Tag Archive for: yayasan airlangga

Kamis, 19 Februari 2026—Yayasan Airlangga menggelar kegiatan Silaturahmi Keluarga Besar Yayasan Airlangga dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan yang mengusung tema “Sucikan Hati, Pererat Tali Silaturahmi Menuju Ramadhan yang Berkah” ini dilaksanakan di Ballroom Cheng Hoo, mulai pukul 09.00 WITA hingga 12.00 WITA.

Acara tersebut dihadiri oleh unsur SMK Airlangga, SMK IT Airlangga, SMP Plus Airlangga, Universitas Mulia, para guru, dosen, karyawan, serta para pimpinan institusi di bawah naungan Yayasan Airlangga.

Dalam momentum menyambut Ramadhan tersebut, Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. menyampaikan pandangannya terkait sikap Universitas Mulia dalam menyongsong bulan suci, khususnya dalam penguatan karakter sivitas akademika.

“Dari perspektif Yayasan, Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat nilai integritas, amanah, dan budaya kerja profesional di lingkungan Universitas Mulia,” ujarnya.

Dr. Agung menyampaikan muhasabah dalam rangka Silaturahmi Keluarga Besar Yayasan Airlangga menyambut Ramadan 1447 H di Ballroom Cheng Hoo, Rabu (18/2/2026).

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang diajarkan Ramadhan memiliki relevansi langsung dengan kehidupan kerja dan akademik. “Ramadhan mengajarkan kita tentang kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan dalam beramal. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Mulia untuk memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat integritas, dan meningkatkan kepedulian sosial,” jelasnya.

Menurutnya, penguatan karakter tersebut penting agar lingkungan akademik semakin tertata dan profesional. “Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan akademik yang lebih profesional, amanah, dan berintegritas,” tambahnya.

Dalam pesannya kepada sivitas akademika menjelang Ramadhan 1447 H, Dr. Agung kembali menekankan pentingnya etos kerja dan kepedulian sosial. “Pesan saya kepada sivitas akademika Universitas Mulia dalam menyambut Ramadhan tahun ini adalah untuk terus meningkatkan etos kerja, integritas, dan kepedulian sosial,” ungkapnya.

Suasana silaturahmi Keluarga Besar Yayasan Airlangga yang dihadiri unsur SMK Airlangga, SMK IT Airlangga, SMP Plus Airlangga, Universitas Mulia, serta para guru, dosen, karyawan, dan pimpinan institusi.

Ia juga mengajak seluruh unsur kampus menjadikan Ramadhan sebagai ruang perbaikan diri dan peningkatan kualitas kinerja. “Mari kita jadikan Ramadhan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas kerja, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, ia berharap Ramadhan tahun ini membawa dampak positif bagi seluruh keluarga besar Universitas Mulia. “Semoga Ramadhan tahun ini dapat membawa berkah dan kebaikan bagi kita semua, dan menjadikan Universitas Mulia sebagai institusi pendidikan yang lebih baik dan berintegritas,” pungkasnya. (YMN)

Balikpapan, 2 Februari 2026 — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar Sosialisasi Program Gratis Pol pada Kamis, 29 Januari 2026, di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia. Kegiatan ini mempertemukan Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol dengan pimpinan perguruan tinggi serta kepala program studi dari Balikpapan, Penajam, dan Tanah Grogot, guna memperkuat koordinasi pelaksanaan kebijakan pendidikan gratis di tingkat institusi.

Turut hadir Prof. Dr. Ir. Bohari Yusuf, M.Si. selaku Ketua Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol, Prof. Dr. H. Zulkarnain, M.Sc. sebagai Pengarah Tim, Dr. Mustahid Yusuf, M.Si., dan Drs. K.H. Nasikin sebagai anggota tim. Dari pihak tuan rumah hadir Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Rifai, M.Si., bersama para pimpinan perguruan tinggi dan kaprodi se-wilayah Balikpapan, Penajam, serta Tanah Grogot.

Dalam forum tersebut, Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., memaparkan pengalaman Universitas Mulia dalam mendukung sosialisasi Program Gratis Pol sejak awal peluncurannya satu tahun lalu. Ia menyebut bahwa pihak yayasan secara intensif berdiskusi dengan rektorat untuk menyiapkan kampus sebagai simpul informasi bagi masyarakat.

Dr. Agung menilai kebijakan pendidikan gratis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai salah satu program daerah yang menonjol secara nasional, melanjutkan tradisi kebijakan beasiswa yang telah dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur sebelumnya. Ia juga menyebut bahwa Kalimantan Timur bersama Riau termasuk provinsi yang memberikan kontribusi signifikan dalam pembiayaan pendidikan tinggi.

Upaya sosialisasi, lanjutnya, tidak berhenti di lingkungan kampus. Pihak Universitas Mulia memasang papan informasi berukuran besar di sejumlah titik kota Balikpapan dan secara berkelanjutan mengundang para ketua RT dari seluruh kecamatan—mulai dari Balikpapan Kota, Selatan, Barat, Timur, Utara, hingga Tengah—untuk mengikuti penjelasan langsung di Ballroom Cheng Hoo.

Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih karena RT merupakan garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada warga. Banyak di antara mereka yang semula meragukan keberadaan Program Gratis Pol, terutama karena cakupan usia hingga 25 tahun membuka peluang bagi lulusan SMA/SMK beberapa tahun sebelumnya. “Kami meminta para RT membantu menyebarkan informasi kepada warga yang telah lulus sekolah menengah tetapi masih memenuhi batas usia, agar mereka tidak kehilangan kesempatan melanjutkan studi,” jelasnya.

 

Seluruh pimpinan Universitas Mulia bersama peserta sosialisasi dan Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berfoto bersama usai kegiatan di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia.

Dr. Agung mengaitkan strategi komunikasi tersebut dengan meningkatnya jumlah mahasiswa baru di Universitas Mulia. Ia menyebut bahwa pemanfaatan Program Gratis Pol oleh masyarakat berkontribusi terhadap pertumbuhan pendaftar, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi bagi siswa yang sebelumnya menghadapi keterbatasan pembiayaan.

Ia juga mengakui masih adanya keraguan atau tanggapan negatif di sebagian masyarakat terhadap program tersebut, namun menilai hal itu sebagai dinamika wajar dalam implementasi kebijakan publik. Karena itu, ia mengajak seluruh perguruan tinggi untuk bersama-sama memperkuat sosialisasi serta merespons isu-isu yang berkembang secara cepat dan berbasis data.

Sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta, Dr. Agung menyampaikan keinginannya untuk melibatkan lebih banyak pimpinan kampus dalam mendukung Program Gratis Pol. Ia mengajak institusi pendidikan tinggi untuk aktif memberikan masukan apabila ditemukan kendala di lapangan, sekaligus menjaga agar diskursus publik tidak menegasikan upaya pemerintah provinsi dalam memperluas akses pendidikan.

“Kami merasakan bahwa semakin banyak siswa yang akhirnya dapat mengenyam pendidikan tinggi karena dibiayai oleh pemerintah daerah. Itu yang perlu kita jaga bersama,” pungkasnya. (YMN)

 

Balikpapan, 1 Januari 2026— Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia, Rabu pagi, 31 Desember 2025, tidak hanya menjadi ruang berkumpul. Sejak pukul 08.00 WITA, ruang itu menjelma menjadi lanskap perjumpaan—antara refleksi dan perayaan, antara tawa dan kesadaran. Di sanalah Yayasan Airlangga, menutup tahun 2025 melalui kegiatan Refleksi Penerapan Budaya Kerja Profesional dan Humanis dalam Membangun Karier dan Kesejahteraan Sosial, sebuah forum evaluasi yang dirancang tidak kaku, namun tetap bermakna dan berjarak dari seremoni formal semata.

Pimpinan Yayasan Airlangga berpose bersama peserta Refleksi Akhir Tahun 2025, menandai kebersamaan lintas peran dalam suasana kreatif dan penuh keakraban.

Seluruh unit di bawah naungan Yayasan Airlangga hadir lengkap: SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga, SMK TI Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, Universitas Mulia, PSDKU Universitas Mulia Samarinda, hingga jajaran rektorat, fakultas, tim media kreatif, serta tim Marketing Branding dan Inovasi. Kehadiran itu tidak hanya menandai keterpenuhan administrasi, melainkan memperlihatkan kesatuan kerja lintas jenjang pendidikan yang selama setahun terakhir bergerak dalam irama yang sama.

Dosen Universitas Mulia mengekspresikan imajinasi melalui kostum Dragon Ball dan abdi dalem Keraton Jawa, mencerminkan keberagaman ekspresi dalam ruang akademik.

Yang pertama menyapa mata justru bukan podium atau layar presentasi megatron, melainkan para peserta. Beragam kostum memenuhi ballroom: para guru senior yang bepakaian siswa SMEA, koboi lengkap dengan topi, tali laso, dan pistol mainan, tokoh Shaun the Sheep  dan teman-temannya bersama gembalanya, jaksa, hakim, narapidana, busana tradisional perempuan Korea, hingga kostum perempuan Tiongkok ala Dragon Ball. Imajinasi dibiarkan tumbuh tanpa sekat jabatan. Kreativitas hadir tanpa perlu legitimasi struktural.

Karyawan dan guru SMK TI Airlangga Samarinda berpose dengan pakaian unik sebagai simbol semangat kolektif dan kebersamaan dalam refleksi akhir tahun.

Sebelum acara resmi dimulai, satu per satu peserta berfoto di depan megatron yang menampilkan judul kegiatan. Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., bahkan secara spontan mengundang para pemakai kostum unik untuk berpose bersama. Ruang tunggu berubah menjadi ruang percakapan; hierarki mencair dalam candaan ringan.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, S.E., berpose bersama sang adik, Indah Sukmawati mengenakan busana Putri Kashmir , menghadirkan nuansa elegan dalam kebersamaan keluarga yayasan.

Acara kemudian dibuka oleh MC yang memanggil peserta untuk foto bersama keluarga besar Yayasan Airlangga, dipanggil per divisi. Untuk Universitas Mulia, pemanggilan dilakukan per fakultas, disusul rektorat, tim media kreatif, serta tim Marketing Branding dan Inovasi. Foto bersama itu bukan sekadar dokumentasi, melainkan penegasan simbolik bahwa lembaga ini bergerak sebagai satu tubuh, dengan peran yang saling menopang.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., menyampaikan sambutan dengan mengenakan kopiah ulat doyo khas Kutai sebagai penanda identitas lokal.

Dalam sambutannya, Dr. Agung mengakui keterkejutannya atas respons peserta. “Ketika diberikan kesempatan untuk menampilkan hal-hal yang unik, hasilnya di luar dugaan. Ini menunjukkan kreativitas tim Yayasan Airlangga yang luar biasa,” ujarnya, disambut tepuk tangan panjang.

Ia lalu mengapresiasi Ketua Dewan Pembina Universitas Mulia, Drs. Satria Darma, yang tampil dengan seragam tentara, sorban Palestina, dan kacamata hitam. Dengan gaya santai, Dr. Agung bahkan meminjamkan senapan mainan dari peserta berkostum koboi, seketika memancing gelak tawa dan tepuk tangan hadirin. Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, S.E., juga mendapat komentar hangat—busana yang dikenakannya disebut menyerupai putri Kashmir.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, S.E., menyampaikan sambutan reflektif dengan balutan busana Putri Kashmir di akhir tahun 2025.

Candaan terus mengalir: tentang koboi yang seolah menambatkan kuda di luar gedung, domba yang mungkin masih merumput di taman kampus, hingga kehati-hatian bercanda karena “hadir jaksa dan hakim” yang bisa saja mengadili. Humor hadir bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai bahasa kebersamaan.

Di tengah keceriaan itu, Dr. Agung menyelipkan candaan yang menyita perhatian hadirin. Ia menyebut adanya “peserta terjauh” yang hadir, yakni Bapak Muhammad Yani, yang disebutnya datang dari Melayu, Selangor. Ruangan sontak dipenuhi tawa. Candaan itu lahir dari busana yang dikenakan—menyerupai seorang Pangeran Melayu Selangor—padahal sejatinya beliau adalah dosen PSDKU Universitas Mulia Samarinda. Momen tersebut menjadi penanda bahwa ruang refleksi ini memberi tempat bagi keakraban, tanpa menanggalkan rasa hormat.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Drs. Satri Darma, menyampaikan sambutan dengan balutan seragam tentara dan sorban sebagai simbol refleksi, imajinasi, dan nilai kebangsaan.

Namun, tepat setelah tawa mereda, suasana perlahan berubah.

Dengan nada yang lebih tenang, Dr. Agung mengajak hadirin kembali pada makna refleksi. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan di bawah naungan Yayasan Airlangga—mereka yang bekerja dalam sunyi, menghidupkan sekolah dan kampus dengan dedikasi yang sering kali tak tercatat dalam laporan tahunan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas hal-hal yang belum optimal sepanjang 2025.

“Cahaya itu sudah mulai terlihat bersinar,” ucapnya, sembari mengingatkan bahwa harapan tetap tumbuh meski bangsa ini sedang diuji oleh bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Kalimat itu tidak diucapkan lantang, tetapi cukup untuk membuat ruangan kembali hening. Sebab setiap orang di sana memahami bahwa institusi ini berdiri bukan hanya oleh kebijakan, melainkan oleh manusia-manusia yang setia menjaganya.

Perwakilan FEB Universitas Mulia berpose mengenakan kostum domba dan gembala, menghadirkan pesan kebersamaan dan kepemimpinan dalam balutan kreativitas.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, dalam sambutannya mengaku terkejut sekaligus bangga atas kemeriahan dan keunikan refleksi tahun ini. Ia bahkan mewacanakan kegiatan serupa sebagai agenda tahunan, lengkap dengan lomba kostum unik. Di balik candaan tentang pakaian Kaipang dan Yasir Arafat, ia mengajak seluruh keluarga besar yayasan untuk bersyukur dan menengok kembali perjalanan setahun terakhir. “Prestasi-prestasi yang ditampilkan dalam Rakor dan Raker menunjukkan bahwa kita tidak berjalan sendiri. Tidak ada yang tertinggal. Kita maju bersama,” ujarnya.

Refleksi semakin menemukan kedalaman ketika Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Drs. Satri Darma, menyampaikan sambutan. Ia mengisahkan seragam tentara yang dikenakannya—dibeli saat perjalanan ke Hainan dan baru pertama kali digunakan—serta keffiyeh hadiah umrah dari putranya. Ia kemudian mengutip Albert Einstein: Imagination is more important than knowledge.

Pemotongan tumpeng menjadi penanda syukur dan penutup rangkaian Refleksi Akhir Tahun Yayasan Airlangga 2025.

Menurutnya, ilmu pengetahuan berangkat dari imajinasi, dan hari itu ia menyaksikan langsung bagaimana imajinasi hidup di tengah keluarga besar Yayasan Airlangga. “Ini tahun yang baik. Kita berdoa agar 2026 jauh lebih baik,” tuturnya.

Puncak refleksi emosional hadir saat diputar Kaleidoskop 2025 Yayasan Airlangga, disusul film Memorable dengan narasi yang disampaikan langsung oleh Dr. Agung. Ruangan yang sejak pagi dipenuhi tawa mendadak senyap. Layar menampilkan wajah-wajah yang telah mendahului, namun jasanya tertanam kuat dalam fondasi yayasan: almarhum Ayahanda Hasyim Mahmud dan Ibunda Hafsah Ismail, keluarga yayasan lainnya, serta para dosen, guru, tenaga kependidikan, dan karyawan yang telah berpulang.

Pada momen itu, refleksi tidak lagi berbicara tentang capaian atau target. Ia menjelma menjadi pengakuan sunyi bahwa pendidikan adalah kerja panjang lintas generasi. Ada yang memulai, ada yang melanjutkan, dan ada yang menyempurnakan—sering kali tanpa sempat menyaksikan hasil akhirnya. Beberapa mata tampak berkaca-kaca. Beberapa kepala tertunduk. Tidak ada tepuk tangan, karena rasa hormat tidak selalu membutuhkan suara.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, S.E., menyerahkan penghargaan Website Terbaik kepada Tim Kerja Sama dan Humas Universitas Mulia.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Ketua Yayasan Airlangga, dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, dilanjutkan dengan pembagian hadiah Lomba Dies Natalis Yayasan Airlangga serta penghargaan Yayasan Airlangga 2025.

Menutup 2025, Yayasan Airlangga tidak sekadar mengganti angka kalender. Ia merawat ingatan, meneguhkan nilai, dan mengikat kembali komitmen bersama—melangkah ke 2026 dengan kesadaran bahwa profesionalisme hanya akan bermakna jika berjalan seiring dengan kemanusiaan, dan bahwa cahaya yang disebut pagi itu adalah nyala sinar kolektif yang harus dijaga bersama. (YMN)

Balikpapan, 19 Desember 2025 — Direktur Eksekutif Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., menempatkan perguruan tinggi sebagai instrumen kebijakan publik yang berperan langsung dalam memperluas partisipasi pendidikan tinggi dan memperkuat kapasitas pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Dr. Agung memberikan perhatian khusus pada kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui program Gratis Pol, yang menyediakan dukungan pembiayaan pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Kalimantan Timur. Program tersebut mencakup bantuan biaya pendidikan hingga Rp5.000.000 per semester selama empat tahun, sebuah skema yang dinilainya memiliki implikasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia daerah.

Ketua Senat Universitas Mulia bersama para anggota Senat berfoto bersama sebelum memasuki ruang Sidang Senat Terbuka di Ballroom Cheng Hoo, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, keputusan pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran pendidikan pada skala tersebut merupakan langkah kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan akses pendidikan tinggi. Dampak tersebut, lanjutnya, telah dirasakan Universitas Mulia melalui peningkatan jumlah mahasiswa baru, terutama dari kelompok masyarakat yang sebelumnya menghadapi hambatan ekonomi dalam melanjutkan studi.

“Mahasiswa yang sebelumnya berada di luar jangkauan pendidikan tinggi kini memiliki ruang untuk masuk dan bertahan di perguruan tinggi. Dalam konteks daerah, ini merupakan investasi sumber daya manusia, bukan sekadar bantuan biaya,” ujarnya.

Dr. Agung juga menegaskan bahwa Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis perlu diposisikan sebagai forum refleksi institusional. Menurutnya, peringatan Dies Natalis menjadi sarana untuk menilai perjalanan universitas secara kritis, membaca capaian yang telah diraih, serta merumuskan arah pengembangan Universitas Mulia secara terukur.

Dalam kerangka visi jangka panjang, ia menyampaikan bahwa Universitas Mulia diarahkan untuk berkembang sebagai global technopreneur campus pada tahun 2045. Orientasi tersebut mencakup penguatan pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi yang mampu berkompetisi pada skala internasional, sejalan dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga menyerahkan cendera mata kepada Kepala BRIDA Kalimantan Timur sebagai bentuk apresiasi dan penguatan hubungan kelembagaan.

Meninjau perjalanan tujuh tahun Universitas Mulia, Dr. Agung mengakui bahwa institusi ini menghadapi dinamika dan tantangan kelembagaan. Namun demikian, melalui koordinasi antara Yayasan, Senat Universitas, pimpinan universitas, dan sivitas akademika, Universitas Mulia dinilai terus mengalami penguatan kapasitas dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Ia juga menekankan fungsi Senat Universitas sebagai otoritas normatif-akademik yang berperan menjaga integritas, mutu akademik, dan konsistensi penyelenggaraan Tridarma agar tetap selaras dengan visi dan misi universitas.

Lebih lanjut, Dr. Agung menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu memastikan hasil pengembangan ilmu pengetahuan memiliki relevansi sosial. Dalam konteks Kalimantan Timur sebagai wilayah kaya sumber daya alam, riset dan pengabdian masyarakat dipandang memiliki peran penting dalam mendorong praktik pembangunan yang berbasis pengetahuan dan pencegahan risiko bencana.

Ia menilai bahwa pengalaman sejumlah daerah lain menunjukkan bagaimana pengelolaan sumber daya tanpa basis keilmuan dan partisipasi publik dapat menimbulkan persoalan struktural. Oleh karena itu, kontribusi universitas melalui riset terapan dan pengabdian masyarakat menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Para tamu undangan berpose bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Drs. Satri Darma, pada rangkaian acara Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia.

Menutup sambutannya, Dr. Agung menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia. Ia berharap Universitas Mulia terus memperkuat kapasitas akademik dan kelembagaannya agar mampu berperan secara relevan dalam menjawab kebutuhan pembangunan daerah. (YMN)

Balikpapan, 16 Desember 2025— Pelaksanaan Airlangga Saptalomba Internal Championship (ASIC) Vol. 1 dalam rangka Dies Natalis Yayasan Airlangga memperlihatkan bahwa kompetisi olahraga dan rekreasi internal tidak semata berfungsi sebagai ajang lomba, tetapi juga sebagai medium pembelajaran sosial dan kelembagaan. Hingga pertengahan Desember 2025, empat cabang lomba telah rampung dilaksanakan, yakni futsal, badminton, catur, dan tenis meja, sementara tiga agenda lain—Tumpeng Competition, Jalan Santai, dan Fun Quiz—dijadwalkan berlangsung pada 20 Desember 2025.

Ketua Panitia Dies Natalis Yayasan Airlangga, Dicky Satrio Ikhsan Utomo, S.Kom., M.Kom., menilai pelaksanaan lomba sejauh ini berjalan dalam koridor yang terorganisasi dengan baik dan menunjukkan tingkat partisipasi yang konsisten dari seluruh unit. Menurutnya, keberhasilan panitia bukan hanya terletak pada kelancaran teknis, tetapi pada tumbuhnya iklim kompetisi yang sehat dan partisipatif.

Ketua Panitia Dies Natalis Yayasan Airlangga, Dicky Satrio Ikhsan Utomo, S.Kom., M.Kom.

“Tahun ini, dinamika pertandingan terasa lebih hidup. Beberapa cabang bahkan menunjukkan peningkatan kualitas kompetisi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Dicky.

Kompetisi yang Menguji Strategi, Bukan Sekadar Keterampilan

Dari sejumlah cabang yang telah dipertandingkan, futsal dan badminton menjadi dua nomor yang paling menyita perhatian. Kedua cabang ini dinilai paling kompetitif, terutama dengan munculnya divisi Tendik Universitas Mulia sebagai penantang baru yang mampu mengubah peta persaingan.

Pada cabang catur, Universitas Mulia keluar sebagai juara setelah memimpin klasemen akhir dengan 9 poin, hasil dari tiga kemenangan dan satu kekalahan. Keunggulan Universitas Mulia tidak hanya ditentukan oleh jumlah kemenangan, tetapi juga oleh efektivitas strategi permainan, tercermin dari selisih poin papan yang lebih baik dibandingkan pesaing terdekatnya, Tendik UM Airlangga, yang juga mengoleksi 9 poin namun memiliki selisih nol. Sementara SMK Airlangga menempati posisi ketiga, disusul Yayasan Airlangga dan SMP Airlangga.

Di badminton, dominasi Tendik UM terlihat lebih tegas. Menyapu bersih seluruh pertandingan, Tendik UM meraih medali emas dengan catatan empat kemenangan, 12 poin, dan selisih angka +12. Konsistensi permainan dan kedalaman tim menjadi faktor kunci, sementara SMK Airlangga dan Universitas Mulia masing-masing mengamankan perak dan perunggu.

Adapun di futsal, Universitas Mulia tampil sebagai juara dengan performa ofensif yang mencolok. Dari empat pertandingan, tim ini mencetak 16 gol dan hanya kebobolan dua kali, menghasilkan selisih gol +14. Capaian ini menegaskan bahwa keunggulan tidak hanya dibangun dari kemampuan individu, tetapi dari koordinasi tim dan pengelolaan strategi pertandingan. Tendik UM menyusul di posisi kedua, diikuti BPH Yayasan dan SMK Airlangga yang bersaing ketat di papan tengah.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., berhadapan dengan H. M. Rizal Effendi, S.E., dalam salah satu pertandingan cabang olahraga pada rangkaian ASIC Vol. 1.

Sistem Beregu dan Pembentukan Kohesi Antarunit

Salah satu pendekatan yang secara sadar diterapkan panitia pada ASIC Vol. 1 adalah penekanan pada sistem beregu. Bagi Dicky, pilihan ini bukan tanpa alasan. Sistem beregu mendorong setiap unit untuk membangun komunikasi internal, membagi peran, serta merumuskan strategi secara kolektif.

“Pemenang tahun ini bukan hasil kerja individual. Setiap tim dipaksa untuk duduk bersama, menyusun strategi, dan saling menutupi kekurangan,” jelasnya.

Pendekatan ini berdampak langsung pada interaksi lintas unit pendidikan di bawah Yayasan Airlangga. Guru, tenaga kependidikan, dan civitas akademika dari berbagai jenjang tidak lagi bertemu dalam konteks struktural formal, tetapi dalam ruang sosial yang setara dan kolaboratif.

Kaprodi Hukum Universitas Mulia, Ashar, melepaskan tendangan (shoot) ke arah gawang lawan pada pertandingan futsal ASIC Vol. 1.

Partisipasi sebagai Pernyataan Komitmen

Di tengah persaingan yang ketat, terdapat pula cerita-cerita kecil yang justru merepresentasikan makna Dies Natalis secara lebih substantif. Salah satunya datang dari SMP Airlangga, yang hanya berbekal empat orang peserta, namun tetap mengikuti seluruh cabang lomba hingga tuntas.

Bagi panitia, partisipasi tersebut tidak dapat diukur dengan medali atau peringkat.

“Ini soal komitmen dan semangat kebersamaan. Dengan keterbatasan personel, mereka tetap hadir dan menyelesaikan semua lomba,” ungkap Dicky.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Mulia, Wibisono bersiap menangkis serangan lawan dalam pertandingan bulu tangkis ASIC Vol. 1.

Klasemen Medali dan Dinamika yang Masih Terbuka

Secara agregat, klasemen sementara perolehan medali menunjukkan persaingan yang masih terbuka. Universitas Mulia dan Tendik UM sama-sama mengoleksi tiga medali, dengan komposisi yang berbeda—Universitas Mulia unggul pada emas, sementara Tendik UM kuat di perak. SMK Airlangga menyusul dengan tiga medali, sedangkan BPH Yayasan dan SMP Airlangga masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi pada cabang yang belum dipertandingkan.

Dengan masih tersisanya beberapa agenda utama, ASIC Vol. 1 belum mencapai klimaksnya. Namun satu hal yang sudah terbaca jelas: Dies Natalis Yayasan Airlangga tahun ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi ruang aktualisasi nilai kerja sama, strategi kolektif, dan kohesi kelembagaan—nilai-nilai yang relevan dengan denyut kehidupan akademik itu sendiri. (YMN)

Lisda, dosen PGPAUD Universitas Mulia, melakukan smash untuk menyambut bola dari tim lawan pada pertandingan tenis meja dalam rangkaian ASIC Vol. 1.

 

Balikpapan, 23 November 2025 Pelaksanaan asesmen lapangan Akreditasi Institusi Universitas Mulia selama tiga hari, 20–22 November 2025, ditutup dengan suasana haru sekaligus optimisme. Visitasi oleh tim asesor BAN-PT menjadi momentum penting bagi UM untuk menegaskan komitmen dan arah transformasi pendidikan tinggi di Kalimantan Timur.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran asesor adalah momen yang sangat dinantikan setelah satu tahun mengajukan dokumen borang. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penantian itu bukan sekadar menunggu hasil akreditasi, tetapi menunggu masukan objektif untuk percepatan pengembangan institusi.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si., menyampaikan sambutan pembuka visitasi Akreditasi Institusi BAN-PT.

“Satu tahun ini seperti menunggu seseorang yang dicintai. Kami sangat menunggu visitasi karena kami meyakini penilaian pihak luar jauh lebih objektif dibanding menilai diri sendiri. Dan ketika kami mendapat kabar kedatangan tiga pakar ini, benar-benar seperti pucuk dicinta ulam pun tiba,” ujar Prof. Ahsin.

Kedatangan tiga asesor BAN-PT pada visitasi tahun ini sekaligus menjadi kehormatan tersendiri bagi Universitas Mulia. Para pakar nasional tersebut—Prof. Dr. Ir. Ansar Suyuti, M.T. dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Pupung Purnamasari, S.E., M.Si., Ak., CA. dari Universitas Islam Bandung, serta Dr. Aan Listiana, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Pendidikan Indonesia—memberikan perspektif lintas-disiplin mulai dari tata kelola pendidikan, pengelolaan akademik dan keuangan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Interaksi sepanjang visitasi berlangsung hangat, kritis, dan konstruktif sehingga evaluasi yang diberikan tidak hanya terasa sebagai proses penilaian, tetapi sebagai dorongan strategis untuk mengakselerasi mutu Universitas Mulia dalam waktu yang lebih cepat.

Rektor kemudian menegaskan bahwa selama tujuh tahun perjalanan sebagai universitas, UM telah berupaya menyesuaikan seluruh tata kelola pendidikan dengan peraturan nasional dan standar BAN-PT—mulai dari penataan visi-misi, peningkatan mutu SDM, penjaminan mutu, peningkatan layanan akademik dan keuangan, hingga kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Prof. Ahsin menambahkan bahwa akreditasi bukan garis akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih maju.

“Kami berharap kritik dan saran asesor menjadi kompas bagi pengembangan UM ke depan. Apa yang belum tepat diperbaiki, apa yang kurang dilengkapi, sehingga mutu UM berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Yayasan: Perjalanan Panjang dan Rasa Syukur atas Kemajuan UM

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga Balikpapan, Dr. Agung Sakti Probadi, M.H., S.H., menggambarkan akreditasi sebagai “ujian terbuka yang membuka seluruh isi tubuh.” Ia memahami dinamika dan ketegangan yang dihadapi pimpinan universitas, namun menegaskan bahwa akreditasi menjadi instrumen penting untuk menguatkan kepercayaan publik.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga Balikpapan, Dr. Agung Sakti Probadi, M.H., S.H., memberikan sambutan dan dukungan penuh terhadap penguatan mutu dan pengembangan Universitas Mulia.

 

Dr. Agung kemudian menguraikan perjalanan panjang Yayasan sejak 1993 hingga berkembang menjadi Universitas Mulia pada 2019, beserta ekspansi yang dilakukan hingga hari ini.
“Sejak Prof. Ahsin bersedia memimpin Universitas Mulia, perkembangan sangat terasa. Dalam tahun ketiga kepemimpinan beliau kami sudah bisa mengakuisisi perguruan tinggi di Kolaka, membuka fakultas baru, dan insya Allah enam program studi sedang dalam proses pembukaan,” jelasnya.

Ia menutup sambutan dengan penegasan bahwa kerja keras dalam proses akreditasi bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk dituai. Ia berharap Allah membalas seluruh ikhtiar itu dengan kemudahan dan keberkahan bagi pengembangan Universitas Mulia pada fase berikutnya.

Asesor BAN-PT: Kami Datang untuk Membantu, Bukan Menghakimi

Asesor BAN-PT, Prof. Dr. Ansar Suyuti, M.T., menegaskan bahwa kedatangan tim asesor bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memotret kondisi objektif dan membuka ruang dialog perbaikan.

“Kami datang sebagai juru potret. Tugas kami bukan memeriksa, tetapi membantu Bapak/Ibu mendapatkan hasil yang optimum. Kalau ada sesuatu yang sudah berubah menjadi lebih baik, itu juga harus diakui,” ucapnya.

Asesor BAN-PT, Prof. Dr. Ansar Suyuti, M.T., memberikan arahan pada sesi pembukaan asesmen lapangan Akreditasi Institusi Universitas Mulia, dengan penekanan pada upaya berkelanjutan peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Prof. Ansar juga menyoroti perubahan kebutuhan pendidikan akibat perkembangan teknologi dari era digital menuju era kuantum, serta pentingnya kesiapan perguruan tinggi menghadapi perubahan tersebut.
“Tugas seluruh pimpinan adalah memastikan UM menjadi tempat terbaik bagi masyarakat untuk menuntut ilmu. Tugas itu tidak ringan, tapi sangat mulia,” tegasnya.

Optimisme Pasca Akreditasi

Seluruh rangkaian visitasi ditutup dengan suasana penuh harapan. Bagi Universitas Mulia, akreditasi bukan sekadar evaluasi dokumen, tetapi proses refleksi kolektif mengenai masa depan institusi.

Dengan dukungan penuh Yayasan, pimpinan, sivitas akademika, dan alumni, UM menegaskan arah pengabdian pendidikannya: membangun Balikpapan sebagai fondasi, memperkuat Samarinda sebagai mitra strategis, memperluas Kolaka sebagai kawasan pertumbuhan baru, dan berkontribusi bagi Indonesia sebagai tujuan akhir. (YMN)

Foto bersama sivitas Universitas Mulia. Foto: Media Kreatif

UM – Yayasan Airlangga menggelar Family Day yang berlangsung di Kampus Universitas Mulia, Sabtu (26/4). Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan, karyawan serta anggota keluarga, sebagai bagian dari komitmen yayasan memupuk budaya kekeluargaan di lingkungan kerja.

Acara diawali dengan kegiatan senam bersama seluruh peserta. Hadir Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i beserta Wakil Rektor dan jajaran meramaikan. Turut hadir pula para pimpinan, guru, dan anggota keluarga dari sekolah di bawah naungan Yayasan Airlangga.

Di antaranya, SMK Airlangga Balikpapan, SMKTI Airlangga Samarinda, PSDKU Universitas Mulia Samarinda, SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan, SMP Plus Airlangga Balikpapan, dan lainnya.

Usai senam bersama, kegiatan dilanjutkan dengan jalan sehat melewati permukiman di sekitar kampus. Setelahnya, para peserta beserta keluarga menikmati serangkaian kegiatan yang bertujuan mempererat tali silaturahmi.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas cuaca pagi yang cerah. Hal ini tentu saja mendukung kelancaran jalannya kegiatan, meskipun hujan sempat mengguyur malam hari.

Dr. Agung menyoroti pentingnya kebersamaan dan keterlibatan keluarga dalam setiap aspek perkembangan yayasan. Ia menceritakan sejarah panjang Yayasan Airlangga yang telah membudayakan lingkungan kerja yang ramah keluarga.

Dicontohkan, pada masa awal pendirian Yayasan Airlangga tahun 1993, pengurus yayasan seperti Ibu Eli dan Ibu Ririn kerap membawa serta anak-anak ke kantor sembari bekerja.

“Bahkan ada yang tidur di bawah meja saat orang tuanya bekerja,” ujar Dr. Agung. Ia memperhatikan bagaimana peran anak-anak turut terlibat dan terintegrasi dalam aktivitas harian yayasan sejak dini.

“Menariknya, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan tersebut kini telah beranjak dewasa dan bahkan mengambil peran penting, seperti Mas Irfan, putra Ibu Eli, yang menjadi Ketua Panitia kegiatan hari ini, dan Iqbal Arda Pratama,” ungkap Dr. Agung.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran fisik para karyawan, tetapi juga menciptakan suasana kerja yang harmonis dan suportif, yakni karyawan merasa menjadi bagian dari keluarga besar Yayasan Airlangga.

Dr. Agung berharap kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat ikatan antar individu dan hubungan kekeluargaan yang semakin erat.

Kegiatan berikutnya diisi dengan pembagian hadiah kepada seluruh peserta yang beruntung. Acara ditutup dengan penyerahan hadiah utama berupa kulkas dua pintu diraih oleh Firmansyah, Kepala SMK Kesehatan Airlangga.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti dan Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa'i melepas peserta jalan sehat. Foto: Media Kreatif

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti dan Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i melepas peserta jalan sehat. Foto: Media Kreatif

Dekan FEB Dr. Ivan Armawan bersama-sama mengikuti jalan sehat. Foto: Media Kreatif

Dekan FEB Dr. Ivan Armawan bersama-sama mengikuti jalan sehat. Foto: Media Kreatif

Hadiah utama kulkas dua pintu yang diundi dan diraih peserta beruntung, Firmansyah, Kepala SMK Kesehatan Airlangga. Foto: Media Kreatif

Hadiah utama kulkas dua pintu yang diundi dan diraih peserta beruntung, Firmansyah, Kepala SMK Kesehatan Airlangga. Foto: Media Kreatif

Siswa-siswi SMK Kesehatan Airlangga di Pasar Pagi Mulia. Mereka menyediakan produk minuman serbuk jahe Kuy Jahe. Foto: SA/Kontributor

Siswa-siswi SMK Kesehatan Airlangga di Pasar Pagi Mulia. Mereka menyediakan produk minuman serbuk jahe Kuy Jahe. Foto: SA/Kontributor

Pasar Pagi Mulia

Pagi itu, di halaman kampus juga terbuka berbagai stand penjual aneka makanan dan minuman serta fashion. Beberapa stand dengan jumlah terbatas ditempati oleh pelaku usaha UMKM, yang berasal dari mahasiswa hingga masyarakat umum.

Stand-stand tersebut disediakan oleh panitia yang tergabung dalam komunitas Pasar Pagi Mulia. Sehari sebelumnya, turut meramaikan guru dan siswa-siswi dari SMK dan SMP di bawah Yayasan Airlangga.

Bahkan, SMK Kesehatan Airlangga turut mengisi stand dan menjual produk komersial minuman Serbuk Jahe Merah Kuy Jahe. Produk ini dikemas cukup apik dan berkelas. Memiliki komposisi jahe merah, gula pasir, serai, kayu manis, dan cengkeh.

Kuy Jahe bisa diseduh langsung dengan air hangat untuk diminum. Aroma dan rasa jahenya yang kuat membuat tubuh terasa hangat. Kuy Jahe dapat dicampur dengan kopi, membuat rasa kopi dan jahe semakin kuat.

Untuk berat 150 gram dijual dengan harga Rp 25 ribu. Pembeli dapat melakukan transaksi secara tunai maupun menggunakan QRIS yang dikelola oleh sekolah.

(SA/Kontributor)

Foto bersama sivitas Universitas Mulia bersama Rektor dan para pimpinan Yayasan Airlangga, Kamis (27/3). Foto: Vio/Media Kreatif

UM – Suasana kebersamaan dan ungkapan syukur menyelimuti acara silaturahmi yang digelar oleh Yayasan Airlangga di Ballroom Cheng Ho, Kamis (27/3). Memasuki hari ke-27 Ramadan, merupakan momen penting keluarga besar yayasan mempererat tali persaudaraan, mendoakan sesama, dan menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Dalam kesempatan ini, Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i bersama dengan pimpinan Yayasan Airlangga, H. Satria Dharma selaku Pembina Yayasan, Hj. Mulia Hayati Devianti selaku Ketua Yayasan dan Dr. Agung Sakti Pribadi turut memberikan sambutan. Turut mendampingi, jajaran pengurus Yayasan Airlangga.

Acara dibuka dengan ungkapan rasa syukur atas nikmat kesehatan dan iman yang memungkinkan seluruh hadirin menjalankan ibadah puasa dan berkumpul. Dr. Agung Sakti menekankan pentingnya momen Ramadan dan Idul Fitri untuk memperkuat hubungan kekeluargaan dan silaturahmi.

Hal ini sejalan dengan tradisi mudik atau pulang kampung. Banyak karyawan yang kembali ke kampung halaman masing-masing. Doa pun dipanjatkan agar perjalanan mudik berjalan aman lancar dan selamat.

Dalam kesempatan ini, turut mengenang karyawan yang telah berpulang, yakni almarhumah Eva Octavia Anggraeni. “Itulah satu-satunya karyawan paling lama bekerja. Kita doakan mudah-mudahan Mbak Eva ini diterima di sisi Allah Subhanahu wa Taala,” ujar Dr. Agung.

Dr. Agung juga menyebut karyawan senior lainnya seperti Pak Koming, juga turut memperkenalkan beberapa staf baru yang bergabung bersama yayasan yang kini memiliki kurang lebih 400 orang karyawan.

Senada, Ketua Yayasan Hj. Mulia Hayati mengatakan acara silaturahmi ini memiliki nuansa haru dan kehangatan. Hj. Mulia mengungkapkan rasa bahagianya dapat berkumpul meski di tengah ibadah puasa. Ia mengapresiasi semangat para hadirin yang tetap terlihat segar.

Hj. Mulia berbagi cerita tentang bagaimana tradisi berkumpul keluarga berubah setelah orang tua tiada. Oleh karena itu, Ia mengingatkan betapa pentingnya mendapatkan momen berkumpul bersama orang tua selagi ada kesempatan.

Secara khusus, Hj. Mulia mendoakan kelancaran perjalanan bagi karyawan yang akan pulang kampung atau mudik. Karyawan melakukan perjalanan jauh hingga ke luar pulau untuk bertemu keluarga dan handai taulan.

“Yang pulang kampung, Ibu ucapkan selamat berlebaran. Semoga berangkat dan pulang selamat dan sehat,” ujar Hj. Mulia.

Dr. Agung Sakti Pribadi menyambut positif program Gratispol di Universitas Mulia. Foto: Vio/Media Kreatif

Dr. Agung Sakti Pribadi menyambut positif program Gratispol di Universitas Mulia. Tampak Hj. Mulia Hayati Devianti, H. Satria Dharma, Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, dan Kepala SMK Airlangga Saeful, S.Pd beserta jajaran pengurus yayasan. Foto: Vio/Media Kreatif

Peserta acara silaturahmi Yayasan Airlangga menyambut Idulfitri 1446 H. Foto: Vio/Media Kreatif

Peserta acara silaturahmi Yayasan Airlangga menyambut Idulfitri 1446 H. Foto: Vio/Media Kreatif

Apresiasi untuk Kemudahan Mudik dan Wujud Syukur Lainnya

H. Satria Dharma, selaku Pembina Yayasan, mengapresiasi semangat silaturahmi. Dalam kesempatan ini, secara khusus memberikan perhatian pada program Mudik Gratis yang digagas pemerintah serta berbagai institusi seperti Pegadaian dan Dinas Perhubungan.

“Setahu saya, mudik gratis itu baru dimulai tahun 2022. Program mudik gratis itu luar biasa,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia menekankan kepada seluruh karyawan pentingnya memiliki rasa syukur dan secara aktif menyampaikannya kepada pihak penyelenggara, seperti pemerintah, Pegadaian, atau Dinas Perhubungan.

“Tolong, begitu sampai di tempat (mudik), kirim WA, ‘Terima kasih kepada pemerintah, Pegadaian, atau Dinas Perhubungan…’ Ini penting ya… Artinya kita adalah orang yang bisa berterima kasih,” pesannya.

Lebih lanjut, Pak Satria, demikian biasa disapa, mengingatkan agar tidak melupakan fasilitas lain yang telah disediakan pemerintah, seperti BPJS Kesehatan, yang seringkali “tidak kita syukuri”, padahal manfaatnya sangat besar.

Pak Satria menegaskan kondisi yayasan saat ini masih stabil, lantaran terbukti memiliki kemampuan memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) kepada ratusan karyawan. “Artinya, kita itu masih baik-baik saja,” simpulnya.

Ia menyayangkan sikap sebagian masyarakat yang hanya bisa menghujat pemerintah saja, tapi tidak bisa membantu apapun. Seraya mengingatkan bahwa barang siapa yang bersyukur, maka akan ditambah nikmatnya.

Keunggulan Universitas Mulia dalam Program Gratispol

Salah satu materi utama dalam silaturahmi ini adalah pemaparan Dr. Agung tentang program Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyelenggarakan program Gratispol pendidikan tinggi.

Program yang masih menunggu persetujuan Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) ini direncanakan akan memberikan dukungan finansial signifikan bagi mahasiswa S1 dan D3 sebesar Rp 5 juta per semester selama masa studi normal (4 tahun untuk S1).

Jumlah dukungan bahkan lebih tinggi untuk program studi tertentu, seperti Farmasi (Rp 7,5 juta dari pemerintah), Kedokteran (Rp 15 juta), S2 (Rp 10 juta), S3 (Rp 15 juta), hingga Profesi Spesialis (Rp 17,5 juta).

Meski demikian, biaya kuliah di beberapa prodi di Universitas Mulia, seperti Farmasi malah lebih tinggi (sekitar Rp 10 juta). Namun, dengan adanya program Gratispol ini diharapkan akan membantu mengurangi beban mahasiswa.

Seiring dengan potensi ini, Universitas Mulia telah membuka beberapa program studi baru yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan IKN, yaitu Teknik Industri, Teknik Sipil, Desain Komunikasi Visual (DKV) serta Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

Penting untuk dicatat oleh calon pendaftar mahasiswa baru, untuk sementara waktu, syarat KTP Kaltim kemungkinan masih belum diberlakukan.

Hal ini tentu membuka peluang bagi siapa saja yang ingin berkuliah di Kaltim dalam memanfaatkan program Gratispol ini, jika disetujui. Namun, ditegaskan bahwa program ini memiliki kuota terbatas.

Melihat potensi program “Gratispol” yang besar ini, para pimpinan yayasan, termasuk Rektor Universitas Mulia, mendorong seluruh keluarga besar yayasan dan Universitas Mulia untuk menyebarkan program ini.

Demikian juga kepada sanak saudara, tetangga, atau kenalan yang memenuhi syarat, misalnya, usia di bawah 30 tahun untuk program pendidikan S1 agar segera mendaftar di Universitas Mulia.

Khusus untuk alumni SMK Airlangga, calon mahasiswa akan mendapatkan keuntungan adanya potongan biaya tambahan, yang memungkinkan dapat menikmati pendidikan gratis secara penuh jika program pemerintah ini berjalan.

Adapun mekanisme pendaftaran awal tetap berjalan seperti biasa, namun jika dana pemerintah cair, uang kuliah yang sudah dibayarkan akan dikembalikan.

Dr. Agung melihat program ini sebagai investasi strategis pemerintah daerah yang patut didukung. Hal ini dinilai jauh lebih bermanfaat, jika dibandingkan dengan potensi pemborosan anggaran untuk praktik politik yang tidak sehat.

Jika program ini berhasil, diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia sehingga mengurangi beban masyarakat dalam mengakses pendidikan tinggi.

Acara silaturahmi ini ditutup dengan semangat optimisme. Momen ini tidak hanya memperkuat ikatan internal Yayasan Airlangga, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur atas berbagai kemudahan yang ada.

Paparan Dr. Agung, Rektor, dan para pimpinan yayasan diharapkan akan membuka wawasan tentang peluang besar di bidang pendidikan yang akan segera hadir di Kalimantan Timur.

Di akhir acara, seluruh hadirin kemudian saling berjabat tangan dan saling mendoakan, menyambut datangnya Idul Fitri 1446 H. Dengan hati yang suci dan penuh kebahagiaan serta diberikan kelancaran dan keselamatan dalam perjalanan mudik.

(SA/Kontributor)

Pak Satria saat berbicara tentang keunggulan Kota Balikpapan di depan hadirin, salah satunya adalah mantan Wali Kota Balikpapan H. Rizal Effendi (dua dari kanan) pada acara silaturahmi Yayasan Airlangga bersama stakeholder, Sabtu (22/2). Foto: Vio/Media Kreatif

Refleksi Syukur, IKN Menjanjikan Masa Depan Gemilang

UM – Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kota Balikpapan berdiri kokoh sebagai pintu gerbang utama menuju masa depan Indonesia. Tak sekadar gerbang fisik, Balikpapan kini menjadi pusat aktivitas ekonomi yang terus berkembang, membawa berkah bagi warganya.

Refleksi syukur pun hadir dalam acara silaturahmi bersama Yayasan Airlangga, bertempat di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia, Sabtu (22/2). Dalam kesempatan ini, Pembina Yayasan H. Satria Dharma mengungkap potensi Balikpapan sebagai kota penyangga IKN dipandang sebagai anugerah yang patut dirayakan.

Acara yang berlangsung sederhana itu dipenuhi suasana hangat. Pak Satria, demikian banyak orang menyapa, adalah seorang tokoh pendidikan yang dihormati banyak kalangan. Pak Satria membuka sambutannya dengan sebuah pantun ceria.

Kalau ada sumur di ladang, bolehlah menumpang mandi. Jangan menumpang di sumur, karena kami sudah sediakan kamar mandi,” katanya, diikuti tawa dan tepuk tangan hadirin.

Pantun sederhana itu, meski disampaikan dengan canda dan ceria, tetapi menyiratkan makna yang dalam. Setidaknya menggambarkan bahwa fasilitas di Kota Balikpapan saat ini sebenarnya sudah tersedia baik.

Warga Balikpapan kini tak perlu bersusah payah untuk mendapatkan kenyamanan, termasuk dalam memanfaatkan potensi yang terus berkembang seiring dengan pembangunan IKN dari waktu ke waktu.

Pembina Yayasan Airlangga Pak Satria Dharma saat berbicara pada acara silaturahmi Yayasan Airlangga bersama stakeholder, Sabtu (22/2). Foto: Vio/Media Kreatif

Pembina Yayasan Airlangga Pak Satria Dharma saat berbicara pada acara silaturahmi Yayasan Airlangga bersama stakeholder, Sabtu (22/2). Foto: Vio/Media Kreatif

Potensi Ekonomi yang Terus Menggeliat

Kita, warga Balikpapan, sebetulnya sangat beruntung,” ujarnya, membuka refleksi. Pak Satria sadar, di depannya turut hadir seorang Wali Kota Balikpapan dua periode 2011-2021, yang turut menyimaknya. Disampingnya, seorang manajer bank yang turut tersenyum mendengarkan.

Balikpapan menjadi pintu gerbang utama menuju IKN. Pembangunan besar-besaran ini menggelontorkan dana lebih dari 100 triliun rupiah. Tentu saja, Balikpapan sebagai gerbang utama akan merasakan dampak positifnya,” tambahnya.

Pernyataan itu bukan sekadar optimisme biasa. Berdasarkan data terbaru yang diperolehnya menunjukkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan telah mencapai 1 triliun rupiah.

Angka triliunan ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya aktivitas ekonomi di sektor perdagangan, jasa, dan industri pendukung pembangunan IKN.

Saya sering berjalan kaki pagi hari dan melihat bagaimana ekonomi kota ini bergerak. Bank-bank penuh, UMKM semakin hidup, dan warga tampak antusias dalam menggerakkan roda perekonomian. Ini bukti nyata bahwa berkah IKN sudah mulai dirasakan,” tambahnya.

Balikpapan, Kota Tanpa ‘Manusia Silver’

Di tengah hiruk-pikuk kota-kota besar di Indonesia, fenomena manusia silver, yakni orang-orang yang mengecat tubuhnya dengan cat perak dan mengamen di jalanan atau di keramaian, menjadi pemandangan yang lazim.

Namun, menurut pengamatannya, fenomena manusia silver di Balikpapan ini hampir tidak pernah dijumpainya. Hal ini dibuktikan dengan beberapa foto jalan-jalan pagi menyusuri perkampungan Kota Balikpapan dan sempat diunggahnya di media sosial Facebook.

Di Jawa, manusia silver itu banyak. Mereka mengecat tubuh dan turun ke jalan, intinya untuk meminta uang. Tapi di Balikpapan, kita jarang sekali melihat pemandangan seperti itu. Mengapa? Karena warga Balikpapan masih memiliki kemampuan dan peluang kerja yang baik. Mereka memilih bekerja dengan cara yang lebih bermartabat,” jelasnya.

Lebih jauh, Pak Satria menekankan bahwa ketidakhadiran pengamen agresif di perempatan jalan juga menjadi bukti bahwa Balikpapan memiliki daya tahan sosial yang kuat.

Di sini, masyarakatnya memiliki semangat kerja yang tinggi. Mereka lebih memilih mengais rezeki dengan cara yang produktif,” imbuhnya.

Budaya Sedekah yang Mengakar

Hal menarik lainnya yang mencerminkan karakter khas warga Balikpapan adalah budaya sedekah yang sudah mengakar. Salah satu contohnya terlihat dalam kebiasaan membayar parkir.

Di Balikpapan, parkir itu sebenarnya gratis di banyak tempat. Tapi tetap saja, warga dengan sukarela memberikan uang parkir sebagai bentuk sedekah. Ini menunjukkan betapa kuatnya nilai kedermawanan di tengah masyarakat,” ujarnya dengan nada kagum.

Kebiasaan ini, menurutnya, bukan semata-mata soal uang, tetapi tentang keikhlasan berbagi. Balikpapan tak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga secara sosial dan spiritual, membentuk komunitas yang saling peduli dan menghargai.

Bersyukur dan Terus Melangkah Maju

Di akhir sambutannya, Pak Satria mengajak seluruh hadirin untuk merenungi makna syukur.

Kita telah diberi begitu banyak rezeki, berkah, dan karunia oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Cara bersyukur setiap orang memang berbeda-beda, tetapi yang terpenting adalah tidak mengeluh. Mengapa harus mengeluh jika kita sudah diberi begitu banyak kemudahan?” ujarnya.

Acara silaturahmi tersebut menjadi lebih dari sekadar pertemuan rutin. Ini adalah momentum untuk menyadari bahwa Balikpapan bukan hanya kota penyangga IKN secara geografis, tetapi juga penyangga semangat, harapan, dan masa depan yang lebih cerah.

Sebagai penutup, Pak Satria kembali mengingatkan dengan sebuah pantun. “Kalau ada sumur di ladang, bolehlah menumpang mandi. Kalau ada rezeki yang datang, mari kita syukuri dan manfaatkan untuk kebaikan bersama.

(SA/Kontributor)

Humas Universitas Mulia, 20 Februari 2025 – Yayasan Airlangga menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2025 selama dua hari, dimulai pada Kamis, 20 Februari 2025. Acara ini dihadiri oleh 77 peserta dari berbagai unsur, termasuk unsur Yayasan, DIKMEN, pesantren Al-Madani, Rektorat, fakultas, serta utusan dari ATC. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian tahun sebelumnya serta merumuskan rencana kerja dan strategi pengembangan ke depan.

Ketua Panitia, Drs. H. Achmad Priyanto menyampaikan laporan dalam Rapat Kerja Yayasan Airlangga 2025.

Ketua Panitia Raker, Drs. Achmad Priyanto, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Airlangga atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan, baik secara moral maupun finansial. Ia juga berterima kasih kepada Rektor Universitas Mulia yang telah memfasilitasi sarana dan prasarana demi kelancaran kegiatan.

“Raker ini menjadi momentum penting untuk memastikan program kerja berjalan sesuai target. Hari pertama diisi dengan pemaparan pencapaian target program unggulan tahun 2024, sementara hari kedua akan fokus pada pemaparan rencana kerja tahun 2025 serta pengesahan RKAT,” jelas Achmad Priyanto.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Yayasan Airlangga 2025.

Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga, Agung Sakti Pribadi, menekankan pentingnya inovasi dalam pemasaran dan branding institusi. Ia mengumumkan bahwa Yayasan telah membentuk tim khusus yang terdiri dari berbagai unsur rektorat, dekanat, dan program studi untuk memperkuat strategi marketing dan branding. Selain itu, Yayasan juga menghadirkan Direktur Marketing baru, Bapak Tatang Setiawandulu, yang sebelumnya berkarier di Kaltim Post, serta Direktur Airlangga Training Center, Bapak Ajat Sudrajat.

“Kami ingin semua unsur dalam Yayasan ikut merasa memiliki dan membesarkan institusi ini. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis bisa membawa Yayasan Airlangga semakin dikenal luas dan berkembang pesat,” ujarnya.

Dewan Pembina Yayasan Airlangga menyampaikan sambutan dalam Rapat Kerja Yayasan Airlangga 2025.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Satria Dharma, mengajak peserta Raker untuk selalu memiliki perspektif optimis dalam memandang berbagai tantangan. Menurutnya, pola pikir positif akan membantu setiap individu dan institusi berkembang lebih baik.

“Kita harus melihat segala sesuatu dengan optimisme. Jika kita selalu berpikir positif, maka kita akan lebih bersyukur dan mampu menghadapi tantangan dengan lebih baik,” tutur Satria Dharma.

Ketua Yayasan Airlangga memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Yayasan Airlangga 2025.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Deviati, dalam arahannya menekankan lima poin utama yang menjadi fokus Yayasan untuk tahun 2025, di antaranya adalah optimalisasi dana hibah untuk peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan jumlah siswa, peningkatan mutu pembelajaran, evaluasi berkelanjutan, serta inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan sumber daya.

Suasana Rapat Kerja Yayasan Airlangga 2025 saat berlangsung.

Selain Raker, Yayasan Airlangga juga menggelar berbagai kegiatan tambahan, termasuk silaturahmi seluruh karyawan pada hari Sabtu. Dalam kesempatan tersebut, akan dilakukan peluncuran program studi baru di Universitas Mulia serta pemberian penghargaan kepada guru, karyawan, dan dosen terbaik. Acara ini semakin semarak dengan digelarnya “Pasar Pagi Mulia” yang berlangsung selama tiga hari, di mana karyawan dan keluarganya diberikan kupon belanja sebagai bentuk apresiasi dari Yayasan.

Para peserta Rapat Kerja Yayasan Airlangga 2025 mengikuti kegiatan dengan antusias.Dengan serangkaian agenda yang telah dirancang, Raker 2025 diharapkan dapat menghasilkan keputusan strategis yang akan membawa Yayasan Airlangga menuju pencapaian yang lebih baik dan berkelanjutan.

Humas UM (YMN)