

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i bersama istri santap bareng jajanan kuliner bersama Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi dan mantan Wali Kota Balikpapan H. Rizal Effendi. Foto: SA/Kontributor

Rektor foto bersama Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga, mantan Wali Kota Balikpapan, dan pimpinan kantor cabang Bank BNI di lokasi Pasar Pagi Mulia. Foto: Vio/Media Kreatif

Rektor foto bersama Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga, mantan Wali Kota Balikpapan, dan pimpinan kantor cabang Bank BNI di lokasi Pasar Pagi Mulia. Foto: Vio/Media Kreatif

Suasana Pasar Pagi Mulia pada hari Sabtu (22/2) pagi. Foto: Vio/Media Kreatif

Suasana Pasar Pagi Mulia pada hari Sabtu (22/2) pagi. Foto: Vio/Media Kreatif

Ngobrol Santai Bareng Mantan Wali Kota

Keistimewaan Pasar Pagi Mulia semakin terasa dengan kehadiran mantan Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, yang turut berkeliling menikmati suasana pasar bersama Rektor Prof. Ahsin dan Dr. Agung Sakti.

Bersama-sama bahkan sempat menikmati kuliner khas yang dijajakan di salah satu stand sambil berbincang santai, setelah berbelanja di stand yang ada.

Hal ini untuk menghidupkan kampus dan menghadirkan ruang baru yang bermanfaat, bukan hanya untuk mahasiswa, tetapi juga warga sekitar.

Tak hanya kalangan kampus, masyarakat sekitar, terutama dari Perumahan Posindo, turut memadati lokasi bersama keluarga. Anak-anak terlihat ceria menikmati jajanan, sementara orang tua berburu produk menarik yang disediakan.

Iqbal, pengelola Domain Universitas Mulia, selaku penggagas acara, berharap ke depan mengemas Pasar Pagi Mulia lebih menarik dengan tambahan kegiatan. Bisa jadi dalam bentuk workshop interaktif, pertunjukan seni, atau ajang kompetisi kreatif.

Kami ingin pasar ini menjadi ajang pemberdayaan yang berkelanjutan. Bukan sekadar tempat berjualan, tapi juga ruang belajar dan berjejaring,” ujar Iqbal.

Pasar Pagi Mulia di Universitas Mulia Balikpapan bukan sekadar pasar, melainkan platform yang menghubungkan pendidikan, ekonomi kreatif, dan silaturahmi sosial.

Melalui dukungan yayasan, acara ini diharapkan dapat terus menjadi ruang kolaborasi produktif bagi kampus, UMKM, dan masyarakat.

Semoga semangat ini terus terjaga, menginspirasi sivitas akademika, dan semakin memperkuat peran Universitas Mulia sebagai pusat pemberdayaan di Balikpapan,” tutup Prof. Ahsin.

Dengan semangat harmoni dan kolaborasi, Pasar Pagi Mulia kini siap menjadi ikon baru kampus yang hidup, kreatif, dan berdaya saing.

(SA/Kontributor)

Peresmian pembukaan empat program studi baru oleh Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati, Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti Pribadi, Rektor Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa'i, dan mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Program studi baru ini akan menerima pendaftaran mahasiswa baru pada semester ganjil 2025/2026. Foto: Vio/Media Kreatif

UM – Yayasan Airlangga menyelenggarakan Family Gathering yang bertajuk mempererat sinergi dan kebersamaan, yang berlangsung meriah di Universitas Mulia, Sabtu (22/2/2025). Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, karyawan, dan keluarga besar yayasan serta masyarakat sekitar dan tamu undangan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat sinergi, mengapresiasi dedikasi sivitas akademika serta merancang pengembangan program pendidikan ke depan.

Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran tokoh-tokoh penting, seperti Pembina Yayasan Airlangga Satria Dharma, mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i bersama istri, wartawan senior Tri Widodo serta Sunuhan dari BNI Balikpapan.

Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi semua pihak yang telah mendukung kemajuan yayasan.

Acara hari ini, tanggal 22 Februari, merupakan momen spesial yang menggabungkan berbagai kegiatan, yaitu Family Gathering, peluncuran program studi baru, penghargaan kepada guru, dosen, dan karyawan serta pembagian voucher jajan di stand-stand yang telah disediakan,” tutur Hj. Mulia.

Acara yang diawali dengan senam pagi bersama yang penuh semangat, Hj. Mulia berharap seluruh peserta menjadi lebih segar dan bersemangat sehingga terus menjaga kebersamaan dan semangat untuk bersinergi.

Acara ini menjadi momen untuk melepaskan penat setelah dua hari rapat kerja dan berkutat dengan pekerjaan. Mari kita bersantai dan menikmati waktu bersama keluarga. Semoga hari ini membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.

Peresmian pembukaan empat program studi baru oleh Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati, Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti Pribadi, Rektor Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa'i, dan mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Program studi baru ini akan menerima pendaftaran mahasiswa baru pada semester ganjil 2025/2026. Foto: Vio/Media Kreatif

Peresmian pembukaan empat program studi baru oleh Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati, Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti Pribadi, Rektor Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa’i, dan mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Foto: Vio/Media Kreatif

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi ketika memaparkan Pengembangan Yayasan Airlangga ke depan. Foto: Vio/Media Kreatif

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi ketika memaparkan Pengembangan Yayasan Airlangga ke depan. Foto: Vio/Media Kreatif

Foto bersama usai senam pagi bersama.

Foto bersama usai senam pagi bersama. Foto:Vio/Media Kreatif

Pemberian penghargaan Yayasan Airlangga kepada guru, dosen, dan karyawan terbaik tahun 2025. Foto: Vio/Media Kreatif

Pemberian penghargaan Yayasan Airlangga kepada guru, dosen, dan karyawan terbaik tahun 2025. Foto: Vio/Media Kreatif

Pembukaan Empat Program Studi Baru dan Infrastruktur Kampus

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi mengumumkan pengembangan program studi baru sebagai bagian dari upaya yayasan dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Dalam satu tahun terakhir, kami telah menambah empat program studi baru. Tahun depan, insya Allah kami akan merancang enam program studi tambahan, termasuk program di Politeknik,” jelasnya.

Empat program studi baru tersebut adalah S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Industri, dan S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian. Prodi baru ini mulai menerima pendaftaran mahasiswa baru pada Semester Ganjil 2025/2026.

Peresmian pembukaan prodi baru secara simbolis dilakukan oleh Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati, Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti Pribadi, Rektor Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa’i, dan mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

Menurut Dr. Agung, rencana ini sejalan dengan visi Yayasan Airlangga untuk memperluas akses pendidikan berkualitas di Balikpapan dan sekitarnya.

Dengan dukungan berbagai stakeholder seperti BNI, yayasan juga merencanakan pembangunan gedung baru yang akan mendukung kebutuhan infrastruktur kampus yang terus berkembang.

Apresiasi Kepada Karyawan Berprestasi

Family Gathering ini juga menjadi ajang penghargaan bagi guru, dosen, dan karyawan yang telah berdedikasi dalam memajukan yayasan. Salah satu bentuk apresiasi yang diberikan adalah kesempatan umroh bagi karyawan yang telah mengabdi selama 10 hingga 20 tahun.

Tim yang saya sebutkan tadi, seperti Ibu Ira, Pak Saiful, Pak Firman, dan Pak Yani, adalah bagian dari tim yang dipersiapkan untuk umroh. Ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi mereka selama ini,” kata Agung Sakti.

Selain itu, yayasan juga memberikan voucher belanja kepada keluarga yang hadir dengan anggota paling lengkap, menambah keseruan acara.

Beasiswa Penuh untuk Keluarga Karyawan

Dalam upaya memberdayakan keluarga besar Yayasan Airlangga, Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti juga mengumumkan kebijakan beasiswa penuh bagi putra-putri karyawan yang ingin melanjutkan pendidikan di Universitas Mulia.

Namun, jika memilih kuliah di kampus kita, Universitas Mulia, putra-putri Bapak dan Ibu diharapkan dapat memperoleh beasiswa penuh. Tentu saja, ini berlaku untuk anak-anak yang sudah lulus SMP atau SMK Airlangga dan ingin melanjutkan ke perguruan tinggi,” tegasnya.

Kebijakan ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi akademik dan karir pekerjaan di masa depan.

Selain itu, Dr. Agung juga mengapreasiasi bagi karyawan yang membawa serta keluarganya dalam Family Gathering ini. “Guru yang atau karyawan yang membawa keluarganya, yang paling banyak atau yang lengkap itu nanti akan mendapatkan voucher belanja yang lumayan. Aplaus dulu untuk keluarganya nanti hadiah ya,” ujarnya.

Inspirasi dari Keberanian dan Kolaborasi

Dr. Agung juga mengibaratkan semangat pengembangan yayasan dengan strategi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, yang berani menaturalisasi pemain untuk memperkuat tim.

“Jika Shin Tae-yong berani menaturalisasi pemain demi prestasi, mengapa kita tidak berani mengembangkan yayasan untuk masa depan pendidikan yang lebih baik? Kita memiliki tim yang solid, dan itu adalah kekuatan kita,” tandasnya.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pimpinan, dosen, dan karyawan merupakan pondasi utama dalam mewujudkan visi besar Yayasan Airlangga.

Acara Family Gathering 2025 Yayasan Airlangga tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat sinergi, mengapresiasi kontribusi, dan merancang masa depan yang lebih cerah.

Kita tidak hanya mendidik anak bangsa, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang mendukung kesejahteraan keluarga dan kemajuan masyarakat. Mari kita terus maju bersama,” pungkas Dr. Agung Sakti.

Acara diakhiri dengan pembagian hadiah, sesi foto bersama, dan ramah tamah yang penuh kehangatan, menandai komitmen Yayasan Airlangga untuk terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi sivitas akademika serta masyarakat Balikpapan.

(SA/Kontributor)

Pasar Pagi Mulia yang digelar di halaman Gedung Cheng Ho, Jumat (21/2) siang. Foto: SA/Kontributor

Dari Kuliner Hingga Fashion, Serunya Universitas Mulia di Akhir Pekan

UM – Suasana di Kampus Universitas Mulia Balikpapan, tepatnya di halaman parkir Gedung Putih dan Ballroom Cheng Ho, mendadak ramai layaknya pasar tumpah, Jumat (21/2/2025) pagi. Ratusan pengunjung dari kalangan mahasiswa, siswa, hingga warga sekitar tampak antusias memadati area pasar bertajuk Pasar Pagi Mulia.

Puluhan stand Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjajakan beragam produk kuliner dan fashion menjadi daya tarik utama acara yang digelar di Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani No. 9, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan ini.

Saat media ini menyusuri stand kuliner, sebuah stand nasi ayam McDonald’s yang dipadukan dengan teh kotak dan es krim menarik perhatian.

Ayo, Pak. Beli saja, nanti saya yang bayar,” ujar Ibu Elly, seorang pejabat Yayasan Airlangga, sambil tersenyum ramah.

Tawaran traktiran tak terduga ini tentu disambut dengan gembira. Bak durian runtuh, paket nasi ayam lengkap dengan es krim pun berpindah tangan.

Tak hanya stand makanan cepat saji, Himpunan Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (HIMA FIKOM) juga membuka lapak. Namun, alih-alih produk teknologi, mereka justru menjual aneka kuliner.

“Wah, saya kira jualan aplikasi atau robot, ternyata kuliner,” canda media ini ketika mengunjungi lapaknya.

Salah seorang mahasiswa HIMA FIKOM menjelaskan bahwa mereka ingin mendalami dunia kewirausahaan dan mempelajari cara memasarkan produk secara langsung.

Pasar Pagi Mulia yang digelar di depan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jumat (21/2) siang. Foto: SA/Kontributor

Pasar Pagi Mulia yang digelar di depan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jumat (21/2) siang. Foto: SA/Kontributor

Stand produk fashion untuk generasi Z. Foto: SA/Kontributor

Stand produk fashion untuk generasi Z. Foto: SA/Kontributor

Stand kopi racikan di depan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jumat (21/2) siang. Foto: SA/Kontributor

Stand kopi racikan di depan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jumat (21/2) siang. Foto: SA/Kontributor

Penjaga stand McDonalds memamerkan paket nasi ayam unggulannya. Foto: SA/Kontributor

Penjaga stand McDonalds memamerkan paket nasi ayam unggulannya. Foto: SA/Kontributor

Tak hanya kuliner, Pasar Pagi Mulia juga menghadirkan stand fashion yang menawarkan pakaian kekinian, khususnya untuk generasi Z. Produk-produk ini dijual dalam jumlah terbatas, menjadikannya incaran pengunjung muda yang ingin tampil beda.

Menurut Iqbal dan Yufi, pengelola Domain Universitas Mulia sekaligus inisiator acara, Pasar Pagi Mulia tidak sekadar pasar biasa.

Acara yang berlangsung hingga hari Minggu (23/2) ini menghadirkan serangkaian kegiatan menarik, mulai dari pasar kuliner dan UMKM dengan harga terjangkau dan pertunjukan seni komunitas lokal.

Acara ini bukan hanya tentang belanja, tapi juga tentang pemberdayaan UMKM, jejaring komunitas, dan edukasi kewirausahaan bagi generasi muda,” jelas Iqbal.

Tak heran, informasi tentang Pasar Pagi Mulia menyebar luas, termasuk ke warga sekitar kampus, seperti di Perumahan Posindo yang berada di belakang Universitas Mulia.

Mulai jam berapa acaranya?” tanya seorang warga melalui WhatsApp.

Panitia menjelaskan bahwa Pasar Pagi Mulia dibuka mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WITA setiap harinya selama pasar berlangsung.

Bagi yang penasaran dan ingin tahu lebih banyak, panitia juga mengimbau untuk mengikuti akun Instagram resmi @pasarpagimulia guna mendapatkan update terbaru seputar acara.

Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan UMKM, Pasar Pagi Mulia menjadi wadah produktif bagi mahasiswa, pelaku usaha lokal, dan masyarakat untuk belajar, berjejaring, dan berbelanja sambil menikmati akhir pekan.

Jangan lupa ajak keluarga, sahabat, dan tetangga. Siapa tahu, seperti saya, Anda juga beruntung dapat traktiran!

(SA/Kontributor)

Selamat dan Sukses atas Pelantikan
Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Periode 2025-2030
Kami Segenap Civitas Akademika Universitas Mulia mengucapkan selamat kepada Dr. Rudy Mas’ud, S.E., M.E. dan Seno Aji, S.H. atas pelantikan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur periode 2025-2030.

Karangan bunga ucapan selamat dari Universitas Mulia untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, sebagai apresiasi atas amanah yang diemban untuk memimpin daerah.

Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi untuk memajukan Kalimantan Timur menuju kesejahteraan dan kemajuan yang lebih baik.
Selamat mengemban tugas, semoga selalu diberi kemudahan, kekuatan, dan keberkahan dalam membangun daerah serta mewujudkan visi dan misi untuk masyarakat Kalimantan Timur.
Salam hormat,
Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si.
Rektor Universitas Mulia

Flayer ucapan selamat dari Rektor Universitas Mulia kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, sebagai wujud harapan atas kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah.

Rektor dan Seluruh Civitas Akademika Universitas Mulia mengucapkan Selamat dan Sukses atas pelantikan H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E. dan Dr. Ir. Bagus Susetyo, M.M., sebagai Wali Kota Balikpapan dan Wakil Wali Kota Balikpapan Periode 2025 – 2030.

Karangan bunga ucapan selamat dari Universitas Mulia untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan terpilih, sebagai bentuk dukungan dan harapan atas kepemimpinan yang baru.

Flayer ucapan selamat dari Rektor Universitas Mulia kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan terpilih, menandai sinergi dan kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah.

 

 

 

 

 

 

 

 

Mahasiswa KKN di Kel. Lamaru, Kec. Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Senin (17/2). Foto: Istimewa

Di Kel. Lamaru, Kec. Balikpapan Timur

UM – Mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengembangkan alat penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) di Kelurahan Lamaru.

Inovasi ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengoptimalkan penggunaan air dalam pertanian serta meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga.

Namun, Ketua Tim Muhammad As’ad Durrofiqi mengatakan, timnya menghadapi tantangan teknis maupun non-teknis di lapangan. Tim dituntut kreatif dan bekerjasama dalam mencari solusi.

Menurutnya, di lokasi KKN, ia mengidentifikasi beberapa tantangan yang sekaligus dicari solusinya. Tantangan tersebut antara lain jaringan internet yang tidak stabil. Padahal, alat IoT ini nantinya sangat bergantung pada jaringan Internet yang baik.

Kedua, lanjutnya, kurangnya pemahaman masyarakat yang menurutnya masih kurang dalam hal teknologi. Ia bersama timnya membuat panduan sekaligus sosialisasi pelatihan secara langsung.

Ketiga, kendala teknis saat perakitan dan pemasangan (instalasi). Kendala itu berupa kekurangan komponen IoT, seperti sensor cuaca yang tersedia di lokasi. Ia dan timnya pun mencari bahan lokal sebagai salah satu alternatif.

Ia bersama timnya mencoba mengembangkan alat penyiram otomatis tersebut dengan beberapa langkah. Di antaranya adalah, pertama, melakukan survei dan analisis kebutuhan.

Mahasiswa KKN di Kel. Lamaru, Kec. Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Senin (17/2). Foto: Istimewa

Mahasiswa KKN di Kel. Lamaru, Kec. Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Senin (17/2). Foto: Istimewa

Mahasiswa KKN sedang mencari solusi IoT untuk Pertanian di Kel. Lamaru, Kec. Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Senin (17/2). Foto: Istimewa

Mahasiswa KKN sedang mencari solusi IoT untuk Pertanian di Kel. Lamaru, Kec. Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Senin (17/2). Foto: Istimewa

Setelah itu, ia dan timnya melakukan perancangan alat berbasis kelembaban tanah yang dapat mengatur penyiraman air secara otomatis.

Setelah melakukan implementasi, ia dan timnya melakukan pemasangan dan uji coba. Setelah alat dinyatakan bekerja dengan baik, maka ia bersama timnya melakukan sosialisasi dan pelatihan.

Durrofiqi mengatakan, proyek ini menjadi tantangan besar bagi timnya lantaran harus mengintegrasikan teknologi IoT dengan kondisi lapangan yang belum sepenuhnya mendukung.

“Kami harus berpikir kreatif dalam menghadapi keterbatasan infrastruktur dan sumber daya. Namun, justru dari keterbatasan inilah kami mendapatkan pembelajaran yang sangat berharga,” ujarnya.

Ia juga merasa bangga melihat antusiasme masyarakat setelah memahami manfaat sistem ini.

“Melihat warga mulai memahami dan menggunakan teknologi ini dengan baik adalah pencapaian terbesar bagi kami,” tambahnya.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, ia berharap program ini membawa dampak nyata bagi masyarakat Kelurahan Lamaru.

Dengan adanya sistem penyiraman otomatis berbasis IoT, para petani kini dapat menghemat waktu, tenaga, dan penggunaan air, sekaligus meningkatkan hasil pertanian secara lebih efisien.

(SA/Kontributor)

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Ivan Armawan di sela Bimtek penyusunan MUK LSP, Selasa (11/2). Foto: SA/Kontributor

Bimtek MUK LSP Tingkatkan Kualitas Lulusan Universitas Mulia

UM – Universitas Mulia terus berupaya meningkatkan kualitas lulusannya agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan memacu sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa lewat Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia Dr. Ivan Armawan mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menyusun Materi Uji Kompetensi (MUK) LSP untuk usulan skema sertifikasi profesi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Hal ini dikatakan di sela mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan MUK LSP dengan narasumber Dr. Mada Aditya Wardhana, diikuti 32 dosen Universitas Mulia pada hari kedua, bertempat di Ruang Eksekutif, Selasa (11/2).

Poin pentingnya adalah bagaimana kita membekali mahasiswa agar ketika lulus nanti, mereka memiliki sertifikat keahlian yang diakui secara nasional melalui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi),” ujar Ivan Armawan.

Ivan mengatakan, bersama timnya, tengah mengembangkan tiga skema sertifikasi utama, antara lain skema Analis Pemasaran, skema Manajemen Sumber Daya Manusia untuk kualifikasi level 3 dan 4, dan skema Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajerial, dan Informasi Pajak.

Menurut Ivan Armawan, sertifikasi kompetensi ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin langsung bekerja setelah lulus, tetapi juga bagi mereka yang ingin berwirausaha atau menjadi Entrepreneur.

“Skema pemasaran, misalnya, itu sangat relevan bagi mahasiswa yang ingin memulai bisnis sendiri. Mereka akan dibekali dengan pengetahuan tentang riset pasar, analisis kompetitor, dan strategi branding yang efektif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ivan menjelaskan bahwa Universitas Mulia juga akan membuka kesempatan bagi para alumni untuk mengikuti sertifikasi kompetensi.

Bagi alumni yang sudah lulus dan ingin mendapatkan sertifikasi, kami tetap membuka pintu. Tentunya, ada mekanisme dan biaya tersendiri yang perlu diperhatikan,” tambahnya.

Proses sertifikasi kompetensi nantinya akan berlangsung di Universitas Mulia yang dapat dilakukan melalui tiga jalur, yakni jalur pendidikan formal, rekognisi pembelajaran lampau (RPL), dan asesmen mandiri. Setiap jalur memiliki persyaratan dan mekanisme yang berbeda.

Suasana Bimbingan Teknis penyusunan MUK LSP Universitas Mulia di Ruang Eksekutif, Senin (10/2/2025). Foto: SA/Kontributor

Suasana Bimbingan Teknis penyusunan MUK LSP Universitas Mulia di Ruang Eksekutif, Senin (10/2/2025). Foto: SA/Kontributor

Sementara itu, ditemui terpisah, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Djumhadi, S.T., M.Kom mengatakan, memasuki hari kedua ini tim dari fakultas telah berhasil menyusun usulan 18 skema sertifikasi.

Delapan belas,” katanya singkat, ketika ditanya berapa jumlah usulan skema yang tengah diajukan. Tidak tertutup kemungkinan jumlah skema ini akan bertambah seiring dengan perkembangan selanjutnya.

Dengan demikian, Fakultas Ilmu Komputer akan memiliki lebih banyak skema sertifikasi kompetensi yang diharapkan akan menguntungkan mahasiswa untuk menentukan pilihan sesuai dengan yang diminati.

Menurutnya, melalui sertifikasi kompetensi, ia berharap mahasiswa akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan  di bidang teknologi informasi yang lebih terarah dan relevan dengan kebutuhan industri.

Lewat sertifikasi ini diharapkan akan memberdayakan lulusan dengan memberikan bukti konkret atas kompetensi yang dimiliki, sehingga meningkatkan kepercayaan diri dan daya saing mereka di pasar kerja,” tuturnya.

Ia berharap, dengan menjalani proses sertifikasi, mahasiswa akan terbuka wawasan tentang standar kompetensi yang berlaku di industri, sehingga lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Sertifikasi kompetensi diharapkan akan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi karir mereka di masa depan.

Dengan memacu sertifikasi kompetensi, Universitas Mulia berkomitmen menghasilkan lulusan berkualitas, berkompeten, dan siap bersaing di era industri yang dinamis. Upaya ini diharapkan berkontribusi positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

(SA/Kontributor)

Suasana Bimbingan Teknis penyusunan MUK LSP Universitas Mulia di Ruang Eksekutif, Senin (10/2/2025). Foto: Vio/Media Kreatif

Peran Strategis LSP dalam Menjawab Kebutuhan Industri

UM – Sebanyak 32 dosen dari berbagai program studi menjadi peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Materi Uji Kompetensi (MUK) untuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di Universitas Mulia, Senin (10/2/2025).

Bimtek yang digelar selama tiga hari ini berlangsung di Ruang Eksekutif Kampus Utama Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan. Narasumber utama Mada Aditya Wardhana, selaku Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Mulia.

Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam menyusun MUK yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di era global.

Dalam paparannya, Mada menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), sebagai solusi strategis meningkatkan daya saing lulusan dan pekerja di era global.

Mada membuka sesi dengan menjelaskan posisi strategis sertifikat kompetensi dalam sistem pendidikan dan ketenagakerjaan.

Dalam paparannya, Mada Aditya Wardhana menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai pengakuan formal atas keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki seseorang. Ia bahkan menyebut sertifikasi kompetensi sebagai “mata uang” di pasar kerja internasional.

Sertifikasi kompetensi itu seperti mata uang yang mudah dikonversi di berbagai negara. Lebih mudah daripada mengkonversi ijazah, karena ijazah hanya diakui di negara di mana lembaga pendidikannya berada,” ujarnya.

Mada menjelaskan, sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), memiliki kedudukan yang setara dengan ijazah. Hal ini sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yang mengakui pengalaman kerja sebagai salah satu jalur untuk mencapai kompetensi.

Jangan sampai kita menyebut sertifikat BNSP itu sebagai SKPI. Sertifikat BNSP itu setara dengan ijazah. SKPI itu hanya surat keterangan,” tegasnya.

Lantaran sertifikat kompetensi setara dengan ijazah, Mada mengatakan apabila ditemukan penyelewengan dalam penerbitannya, dampaknya sangat serius seperti memalsukan ijazah.

Ia mengingatkan peserta untuk memandang sertifikasi sebagai proses yang etis dan akuntabel, mengingat sertifikat BNSP dilengkapi fitur keamanan seperti hologram, barcode, dan nomor seri yang terintegrasi dengan database nasional.

Kepala LSP Universitas Mulia Mada Aditya Wardhana. Foto: Vio/Media Kreatif

Kepala LSP Universitas Mulia Mada Aditya Wardhana. Foto: Vio/Media Kreatif

Dosen dari Fakultas Ilmu Komputer tampak menyusun MUK LSP. Foto: Vio/Media Kreatif

Dosen dari Fakultas Ilmu Komputer tampak menyusun MUK LSP. Foto: Vio/Media Kreatif

Kelompok dosen Farmasi tengah menyusun dokumen MUK LSP. Foto: Vio/Media Kreatif

Kelompok dosen Farmasi tengah menyusun dokumen MUK LSP. Foto: Vio/Media Kreatif

Dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyusun MUK LSP. Foto: Vio/Media Kreatif

Dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyusun MUK LSP. Foto: Vio/Media Kreatif

Mada mendorong para dosen memanfaatkan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) sebagai acuan dalam menyusun kurikulum dan RPS (Rencana Pembelajaran Semester).

Menurutnya, SKKNI dapat menjadi SOP (Standard Operating Procedure) di industri, MUK dalam sertifikasi, dan kurikulum berbasis kompetensi di pendidikan formal.

Apa yang diajarkan? Unit kompetensi. Apa yang disertifikasi? Unit kompetensi. Apa yang dilakukan di dunia kerja? Unit kompetensi,” tandas Mada.

Mada menekankan perlunya integrasi KKNI dalam penyusunan MUK. Menurutnya, KKNI tidak hanya menjadi acuan kurikulum, tetapi juga peta karir berbasis level kualifikasi (1-9) yang harus selaras dengan kebutuhan industri.

Di industri, kenaikan jabatan harus linier sesuai rumpun kompetensi. Misal, dari marketing ke keuangan itu tidak mungkin. Ini harus tercermin dalam skema sertifikasi,” jelasnya.

Ia mencontohkan kode okupasi internasional (misal: 2419 untuk Asesor Kompetensi) yang memudahkan rekognisi sertifikat di luar negeri.

Dalam Bimtek ini, seluruh peserta diajak menyusun MUK dengan memetakan tiga jalur pembelajaran, yakni jalur formal, pelatihan kerja, dan pengalaman kerja.

Multi entry multi exit system memungkinkan mahasiswa keluar masuk sesuai capaian pembelajaran. Jika putus studi, mereka tetap punya sertifikat kompetensi untuk bekerja,” ujarnya.

Peluang dan Tantangan LSP di Era Industri 5.0

Mada menyoroti pesatnya pertumbuhan LSP di sektor industri, seperti Pupuk Kaltim, FORNAS, dan PAMA. Ia mendorong perguruan tinggi untuk tidak ketinggalan dalam menyusun skema sertifikasi berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia).

Industri sudah mulai banyak memiliki LSP. Jika kampus tidak segera beradaptasi, lulusan kita akan kalah saing,” tandasnya.

Ia juga mengkritisi prodi seperti Hukum dan PAUD yang belum memiliki skema sertifikasi kuat serta mendorong asosiasi profesi untuk mengambil peran.

Di akhir sesi, Mada berpesan agar peserta memanfaatkan pelatihan ini untuk menyusun MUK yang terstruktur, relevan, dan berorientasi masa depan.

Bekali mahasiswa dengan sertifikat kompetensi sejak dini. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita agar mereka siap kerja, bahkan jika tidak menyelesaikan studi,” tuturnya.

Ia juga mengajak dosen mengadopsi SKKNI dalam penyusunan RPS (Rencana Pembelajaran Semester). “Dengan merujuk SKKNI, tugas-tugas perkuliahan bisa langsung selaras dengan unit kompetensi yang diuji di industri,” tambahnya.

Bimtek ini tidak hanya memperkuat kapasitas dosen dalam penyusunan MUK, tetapi juga menjadi momentum transformasi pendidikan tinggi yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar kerja.

Melalui integrasi KKNI, sertifikasi kompetensi diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan dunia akademik, pelatihan, dan industri. Di hari pertama pelaksanaan Bimtek MUK ini berhasil terkumpul usulan 21 skema sertifikasi kompetensi.

(SA/Kontributor)

Humas Universitas Mulia, 13 Februari 2025 – Universitas Mulia menyelenggaraan Mulia Expose 2025, acara pembuka Pekan Olahraga dan Seni pertama yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Bertempat di Ballroom Cheng Ho pada Jumat, 24 Januari 2025, acara ini berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan mahasiswa, pelajar SMA/SMK se-Balikpapan, serta masyarakat umum.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si, menyampaikan sambutan dalam pembukaan Mulia Expose 2025 di Ballroom Cheng Ho

Acara yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si. Turut hadir dalam peresmian tersebut jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor 1, 2, dan 3, para dekan fakultas, serta tim marketing Universitas Mulia. Kehadiran para pemimpin akademik ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang non-akademik.

Ketua BEM Universitas Mulia, Agung Widayanto, memberikan sambutan pada kegiatan Pekan Olahraga dan Seni.

Ketua BEM Universitas Mulia Agung Widayanto menegaskan bahwa Mulia Expose bukan sekadar seremoni pembukaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan mahasiswa. “Kami ingin menciptakan suasana kampus yang dinamis, di mana mahasiswa bisa menyalurkan bakat mereka di bidang olahraga dan seni serta membangun semangat kompetisi yang sehat,” ungkapnya.

Mahasiswa Universitas Mulia menampilkan atraksi seni tari yang memukau dalam pembukaan Mulia Expose 2025

Sejak awal, suasana Ballroom Cheng Ho dipenuhi antusiasme peserta. Beragam pertunjukan seni ditampilkan, mulai dari tarian tradisional, musik akustik, hingga teatrikal kreatif yang membius para hadirin. Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai cabang olahraga dan seni yang akan dipertandingkan selama Pekan Olahraga dan Seni Universitas Mulia.

Aksi spektakuler mahasiswa Universitas Mulia dalam atraksi pencak silat yang memeriahkan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam mengadakan kegiatan ini. “Mulia Expose adalah bukti bahwa mahasiswa Universitas Mulia tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki kreativitas dan keterampilan luar biasa dalam bidang seni dan olahraga. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terus berkembang dan berprestasi,” ujar beliau.

Foto bersama jajaran pimpinan Universitas Mulia, panitia, dan peserta sebagai simbol dimulainya Mulia Expose 2025

Dengan adanya Mulia Expose 2025, Universitas Mulia semakin meneguhkan diri sebagai kampus yang mendukung pengembangan soft skills mahasiswa melalui berbagai aktivitas positif. Pekan Olahraga dan Seni yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan diharapkan dapat menjadi ajang inspiratif bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat luas.

Sebagai penutup, panitia mengajak seluruh mahasiswa Universitas Mulia untuk berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan yang telah disiapkan. Dengan semangat sportivitas dan kreativitas, Mulia Expose 2025 menjadi langkah awal yang luar biasa untuk membangun solidaritas dan semangat berkompetisi di lingkungan kampus.

Humas UM (YMN)

Humas UM, 12 Februari 2025 – Universitas Mulia kembali menggelar Workshop Pengisian Beban Kinerja Dosen (BKD) sebagai bentuk pendampingan bagi dosen dalam memenuhi kewajiban pelaporan kinerja. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 3 Februari 2025 di Ruang Executive White Campus Universitas Mulia dan dihadiri oleh para dosen dari berbagai program studi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Ir. Wisnu Hera Pamungkas, S.Tp., M.Eng., menegaskan pentingnya pengisian BKD sebagai bagian dari kewajiban dosen yang dimonitor langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi.

“Kegiatan ini merupakan pendampingan untuk pengisian laporan BKD. Seperti yang kita ketahui, laporan BKD ini adalah kewajiban bagi dosen dan selalu dimonitor oleh kementerian. Indikator kinerja kita diukur melalui laman SISTER, sehingga kami menginisiasi kegiatan ini setiap akhir semester agar seluruh dosen semakin sadar akan kewajiban mereka,” ujar Wisnu.

Menurutnya, progres pengisian BKD di Universitas Mulia terus menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. “Pada semester-sebelumnya, tingkat pengisian BKD hanya sekitar 70%. Kemudian meningkat menjadi 90% di semester berikutnya. Harapannya, semester ini bisa mendekati 100%,” tambahnya.

Tampak seluruh peserta workshop memenuhi Ruang Executive White Campus Universitas Mulia, dengan suasana aktif dan interaktif dalam sesi pendampingan pengisian BKD. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh dosen memahami kewajiban pelaporan kinerja akademik mereka.

Meski demikian, tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah memastikan seluruh dosen mendapatkan status Memenuhi dalam pelaporan BKD. Beberapa dosen masih mengalami kendala dalam memenuhi beban kinerja, baik karena tidak melakukan penelitian, tidak menjalankan pengabdian kepada masyarakat, atau bahkan tidak mendapatkan beban mengajar dalam satu semester.

Para dosen Universitas Mulia serius mengikuti Workshop Pengisian BKD yang diselenggarakan di Ruang Executive White Campus pada Senin, 3 Februari 2025.

“Hal ini menyebabkan status dosen tersebut menjadi TM (Tidak Memenuhi). Oleh karena itu, dalam workshop ini kami ingin mengkaji bersama bagaimana kendala tersebut bisa diatasi. Misalnya, jika seorang dosen tidak memiliki beban mengajar, mereka bisa menutupnya dengan kinerja di bidang lain, sehingga tetap memenuhi standar yang ditetapkan,” jelas Wisnu.

Tim akademik Universitas Mulia memberikan pendampingan langsung kepada dosen dalam pengisian laporan BKD melalui laman SISTER untuk memastikan kelengkapan dan validitas data.

Dengan adanya workshop ini, Universitas Mulia berharap seluruh dosen dapat mengisi BKD dengan benar dan mendapatkan status Memenuhi secara keseluruhan. “Harapan kami, ke depan tidak ada lagi dosen yang mengalami kendala dalam BKD, sehingga seluruhnya dapat mencapai status memenuhi sesuai standar yang ditetapkan,” tutupnya.

Para dosen aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait kendala yang mereka hadapi dalam memenuhi beban kinerja akademik.

Workshop ini mendapat respons positif dari para peserta yang merasa terbantu dalam memahami tata cara pengisian BKD dan strategi untuk memenuhi beban kinerja dengan lebih optimal. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, Universitas Mulia terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan kepatuhan akademik di lingkungan perguruan tinggi.

Humas UM (YMN)