Tag Archive for: Upacara

Sebaigian Mahasiswa Baru 2025 usai mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 RI. Foto: Media Kreatif

UM – Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si mengajak seluruh sivitas akademika untuk memaknai kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan dengan kerja nyata yang memberikan solusi konkret bagi bangsa.

Pesan kuat ini disampaikannya saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di hadapan ribuan mahasiswa baru angkatan 2025, yang digelar di lapangan Fakultas Teknik Universitas Mulia, Minggu (17/8/2025) pagi.

Dalam amanatnya, Rektor menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai tempat lahirnya gagasan, ide, inovasi, dan calon pemimpin masa depan.

“Perguruan Tinggi adalah tempat lahirnya gagasan, inovasi, dan kepemimpinan bangsa. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk meneruskan cita-cita kemerdekaan,” tegas Prof. Ahsin.

"Mari kita terus menghasilkan ilmu pengetahuan dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Bukan hanya untuk publikasi, tetapi untuk solusi nyata bagi bangsa," seru Prof. Muhammad Ahsin Rifa'i, menguatkan peran akademisi sebagai agen perubahan pada Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 RI, Minggu (17/8/2025). Foto: Media Kreatif

“Mari kita terus menghasilkan ilmu pengetahuan dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Bukan hanya untuk publikasi, tetapi untuk solusi nyata bagi bangsa,” seru Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i, menguatkan peran akademisi sebagai agen perubahan pada Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 RI, Minggu (17/8/2025). Foto: Media Kreatif

Sebaigian Mahasiswa Baru 2025 usai mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 RI. Foto: Media Kreatif

Sebagian Mahasiswa Baru 2025 usai mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 RI. Foto: Media Kreatif

Secara spesifik, Prof. Ahsin memberikan tiga pesan penting yang ditujukan kepada tiga pilar utama kampus: dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Untuk para dosen, Rektor mendorong perubahan paradigma dari sekadar mengejar publikasi ilmiah menjadi pencipta solusi nyata.

“Mari kita terus menghasilkan ilmu pengetahuan dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Bukan hanya untuk publikasi, tetapi untuk solusi nyata bagi bangsa,” serunya, menguatkan peran akademisi sebagai agen perubahan.

Selanjutnya, kepada para mahasiswa baru yang menjadi peserta utama upacara, Rektor menitipkan pesan mendalam. Ia mengingatkan bahwa para mahasiswa adalah generasi penerus yang memegang estafet perjuangan bangsa.

“Jadilah generasi yang unggul, berintegritas, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman. Ingatlah, kalian adalah pewaris kemerdekaan sekaligus penentu masa depan,” pesannya, memberikan pencerahan sekaligus motivasi kepada para calon intelektual muda.

Tak lupa, ia juga mengapresiasi dan mendorong para tenaga kependidikan untuk terus bekerja dengan tulus dalam mendukung ekosistem pendidikan yang berkualitas, efektif, dan profesional sebagai tulang punggung operasional kampus.

Di akhir pidatonya, Prof. Ahsin mengingatkan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan dedikasi dan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga nama baik almamater, mengobarkan semangat kolaborasi, dan berkontribusi aktif dalam membangun Indonesia yang semakin maju.

“Mari kita panjatkan doa agar para pahlawan bangsa mendapatkan tempat yang mulia, dan semoga kita semua diberikan kekuatan untuk melanjutkan perjuangan mereka. Dirgahayu Republik Indonesia. Bersatu berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju,” tutupnya.

(SA/Kontributor)

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i berfoto di depan Istana Garuda IKN usai mengikuti Upacara Penurunan Bendera Pusaka Merah Putih, Sabtu (17/8). Foto: dok. pribadi

UM – Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan dalam rangka HUT ke-79 RI untuk pertama kalinya dalam sejarah diselenggarakan di halaman Istana Garuda IKN, Sabtu (17/8). Presiden Joko Widodo bertindak sebagai Inspektur Upacara dan memimpin langsung jalannya upacara.

Turut mendampingi Presiden, Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Tampak pula duduk sejajar, Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini mengusung tema Nusantara Baru Indonesia Maju. Tema ini dimaksudkan untuk menggambarkan momen pembuka bagi tiga transisi besar Indonesia, yakni penyambutan ibu kota baru, pergantian pemimpin serta menyongsong Indonesia Emas 2045.

Upacara yang berlangsung di IKN Kalimantan Timur ini juga diikuti secara hybrid dari halaman Istana Merdeka Jakarta, yang diikuti Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin bersama istri. Tampak pula Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka.

Prosesi upacara yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden ini, baik yang berlangsung di Jakarta dan IKN secara bersamaan berjalan dengan khidmat dan lancar.

Pemenang busana adat terbaik menerima hadiah sepeda dari Presiden Joko Widodo. Foto: Sekretariat Presiden

Pemenang busana adat terbaik menerima hadiah sepeda dari Presiden Joko Widodo. Foto: Sekretariat Presiden

Prof. Ahsin berfoto bersama paspampres yang sedang bertugas di Istana Garuda IKN. Foto: dok. pribadi

Prof. Ahsin berfoto bersama paspampres yang sedang bertugas di Istana Garuda IKN. Foto: dok. pribadi

Undangan yang diterima Rektor Universitas Mulia. Foto: dok. pribadi

Mendapatkan kehormatan undangan Presiden Joko Widodo yang diterima Rektor Universitas Mulia Prof Muhammad Ahsin Rifa’i. Foto: dok. pribadi

Sementara itu, Rektor Universitas Mulia Prof Dr Ir Muhammad Ahsin Rifa’i turut menghadiri undangan mengikuti Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di IKN.

Prof Ahsin mengikuti jalannya upacara dari awal sampai selesai, baik pada saat pengibaran bendera pusaka merah putih sampai dengan penurunan.

Tampak Prof Ahsin yang memakai udeng corak ungu, berpakaian adat berwarna hitam dan ikat sarung warna senada, berfoto dengan para undangan yang juga mengenakan pakaian adat daerah masing-masing.

Pakaian adat mencerminkan beragam warna dan budaya masyarakat Indonesia. Sebagaimana dengan semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, yang bermakna meskipun berbeda-beda, tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap satu kesatuan.

“Bhinneka Tunggal Ika membuktikan perbedaan adalah sesuatu kekuatan yang harus kita jaga. Indonesia memiliki berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama yang tidak dimiliki oleh negara lain. Nusantara Baru, Indonesia Maju. Dirgahayu RI ke-79,” tutur Prof Ahsin.

Perayaan HUT ke-79 RI dimeriahkan dengan pagelaran seni dan unsur kebudayaan. Pagelaran ini mendorong kebangkitan dan pelestarian warisan budaya bangsa yang beraneka ragam mulai dari Sabang sampai Merauke.

Di IKN, kemegahan budaya Nusantara dihadirkan dalam bentuk yang modern, tanpa kehilangan esensi tradisional. Pagelaran seni menampilkan lagu spesial Puspa Warni yang dipadukan dengan tarian Natana Borneo.

Dirgahayu Republik Indonesia!

(SA/Kontributor)

Foto bersama usai melaksanakan upacara Detik-detik Peringatan Proklamasi Kemerdekaan ke-79 RI. Foto: Media Kreatif

Pesan Dr. Agung Sakti Pribadi tentang Implementasi Butir-butir Pancasila

UM – Sivitas Universitas Mulia melaksanakan upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia, yang berlangsung di halaman Gedung White Campus, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Sabtu (17/8). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi.

Bertindak sebagai komandan upacara Kepala Security Yutikno, pembawa acara Shafyra Amalia, dirigen upacara Fransisca Adinda, pembaca Pembukaan UUD 45 Tressa, dan pembaca doa Yamani, S.Pd, M.Pd. Sedangkan pasukan pengibar bendera (Paskibra) Reva Salsabila Syva, Zahra Nur Azizah, dan Davin Rifat Nur Fathi dari SMK Negeri 6 Balikpapan.

Dalam sambutannya, Dr Agung membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim tentang mengingat kembali perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan.

“Kemerdekaan Indonesia adalah buah dari gerakan menuju satu cita-cita bersama. Begitu pun dengan cita-cita untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan, harus kita perjuangkan bersama-sama dengan semangat gotong royong,” tutur Dr Agung.

Dalam lima tahun terakhir, lanjutnya, pendidikan tinggi telah melaksanakan program Merdeka Belajar. Hal ini merupakan bagian dari perjuangan.

“Saya katakan ini sebuah perjuangan, karena memang jalan yang kita tempuh tidaklah mudah. Kita melakukan perubahan besar dalam banyak hal, mulai dari sistem, cara kerja, sampai pola pikir,” ujarnya.

Perubahan yang diharapkan menciptakan perubahan makna. Semua itu, didukung transformasi digital terbesar dalam sejarah Indonesia. Melahirkan banyak terobosan, menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada siswa.

Sementara itu, khusus dalam pesannya kepada sivitas Universitas Mulia, Dr. Agung mengingatkan pentingnya implementasi Pancasila yang saat ini lemah.

“Kekuatan kita itu dulu adanya persatuan. Persatuan itu yang membuat negeri kita ini bisa lebih maju dan lebih kuat. Bukan sekedar tentang kemajuan, kita sekarang ini baru ada di gerbang kemerdekaan,” ujar Dr Agung.

“Mengisinya belum sepenuhnya kita isi, karena implementasi dari Pancasila itu masih terseok-seok,” tambahnya.

Menurutnya, hampir-hampir penegak keadilan saat ini bermasalah. “Lembaga-lembaga yang memiliki, yang menjaga otoritas keadilan, itu justru sekarang ini tidak begitu dipercaya. Persatuan ini siapa lagi?” tanyanya.

Namun, tambahnya, ketika hukum itu tidak mampu lagi, tidak dijaga, maka etika itu salah satu yang bisa menjaga marwah. “Karena etika itu tidak dibuat, tetapi bawaan dari Tuhan. Tuhan yang memberikan,” tuturnya.

Oleh karena itu, menurutnya, etika itu lah yang harus dijaga dimanapun berada. Tanpa ada hukum pun, ia berpesan supaya etika harus terus dijaga, yakni menjaga semua lima butir Pancasila dengan baik.

“Tidak berpatokan kepada aturan hukum, karena kalau kita berpatokan pada aturan hukum, hukum sekarang ini bisa dibolak-balik demi kepentingan tertentu. Ya, kita seharusnya kembali kepada implementasi butir-butir Pancasila,” pungkasnya.

(SA/Kontributor)

Foto dokumentasi

Pasukan pengibar bendera (Paskibra) adalah Reva Salsabila Syva, Zahra Nur Azizah, dan Davin Rifat nur Fathi dari SMK Negeri 6 Balikpapan. Foto: Media Kreatif

Pasukan pengibar bendera (Paskibra) adalah Reva Salsabila Syva, Zahra Nur Azizah, dan Davin Rifat Nur Fathi dari SMK Negeri 6 Balikpapan. Foto: Media Kreatif

Detik-detik Pengibaran Bendera pada Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan ke-79 RI, Sabtu (17/8). Foto: Media Kreatif

Detik-detik Pengibaran Bendera pada Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan ke-79 RI, Sabtu (17/8). Foto: Media Kreatif

Peserta upacara pria. Foto: Media Kreatif

Peserta upacara pria. Foto: Media Kreatif

Peserta upacara wanita. Foto: Media Kreatif

Peserta upacara wanita. Foto: Media Kreatif

Pembacaan UUD 45 oleh Tresa dan pembaca doa Yamani, S.Pd., M.Pd. Foto: Media Kreatif

Pembacaan UUD 45 oleh Tresa dan pembaca doa Yamani, S.Pd., M.Pd. Foto: Media Kreatif

Dr. Agung Sakti Pribadi saat memberikan pesan-pesan Peringatan Hari Kemerdekaan ke-79 RI. Foto: Media Kreatif

Dr. Agung Sakti Pribadi saat memberikan pesan-pesan Peringatan Hari Kemerdekaan ke-79 RI. Foto: Media Kreatif

Pembawa acara Shafyra Amalia (kanan) dan dirigen upacara Fransisca Adinda. Foto: Media Kreatif

Pembawa acara Shafyra Amalia (kanan) dan dirigen upacara Fransisca Adinda. Foto: Media Kreatif

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i saat memberikan sambutan Peringatan Hari Pahlawan, Senin (13/11). Foto: Vio/Media Kreatif

UM – Sivitas akademika Universitas Mulia mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan di halaman Gedung White Campus, Senin (13/11) pagi. Upacara diikuti seluruh mahasiswa yang masuk pagi pada hari itu. Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si bertindak sebagai pembina upacara.

“Hari Pahlawan merupakan momen penting bagi bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa,” tutur Prof. Ahsin dalam sambutannya.

Semangat perjuangan para pejuang kemerdekaan, lanjut Rektor, harus terus digelorakan kepada generasi muda saat ini.

“Jika dulu para pejuang berkorban dengan semangat untuk kemerdekaan melalui peperangan dengan cucuran darah dan bahkan nyawa. Namun pengorbanan generasi sekarang untuk mengisi kemerdekaan adalah memerangi kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan,” tutur Prof. Ahsin.

Lebih lanjut, saat ini pembangunan Ibu Kota Nusantara sedang berlangsung dan Kota Balikpapan sebagai salah satu kota penyangga IKN harus mempersiapkan diri. Untuk itu, generasi muda harus dibekali keahlian dan kemampuan ilmu dan teknologi yang inovatif.

“Generasi muda harus memiliki ilmu dan teknologi yang inovatif sehingga mampu mengisi kemerdekaan untuk masa depan bangsa,” tutur Prof. Ahsin.

Drs. H. Akhmad Priyanto saat membacakan doa. Foto: Vio/Media Kreatif

Drs. H. Akhmad Priyanto saat membacakan doa. Foto: Vio/Media Kreatif

Edi Raditya bertindak sebagai komandan upacara. Foto: Vio/Media Kreatif

Edi Raditya bertindak sebagai komandan upacara. Foto: Vio/Media Kreatif

Mahasiswa peserta upacara Peringatan hari Pahlawan, Senin (13/11). Foto: Vio/Media Kreatif

Mahasiswa peserta upacara Peringatan hari Pahlawan, Senin (13/11). Foto: Vio/Media Kreatif

Sebagian mahasiswa, dosen, dan karyawan berfoto bersama Rektor usai upacara. Foto: Vio/Media Kreatif

Sebagian mahasiswa, dosen, dan karyawan berfoto bersama Rektor usai upacara. Foto: Vio/Media Kreatif

Tampak mengikuti upacara Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Wisnu Hera Pamungkas, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Yusuf Wibisono, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis Mundzr. Bertindak sebagai komandan upacara, Edi Raditya Wardana, mahasiswa Prodi S1 Informatika semester I.

Sementara itu, Hendri, mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Informasi yang pagi itu mengikuti upacara lebih dulu kemudian disusul dengan kuliah, mengatakan bahwa apa yang disampaikan Rektor berhubungan dengan semangatnya untuk belajar.

“Kesannya cukup bagus apalagi amanat dari pak Rektor sangat relate, tetapi lapangannya kurang luas,” ungkap Hendri memberikan masukan kepada panitia. Pasalnya, menurutnya sejumlah mahasiswa yang mengikuti upacara tampak saling berhimpitan.

Ketika ditanya apa pesan Rektor yang dinilai paling berhubungan dengan dirinya, Hendri mengatakan tentang persiapannya dalam menyambut pembangunan IKN ke depan.

“Masalah IKN dan kita harus membuat diri kita bernilai,” tutup Hendri.

(SA/Puskomjar)

Rektor Prof. Rusli didampingi Dr. Hj. Sri Ayu Astuti, S.H., M.Hum dan Drs. Akhmad Priyanto saat menghadiri Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-78 Ri yang diselenggarakan Pemerintah Kota Balikpapan di Lapangan Merdeka, Kamis (17/8). Foto: Istimewa

UM – Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.T hadir dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-78 RI yang diselenggarakan Pemerintah Kota Balikpapan, Kamis (17/8). Upacara pengibaran bendera merah putih berlangsung di Lapangan Merdeka Balikpapan.

“Atas undangan Pemerintah Kota Balikpapan dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI, Rektor Universitas Mulia juga turut hadir,” tutur Prof. Rusli. Turut mendampingi, Kepala Kepegawaian Drs. Akhmad Priyanto dan Dr. Hj. Sri Ayu Astuti, S.H., M.Hum.

“Karena Bu Ayu posisinya sedang di Balikpapan, sebagai PNS ingin mengikuti upacara 17 Agustus di Balikpapan. Melalui Pak Suprijadi, Bu Ayu diarahkan untuk mengikuti upacara dengan Pemkot Balikpapan di Lapangan Merdeka,” ungkap Prof. Rusli.

Kepada media ini, Prof. Rusli memperkenalkan bahwa Dr. Ayu merupakan dosen PNS DPK yang bertugas di LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, juga sebagai Tutor Pusat Wawasan Kebangsaan Lemhanas. Saat ini akan berpindah tugas di Kota Balikpapan mengikuti suaminya.

“Beliau dulu mantan wartawan, jurnalis TVRI,” tambahnya. Salah satu buku karya Dr. Ayu yang menjadi pegangan jurnalis saat ini adalah buku Kebebasan Pers dan Etika Pers dalam Perspektif Hukum Islam.

Pada upacara tersebut, Wali Kota Rahmad Mas’ud bertindak sebagai inspektur upacara. Anggota TNI AU dari Lanud Dhomber, Mayor Sus M. Redhagima bertindak sebagai komandan upacara. Sedangkan Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh membacakan naskah proklamasi.

Sementara itu, Drs. Ahkmad Priyanto mengatakan bahwa pelaksanaan upacara secara keseluruhan di Pemkot Balikpapan berjalan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti.

Sebelum upacara dibuka, hadirin dan undangan dihibur dengan berbagai tarian kolosal oleh siswa-siswi sekolah menengah pertama dan menengah atas dari beberapa sekolah di Balikpapan. Tampil juga hiburan paralayang dan paduan suara.

Pada saat yang sama, Akhmad Priyanto juga bertugas mempersiapkan kelancaran pelaksanaan upacara pengibaran bendera merah putih di Universitas Mulia, yang dimulai lebih awal sejak pagi pukul 8.00 Wita sampai selesai.

Pasukan pengibar bendera merah putih HUT ke-78 Ri dari mahasiswa baru 2023 pada pelaksanaan upacara di Universitas Mulia. Foto: Puskomjar

Pasukan pengibar bendera merah putih HUT ke-78 Ri dari mahasiswa baru 2023 pada pelaksanaan upacara di Universitas Mulia. Foto: Puskomjar

Pasukan pengibar bendera juga berasal dari Mahasiswa Baru 2023. “Ya, tentunya mereka yang bertugas sebagai Paskib sudah berpengalaman di SMA/SMK sebelumnya sebagai Paskib demi kelancaran pelaksanaan upacara,” tutur Akhmad Priyanto.

Di antara nama-nama petugas upacara antara lain Edi Raditya Wardana, mahasiswa baru Prodi S1 Informatika, asal sekolah SMK Kertanegara Kuaro Kutai Kartanegara. Bertugas sebagai pasukan pengibar bendera antara lain Sukmawati, mahasiswa baru Prodi S1 Manajemen, asal sekolah SMK Negeri 4 Balikpapan.

Kemudian Intan Fadillah, mahasiswa baru Prodi D3 Administrasi Perkantoran, asal sekolah SMA Negeri 5 Balikpapan, dan Imariana Nur Mutiara, mahasiswa baru Prodi S1 Manajemen, asal sekolah SMK Negeri 3 Balikpapan.

(SA/Puskomjar)

Barisan Mahasiswa Baru 2023 peserta Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan HUT ke-78 RI di Universitas Mulia, Kamis (17/8). Foto: Puskomjar

UM – Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-78 RI, sivitas akademika Universitas Mulia melaksanakan upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, di halaman White Campus, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Balikpapan (17/8).

Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T menjadi pembina upacara. Bertindak pemimpin upacara Edi Raditya Wardana, Mahasiswa Baru 2023 Program Studi S1 Informatika Fakultas Ilmu Komputer. Edi berasal dari SMK Kertanegara Kuaro. Pembacaan naskah proklamasi oleh Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom dan Pembukaan UUD 45 oleh Mahasiswa Baru 2023.

Dalam sambutannya, Mundzir membacakan Sambutan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) RI Nadiem Anwar Makarim, yang menyebutkan bahwa Kemerdekaan RI tidak dihadiahkan oleh bangsa asing, melainkan dipertaruhkan dengan seluruh jiwa dan raga.

“Perjuangan itu masih kita teruskan sampai hari ini dengan Merdeka Belajar yang telah kita gerakkan selama empat tahun terakhir,” tutur Mundzir, membacakan pesan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. Hal ini, lanjutnya, mengingat Merdeka Belajar digerakkan oleh seluruh lapisan masyarakat dengan semangat gotong royong dan kolaborasi.

Dengan implementasi Kurikulum Merdeka, Menteri Nadiem mengajak para pendidik dan orangtua untuk memahami keberhasilan belajar seorang anak tidak terbatas pada kegiatan membaca, menulis, dan berhitung saja, tetapi juga kemampuan literasi dan numerasi, keteramplan berkomunikasi dan karakter berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Pasukan pengibar bendera merah putih HUT ke-78 Ri dari mahasiswa baru 2023. Foto: Nadya/Media Kreatif

Pasukan pengibar bendera merah putih HUT ke-78 Ri dari mahasiswa baru 2023. Foto: Nadya/Media Kreatif

Pembina upacara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bsinis Mundzir, S.Kom., M.T. Foto: Nadya/Media Kreatif

Pembina upacara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bsinis Mundzir, S.Kom., M.T. Foto: Nadya/Media Kreatif

Pembacaan Naskah Proklamasi oleh Yustian Servanda. Foto: Nadya/Media Kreatif

Pembacaan Naskah Proklamasi oleh Yustian Servanda. Foto: Nadya/Media Kreatif

Pembacaan Pembukaan UUD45 oleh mahasiswa baru 2023. Foto: Nadya/Media Kreatif

Pembacaan Pembukaan UUD45 oleh mahasiswa baru 2023. Foto: Nadya/Media Kreatif

Komandan upacara Edi Raditya W, mahasiswa baru 2023 Prodi S1 Informatika. Foto: Nadya/Media Kreatif

Komandan upacara Edi Raditya W, mahasiswa baru 2023 Prodi S1 Informatika. Foto: Nadya/Media Kreatif

Barisan Mahasiswa Baru 2023 peserta Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan HUT ke-78 RI di Universitas Mulia, Kamis (17/8). Foto: Puskomjar

Barisan Mahasiswa Baru 2023 peserta Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan HUT ke-78 RI di Universitas Mulia, Kamis (17/8). Foto: Puskomjar

Didukung Permendikbud tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan, Nadiem mendorong agar warga sekolah saling bekerja sama untuk menjamin haknya dalam belajar, berkarya, dan bekerja secara aman dan nyaman.

“Gotong royong semua pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, warga satuan pendidikan, sampai keluarga merupakan kunci penghapusan segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan,” tutur Mundzir, membacakan pesan Mendikbud Ristek Nadiem.

Untuk jenjang penddikan tinggi, menurut Nadiem, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) selama empat tahun terakhir telah berhasil dirasakan 760 ribu mahasiswa. “Kesempatan belajar di luar kampus, baik di industri, di sekolah, sampai lingkungan masyakarat memberikan pengalaman yang sangat berharga,” tuturnya.

“Mari melanjutkan semangat para pendahulu kita untuk senantiasa bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar,” pungkasnya. Usai pelaksanaan upacara, peserta Mahasiswa Baru mengikuti kegiatan selanjutnya menggelar Papermob.

(SA/Puskomjar)

Petugas pengibar bendera merah putih dari Mahasiswa Baru 2022. Foto: Nadya

UM – Segenap sivitas akademika mengikuti pelaksanaan upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia bersama mahasiswa baru 2022, Rabu (17/08). Kemudian disusul dengan pembagian hadiah bagi pemenang program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

“Pada 77 tahun yang lalu, dengan penuh keberanian para pendahulu kita mengumandangkan proklamasi, mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih, menyatakan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, lalu terlahirlah Indonesia Merdeka,” kata Pembina Upacara Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T saat mengawali sambutan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.

Rektor mengingatkan bahwa seluruh sivitas akademika tidak boleh berhenti bergerak dan melangkah. Sebagaimana pada tahun ini, semangat Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat menjadi pendorong untuk terus bergerak dan melangkah, menggalang kolaborasi, bergotong royong memulihkan dan membangkitkan sistem pendidikan.

Proses pembelajaran di Indonesia, lanjut Rektor, saat ini semakin berpihak kepada murid dan memerdekakan guru untuk berkreasi dalam mengajar melalui Kurikulum Merdeka, platform Merdeka Mengajar, dan program belajar di luar kampus yang terhimpun dalam Kampus Merdeka.

Pengibaran Bendera Merah Putih dalam pelaksanaan Detik-detik Kemerdekaan ke-77 RI. Foto: Nadya

Pengibaran Bendera Merah Putih dalam pelaksanaan Detik-detik Kemerdekaan ke-77 RI. Foto: Nadya

Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T saat membacakan sambutan Mendikbudristek RI Nadiem Anwar Makarim pada pelaksanaan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-77 RI di Universitas Mulia, Rabu (17/8). Foto: Nadya

Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T saat membacakan sambutan Mendikbudristek RI Nadiem Anwar Makarim pada pelaksanaan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-77 RI di Universitas Mulia, Rabu (17/8). Foto: Nadya

Sebagian Mahasiswa Baru 2022 mengikuti Upacar Detik-detik Kemerdekaan ke-77 RI di Universitas Mulia, Rabu (17/8). Foto: Nadya

Sebagian Mahasiswa Baru 2022 mengikuti Upacar Detik-detik Kemerdekaan ke-77 RI di Universitas Mulia, Rabu (17/8). Foto: Nadya

Pemimpin Upacara Yutikno, Kepala Security Universitas Mulia. Foto: Nadya

Pemimpin Upacara Yutikno, Kepala Security Universitas Mulia. Foto: Nadya

Rektor Dr. Muhammad Rusli menyerahkan penghargaan kepada salah satu pemenang dalam lomba PKKMB 2022 disaksikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir, S.Kom., M.T. Foto: Nadya

Rektor Dr. Muhammad Rusli menyerahkan penghargaan kepada salah satu pemenang dalam lomba PKKMB 2022 disaksikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir, S.Kom., M.T. Foto: Nadya

Juara PKKMB 2022 menerima sejumlah penghargaan. Foto: Nadya

Juara PKKMB 2022 menerima sejumlah penghargaan. Foto: Nadya

Program tersebut merupakan sebagian dari program Merdeka Belajar yang diluncurkan Kemdikbudristek RI yang bertujuan mencapai kemerdekaan yang sebenarnya.

“Yaitu belajar dengan bahagia, berkarya tanpa hambatan, berlari menuju masa depan dengan penuh keberanian sebagai Pelajar Pancasila,” sebut Rektor.

“Mari lanjutkan gotong royong kita memulihkan dan membangkitkan Indonesia Merdeka, mewujudkan Merdeka Belajar,” harap Rektor.

Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI diikuti sebagian mahasiswa baru 2022, dosen, dan staf karyawan Universitas Mulia. Upacara berlangsung hikmat, bertempat di halaman Kampus Cheng Hoo, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Usai mengikuti upacara, mahasiswa baru berkumpul di Aula Cheng Hoo untuk mendapatkan sejumlah penghargaan bagi pemenang kelompok pada pelaksanaan PKKMB 2022 sebelumnya.

Hadiah diberikan langsung oleh Rektor dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir S.Kom., M.T dan Wakil Rektor Bidang Ketenagaan dan Keuangan Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng. Hadiah berupa piala, sertifikat dan sejumlah uang pembinaan, masing-masing Juara I 750 ribu, Juara II 500 ribu dan Juara III 250 ribu.

(SA/PusKomJar)

Pasukan pengibar bendera antara lain Fathir, Annisa, dan Zona dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Universitas Mulia, Selasa (17/8). Foto: Media Kreatif

UM – Sivitas Akademika Universitas Mulia menggelar Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2021 dengan hikmat di tengah rintik hujan dan pandemi yang belum mereda. Pelaksanaan Upacara yang semula direncanakan dilaksanakan di halaman belakang Gedung White Campus, dialihkan di Aula Kampus Cheng Ho, Selasa (17/8).

Rektor DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengucapkan syukur atas terlaksananya kegiatan upacara yang diikuti peserta bukan saja dari Universitas Mulia, tetapi juga para guru perwakilan peserta dari SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan, SMP Plus Airlangga Balikpapan dan guru-guru TK/PAUD Airlangga.

“Saya ucapkan terima kasih upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dilaksanakan di sini. Walaupun ini singkat, tapi Alhamdulillah upacara ini berjalan lancar,” tutur DR. Agung Sakti Pribadi.

Menurutnya, tidak mudah melaksanakan upacara seperti demikian mengingat di beberapa tempat tidak dilakukan lantaran keterbatasan sarana dan prasarana. “Kita bisa melaksanakan di kampus kita sendiri dengan harapan Insyaallah kita semua sehat walafiat semua,” tuturnya.

“Kami bersyukur, atas nama Yayasan Airlangga kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa Bapak/Ibu diberikan kesehatan. Kalaupun masih ada satu-dua orang yang tidak ikut karena faktor kesehatan, itu menunjukkan bahwa Allah itu begitu sayang kepada kita semua,” tutur Manager Pendidikan Yayasan Airlangga ini membesarkan hati.

Ia meyakini bahwa kesehatan bagi seluruh karyawan, guru, maupun dosen di lingkungan Yayasan Airlangga merupakan dampak dari kegiatan yang telah dilaksanakan setiap hari untuk berdoa dan usaha memperkuat imunitas dengan olah raga jalan kaki ketika melaksanakan apel pagi.

Rektor DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. selaku pembina Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Aula Kampus Cheng Ho, Selasa (17/8). Foto: Media Kreatif

Rektor DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. selaku pembina Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Aula Kampus Cheng Ho, Selasa (17/8). Foto: Media Kreatif

“Walaupun olah raga ini belum tentu benar, tapi cukup membuat diri kita sehat dan bugar,” tuturnya.

Ia berharap, kegiatan tersebut, baik apel pagi, berdoa, olah raga jalan kaki sebelum masuk ruang kerja hingga melaksanakan kegiatan Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi menjadi bagian dari kegiatan rutinitas yang tidak ditinggalkan.

Menurutnya, Ia melihat di beberapa tempat atau di beberapa negara yang menunjukkan wabah Covid-19 menyebar kembali dengan cepat ketika kegiatan-kegiatan positif untuk membangun pertahanan diri seperti olah raga dan menjaga kesehatan mental berhenti.

Meski demikian, Rektor mengingatkan agar bagi karyawan yang terpapar Covid-19 agar tetap berikhtiar menjaga protokol kesehatan, berobat, dan bersabar untuk sembuh.

Saat ini, untuk membantu karyawan di lingkungan Yayasan Airlangga yang terpapar Covid-19, telah muncul Komunitas Oksigen.

“Apa yang dimaksud Komunitas Oksigen? Mungkin sekarang beranggota 20-30 orang, kalau misalnya dirinya terpapar, keluarganya, atau bisa tetangganya, maka dia bisa minta bantuan, kompak,” tuturnya.

Usai pelaksanaan upacara, diikuti dengan kegiatan pembagian hadiah bagi pemenang lomba dalam rangka Semarak HUT ke-76 Kemerdekaan RI dan pembagian bingkisan amal untuk fakir miskin.

(SA/PSI)

Foto dokumentasi.

Pasukan pengibar bendera antara lain Fathir, Annisa, dan Zona dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Universitas Mulia, Selasa (17/8). Foto: Media Kreatif

Pasukan pengibar bendera antara lain Fathir, Annisa, dan Zona dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Universitas Mulia, Selasa (17/8). Foto: Media Kreatif

Peserta pria saat mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Universitas Mulia, Selasa (17/8). Foto: Media Kreatif

Peserta pria saat mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Universitas Mulia, Selasa (17/8). Foto: Media Kreatif

Peserta wanita saat mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Universitas Mulia, Selasa (17/8). Foto: Media Kreatif

Peserta wanita saat mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Universitas Mulia, Selasa (17/8). Foto: Media Kreatif

Dirigen Upacara Della dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Universitas Mulia, Selasa (17/8). Foto: Media Kreatif

Dirigen Upacara Della dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Universitas Mulia, Selasa (17/8). Foto: Media Kreatif

Komandan Upacara Yutikno dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Universitas Mulia, Selasa (17/8). Foto: Media Kreatif

Komandan Upacara Yutikno dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Universitas Mulia, Selasa (17/8). Foto: Media Kreatif

Penyerahan hadiah kepada pemenang Lomba Semarak HUT ke-76 Kemerdekaan RI oleh Rektor DR. Agung Sakti Pribadi. Foto: Media Kreatif

Penyerahan hadiah kepada pemenang Lomba Semarak HUT ke-76 Kemerdekaan RI oleh Rektor DR. Agung Sakti Pribadi. Foto: Media Kreatif

Sebagian penerima hadiah pemenang Lomba Semarak HUT ke-76 Kemerdekaan RI. Foto: Media Kreatif

Sebagian penerima hadiah pemenang Lomba Semarak HUT ke-76 Kemerdekaan RI. Foto: Media Kreatif

Pengibaran bendera Merah Putih dalam Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

UM – Sivitas Akademika Universitas Mulia melaksanakan upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI dengan hikmat dan sederhana mengikuti protokol kesehatan. Peringatan upacara digelar di halaman Kampus Cheng Hoo, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan, Senin (17/8) tepat pukul 8.00 Wita.

Bertindak sebagai Pembina Rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi SH MH, pembacaan Naskah Proklamasi oleh Wakil Rektor I Yusuf Wibisono SE MTI, pembacaan Pembukaan UUD 45 oleh Drs Suprijadi MPd, serta komandan upacara Yutikno. Bertindak sebagai pasukan pengibar bendera Rahmat Saudi Al-Fathir, Annisa Yudya, dan Sahrun.

Dalam sambutannya, Rektor Agung Sakti Pribadi mengatakan bahwa atas berkat Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Indonesia meraih Kemerdekaannya yang telah diperjuangkan para pahlawan selama ratusan tahun melawan penjajah.

“Atas jasa para pejuang yang telah mendahului, kita teladani tekad dan semangat para pahlawan dalam merebut kemerdekaan,” tutur Pak Agung.

Menurut Pak Agung, Hari Ulang Tahun ke-75 RI merupakan momentum yang tepat untuk merajut kebangsaan. “Pertama, tentang Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD ’45, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika. Kini keempat pilar tersebut mengalami degradasi,” ungkapnya.

Ia mengatakan, ketika musibah wabah Covid-19 melanda Indonesia, pilar kebangsaan tersebut tidak mampu menjadi perekat kebersamaan dan kesatuan untuk menghadapi musibah tersebut.

Rektor Dr Agung Sakti Pribadi Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

Rektor Dr Agung Sakti Pribadi Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

Pengibaran bendera Merah Putih dalam Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

Pengibaran bendera Merah Putih dalam Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

Komandan upacara Yutikno dalam Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

Komandan upacara Yutikno dalam Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

Peserta upacara dalam Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

Peserta upacara dalam Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

“Selama ini pilar-pilar kebangsaan hanya menjadi jargon. Kenyataannya nyaris semua sila Pancasila tidak makin kokoh. Terjadi saling klaim paling Pancasilais, namun praktiknya nihil,” tuturnya.

Ia mengkritisi kritik terhadap pemerintah yang dianggap melawan kebijakan yang haram hukumnya. “Masalah keadilan menjadi isu utama, dimana penegakan hukum lebih tajam ke bawah dan tumpul di atas,” terangnya.

Untuk itu, melalui upacara peringatan Kemerdekaan ini, Rektor mengajak masyarakat saling mengingatkan pentingnya kebangsaan. “Upacara HUT ke-75 RI ini adalah momentum yang tepat bagi rakyat Indonesia untuk saling mengingatkan, merajut, mengikat dan meneguhkan semangat kebangsaan agar bangsa Indonesia menjadi besar,” terangnya.

Upacara diikuti kurang lebih 100 orang peserta yang berasal dari sekolah dan lembaga pendidikan dalam naungan  Yayasan Airlangga, antara lain SMP Plus Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Airlangga Samarinda, dan Universitas Mulia, baik dari kantor Balikpapan maupun kantor Samarinda.

Sementara itu, Kepala SMK Airlangga Saeful SPd, ketika ditanya media ini mengatakan bahwa ia berharap momentum Peringatan Detik-detik Proklamasi dapat dilakukan untuk tahun-tahun berikutnya. “Suasananya sangat khidmat karena walaupun kita dalam pembatasan sosial (akibat Covid-19), tapi dengan disiplin protokol kesehatan, kita mampu membuat moment yang sakral pengibaran bendera merah putih dan para petugas upacara sukses semua mengembang tugasnya dengan baik sehingga terasa khusyu,” tuturnya usai mengikuti kegiatan di Universitas Mulia.

“Kami dari Samarinda bertujuh, berangkat dari pukul 5.15 Wita sampai sini tadi pukul 7.15 Wita. Dua jam perjalanan lewat tol,” tutur Ir Riyayatsyah, Kepala Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Samarinda. Ia sangat antusias dan semangat mengikuti kegiatan sampai selesai. “Sore ini Insyaallah langsung ke Samarinda,” ungkapnya.

“Pesan saya, kebersamaan selalu dibina agar keakraban membuat UM tambah maju. Terus terang, peringatan  HUT RI ini sangat berani dan bersemangat mengingat ada edaran Gubernur semua pelaksanaan upacara dilakukan secara virtual, tentu ada alasan kuat pak Rektor untuk melakukan upacara tersebut secara tatap muka,” pungkas Pak Yayat. (SA/PSI)