Ketika Career Development Center Universitas Mulia Membawa Mahasiswa Membaca Peluang Ekspor dari Balikpapan

Balikpapan, 13 Mei 2026—Di tengah kecenderungan lulusan perguruan tinggi yang masih memusatkan orientasi karier pada pekerjaan formal, Career Development Center (CDC) Universitas Mulia mulai mendorong mahasiswa untuk melihat ruang ekonomi yang lebih luas. Melalui studi lapangan kelas MAN6C ke Export Center Kementerian Perdagangan di Balikpapan dan Galeri UMKM Dekranasda Kalimantan Timur pada Rabu, 13 Mei 2026, mahasiswa diajak memahami bahwa perdagangan internasional dan ekosistem ekspor bukan sesuatu yang jauh dari lingkungan mereka sendiri.

Kunjungan tersebut mempertemukan mahasiswa dengan realitas dunia ekspor secara lebih konkret—mulai dari pemetaan komoditas unggulan daerah, peluang perdagangan lintas negara, hingga bagaimana produk lokal dapat bergerak memasuki pasar yang lebih luas. Di Export Center, rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Bapak Asmi dan mengikuti sesi diskusi mengenai potensi ekspor yang berkembang di Balikpapan dan Kalimantan Timur.

Bagi CDC Universitas Mulia, kegiatan semacam ini tidak diarahkan sekadar sebagai pelengkap pembelajaran kelas. Yang ingin dibangun adalah perubahan cara pandang mahasiswa terhadap daerahnya sendiri. Selama ini, banyak mahasiswa mengenal Balikpapan hanya sebagai ruang hidup atau kota industri. Padahal, di balik itu terdapat rantai ekonomi, perdagangan, dan potensi komoditas yang memiliki keterhubungan dengan pasar global.

Mahasiswa bersama Career Development Center Universitas Mulia mengikuti sesi diskusi dengan Export Center Kementerian Perdagangan di Balikpapan pada Rabu, 13 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, Bapak Asmi memperkenalkan potensi ekspor dan peluang perdagangan internasional yang berkembang di Balikpapan dan Kalimantan Timur.

Dr. Linda Fauziah, Kepala Career Development Center Universitas Mulia, menjelaskan bahwa mahasiswa perlu diperkenalkan pada cakrawala yang melampaui batas ruang dan waktu melalui pemahaman terhadap potensi ekspor. Menurutnya, pengenalan terhadap perdagangan internasional menjadi penting agar mahasiswa tidak tumbuh dengan perspektif karier yang terlalu sempit.

“Kami ingin membuka wawasan mahasiswa lebih luas lagi melalui pemahaman potensi ekspor,” ujarnya.

Pandangan tersebut berkaitan dengan upaya kampus mendorong mahasiswa agar tidak hanya hadir sebagai penonton dalam pergerakan ekonomi daerah. CDC melihat bahwa mahasiswa memiliki peluang untuk menjadi pelaku ekonomi, terutama ketika mereka mampu membaca potensi lokal sebagai bagian dari rantai perdagangan yang lebih besar.

Karena itu, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada teori ekspor, tetapi juga diajak melihat langsung produk-produk unggulan UMKM Kalimantan Timur di Galeri Dekranasda. Ratusan produk yang dipamerkan menjadi gambaran bahwa produk lokal dapat memiliki nilai ekonomi tinggi ketika mampu masuk ke ekosistem distribusi dan perdagangan yang tepat.

Dalam diskusi tersebut, CDC Universitas Mulia juga menyoroti kecenderungan banyak lulusan perguruan tinggi yang masih menempatkan diri semata sebagai pencari kerja. Menurut Dr. Linda, cara pandang itu perlu diperluas. Dunia usaha tidak selalu dimulai dari menciptakan produk baru, tetapi juga dapat tumbuh melalui jalur perdagangan, distribusi, dan kemampuan membaca pasar.

Mahasiswa Universitas Mulia menunjukkan berbagai produk unggulan UMKM Kalimantan Timur di Galeri Dekranasda sebagai bagian dari pembelajaran mengenai potensi produk lokal untuk memasuki pasar yang lebih luas melalui ekosistem ekspor.

“Berwirausaha tidak harus selalu menghasilkan produk baru. Jalur perdagangan juga bisa menjadi alternatif pilihan,” jelasnya.

Namun demikian, CDC mengakui bahwa membangun mentalitas kewirausahaan bukan proses yang sederhana. Salah satu tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk melihat peluang ekonomi di sekitarnya secara lebih aktif. Karena itu, kampus dinilai perlu menghadirkan ekosistem yang mampu menstimulasi keberanian tersebut melalui pengalaman langsung di lapangan.

Bagi Universitas Mulia, studi lapangan ke Export Center bukan sekadar kunjungan akademik, melainkan bagian dari proses mempertemukan mahasiswa dengan kemungkinan-kemungkinan ekonomi yang selama ini terasa jauh dari dunia kampus. Dari ruang diskusi perdagangan hingga etalase produk UMKM lokal, mahasiswa diajak memahami bahwa masa depan profesional tidak selalu bergerak pada jalur yang konvensional.

Melalui pendekatan semacam ini, Career Development Center Universitas Mulia tampaknya sedang mencoba menggeser orientasi mahasiswa—dari sekadar mempersiapkan diri memasuki dunia kerja menuju kemampuan membaca, memahami, dan mengambil posisi di dalam pergerakan ekonomi yang lebih luas. (YMN)