Tag Archive for: Refleksi

Pak Satria saat berbicara tentang keunggulan Kota Balikpapan di depan hadirin, salah satunya adalah mantan Wali Kota Balikpapan H. Rizal Effendi (dua dari kanan) pada acara silaturahmi Yayasan Airlangga bersama stakeholder, Sabtu (22/2). Foto: Vio/Media Kreatif

Refleksi Syukur, IKN Menjanjikan Masa Depan Gemilang

UM – Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kota Balikpapan berdiri kokoh sebagai pintu gerbang utama menuju masa depan Indonesia. Tak sekadar gerbang fisik, Balikpapan kini menjadi pusat aktivitas ekonomi yang terus berkembang, membawa berkah bagi warganya.

Refleksi syukur pun hadir dalam acara silaturahmi bersama Yayasan Airlangga, bertempat di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia, Sabtu (22/2). Dalam kesempatan ini, Pembina Yayasan H. Satria Dharma mengungkap potensi Balikpapan sebagai kota penyangga IKN dipandang sebagai anugerah yang patut dirayakan.

Acara yang berlangsung sederhana itu dipenuhi suasana hangat. Pak Satria, demikian banyak orang menyapa, adalah seorang tokoh pendidikan yang dihormati banyak kalangan. Pak Satria membuka sambutannya dengan sebuah pantun ceria.

Kalau ada sumur di ladang, bolehlah menumpang mandi. Jangan menumpang di sumur, karena kami sudah sediakan kamar mandi,” katanya, diikuti tawa dan tepuk tangan hadirin.

Pantun sederhana itu, meski disampaikan dengan canda dan ceria, tetapi menyiratkan makna yang dalam. Setidaknya menggambarkan bahwa fasilitas di Kota Balikpapan saat ini sebenarnya sudah tersedia baik.

Warga Balikpapan kini tak perlu bersusah payah untuk mendapatkan kenyamanan, termasuk dalam memanfaatkan potensi yang terus berkembang seiring dengan pembangunan IKN dari waktu ke waktu.

Pembina Yayasan Airlangga Pak Satria Dharma saat berbicara pada acara silaturahmi Yayasan Airlangga bersama stakeholder, Sabtu (22/2). Foto: Vio/Media Kreatif

Pembina Yayasan Airlangga Pak Satria Dharma saat berbicara pada acara silaturahmi Yayasan Airlangga bersama stakeholder, Sabtu (22/2). Foto: Vio/Media Kreatif

Potensi Ekonomi yang Terus Menggeliat

Kita, warga Balikpapan, sebetulnya sangat beruntung,” ujarnya, membuka refleksi. Pak Satria sadar, di depannya turut hadir seorang Wali Kota Balikpapan dua periode 2011-2021, yang turut menyimaknya. Disampingnya, seorang manajer bank yang turut tersenyum mendengarkan.

Balikpapan menjadi pintu gerbang utama menuju IKN. Pembangunan besar-besaran ini menggelontorkan dana lebih dari 100 triliun rupiah. Tentu saja, Balikpapan sebagai gerbang utama akan merasakan dampak positifnya,” tambahnya.

Pernyataan itu bukan sekadar optimisme biasa. Berdasarkan data terbaru yang diperolehnya menunjukkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan telah mencapai 1 triliun rupiah.

Angka triliunan ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya aktivitas ekonomi di sektor perdagangan, jasa, dan industri pendukung pembangunan IKN.

Saya sering berjalan kaki pagi hari dan melihat bagaimana ekonomi kota ini bergerak. Bank-bank penuh, UMKM semakin hidup, dan warga tampak antusias dalam menggerakkan roda perekonomian. Ini bukti nyata bahwa berkah IKN sudah mulai dirasakan,” tambahnya.

Balikpapan, Kota Tanpa ‘Manusia Silver’

Di tengah hiruk-pikuk kota-kota besar di Indonesia, fenomena manusia silver, yakni orang-orang yang mengecat tubuhnya dengan cat perak dan mengamen di jalanan atau di keramaian, menjadi pemandangan yang lazim.

Namun, menurut pengamatannya, fenomena manusia silver di Balikpapan ini hampir tidak pernah dijumpainya. Hal ini dibuktikan dengan beberapa foto jalan-jalan pagi menyusuri perkampungan Kota Balikpapan dan sempat diunggahnya di media sosial Facebook.

Di Jawa, manusia silver itu banyak. Mereka mengecat tubuh dan turun ke jalan, intinya untuk meminta uang. Tapi di Balikpapan, kita jarang sekali melihat pemandangan seperti itu. Mengapa? Karena warga Balikpapan masih memiliki kemampuan dan peluang kerja yang baik. Mereka memilih bekerja dengan cara yang lebih bermartabat,” jelasnya.

Lebih jauh, Pak Satria menekankan bahwa ketidakhadiran pengamen agresif di perempatan jalan juga menjadi bukti bahwa Balikpapan memiliki daya tahan sosial yang kuat.

Di sini, masyarakatnya memiliki semangat kerja yang tinggi. Mereka lebih memilih mengais rezeki dengan cara yang produktif,” imbuhnya.

Budaya Sedekah yang Mengakar

Hal menarik lainnya yang mencerminkan karakter khas warga Balikpapan adalah budaya sedekah yang sudah mengakar. Salah satu contohnya terlihat dalam kebiasaan membayar parkir.

Di Balikpapan, parkir itu sebenarnya gratis di banyak tempat. Tapi tetap saja, warga dengan sukarela memberikan uang parkir sebagai bentuk sedekah. Ini menunjukkan betapa kuatnya nilai kedermawanan di tengah masyarakat,” ujarnya dengan nada kagum.

Kebiasaan ini, menurutnya, bukan semata-mata soal uang, tetapi tentang keikhlasan berbagi. Balikpapan tak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga secara sosial dan spiritual, membentuk komunitas yang saling peduli dan menghargai.

Bersyukur dan Terus Melangkah Maju

Di akhir sambutannya, Pak Satria mengajak seluruh hadirin untuk merenungi makna syukur.

Kita telah diberi begitu banyak rezeki, berkah, dan karunia oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Cara bersyukur setiap orang memang berbeda-beda, tetapi yang terpenting adalah tidak mengeluh. Mengapa harus mengeluh jika kita sudah diberi begitu banyak kemudahan?” ujarnya.

Acara silaturahmi tersebut menjadi lebih dari sekadar pertemuan rutin. Ini adalah momentum untuk menyadari bahwa Balikpapan bukan hanya kota penyangga IKN secara geografis, tetapi juga penyangga semangat, harapan, dan masa depan yang lebih cerah.

Sebagai penutup, Pak Satria kembali mengingatkan dengan sebuah pantun. “Kalau ada sumur di ladang, bolehlah menumpang mandi. Kalau ada rezeki yang datang, mari kita syukuri dan manfaatkan untuk kebaikan bersama.

(SA/Kontributor)

Sebagian sivitas Universitas Mulia foto bersama. Foto: Media Kreatif

Universitas Mulia Bangun Gedung Tiga Lantai

UM – Sivitas akademika Universitas Mulia menghadiri Refleksi Akhir Tahun 2024 yang diselenggarakan Yayasan Airlangga. Kegiatan yang diwarnai pembagian sejumlah hadiah ini bertempat di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia, Selasa (31/12).

Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie yang mengikuti secara daring, dalam sambutannya mengatakan, beberapa peristiwa penting selama tahun 2024 serta tantangan dan hambatan yang dihadapi, menjadi bahan evaluasi.

“Tujuannya adalah untuk mengukur sejauh mana kita telah bertumbuh, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari umat. Selain itu, kita juga perlu mengukur seberapa besar manfaat yang telah kita berikan dan dirasakan oleh orang lain,” tutur Hj. Mulia.

“Alhamdulillah, Yayasan Pendidikan Airlangga dikelola dengan prinsip humanis. Salah satu wujudnya adalah kita tidak menghilangkan peran seorang ibu yang mengantar anaknya ke sekolah atau ke kampus, agar mereka dapat tumbuh bersama dengan kemajuan yayasan,” tuturnya.

Demikian pula, lanjutnya, yayasan menghargai peran seorang bapak yang selalu mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah. “Kita tidak melarang atau membatasi peran tersebut, karena kita menganut prinsip humanis,” terangnya.

Menurutnya, Yayasan Airlangga senantiasa mendukung upaya untuk mencapai dan merealisasikan visi dan misi yang telah direncanakan setiap tahun oleh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Airlangga.

“Rencana tersebut kita kembangkan, kita jalankan, dan kita evaluasi bersama di akhir tahun,” tambahnya.

Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie memberikan sambutan pada Refleksi Akhir tahun 2024 secara daring. Foto: Media Kreatif

Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie memberikan sambutan pada Refleksi Akhir tahun 2024 secara daring. Foto: Media Kreatif

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi. Foto: Media Kreatif

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi. Foto: Media Kreatif

Dosen Berprestasi 2024 Universitas Mulia mendapatkan penghargaan dari Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi. Foto: Vio/Media Kreatif

Dosen Berprestasi 2024 Universitas Mulia mendapatkan penghargaan dari Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi. Foto: Vio/Media Kreatif

Firmansyah, Kepala SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan, Guru Inovatif tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2024. Foto: SA/Kontributor

Firmansyah, Kepala SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan, Kepala Sekolah Inovatif tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2024. Foto: SA/Kontributor

Capaian Tahun 2024

Sejumlah prestasi yang membanggakan di bidang pendidikan berhasil diraih. “Salah satunya adalah kebanggaan atas terpilihnya Bapak Firmansyah sebagai kepala sekolah inovatif tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun ini,” tuturnya, disambut aplaus meriah.

Selain itu, seluruh SMK di bawah naungan Yayasan Airlangga telah menjadi SMK Pusat Keunggulan. “Ini menunjukkan bahwa SMK-SMK kita telah menjadi acuan atau model bagi SMK lain,” terangnya.

Selain capaian akademik, yayasan juga telah berhasil mendirikan Pesantren Al-Madani di Sulawesi Selatan. Yayasan juga terus berupaya melakukan kolaborasi dengan berbagai komunitas dan mahasiswa.

“Kita juga telah berhasil mengadakan kegiatan kesenian, riset desa, dan seminar nasional dan internasional. Selain itu, kita juga berupaya untuk melakukan branding dan inovasi,” tambahnya.

Hj. Mulia juga memberikan apresiasi atas keberhasilan sivitas Universitas Mulia yang berhasil menyusun borang akreditasi institusi.

“Selain itu, kita terus berupaya membangun gedung kampus tiga lantai yang kita harapkan selesai dalam waktu dekat, agar dapat segera kita pergunakan,” ungkapnya.

SMK Pusat Keunggulan

Senada, Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi mengatakan, patut berbangga lantaran seluruh SMK di bawah naungan yayasan berhasil menjadi SMK Pusat Keunggulan.

“Kita berikan apresiasi atas pencapaian ini. Perlu diketahui bahwa tidak semua SMK dapat menjadi pusat keunggulan. Hanya sekolah yang dianggap mampu dan memiliki kualitas yang memadai yang dapat ditunjuk oleh pemerintah,” tutur Dr. Agung.

Ia menilai, SMK TI Samarinda menjadi pionir yang pertama kali mendapatkan bantuan pemerintah, diikuti oleh SMK Airlangga Balikpapan dan SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan

Dr. Agung mengatakan, bantuan ini memiliki dampak signifikan terhadap kinerja lembaga pendidikan sekolah. Hal ini terlihat jelas ketika mengunjungi sekolah yang telah mendapatkan bantuan tersebut.

“Contohnya, di SMK Kesehatan, bantuan pemerintah sangat memajukan Prodi Keperawatan, dengan fasilitas ruangan yang profesional dan modern,” terang Dr. Agung.

Berawal dari Raker di Bali 2022

Kepala Sekolah SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan Firmansyah mengatakan, bantuan pemerintah diperolehnya usai dirinya mengikuti Rapat Kerja Yayasan Airlangga, di Bali tahun 2022 yang lalu.

“Sejak Raker yang kita ikuti di Bali pada tahun 2022, kita mulai menyusun peta jalan untuk membawa institusi kita ke arah yang lebih baik. Materi Raker tersebut kemudian kami presentasikan di hadapan kurator. Sejak saat itu, kita mulai terarah dalam pengembangan institusi,” ujar Firmansyah.

Setelah itu, lanjutnya, Firmansyah mendapatkan program pendampingan selama tiga tahun terkait pengembangan mutu.

“Pada tahun 2022, kita mendapatkan bantuan sebesar 1,3 Miliar. Bantuan tersebut meliputi bantuan fisik, kurikulum, dan peralatan. Dengan dukungan tersebut, kita menjadi lebih terbuka dan terarah,” terangnya.

Sejak saat itu pula, kemitraan yang dijalin SMK Kesehatan juga semakin luas, baik di tingkat lokal, daerah, maupun nasional.

“Kita menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit dan institusi lainnya,” tambahnya.

Di tahun selanjutnya, SMK Kesehatan kembali mendapatkan bantuan berupa dana sebesar 150 juta. Meskipun tidak sebesar bantuan sebelumnya, tetapi sangat membantu dalam penguatan kurikulum.

Di tahun ketiga dan terakhir, mendapatkan bantuan serupa yang digunakan untuk penguatan kurikulum, menghadirkan guru tamu, dan berbagai program lainnya.

Sejumlah prestasi diraih Firmansyah, di antaranya adalah Juara 1 Kepala Sekolah Inovatif versi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur. Kedua, Juara 2 versi Balai Guru Penggerak. Ketiga, mendapatkan Juara 2 SMK ter-perform di tingkat provinsi.

(SA/Kontributor)

Perwakilan peserta Refleksi yang hadir dari Universitas Mulia, Kamis (30/12). Foto: Fian

UM – Sivitas Universitas Mulia mengikuti Refleksi Akhir Tahun 2021 yang digelar oleh Yayasan Airlangga, Kamis (30/12). Refleksi diikuti peserta baik daring maupun luring, bertempat di Aula Kampus Cheng Ho, Jalan Zaini Azhar Maulani, Damai Bahagia, Balikpapan.

“Setiap tahun kita diberikan waktu untuk refleksi Bapak Ibu sekalian, biasanya itu untuk umat Muslim refleksi di bulan Ramadhan, di situlah kita melakukan kontemplasi, refleksi, mencoba mengembalikan jati diri kita seperti apa kita dan akan ke mana kita,” tutur Manajer Pendidikan Yayasan Airlangga DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengawali sambutan.

Terkait dengan refleksi institusi, menurut DR. Agung, apa yang sudah dilakukan dan apa rencana yang akan dilakukan ke depan sesuai dengan jalurnya atau tidak.

Ia berharap, dengan refleksi dapat membangun kesadaran, baik secara personal maupun institusional. “Bahwa kita ini sebenarnya sedang diberikan amanah, bukan amanah kecil, tapi amanah yang luar biasa, yaitu amanah mengelola universitas,” ungkap Rektor Universitas Mulia ini mengingatkan seluruh sivitas.

Mengelola universitas bukan perkara mudah. Menurutnya, suatu entitas tertinggi di dunia bentuknya adalah universitas. “Dan kita baru memulai di tahun 2018, tepatnya tahun akademik 2019, sekarang baru memasuki tahun ketiga,” tuturnya.

Rektor mengingatkan kepada seluruh sivitas untuk memahami bahwa kemampuan mengelola universitas untuk memandang, melihat, memprediksi, merancang harus memiliki fondasi yang kuat. “Tanpa (fondasi) itu semua, maka Kita hanya berjalan di tempat,” tuturnya.

Sebagai salah satu pendiri Yayasan Airlangga, DR. Agung kemudian mengajak kembali melihat sejarah pendirian yayasan yang lahir di tahun 1992. “Resminya tahun 1993, itu artinya sekarang sudah menginjak usia 28 tahun. Jadi dua tahun lagi kita akan merayakan 30 tahun,” ungkap DR. Agung.

Perwakilan peserta Refleksi yang hadir dari Universitas Mulia, Kamis (30/12). Foto: Fian

Perwakilan peserta Refleksi yang hadir dari Universitas Mulia, Kamis (30/12). Foto: Fian

Perwakilan peserta Refleksi yang hadir dari Pendidikan Menengah, Yayasan Airlangga, Kamis (30/12). Foto: Fian

Perwakilan peserta Refleksi yang hadir dari Pendidikan Menengah, Yayasan Airlangga, Kamis (30/12). Foto: Fian

Tentu saja, hal ini mengingatkan Dr. Agung terhadap ucapan seseorang terkait perjalanan sebuah institusi, berapa lama kuat bertahan atau tumbang. “Tahun pertama sampai tahun kelima itu tahun-tahun yang sulit, kalau bertahan sampai tahun kelima, maka akan cukup untuk berkembang. Biasanya 20% sampai 40% tumbang,” tuturnya mengutip seseorang.

Apabila institusi tersebut mampu bertahan hingga 20 tahun kemudian, maka dinilai 5% makin kuat. “Hanya 5%, silakan Bapak Ibu memperhatikan institusi yang ada saat ini,” tutur DR. Agung.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya mengajar di sebuah lembaga pendidikan di Surabaya tahun 1985. Lembaga pendidikan tersebut adalah Airlangga Student Group atau ASG. “Miliknya Pak Satria (Satria Dharma) dan teman-temannya bertiga,” ungkapnya.

“Nah, itu yang membuat kuliah saya terganggu, yang harusnya empat tahun, tapi menjadi tujuh tahun,” ungkapnya.

Saat itu, dirinya sedang menempuh studi di Program Studi Hukum Universitas Airlangga di Surabaya. Ia mengakui, saat itu kesibukannya mengajar membuatnya sempat tidak diperbolehkan mengikuti ujian akhir semester pada semester pertama.

“Absensi kuliah terlalu banyak, kalau tidak sesuai dengan syarat jumlah kehadiran 80%, maka tidak diperbolehkan mengikuti ujian. Dari 12 kali pertemuan, tidak masuk empat kali, habis,” ungkapnya.

Dari sinilah, DR. Agung merasakan mengenal pilihan hidup, antara bekerja atau kuliah. Meski demikian, ia menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran sehingga membuat strategi agar tetap bisa menyelesaikan kuliah mengingat kuliah di Perguruan Tinggi Negeri yang memiliki persyaratan yang sangat ketat.

“Dua tahun tidak selesai, tidak memenuhi IPK minimal, itu bisa di-DO (dikeluarkan universitas), walaupun pintar,” tuturnya.

Oleh karena itu, ketika pada saatnya memiliki kesempatan untuk menyelesaikan studi, ia berusaha belajar lebih keras. “Saya membeli buku, saya belajar keras sehingga mendapat nilai yang cukup, jadi itu strategi saya untuk kemudian bergerak (beraktivitas) lagi di luar,” ungkapnya.

Dengan strategi tersebut, syarat untuk menyelesaikan studi dalam dua tahun, empat tahun, hingga sarjana yang diberlakukan Universitas Airlangga saat itu berhasil dilewatinya.

“Saya merasakan kasihan pada teman-teman saya yang pintar, tapi tidak mempunyai strategi sehingga di-DO,” tuturnya.

Cerita tersebut mengingatkan kepada seluruh sivitas Universitas Mulia apabila kesulitan menyelesaikan suatu target program kerja, maka yang dilakukannya adalah menyediakan waktu yang cukup untuk belajar dan bekerja lebih keras untuk mencapai tujuan dalam meraih visi personal maupun institusional, meski dalam kondisi terpepet.

“Jangan menunggu, fokus gunakan satu semester, jangan sampai waktunya tidak cukup untuk dikejar,” ingatnya.

Pengalaman dalam perjalanan hidup, baik saat menempuh studi maupun dalam pekerjaan mempengaruhi pola kepemimpinan DR. Agung dalam membawa Yayasan Airlangga dan Universitas Mulia hingga saat ini. “Setiap kepemimpinan itu mempengaruhi apa yang dipimpinnya,” tuturnya.

Meski demikian, DR. Agung mengakui keberhasilan dalam kepemimpinan mengelola institusi merupakan berkah dan rida Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Kuncinya cuma satu, bahwa ini berkah, ini rida, tentu bukan kerja satu orang, ini kerja tangan-tangan kita bersama,” tuturnya.

DR. Agung juga mengingatkan bahwa berkaca pada perjalanan tersebut, ia berharap institusi menjalankan profesionalisme dan humanis. “Mengapa saya ingin institusi kita itu dilakukan dengan dua sisi, satu profesional, satunya lagi humanis?” tuturnya.

Diakuinya, sisi humanis baginya terasa lebih kuat ketika menjalankan kepemimpinan dibanding dengan profesionalisme. “Tapi ke depan yang saya inginkan adalah ada garis tengah antara profesionalisme dan humanisme, keduanya berjalan bersama-sama menuju satu tujuan,” tuturnya sembari menggambar garis-garis yang disebutnya tujuan, arah, dan cita-cita.

Seperti diketahui, yang dimaksud profesional adalah ahli dalam bidangnya. Seorang yang profesional dalam bidang pekerjaannya, maka dia adalah ahli dalam bidangnya, yang dibuktikan dengan kecepatannya dalam menghasilkan luaran yang diharapkan.

Sedangkan profesionalisme adalah suatu kemampuan dan keterampilan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai bidang dan tingkatan masing-masing.

Humanisme atau humanistis menyebutkan bahwa apa pun kegiatan manusia (human) harus dapat dimanfaatkan selama bertujuan untuk memanusiakan manusia, yaitu untuk mencapai aktualisasi diri, pemahaman diri serta realisasi diri secara optimal.

Humanis mempunyai konsep bahwa manusia sebagai subyek yang memiliki kemampuan menghadapi dunia dan lingkungan hidupnya serta kemampuan untuk mengatasi dan memecahkan masalah-masalah yang akan mengancam manusia itu sendiri.

Refleksi Akhir Tahun 2021 ini diikuti peserta baik dari Kota Balikpapan, Samarinda, hingga sampai Kota Malang Jawa Timur melalui aplikasi Zoom Meeting.

Selamat menyambut Tahun Baru 2022, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan semangat bekerja lebih baik lagi, dilimpahi kesehatan, keceriaan, dan kebahagiaan serta berkah dan anugerah untuk kita semua. Amin.

(SA/PSI)

Ucapan Selamat Tahun Baru 2021 Rektor Universitas Mulia, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

UM – Ada banyak kisah dan peristiwa sepanjang tahun 2020 yang telah dilalui segenap sivitas Universitas Mulia. Berawal dengan adanya Bencana Nasional non-alam Covid-19 yang melanda seluruh negeri dan mampu mempengaruhi seluruh pelaksanaan kegiatan tri darma perguruan tinggi di Universitas Mulia.

Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. secara khusus menyampaikan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa, dan berterima kasih kepada seluruh sivitas akademika hingga detik ini mampu bersama-sama melewati berbagai cobaan, tantangan, dan rintangan dengan baik. Sepanjang 2020, sivitas akademika belajar dan melakukan refleksi, berharap agar tahun 2021 semakin lebih baik lagi.

“Selamat Tahun Baru 2021, semoga memberi semangat dan keceriaan baru untuk kita semua. Semoga seluruh karyawan dan keluarganya sehat walafiat, dan dijauhkan dari Covid-19,” tutur Pak Agung.

Pak Agung menambahkan, di tengah pandemi Covid saat ini yang makin meningkat di semua daerah di Indonesia, berharap imunitas tubuh seluruh sivitas akademika makin kuat dan dijauhkan dari bencana dan virus Corona yang belum ada obatnya tersebut.

Ucapan Selamat Tahun Baru 2021 Rektor Universitas Mulia, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Ucapan Selamat Tahun Baru 2021 Rektor Universitas Mulia, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Sementara itu, beberapa pesan doa dan harapan juga diterima media ini berharap tahun 2021 semakin baik lagi. Di antaranya pesan dari Ketua Yayasan Airlangga Ibu Mulia Hayati Deviantie, Bapak Satria Dharma, Ir Mohamad Adriyanto M.Sc, Pjs Wakil Rektor Richki Hardi, S.T, M.Eng. serta Dosen dan Karyawan Universitas Mulia.

Berikut doa dan harapan keluarga besar dan sivitas Universitas Mulia.

Ibu sebagai Ketua Yayasan mewakili Yayasan Airlangga mengucapkan kepada seluruh keluarga dibawah naungan Yayasan Airlangga, Perguruan Tinggi Universitas Mulia, SMK Airlangga, SMK Kesehatan, SMKTI Samarinda, SMP Plus Airlangga, dan Paud Insan Mulia, baik dosen dan staf pengajar maupun karyawannya serta seluruh keluarganya, SELAMAT MENYONGSONG TAHUN BARU 2021 dengan penuh rasa syukur dan bahagia. Utamanya untuk Universitas MULIA satu-satunya yang berbasis IT telah menjadi primadona Yayasan selama ini semoga semakin maju berkembang dengan pesat dan BERKAH, khususnya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, bertanggung jawab dan berakhlak mulia. Semoga di tahun 2021 kita semakin bersemangat, bersyukur sehingga kehidupan kita semua semakin berkah. Selamat tinggal kenangan selamat datang harapan.

~ Ibu Mulia Hayati Deviantie, Ketua Yayasan Airlangga

 

Selamat Tahun Baru 2021 untuk semua staf, dosen, pimpinan, dan mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan. Semoga tahun 2021 adalah tahun kebangkitan, kejayaan, dan kemuliaan bagi kita semua. Amin ya robbal alamin. 🙏😊

~ Satria Dharma, Pendiri Yayasan Airlangga

 

Selamat berlibur dan berkumpul dengan keluarga. Semoga dapat melakukan refleksi atas apa yang telah kita lakukan di tahun lalu, dan menancapkan tekad untuk makin baik di tahun depan. Mudah-mudah Allah swt memberikan ridho atas semua yang kita perbuat… Aamiin ya rabbal aalamiin…

~ Ir. Mohamad Adriyanto, M.Sc., Dosen Fakultas Ilmu Komputer

 

2021 telah tiba, saatnya membuka lembaran hidup yang baru, semangat baru dengan terus meningkatkan amal kebaikan, menjaga lisan, mempererat tali silahturrahmi, serta menjadi tauladan bagi sesama. Semoga Allah senantiasa melindungi dan merahmati kita semua. Amin

~ Richki Hardi, S.T., M.Eng., Pjs Wakil Rektor IV

 

Bihun makananku dengan lauk satu Domba Senapan patria beridentitas Italia Tahun dua ribu dua satu telah tiba Harapan ceria di Universitas Mulia.

~ Drs. Suprijadi, M.Pd., Dosen Fakultas Ilmu Komputer

 

Semoga 2021 UM semakin banyak mahasiswanya.

~ Muhammad Nurfalah, S.Kom., M.T., Dosen Fakultas Ilmu Komputer

 

Bismillahirohmanirahhim..
Semoga ditahun 2021 universitas dapat memberikan lebih banyak kontribusi terhadap masyarakat,bangsa dan negara melalui pendidikan kita dapat bersama sama membangun bangsa yang lebih baik.. semoga semua dampak dari covid 19 bisa menjadikan kita menjadi lebih kuat .. salam universitas mulia..mulia dan jaya

~ Wahyu Nuralimyaningtias, S.Kom., M.Kom.,  Dosen Fakultas Ilmu Komputer

 

Kami keluarga besar program studi Administrasi Perkantoran mengucapkan selamat menyongsong tahun 2021, tahun dimana kita akan selalu melihat dan merasakan betapa Tuhan tidak pernah luput mengasihi umatNya. Pandemi covid 19 menyadarkan bahwa kita manusia adalah makhluk yang lemah, namun kita tidak boleh menyerah, kita tetap harus berjuang dan pastinya tidak ada harapan yang sia-sia.
Kiranya Tuhan memberikan kemudahan bagi Universitas Mulia dalam meraih harapan dan cita-cita di tahun 2021 nanti.

~ Isti Prabawani, S.E., M.M., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

 

2020 mengajarkan kita banyak hal dan memberi pelajaran berharga tentang arti kesehatan, kebersamaan dan waktu yg kita miliki. Semoga 2021 masih menjadi milik kita, atas kesehatan dan karya yang tiada pernah putus. Apapun kondisimu saat ini, bertahanlah. Keberhasilan kita hari ini karena kemampuan kita bertahan kemarin. Dan kesuksesan kita esok ditentukan kemampuan kita bertahan hari ini.

~ Linda Fauziah, S.Pd., M.Pd., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

 

Tahun Baru Semangat Baru, Semoga Pandemi Covid 19 Cepat Berlalu, Kami Rindu Aktivitas Normal Kuliah seperti sedia kala semoga di Tahun Baru 2021 kita diberi Kesehatan dan Umur Panjang sehingga Kita bisa lebih Banyak Berkarya UM Jaya

~ Sumardi, S.Kom., M.Kom. Dosen Fakultas Ilmu Komputer

 

Semoga Allah berkahi diri dan keluarga kita.

Semoga Allah lindungi kita semua dari buruknya aqidah dan akhlak, kejahatan manusia dan jin, kelalaian dan kejahatan manusia, musibah dan bencana.

Semoga Allah kuatkan dan beri kesabaran untuk terus bertumbuh, bermanfaat, dan berdaya bersama Universitas Mulia 🤲🏻🤲🏻

~ Tina Triwulansari, S.Kom., M.T.I, Dosen PSDKU Samarinda

 

Assalamualaikum dan selamat malam.
Bapak ibu ,rekan2 dan sahabat semua, saya mengucapkan Selamat tahun baru 2021 .
Semoga tahun mendatang lebih baik dari tahun yang lalu. Menjadikan manusia yang lebih bermanfaat. Semoga diberikan kesehatan dan keselamatan, Serta kesuksesan.

Sukses terus buat UM.
Salam semangat.

~ Murtasiyah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

 

Ya Allah tahun 2020 yang penuh kecemasan, rintihan dan tangisan manusia sejagat telah Engkau tutup.
Dan karenanya …
Ya Allah, tahun 2020 menjadikan manusia sejagat menyadari atas kuasaMu dan cobaan yang Engkau berikan.
Ya Allah bukakan tahun 2021 sebagai tahun pengganti, penuh dengan harapan meningkatnya kesehatan, kesejahteraan dan kualitas pendidikan demi keberlangsungan peradaban manusia sejagat

~ Mustiko, S.H., Staf Ahli UM

 

Tak lupa, di penghujung tahun 2020 ini, segenap pengelola situs resmi website Universitas Mulia juga menyadari ada banyak kekeliruan dan kekhilafan. Ini semua tak lepas dari diri bahwa pengelola merupakan manusia biasa yang seringkali tak luput dari kekurangan.

Semoga di tahun 2021 ini, kita semua diberikan oleh Yang Maha Kuasa umur panjang, selalu dalam keadaan sehat walafiat, sukses dan berkah dalam menjalankan aktivitas tri darma perguruan tinggi dengan baik. (SA/PSI)