Balikpapan, 1 Januari 2026— Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia, Rabu pagi, 31 Desember 2025, tidak hanya menjadi ruang berkumpul. Sejak pukul 08.00 WITA, ruang itu menjelma menjadi lanskap perjumpaan—antara refleksi dan perayaan, antara tawa dan kesadaran. Di sanalah Yayasan Airlangga, menutup tahun 2025 melalui kegiatan Refleksi Penerapan Budaya Kerja Profesional dan Humanis dalam Membangun Karier dan Kesejahteraan Sosial, sebuah forum evaluasi yang dirancang tidak kaku, namun tetap bermakna dan berjarak dari seremoni formal semata.

Pimpinan Yayasan Airlangga berpose bersama peserta Refleksi Akhir Tahun 2025, menandai kebersamaan lintas peran dalam suasana kreatif dan penuh keakraban.

Seluruh unit di bawah naungan Yayasan Airlangga hadir lengkap: SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga, SMK TI Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, Universitas Mulia, PSDKU Universitas Mulia Samarinda, hingga jajaran rektorat, fakultas, tim media kreatif, serta tim Marketing Branding dan Inovasi. Kehadiran itu tidak hanya menandai keterpenuhan administrasi, melainkan memperlihatkan kesatuan kerja lintas jenjang pendidikan yang selama setahun terakhir bergerak dalam irama yang sama.

Dosen Universitas Mulia mengekspresikan imajinasi melalui kostum Dragon Ball dan abdi dalem Keraton Jawa, mencerminkan keberagaman ekspresi dalam ruang akademik.

Yang pertama menyapa mata justru bukan podium atau layar presentasi megatron, melainkan para peserta. Beragam kostum memenuhi ballroom: para guru senior yang bepakaian siswa SMEA, koboi lengkap dengan topi, tali laso, dan pistol mainan, tokoh Shaun the Sheep  dan teman-temannya bersama gembalanya, jaksa, hakim, narapidana, busana tradisional perempuan Korea, hingga kostum perempuan Tiongkok ala Dragon Ball. Imajinasi dibiarkan tumbuh tanpa sekat jabatan. Kreativitas hadir tanpa perlu legitimasi struktural.

Karyawan dan guru SMK TI Airlangga Samarinda berpose dengan pakaian unik sebagai simbol semangat kolektif dan kebersamaan dalam refleksi akhir tahun.

Sebelum acara resmi dimulai, satu per satu peserta berfoto di depan megatron yang menampilkan judul kegiatan. Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., bahkan secara spontan mengundang para pemakai kostum unik untuk berpose bersama. Ruang tunggu berubah menjadi ruang percakapan; hierarki mencair dalam candaan ringan.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, S.E., berpose bersama sang adik, Indah Sukmawati mengenakan busana Putri Kashmir , menghadirkan nuansa elegan dalam kebersamaan keluarga yayasan.

Acara kemudian dibuka oleh MC yang memanggil peserta untuk foto bersama keluarga besar Yayasan Airlangga, dipanggil per divisi. Untuk Universitas Mulia, pemanggilan dilakukan per fakultas, disusul rektorat, tim media kreatif, serta tim Marketing Branding dan Inovasi. Foto bersama itu bukan sekadar dokumentasi, melainkan penegasan simbolik bahwa lembaga ini bergerak sebagai satu tubuh, dengan peran yang saling menopang.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., menyampaikan sambutan dengan mengenakan kopiah ulat doyo khas Kutai sebagai penanda identitas lokal.

Dalam sambutannya, Dr. Agung mengakui keterkejutannya atas respons peserta. “Ketika diberikan kesempatan untuk menampilkan hal-hal yang unik, hasilnya di luar dugaan. Ini menunjukkan kreativitas tim Yayasan Airlangga yang luar biasa,” ujarnya, disambut tepuk tangan panjang.

Ia lalu mengapresiasi Ketua Dewan Pembina Universitas Mulia, Drs. Satria Darma, yang tampil dengan seragam tentara, sorban Palestina, dan kacamata hitam. Dengan gaya santai, Dr. Agung bahkan meminjamkan senapan mainan dari peserta berkostum koboi, seketika memancing gelak tawa dan tepuk tangan hadirin. Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, S.E., juga mendapat komentar hangat—busana yang dikenakannya disebut menyerupai putri Kashmir.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, S.E., menyampaikan sambutan reflektif dengan balutan busana Putri Kashmir di akhir tahun 2025.

Candaan terus mengalir: tentang koboi yang seolah menambatkan kuda di luar gedung, domba yang mungkin masih merumput di taman kampus, hingga kehati-hatian bercanda karena “hadir jaksa dan hakim” yang bisa saja mengadili. Humor hadir bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai bahasa kebersamaan.

Di tengah keceriaan itu, Dr. Agung menyelipkan candaan yang menyita perhatian hadirin. Ia menyebut adanya “peserta terjauh” yang hadir, yakni Bapak Muhammad Yani, yang disebutnya datang dari Melayu, Selangor. Ruangan sontak dipenuhi tawa. Candaan itu lahir dari busana yang dikenakan—menyerupai seorang Pangeran Melayu Selangor—padahal sejatinya beliau adalah dosen PSDKU Universitas Mulia Samarinda. Momen tersebut menjadi penanda bahwa ruang refleksi ini memberi tempat bagi keakraban, tanpa menanggalkan rasa hormat.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Drs. Satri Darma, menyampaikan sambutan dengan balutan seragam tentara dan sorban sebagai simbol refleksi, imajinasi, dan nilai kebangsaan.

Namun, tepat setelah tawa mereda, suasana perlahan berubah.

Dengan nada yang lebih tenang, Dr. Agung mengajak hadirin kembali pada makna refleksi. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan di bawah naungan Yayasan Airlangga—mereka yang bekerja dalam sunyi, menghidupkan sekolah dan kampus dengan dedikasi yang sering kali tak tercatat dalam laporan tahunan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas hal-hal yang belum optimal sepanjang 2025.

“Cahaya itu sudah mulai terlihat bersinar,” ucapnya, sembari mengingatkan bahwa harapan tetap tumbuh meski bangsa ini sedang diuji oleh bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Kalimat itu tidak diucapkan lantang, tetapi cukup untuk membuat ruangan kembali hening. Sebab setiap orang di sana memahami bahwa institusi ini berdiri bukan hanya oleh kebijakan, melainkan oleh manusia-manusia yang setia menjaganya.

Perwakilan FEB Universitas Mulia berpose mengenakan kostum domba dan gembala, menghadirkan pesan kebersamaan dan kepemimpinan dalam balutan kreativitas.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, dalam sambutannya mengaku terkejut sekaligus bangga atas kemeriahan dan keunikan refleksi tahun ini. Ia bahkan mewacanakan kegiatan serupa sebagai agenda tahunan, lengkap dengan lomba kostum unik. Di balik candaan tentang pakaian Kaipang dan Yasir Arafat, ia mengajak seluruh keluarga besar yayasan untuk bersyukur dan menengok kembali perjalanan setahun terakhir. “Prestasi-prestasi yang ditampilkan dalam Rakor dan Raker menunjukkan bahwa kita tidak berjalan sendiri. Tidak ada yang tertinggal. Kita maju bersama,” ujarnya.

Refleksi semakin menemukan kedalaman ketika Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Drs. Satri Darma, menyampaikan sambutan. Ia mengisahkan seragam tentara yang dikenakannya—dibeli saat perjalanan ke Hainan dan baru pertama kali digunakan—serta keffiyeh hadiah umrah dari putranya. Ia kemudian mengutip Albert Einstein: Imagination is more important than knowledge.

Pemotongan tumpeng menjadi penanda syukur dan penutup rangkaian Refleksi Akhir Tahun Yayasan Airlangga 2025.

Menurutnya, ilmu pengetahuan berangkat dari imajinasi, dan hari itu ia menyaksikan langsung bagaimana imajinasi hidup di tengah keluarga besar Yayasan Airlangga. “Ini tahun yang baik. Kita berdoa agar 2026 jauh lebih baik,” tuturnya.

Puncak refleksi emosional hadir saat diputar Kaleidoskop 2025 Yayasan Airlangga, disusul film Memorable dengan narasi yang disampaikan langsung oleh Dr. Agung. Ruangan yang sejak pagi dipenuhi tawa mendadak senyap. Layar menampilkan wajah-wajah yang telah mendahului, namun jasanya tertanam kuat dalam fondasi yayasan: almarhum Ayahanda Hasyim Mahmud dan Ibunda Hafsah Ismail, keluarga yayasan lainnya, serta para dosen, guru, tenaga kependidikan, dan karyawan yang telah berpulang.

Pada momen itu, refleksi tidak lagi berbicara tentang capaian atau target. Ia menjelma menjadi pengakuan sunyi bahwa pendidikan adalah kerja panjang lintas generasi. Ada yang memulai, ada yang melanjutkan, dan ada yang menyempurnakan—sering kali tanpa sempat menyaksikan hasil akhirnya. Beberapa mata tampak berkaca-kaca. Beberapa kepala tertunduk. Tidak ada tepuk tangan, karena rasa hormat tidak selalu membutuhkan suara.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, S.E., menyerahkan penghargaan Website Terbaik kepada Tim Kerja Sama dan Humas Universitas Mulia.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Ketua Yayasan Airlangga, dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, dilanjutkan dengan pembagian hadiah Lomba Dies Natalis Yayasan Airlangga serta penghargaan Yayasan Airlangga 2025.

Menutup 2025, Yayasan Airlangga tidak sekadar mengganti angka kalender. Ia merawat ingatan, meneguhkan nilai, dan mengikat kembali komitmen bersama—melangkah ke 2026 dengan kesadaran bahwa profesionalisme hanya akan bermakna jika berjalan seiring dengan kemanusiaan, dan bahwa cahaya yang disebut pagi itu adalah nyala sinar kolektif yang harus dijaga bersama. (YMN)

Balikpapan, 19 Desember 2025 — Direktur Eksekutif Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., menempatkan perguruan tinggi sebagai instrumen kebijakan publik yang berperan langsung dalam memperluas partisipasi pendidikan tinggi dan memperkuat kapasitas pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Dr. Agung memberikan perhatian khusus pada kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui program Gratis Pol, yang menyediakan dukungan pembiayaan pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Kalimantan Timur. Program tersebut mencakup bantuan biaya pendidikan hingga Rp5.000.000 per semester selama empat tahun, sebuah skema yang dinilainya memiliki implikasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia daerah.

Ketua Senat Universitas Mulia bersama para anggota Senat berfoto bersama sebelum memasuki ruang Sidang Senat Terbuka di Ballroom Cheng Hoo, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, keputusan pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran pendidikan pada skala tersebut merupakan langkah kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan akses pendidikan tinggi. Dampak tersebut, lanjutnya, telah dirasakan Universitas Mulia melalui peningkatan jumlah mahasiswa baru, terutama dari kelompok masyarakat yang sebelumnya menghadapi hambatan ekonomi dalam melanjutkan studi.

“Mahasiswa yang sebelumnya berada di luar jangkauan pendidikan tinggi kini memiliki ruang untuk masuk dan bertahan di perguruan tinggi. Dalam konteks daerah, ini merupakan investasi sumber daya manusia, bukan sekadar bantuan biaya,” ujarnya.

Dr. Agung juga menegaskan bahwa Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis perlu diposisikan sebagai forum refleksi institusional. Menurutnya, peringatan Dies Natalis menjadi sarana untuk menilai perjalanan universitas secara kritis, membaca capaian yang telah diraih, serta merumuskan arah pengembangan Universitas Mulia secara terukur.

Dalam kerangka visi jangka panjang, ia menyampaikan bahwa Universitas Mulia diarahkan untuk berkembang sebagai global technopreneur campus pada tahun 2045. Orientasi tersebut mencakup penguatan pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi yang mampu berkompetisi pada skala internasional, sejalan dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga menyerahkan cendera mata kepada Kepala BRIDA Kalimantan Timur sebagai bentuk apresiasi dan penguatan hubungan kelembagaan.

Meninjau perjalanan tujuh tahun Universitas Mulia, Dr. Agung mengakui bahwa institusi ini menghadapi dinamika dan tantangan kelembagaan. Namun demikian, melalui koordinasi antara Yayasan, Senat Universitas, pimpinan universitas, dan sivitas akademika, Universitas Mulia dinilai terus mengalami penguatan kapasitas dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Ia juga menekankan fungsi Senat Universitas sebagai otoritas normatif-akademik yang berperan menjaga integritas, mutu akademik, dan konsistensi penyelenggaraan Tridarma agar tetap selaras dengan visi dan misi universitas.

Lebih lanjut, Dr. Agung menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu memastikan hasil pengembangan ilmu pengetahuan memiliki relevansi sosial. Dalam konteks Kalimantan Timur sebagai wilayah kaya sumber daya alam, riset dan pengabdian masyarakat dipandang memiliki peran penting dalam mendorong praktik pembangunan yang berbasis pengetahuan dan pencegahan risiko bencana.

Ia menilai bahwa pengalaman sejumlah daerah lain menunjukkan bagaimana pengelolaan sumber daya tanpa basis keilmuan dan partisipasi publik dapat menimbulkan persoalan struktural. Oleh karena itu, kontribusi universitas melalui riset terapan dan pengabdian masyarakat menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Para tamu undangan berpose bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Drs. Satri Darma, pada rangkaian acara Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia.

Menutup sambutannya, Dr. Agung menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia. Ia berharap Universitas Mulia terus memperkuat kapasitas akademik dan kelembagaannya agar mampu berperan secara relevan dalam menjawab kebutuhan pembangunan daerah. (YMN)

Balikpapan, 19 Desember 2025 — Universitas Mulia memasuki usia tujuh tahun dengan menandai fase transisi pengembangan institusi yang diarahkan pada penguatan riset, hilirisasi inovasi, serta peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Arah tersebut disampaikan Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., dalam Dies Natalis ke-7 yang diselenggarakan pada Kamis (18/12/2025) dengan tema “Mulia dalam Riset, Unggul dalam Inovasi.”

Dalam sambutannya, Rektor memaknai usia tujuh tahun sebagai tahap penting dalam siklus pertumbuhan institusi. Ia mengibaratkan fase ini sebagai perkembangan seorang anak yang telah melampaui tahap dasar dan mulai membangun nalar, karakter, serta orientasi hidup yang lebih terarah. Pada titik tersebut, Universitas Mulia dinilai telah meninggalkan fase perintisan dan memasuki tahap pemantapan jati diri serta percepatan kualitas.

Rektor Universitas Mulia bersama para dekan berpose dengan Kepala BRIDA Kalimantan Timur usai penandatanganan naskah Memorandum of Agreement (MoA) sebagai dasar kerja sama penguatan riset dan inovasi.

Rektor menjelaskan bahwa arah pengembangan Universitas Mulia disusun secara sistematis melalui Roadmap Rencana Induk Pengembangan (RIP). Pada fase awal, universitas berfokus pada penguatan tata kelola, peningkatan mutu pembelajaran, dan konsolidasi sumber daya. Memasuki usia ke-7, Universitas Mulia diposisikan sebagai Teaching University yang telah mapan dan secara bertahap diarahkan menuju transformasi sebagai Research-Based University.

Tema Dies Natalis tahun ini, menurut Rektor, merepresentasikan orientasi strategis jangka menengah dan panjang universitas. Riset ditempatkan sebagai fondasi peningkatan mutu akademik sekaligus reputasi institusi. “Mulia dalam Riset” dimaknai sebagai komitmen untuk mengembangkan riset yang bermutu, beretika, dan relevan, serta memiliki daya guna bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penyelesaian persoalan masyarakat, dan pembangunan daerah.

Sementara itu, “Unggul dalam Inovasi” dipahami sebagai kelanjutan dari riset yang produktif. Rektor menekankan pentingnya hilirisasi hasil riset ke dalam berbagai bentuk inovasi, baik berupa produk, teknologi tepat guna, model layanan, solusi sosial, maupun rekomendasi kebijakan. Inovasi diposisikan sebagai penghubung antara kapasitas akademik kampus dan kebutuhan riil masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan perkembangan mutakhir institusi. Ia mengungkapkan bahwa hasil akreditasi institusi Universitas Mulia yang baru saja diumumkan oleh BAN-PT memperoleh predikat Baik Sekali.
“Alhamdulillah, hasil akreditasi institusi Universitas Mulia telah diumumkan dan kita meraih predikat Baik Sekali. Ini menjadi pijakan penting untuk melangkah ke tahap peningkatan mutu berikutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan target peningkatan akreditasi program studi pada periode 2026–2030. Ia menargetkan sejumlah program studi yang saat ini telah terakreditasi Baik Sekali untuk meningkat menjadi Unggul, di antaranya Program Studi Informatika, Sistem Informasi, Akuntansi, Hukum, dan Manajemen.
“Target kami pada periode 2026–2030 adalah mendorong program studi yang sudah Baik Sekali agar naik menjadi Unggul,” tegasnya.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menyerahkan buku hasil kajian tentang kelangkaan air bersih di Kota Balikpapan kepada salah satu mitra kerja Universitas Mulia.

Selain itu, Rektor juga menargetkan peningkatan akreditasi bagi program studi lainnya, yakni Teknik Sipil, Teknik Industri, Desain Komunikasi Visual, Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Teknologi Informasi, PGPAUD, dan Farmasi, dari predikat Baik menjadi Baik Sekali.

Dari sisi penguatan kelembagaan, Universitas Mulia pada tahun akademik ini menambah dua fakultas baru, yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik, sebagai bagian dari strategi pengembangan disiplin keilmuan yang relevan dengan kebutuhan wilayah dan nasional. Sejalan dengan itu, Universitas Mulia juga membuka lima program studi baru, yakni Teknik Sipil, Teknik Industri, Desain Komunikasi Visual, serta Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

Rektor Universitas Mulia menyerahkan piagam penghargaan kepada Ketua Program Studi PGPAUD, Bety Vitriana, M.Pd., sebagai program studi dengan capaian Audit Mutu Internal (AMI) terbaik.

Rektor juga mengungkapkan rencana pengembangan akademik ke depan. Pada tahun mendatang, Universitas Mulia direncanakan membuka enam program studi baru, meliputi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Matematika, Pendidikan Guru Bahasa Inggris, Psikologi, Hubungan Internasional, dan Ilmu Komunikasi.
“Insyaallah, tahun depan kami akan membuka enam program studi baru sebagai bagian dari penguatan peran Universitas Mulia dalam penyediaan sumber daya manusia yang relevan dan adaptif,” ungkapnya.

Dalam konteks pembangunan wilayah, Universitas Mulia menempatkan diri sebagai bagian dari ekosistem pembangunan Kalimantan Timur. Posisi strategis Kota Balikpapan sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat peran universitas, tidak hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengembangan riset terapan dan inovasi kebijakan.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, menyerahkan potongan tumpeng kepada Rektor Universitas Mulia sebagai simbol peringatan Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia.

Menutup rangkaian sambutannya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan Dies Natalis ke-7 sebagai momentum akselerasi institusi. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam penguatan riset, pengembangan inovasi, serta peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh mitra atas kontribusi dan kerja kolektif dalam perjalanan Universitas Mulia hingga mencapai usia tujuh tahun.

“Dirgahayu Universitas Mulia ke-7. Mulia dalam Riset, Unggul dalam Inovasi,” tutupnya.

(YMN)

Pagi yang Tertata, Sidang Senat Terbuka Dimulai dengan Persiapan Matang

Balikpapan, 18 Desember 2025 — Kamis pagi, 18 Desember 2025, Balikpapan menyambut hari dengan suasana yang tenang dan bersahabat. Cahaya matahari telah meninggi, namun belum menyengat, seolah memberi ruang bagi sebuah peristiwa akademik yang tak hanya dirancang rapi, tetapi juga dimaknai dengan kesungguhan. Di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia, denyut persiapan telah terasa sejak pagi.

Alih-alih hiruk-pikuk, yang tampak adalah keteraturan. Panitia bergerak dalam ritme yang senyap namun pasti—menyelaraskan tata ruang, memastikan setiap kursi dan meja berada pada posisi yang semestinya, merapikan detail-detail kecil yang kerap luput dari perhatian, namun menentukan wibawa sebuah sidang senat terbuka. Sentuhan estetika sederhana, seperti vas bunga dan penataan ruang penerima tamu, memperkuat kesan bahwa perhelatan ini diperlakukan sebagai ruang kehormatan akademik.

Seluruh tamu undangan berdiri menyambut masuknya Senat Universitas Mulia ke ruang Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia Tahun 2025 di Ballroom Cheng Hoo.

Perlahan, ruang ballroom terisi. Dosen dan tenaga kependidikan Universitas Mulia hadir dengan sikap tenang, saling menyapa dalam percakapan singkat yang mencerminkan kebersamaan institusional. Kehadiran para tamu dari berbagai instansi eksternal—pemerintahan, lembaga negara, mitra industri, hingga perguruan tinggi—menambah bobot peristiwa ini sebagai momentum bersama, melampaui batas internal kampus.

Ketika waktu menunjukkan pukul 09.00 WITA, Ballroom Cheng Hoo telah terisi penuh. Suasana yang tercipta bukan semata formalitas, melainkan pertemuan antara disiplin akademik dan kegembiraan kolektif dalam memperingati Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia Tahun 2025.

Master of Ceremony membuka rangkaian acara dengan menyapa para tamu kehormatan, di antaranya Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si.; jajaran Senat; pimpinan Yayasan Airlangga; perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur; Badan Otorita IKN; unsur TNI–Polri; lembaga peradilan; perbankan; DPR RI; mitra industri; serta sivitas akademika Universitas Mulia. Dengan khidmat, Sidang Senat Terbuka pun dinyatakan resmi dimulai.

Tari Nondoi, tarian selamat datang khas Dayak Bahau Paser Kalimantan Timur, dipersembahkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Gayatri Universitas Mulia sebagai simbol penghormatan dan keterbukaan kepada para tamu.

Tradisi Akademik, Budaya Lokal, dan Spirit Penyambutan

Prosesi masuk Senat Universitas Mulia, Rektor, dan jajaran pimpinan diiringi lantunan Gaudeamus Igitur. Lagu klasik akademik tersebut menghadirkan suasana reflektif—mengikat tradisi intelektual global dengan konteks lokal perguruan tinggi yang tengah bertumbuh. Ia menjadi penanda bahwa perayaan ini berakar pada nilai-nilai keilmuan yang dijaga lintas generasi.

Pandangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur disampaikan melalui sambutan Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam, Perekonomian Daerah, dan Kesejahteraan Rakyat, drh. Arif Murdiatno.

Nuansa penyambutan kemudian diperkaya melalui penampilan Tari Nondoi, tarian selamat datang khas Dayak Bahau Paser Kalimantan Timur yang dipersembahkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Gayatri Universitas Mulia. Gerakannya yang lembut dan terukur menyiratkan penghormatan, keterbukaan, serta filosofi harmoni antara manusia, budaya, dan lingkungan—sebuah pesan simbolik tentang posisi perguruan tinggi di tengah masyarakat.

Sidang Senat Terbuka secara resmi dibuka oleh Ketua Senat Universitas Mulia, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., dan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Drs. Achmad Prijanto. Ruang ballroom sejenak hening, menandai bahwa rangkaian akademik ini tidak hanya dimulai dengan ketertiban prosedural, tetapi juga kesadaran spiritual.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoA) antara Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur dengan sejumlah fakultas dan unit di Universitas Mulia sebagai penguatan kolaborasi riset terapan dan pengabdian masyarakat.

Momen kebangsaan kemudian hadir melalui lagu Indonesia Raya, disusul Hymne Balikpapan dan Mars Universitas Mulia. Tiga identitas—nasional, kedaerahan, dan institusional—bertemu dalam satu tarikan nafas, menegaskan posisi Universitas Mulia sebagai bagian dari denyut pembangunan daerah dan negara.

Pemutaran video profil Universitas Mulia menghadirkan kilas balik perjalanan institusi, capaian tridarma perguruan tinggi, serta arah pengembangan kampus technopreneur yang berpijak pada kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan regional.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. menegaskan bahwa usia tujuh tahun merupakan fase konsolidasi strategis. Pada titik ini, penguatan mutu akademik, perluasan kolaborasi, dan kesiapan institusi dalam merespons dinamika Kalimantan Timur—termasuk kehadiran Ibu Kota Nusantara—menjadi agenda yang tidak terpisahkan.

Orasi ilmiah disampaikan oleh perwakilan Badan Otorita IKN, Rafli Muzadi, S.T., M.T., yang mengulas pengembangan infrastruktur kota cerdas menuju Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan digital.

Arah Institusi, Kebijakan Pendidikan, dan Kerja Sama Strategis

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. menempatkan Universitas Mulia dalam dua bingkai besar. Pertama, sebagai instrumen kebijakan publik yang memperluas akses pendidikan tinggi melalui dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kedua, sebagai institusi yang tengah diarahkan menuju global technopreneur campus 2045—sebuah visi yang menautkan pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat dalam kerangka pembangunan berkelanjutan.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, S.E. menekankan bahwa tujuh tahun perjalanan Universitas Mulia adalah fase krusial dalam memperkokoh fondasi kelembagaan. Yayasan, menurutnya, berkomitmen mendorong transformasi pendidikan yang adaptif melalui pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan pembelajaran virtual sebagai keniscayaan masa depan.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menyerahkan plakat Universitas Mulia kepada Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur sebagai simbol penguatan sinergi kelembagaan.

Pandangan pemerintah daerah disampaikan melalui sambutan Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam, Perekonomian Daerah, dan Kesejahteraan Rakyat, drh. Arif Murdiatno. Ia menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai motor penggerak pembangunan sumber daya manusia—tidak hanya menyiapkan lulusan siap kerja, tetapi juga melahirkan inovator dan technopreneur yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Drs. Satria Darma, menyerahkan cendera mata kepada perwakilan Badan Otorita IKN, Rafli Muzadi, S.T., M.T., sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi strategis.

Komitmen tersebut dipertegas melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur dengan sejumlah fakultas dan unit di Universitas Mulia. Kerja sama ini menjadi pijakan penguatan riset terapan dan pengabdian masyarakat yang selaras dengan kebutuhan daerah.

Dari Riset Terapan hingga Peneguhan Arah Institusi

Dimensi keilmuan Universitas Mulia tercermin dalam paparan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M. Ia mempresentasikan hasil riset pengolahan limbah pesisir menjadi bahan baku farmasi melalui pendekatan green farmakoekonomi. Limbah sisik dan tulang ikan yang sebelumnya terabaikan berhasil diolah menjadi kolagen, kitosan, dan albumin—produk bernilai ekonomi tinggi yang membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mulia, Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M., memaparkan hasil riset pengolahan limbah pesisir menjadi bahan baku farmasi melalui pendekatan green farmakoekonomi dalam rangkaian Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia.

Rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan cendera mata kepada para tamu kehormatan serta pembagian buku Kelangkaan Air Bersih di Balikpapan, hasil kajian Balikpapan Water Forum. Publikasi ini mencerminkan komitmen Universitas Mulia dalam mendorong diskursus publik berbasis riset dan kebijakan.

H. Rizal Effendy menyerahkan buku Kelangkaan Air Bersih di Balikpapan, hasil kajian Balikpapan Water Forum, kepada Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili oleh drh. Arif Murdiatno sebagai kontribusi akademik dalam diskursus kebijakan publik.

Orasi ilmiah disampaikan oleh perwakilan Badan Otorita IKN, Rafli Muzadi, S.T., M.T., yang mengulas pengembangan infrastruktur kota cerdas menuju Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan digital. Paparannya menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem kota cerdas berbasis teknologi dan data.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga menyerahkan potongan pertama tumpeng kepada Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Drs. Satria Darma, sebagai simbol rasa syukur atas Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia.

Sidang Senat Terbuka ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, dilanjutkan dengan penganugerahan Penghargaan Universitas Mulia 2025. Apresiasi ini diberikan kepada sivitas akademika berprestasi sebagai pengakuan atas dedikasi dan kinerja institusional. Fakultas Humaniora dan Kesehatan meraih penghargaan Fakultas dengan Kerja Sama Terbaik dengan delapan kerja sama sepanjang 2025. Program Studi PGPAUD S1 dinobatkan sebagai Program Studi dengan Audit Mutu Internal Terbaik dengan capaian 83,54 persen. Program Studi Sistem Informasi PSDKU Samarinda menerima penghargaan atas pemanfaatan Lentera terbaik. Penghargaan Dosen Terbaik dianugerahkan kepada Agus Widianto, S.Kom., M.Kom., sementara penghargaan Tenaga Kependidikan Terbaik diberikan kepada Aslina Dua Beda, S.Ak.

Ketua Program Studi PGPAUD Universitas Mulia, Bety Vitriana, M.Pd., berpose bersama dosen dan tenaga kependidikan PGPAUD usai menerima Penghargaan Universitas Mulia 2025 sebagai Program Studi dengan Audit Mutu Internal Terbaik, dengan capaian 83,54 persen.

Pada usia tujuh tahun, Universitas Mulia menandai perjalanannya bukan sekadar melalui seremoni, melainkan melalui refleksi akademik, penguatan kolaborasi, dan peneguhan peran strategis perguruan tinggi dalam pembangunan daerah dan nasional. (YMN)

Balikpapan, 16 Desember 2025— Pelaksanaan Airlangga Saptalomba Internal Championship (ASIC) Vol. 1 dalam rangka Dies Natalis Yayasan Airlangga memperlihatkan bahwa kompetisi olahraga dan rekreasi internal tidak semata berfungsi sebagai ajang lomba, tetapi juga sebagai medium pembelajaran sosial dan kelembagaan. Hingga pertengahan Desember 2025, empat cabang lomba telah rampung dilaksanakan, yakni futsal, badminton, catur, dan tenis meja, sementara tiga agenda lain—Tumpeng Competition, Jalan Santai, dan Fun Quiz—dijadwalkan berlangsung pada 20 Desember 2025.

Ketua Panitia Dies Natalis Yayasan Airlangga, Dicky Satrio Ikhsan Utomo, S.Kom., M.Kom., menilai pelaksanaan lomba sejauh ini berjalan dalam koridor yang terorganisasi dengan baik dan menunjukkan tingkat partisipasi yang konsisten dari seluruh unit. Menurutnya, keberhasilan panitia bukan hanya terletak pada kelancaran teknis, tetapi pada tumbuhnya iklim kompetisi yang sehat dan partisipatif.

Ketua Panitia Dies Natalis Yayasan Airlangga, Dicky Satrio Ikhsan Utomo, S.Kom., M.Kom.

“Tahun ini, dinamika pertandingan terasa lebih hidup. Beberapa cabang bahkan menunjukkan peningkatan kualitas kompetisi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Dicky.

Kompetisi yang Menguji Strategi, Bukan Sekadar Keterampilan

Dari sejumlah cabang yang telah dipertandingkan, futsal dan badminton menjadi dua nomor yang paling menyita perhatian. Kedua cabang ini dinilai paling kompetitif, terutama dengan munculnya divisi Tendik Universitas Mulia sebagai penantang baru yang mampu mengubah peta persaingan.

Pada cabang catur, Universitas Mulia keluar sebagai juara setelah memimpin klasemen akhir dengan 9 poin, hasil dari tiga kemenangan dan satu kekalahan. Keunggulan Universitas Mulia tidak hanya ditentukan oleh jumlah kemenangan, tetapi juga oleh efektivitas strategi permainan, tercermin dari selisih poin papan yang lebih baik dibandingkan pesaing terdekatnya, Tendik UM Airlangga, yang juga mengoleksi 9 poin namun memiliki selisih nol. Sementara SMK Airlangga menempati posisi ketiga, disusul Yayasan Airlangga dan SMP Airlangga.

Di badminton, dominasi Tendik UM terlihat lebih tegas. Menyapu bersih seluruh pertandingan, Tendik UM meraih medali emas dengan catatan empat kemenangan, 12 poin, dan selisih angka +12. Konsistensi permainan dan kedalaman tim menjadi faktor kunci, sementara SMK Airlangga dan Universitas Mulia masing-masing mengamankan perak dan perunggu.

Adapun di futsal, Universitas Mulia tampil sebagai juara dengan performa ofensif yang mencolok. Dari empat pertandingan, tim ini mencetak 16 gol dan hanya kebobolan dua kali, menghasilkan selisih gol +14. Capaian ini menegaskan bahwa keunggulan tidak hanya dibangun dari kemampuan individu, tetapi dari koordinasi tim dan pengelolaan strategi pertandingan. Tendik UM menyusul di posisi kedua, diikuti BPH Yayasan dan SMK Airlangga yang bersaing ketat di papan tengah.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., berhadapan dengan H. M. Rizal Effendi, S.E., dalam salah satu pertandingan cabang olahraga pada rangkaian ASIC Vol. 1.

Sistem Beregu dan Pembentukan Kohesi Antarunit

Salah satu pendekatan yang secara sadar diterapkan panitia pada ASIC Vol. 1 adalah penekanan pada sistem beregu. Bagi Dicky, pilihan ini bukan tanpa alasan. Sistem beregu mendorong setiap unit untuk membangun komunikasi internal, membagi peran, serta merumuskan strategi secara kolektif.

“Pemenang tahun ini bukan hasil kerja individual. Setiap tim dipaksa untuk duduk bersama, menyusun strategi, dan saling menutupi kekurangan,” jelasnya.

Pendekatan ini berdampak langsung pada interaksi lintas unit pendidikan di bawah Yayasan Airlangga. Guru, tenaga kependidikan, dan civitas akademika dari berbagai jenjang tidak lagi bertemu dalam konteks struktural formal, tetapi dalam ruang sosial yang setara dan kolaboratif.

Kaprodi Hukum Universitas Mulia, Ashar, melepaskan tendangan (shoot) ke arah gawang lawan pada pertandingan futsal ASIC Vol. 1.

Partisipasi sebagai Pernyataan Komitmen

Di tengah persaingan yang ketat, terdapat pula cerita-cerita kecil yang justru merepresentasikan makna Dies Natalis secara lebih substantif. Salah satunya datang dari SMP Airlangga, yang hanya berbekal empat orang peserta, namun tetap mengikuti seluruh cabang lomba hingga tuntas.

Bagi panitia, partisipasi tersebut tidak dapat diukur dengan medali atau peringkat.

“Ini soal komitmen dan semangat kebersamaan. Dengan keterbatasan personel, mereka tetap hadir dan menyelesaikan semua lomba,” ungkap Dicky.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Mulia, Wibisono bersiap menangkis serangan lawan dalam pertandingan bulu tangkis ASIC Vol. 1.

Klasemen Medali dan Dinamika yang Masih Terbuka

Secara agregat, klasemen sementara perolehan medali menunjukkan persaingan yang masih terbuka. Universitas Mulia dan Tendik UM sama-sama mengoleksi tiga medali, dengan komposisi yang berbeda—Universitas Mulia unggul pada emas, sementara Tendik UM kuat di perak. SMK Airlangga menyusul dengan tiga medali, sedangkan BPH Yayasan dan SMP Airlangga masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi pada cabang yang belum dipertandingkan.

Dengan masih tersisanya beberapa agenda utama, ASIC Vol. 1 belum mencapai klimaksnya. Namun satu hal yang sudah terbaca jelas: Dies Natalis Yayasan Airlangga tahun ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi ruang aktualisasi nilai kerja sama, strategi kolektif, dan kohesi kelembagaan—nilai-nilai yang relevan dengan denyut kehidupan akademik itu sendiri. (YMN)

Lisda, dosen PGPAUD Universitas Mulia, melakukan smash untuk menyambut bola dari tim lawan pada pertandingan tenis meja dalam rangkaian ASIC Vol. 1.

 

Balikpapan, 1 Desember 2025 — Universitas Mulia menyelenggarakan Wisuda ke-7 Tahun 2025 pada Senin, 1 Desember 2025 di Hotel Novotel Balikpapan. Acara dihadiri jajaran Pembina, Pengurus, dan Badan Pengelola Harian Yayasan Airlangga, perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan, pimpinan perguruan tinggi, serta orang tua wisudawan. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Mulia menyampaikan uraian komprehensif mengenai capaian institusi, profil lulusan, serta arah pengembangan kompetensi di era teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M. Si., menyampaikan sambutan dalam Sidang Terbuka Wisuda ke-7 Universitas Mulia Tahun 2025 di Hotel Novotel Balikpapan.

Penghargaan kepada Wisudawan, Orang Tua, dan Sivitas Akademika

Rektor UM, Prof Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. membuka sambutan dengan menegaskan bahwa wisuda merupakan tonggak penting bagi para lulusan sekaligus momentum reflektif atas perjalanan akademik yang telah ditempuh. Ucapan selamat disampaikan kepada 361 lulusan dari berbagai program studi, disertai apresiasi eksplisit kepada orang tua dan wali mahasiswa yang disebut sebagai pihak yang menyediakan dukungan moral, finansial, dan spiritual hingga para wisudawan mencapai tahap akhir studinya.

Kepada dosen dan tenaga kependidikan, Rektor menekankan bahwa setiap ijazah yang diterima mahasiswa tidak berdiri sendiri, melainkan hasil dari rangkaian proses panjang mulai dari penyusunan materi, pendampingan akademik, penilaian, hingga dukungan administratif yang konsisten.

Prosesi Wisuda Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM): Rektor UM melakukan pemindahan tali toga, sementara Dekan FIKOM, Djumhadi, S.T., M.Kom., bersiap menyerahkan ijazah kepada wisudawan dan wisudawati.

Profil Wisuda 2025

Pada wisuda tahun ini, Universitas Mulia melepas 361 lulusan S1 dengan karakteristik sebagai berikut:

  • Predikat kelulusan: 54% meraih predikat Sangat Memuaskan dan 45% Cum Laude.
  • Rerata IPK: 3,56, meningkat dibanding 2024.
  • Rerata masa studi: 4 tahun 5 bulan.
  • Masa studi tercepat: Wahyu Aji Purnama (S1 Teknik Informatika) dengan masa studi ±3 tahun 4 bulan.
  • Wisudawan tertua: Ratna Arif (S1 Farmasi) berusia sekitar 49 tahun.
  • Wisudawan termuda: Nabila Cantika Anajolla (S1 Sistem Informasi) berusia sekitar 20 tahun.

Rektor menegaskan bahwa beragamnya perjalanan studi para lulusan menunjukkan bahwa setiap mahasiswa memiliki ritme dan tantangan masing-masing, namun seluruhnya tiba pada garis akhir yang sama pada hari wisuda.

Wisudawan dan wisudawati Universitas Mulia berbaris menunggu pemanggilan nama dan gelar akademik untuk mengikuti prosesi pemindahan tali toga oleh Rektor Universitas Mulia.

Peningkatan Kepercayaan Publik dan Capaian Kelembagaan

Rektor memaparkan perkembangan signifikan terkait pertumbuhan mahasiswa dan kinerja institusi dalam tiga tahun terakhir. Jumlah mahasiswa baru meningkat rata-rata 10–11% per tahun, sementara mahasiswa aktif bertambah 3–4% per tahun. Universitas Mulia juga mencatat lebih dari 80 kerja sama tridharma, baik internasional maupun nasional.

Di bidang akademik, kenaikan jabatan fungsional dosen mencapai hampir 50% dalam dua tahun terakhir. Produktivitas ilmiah juga menunjukkan perkembangan melalui 378 karya ilmiah dalam tiga tahun, 88 Hak Kekayaan Intelektual, satu paten, serta 65 buku ber-ISBN dalam lima tahun terakhir.

Tracer Study dan Mutu Lulusan

Laporan tracer study menunjukkan:

  • Waktu tunggu memperoleh pekerjaan: 3,7 bulan.
  • Kesesuaian bidang kerja: 83% bekerja sesuai kompetensi akademik.
  • Penilaian pengguna: 98% puas (80% menilai “Sangat Baik”, 18% “Baik”)

Lulusan Universitas Mulia bekerja pada berbagai sektor, mulai dari perusahaan multinasional, industri nasional, lembaga pemerintah, hingga wirausaha mandiri.

Wisudawan, wisudawati, dan keluarga mengikuti rangkaian Sidang Terbuka Wisuda ke-7 Universitas Mulia Tahun 2025.

Penguatan Ekosistem Technopreneurship

Rektor menguraikan bahwa penguatan ekosistem technopreneurship terus dibangun melalui:

  • Inkubator Bisnis UM yang berfungsi mengubah ide inovatif menjadi produk dan rintisan usaha.
  • LSP UM serta kerja sama Sertifikasi Digital Talent (Kominfo/KomDigi) untuk memperluas akses micro-credentials.
  • Laboratorium berbasis income generator, seperti Rumah Produksi Kosmetik Tipe B (Prodi Farmasi) dan Tempat Penitipan Anak (Prodi PG-PAUD).
  • Dukungan pendanaan riset melalui DIPA internal, BRIDA, dan hibah PP-PTS untuk penguatan pembelajaran PjBL, MKWK, dan aktivitas riset terapan.

AI Generatif: Peluang, Risiko, dan Etika

Salah satu bagian penting dalam sambutan Rektor adalah penekanan mengenai perkembangan kecerdasan buatan generatif seperti ChatGPT, Gemini, Copilot, DALL·E, dan Midjourney. Menurutnya, teknologi ini membawa peluang besar dalam penulisan, penerjemahan, perancangan, hingga pemrograman.

Namun, risiko seperti deepfake, hoaks, penipuan, dan plagiarisme perlu dipahami secara kritis. Rektor menegaskan bahwa AI menggantikan pekerjaan rutin, bukan peran manusia yang memiliki kemampuan kritis, empatik, dan berintegritas. Karena itu, lulusan Universitas Mulia diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi pihak yang mampu memimpin pemanfaatan AI secara bertanggung jawab dan etis.

Wisudawati Universitas Mulia memperlihatkan map ijazah sebagai penanda resmi penyelesaian studi sarjana setelah menempuh proses pendidikan tinggi di Universitas Mulia.

Future Skills dan Kurikulum OBE 2025

Rektor memaparkan orientasi kompetensi masa depan (future skills), meliputi literasi AI dan data, analytical and creative thinking, keamanan siber, kepemimpinan, kolaborasi, serta komitmen pada pembelajaran sepanjang hayat. Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Universitas Mulia 2025 disusun selaras dengan kebutuhan tersebut melalui metode pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, sertifikasi profesi, micro-credentials, dan program magang industri.

Pesan bagi Lulusan

Dalam penutup sambutannya, Rektor menekankan empat pesan utama:

  1. Menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater dalam setiap bentuk pengabdian dan pekerjaan.
  2. Mengembangkan kompetensi dan jejaring profesional, mengingat dinamika teknologi dan ilmu pengetahuan bergerak sangat cepat.
  3. Menanamkan jiwa technopreneur dan inovator, agar lulusan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta solusi berbasis teknologi.
  4. Berperan aktif dalam perkembangan daerah dan bangsa, terutama pada agenda strategis Kalimantan Timur dan Kota Balikpapan.

Rektor mengapresiasi kerja keras para lulusan yang harus menyeimbangkan studi dengan pekerjaan, kondisi keluarga, atau kendala ekonomi. Ia menegaskan bahwa ketahanan dan kemampuan untuk menyelesaikan proses akademik merupakan modal penting dalam menghadapi dunia profesional.

Acara wisuda diakhiri dengan ajakan kepada para lulusan untuk tetap menjalin hubungan dengan almamater serta turut berkontribusi dalam pengembangan Universitas Mulia di masa mendatang. (YMN)

 

Ketua BRIDA Jawa Timur Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes saat memberikan orasi ilmiah pada Dies Natalis VI universitas Mulia di Ballroom Cheng Ho, Rabu (18/12). Foto: Media Kreatif

Orasi Ilmiah Dies Natalis VI, Universitas Mulia Didorong Menjadi Innovation Hub

UM – Dalam peringatan Dies Natalis ke-6 Universitas Mulia yang berlangsung di Ballroom Cheng Ho, Rabu (18/12), Ketua Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur, Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes., memberikan orasi ilmiah bertajuk “Urgensi Inovasi Bagi Sivitas Akademika Universitas Mulia Menyongsong Generasi Emas 2045”.

Orasi ilmiah ini menjadi momentum refleksi dan motivasi bagi sivitas akademika Universitas Mulia untuk mengubah paradigma berpikir dan membangun mentalitas inovasi sebagai pondasi menuju masa depan yang lebih baik.

Dalam orasinya, Dr. Andriyanto menegaskan bahwa inovasi bukanlah sekadar konsep abstrak, tetapi harus menjadi kebiasaan dan mentalitas yang tertanam dalam diri setiap individu.

“Kita harus meninggalkan pola lama, cara berpikir kita harus extraordinary. Kita tidak bisa lagi hidup dengan cara yang biasa,” ungkapnya.

Mengawali orasinya, Dr. Andriyanto menyoroti era disrupsi dan Society 5.0, di mana perubahan terjadi dengan sangat cepat dan menjadi keniscayaan. Ia menekankan pentingnya sikap adaptif dalam menghadapi tantangan zaman dan meninggalkan pola pikir lama.

“Kita harus bisa melompat dan bahkan melampaui batas dalam meraih tujuan,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan perbedaan mendasar antara kreativitas dan inovasi. Kreativitas adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru, sedangkan inovasi menambahkan nilai ekonomis pada kreativitas tersebut.

“Inovasi harus memiliki nilai tambah, khususnya dalam konteks manfaat ekonomi dan kemaslahatan umat,” ujar Dr. Andriyanto.

Ia memberikan contoh konkret seperti memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan umat, dan mengajak universitas untuk bekerjasama dengan UMKM dalam rangka hilirisasi.

“Saya lebih banyak mendengar daripada berbicara,” ungkapnya, mengutip dari seorang tokoh sukses.

Ia menekankan pentingnya mendengarkan dan memahami aspirasi serta kebutuhan mahasiswa dan masyarakat, sebagai landasan untuk berinovasi.

Melalui contoh negara Swiss, Dr. Andriyanto menunjukkan bagaimana sebuah bangsa dapat menjadi negara yang paling inovatif di dunia dengan menjadikan inovasi sebagai kebiasaan. Ia mengajak seluruh hadirin untuk meniru kebiasaan berpikir kritis dan analitis seperti Isaac Newton.

“Jangan hanya menjadi seperti anjingnya Newton yang diam saja saat mendengar kelapa jatuh, tetapi jadilah seperti Newton yang berpikir, menganalisis, dan mencari solusi,” katanya penuh makna.

Untuk menanamkan budaya inovasi, Dr. Andriyanto menawarkan tiga langkah strategis. Pertama, Behavior Change Communication, yaitu menjadikan inovasi sebagai kebiasaan melalui komunikasi perubahan perilaku.

Kedua, Demand Creation, yaitu menciptakan permintaan terhadap universitas, seperti permintaan dari masyarakat dan mahasiswa. “Bagaimana caranya masyarakat datang, meminta kita untuk memberikan konsultasi, atau pembinaan?” jelasnya.

Ketiga, Enabling Environment, yakni membentuk lingkungan yang mendukung tumbuhnya inovasi. “Ciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan, di mana penelitian, kebaruan, dan kemanfaatan berjalan seiring,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa inovasi harus berbasis penelitian, memiliki kebaruan, memberikan manfaat, dan bersifat berkelanjutan. Dengan membangun Innovation Hub, perguruan tinggi dapat menjadi pusat solusi untuk berbagai masalah yang dihadapi masyarakat.

Dr. Andriyanto bersama Dr. Agung Sakti dan Prof. Muhammad Ahsin Rifa'i. Foto: Vio/MediaKreatif

Dr. Andriyanto bersama Dr. Agung Sakti dan Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i. Foto: Vio/MediaKreatif

Orasi Ilmiah Ketua BRIDA Jatim Dr. Andriyanto tentang Kelemahan Pengembangan Inovasi. Foto: SA/Kontributor

Orasi Ilmiah Ketua BRIDA Jatim Dr. Andriyanto tentang Kelemahan Pengembangan Inovasi. Foto: SA/Kontributor

Orasi Ilmiah Ketua BRIDA Jatim Dr. Andriyanto tentang Instrumen Membangun Inovasi. Foto: SA/Kontributor

Orasi Ilmiah Ketua BRIDA Jatim Dr. Andriyanto tentang Instrumen Membangun Inovasi. Foto: SA/Kontributor

Orasi Ilmiah Ketua BRIDA Jatim Dr. Andriyanto tentang Proses Membudayakan Inovasi. Foto: SA/Kontributor

Orasi Ilmiah Ketua BRIDA Jatim Dr. Andriyanto tentang Proses Membudayakan Inovasi. Foto: SA/Kontributor

Pentingnya Generasi Muda untuk Indonesia Emas 2045

Dr. Andriyanto menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam mempersiapkan generasi muda untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Dengan bonus demografi yang menjadi peluang besar, Indonesia harus mempersiapkan generasi muda yang inovatif dan kompetitif.

“Kita punya bonus demografi, tapi kalau hanya itu-itu saja kita tidak akan maju,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang transformasional dan adaptif.

“Kita semua adalah pemimpin yang akan mempertanggungjawabkan setiap tindakan kita di akhirat. Mari kita menjadi pemimpin yang mampu melihat perubahan dengan baik,” ajaknya.

Dalam penutup orasinya, Dr. Andriyanto mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Mulia untuk menjadi agen perubahan yang proaktif. “Kesuksesan ada di tangan kita, dan kolaborasi, sinergitas serta inovasi adalah kunci untuk mencapai hal itu,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kontribusi setiap individu untuk kemajuan universitas. “Jika kita adalah bagian dari Universitas Mulia, mari berikan kontribusi terbaik. Jangan takut untuk melakukan perubahan,” pungkasnya.

Orasi ilmiah ini menjadi tonggak penting bagi Universitas Mulia dalam membangun budaya inovasi, sekaligus memotivasi sivitas akademika untuk bertransformasi dan mengambil peran aktif dalam menciptakan masa depan yang lebih baik. (SA/Kontributor)

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i menyempaikan roadmap visi besar Universitas Mulia pada Dies Natalis VI, Rabu (18/12). Foto: SA/Kontributor

Perkuat Komitmen Menuju Global Technopreneur Campus

UM – Universitas Mulia memperingati Dies Natalis VI, pada Rabu (18/12) bertempat di Ballroom Cheng Ho Kampus Utama. Dalam pidatonya, Rektor Universitas Mulia menegaskan pencapaian signifikan yang telah diraih selama enam tahun perjalanan dan visi besar dalam roadmap yang akan dicapai pada tahun 2045 mendatang.

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si menyampaikan bahwa Dies Natalis kali ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan universitas sejak didirikan enam tahun lalu.

“Kami telah mencapai milestone pertama sebagai Teaching University pada tahun 2025 dan kini bergerak menuju target berikutnya menjadi Research University pada 2026-2030,” ujar Rektor.

Capaian akademik yang signifikan meliputi 519 publikasi ilmiah, 70 Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan 53 buku yang dihasilkan oleh dosen dalam tiga tahun terakhir.

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i menyempaikan roadmap visi besar Universitas Mulia pada Dies Natalis VI, Rabu (18/12). Foto: SA/Kontributor

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i menyempaikan roadmap visi besar Universitas Mulia pada Dies Natalis VI, Rabu (18/12). Foto: SA/Kontributor

Universitas Mulia juga memperkuat kemitraan dengan 72 institusi, termasuk kolaborasi internasional, di antaranya dengan Caraga State University, Universiti Teknikal Malaysia Melaka, Universitas Malaysia Sarawak.

Saat ini, dengan jumlah mahasiswa mencapai 3.443 orang yang didukung oleh 127 dosen, dengan rasio dosen terhadap mahasiswa sebesar 1:27 sesuai standar nasional.

Berdasarkan tracer study pada Oktober 2024 lalu, menunjukkan masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan pertama hanya 3,67 bulan, dengan tingkat kepuasan pengguna alumni sebesar 92,59%.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Universitas Mulia telah mengajukan pembukaan empat program studi baru, yakni Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknologi Pangan, dan Desain Komunikasi Visual.

Langkah ini bertujuan mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) serta menjawab kebutuhan sumber daya manusia di berbagai sektor.

Rektor juga memberikan perhatian pada peran aktif mahasiswa dalam kegiatan akademik dan non-akademik melalui 12 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mencakup seni, debat bahasa Inggris, dan robotik.

Prestasi mahasiswa dari tahun ke tahun, baik di tingkat regional maupun nasional, diharapkan terus meningkat.

Acara Dies Natalis ini juga menghadirkan orasi ilmiah dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur, Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes., yang memberikan wawasan inspiratif kepada para hadirin.

Peringatan Dies Natalis ke-6 Universitas Mulia ini menegaskan langkah universitas untuk semakin maju dan berkontribusi di era transformasi global.

Berikut selengkapnya Pidato Rektor pada Dies Natalis VI

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan.

Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa. Atas izin-Nya, kita dapat menghadiri acara peringatan Dies Natalis ke-6 Universitas Mulia Tahun 2024.

Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, nabi akhir zaman, pembawa risalah kebenaran dan teladan umat manusia sepanjang masa.

Kepada yang saya hormati:
Ketua Yayasan Airlangga beserta jajarannya,
Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Bapak Dr. Agung Sakti Pribadi,
Para pimpinan perusahaan mitra Universitas Mulia,
Para pimpinan perguruan tinggi se-Kota Balikpapan,
Para Wakil Rektor, Kepala Lembaga, dan Kepala UPT,
Para Dekan, Wakil Dekan, dan Ketua Program Studi di lingkungan Universitas Mulia,
Para Kepala Biro, Kepala Bagian, dan Kepala Sub Bagian di lingkungan Universitas Mulia,
Para dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Mulia,
Presiden BEM Universitas Mulia beserta seluruh pengurus UKM di lingkungan Universitas Mulia,
Serta seluruh undangan yang hadir pada hari ini.

Bapak Ibu yang saya hormati,

Atas nama Pimpinan Universitas Mulia, kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu pada acara ini khususnya kepada Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, BRIDA Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes. Tepuk tangan untuk Bapak Andriyanto .

Yang dengan kesibukannya menyempatkan waktunya untuk berhadir dan berkenan memberikan orasi ilmiah yang nanti akan kita simak bersama.

Hadirin yang saya hormati,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan pidato dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-6.

Dies Natalis merupakan peristiwa penting yang menandai awal perjalanan pendidikan dari satu lembaga pendidikan. Dies Natalis mempunyai makna yang penting, karena bukan hanya sebagai penanda bertambahnya usia, tetapi juga menjadi penanda kedewasaan dalam perkara dan merupakan suatu kesempatan untuk menguatkan komitmen akan perubahan demi kemajuan Universitas Mulia.

Mengawali pidato ini, izinkan saya menyampaikan sekilas kiprah Universitas Mulia dalam 6 tahun terakhir sebagai bentuk akuntabilitas atau pertanggungjawaban kami kepada orang tua yang menitipkan anak-anaknya untuk dididik di kampus ini, juga kepada seluruh stakeholder termasuk pemerintah Kota Balikpapan yang telah bekerjasama di bidang Pendidikan, penelitian dan pegabdian kepada masyarakat.

Hadirin yang kami hormati,

Universitas Mulia terus berupaya menggapai mimpi besar kami menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berwawasan global di bidang Technopreneurship pada tahun 2045.

Kami memiliki 5 tahapan dalam mencapai visi besar. Insya Allah pada tahun depan 2025 milestone tahap pertama kami berakhir.

Selama 6 tahun ini kami berupaya untuk meningkatkan SDM, meningkatkan sarana-prasarana, meningkatkan organisasi, penguatan organisasi, dan meningkatkan pembelajaran sehingga dapat memenuhi milestone pertama kami menjadi Teaching University.

Selanjutnya, kami akan tinggal landas menuju milestone yang kedua. Insya Allah pada tahun 2026 sampai 2030, kami akan menjadi Research University.

Salah satu indikatornya di dalam Research University itu, kami akan melakukan adalah penguatan di bidang technopreneur baik dalam proses pembelajaran, riset, dan pemberdayaan masyarakat di bidang Technopreneur, sebagaimana visi kami di tahun 2024.

Untuk mewujudkan tahapan ini juga, kita telah membentuk berbagai wadah untuk memfasilitasi dan menginkubasi para mahasiswa dan alumni, termasuk masyarakat yang dapat kelak menjadi wirausaha baru berbasis teknologi.

Saat ini, Universitas Mulia dengan semangat baru, kita memiliki yang namanya inkubator bisnis. Kita harap inkubator bisnis ini menjadi wadah para mahasiswa yang memiliki wirausaha, ataupun yang sudah memiliki usaha, masyarakat yang juga sudah memiliki usaha untuk kita inkubasi dalam inkubator bisnis ini.

Tujuannya tidak lain adalah sebagaimana yang sudah saya sampaikan pada saat main sekon kedua ini. Karena kita di 2026-2030 akan fokus kepada pendidikan, tetapi juga mulai memikirkan agar technopreneur itu akan tumbuh dan berkembang.

Para dosen Universitas Mulia juga terus kami upayakan lagi di dosen yang profesional, sebagaimana undang-undang.

Untuk mewujudkan tersebut, para dosen kami dorong untuk mengikuti berbagai sertifikasi kompetensi, antara lain wajib mengikuti pekerti, wajib mengikuti AA, dan juga kita anjurkan seluruh dosen agar semuanya bisa sertifikasi pendidikan atau serdos, sertifikasi kompetensi, dan sertifikasi profesi lainnya, baik nasional maupun internasional.

Berbagai karya besar telah dihasilkan oleh para dosen dengan karya-karya inovatif selama 3 tahun ini dalam berbagai publikasi nasional dan internasional dalam bentuk jurnal maupun prosiding. Kita sudah menghasilkan 519 publikasi, 266 publikasi yang sudah diikuti oleh para peneliti dalam dan luar negeri.

Kita memiliki 70 HKI, 53 buku, dan ratusan karya robotik dan produk akhir, dan lain-lain. Saat ini, kami telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak baik di tingkat regional Kalimantan, nasional maupun internasional.

Kami telah memiliki kerjasama di bidang pendidikan sebanyak 18 kerjasama, bidang penelitian dari 24 kerjasama, dan bidang PKM sebanyak 30 kerjasama.

Beberapa contoh yang sudah kita lakukan kerjasama di tingkat internasional adalah dengan Universitas Malaysia Sarawak, dan kerjasama ini kami rasakan masih kurang.

Oleh sebab itu, 2026 sampai 2030 yang menjadi prioritas kami akan membangun kerjasama dengan berbagai universitas agar kita bisa menunjukkan kontribusi di bidang tridharma kepada stakeholder yang ada di tingkat nasional dan internasional.

Pada tahun ini, Universitas Mulia juga telah menyelenggarakan beberapa konferensi di tingkat nasional dan internasional. Di antaranya yang sudah dilakukan adalah seminar nasional SEMINASTIKA, kemudian SAFANA yang dilakukan oleh Program Studi Farmasi dan juga seminar Internasional ICSintesa dengan pembicara dari berbagai negara yang sudah kita lakukan dan Alhamdulillah berjalan dengan lancar.

Para dosen kita juga aktif menjadi tenaga ahli dan narusumber di berbagai tingkatan. Di tingkat kota, provinsi, dan atas peserta personal maupun organisasi. Hal ini membuktikan bahwa Universitas Mulia telah mendapat kepercayaan dari berbagai pihak dan telah menjadi rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hadirin yang kami muliakan,

Hingga tahun 2025 kami telah memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Yang kedua adalah Fakultas Ilmu Komputer. Yang ketiga adalah Fakultas Humaniora dan Kesehatan. Fakultas Ekonomi Bisnis terdiri S1 Akuntansi dan S1 Manajemen.

Fakultas Ilmu Komputer, kami memiliki tiga program studi. S1 Informatika, S1 Sistem Teknologi Informatika, dan S1 Sistem Informasi. Fakultas Humaniora dan Kesehatan, terdiri dari S1 Hukum, S1 Farmasi, dan S1 Pendidikan Guru Anak Usia Dini.

Dan kami juga memiliki kampus yang namanya PSDKU, Program Studi Di luar Kampus Utama, yaitu di Samarinda, dengan Program Studi S1 Sistem Informasi.

Semua program studi yang saya sebutkan tadi, Alhamdulillah, sudah terakreditasi baik dan baik sekali dari BAN-PT dan LAM-PT.

Kemudian sebagai informasi awal, mudah-mudahan ini menjadi kenyataan, kami juga sudah mengajukan program studi baru dalam rangka mengantisipasi kehadiran IKN, yang kami prediksi membutuhkan SDM di bidang konstruksi, di bidang industri, kemudian juga dengan adanya kebijakan pemerintah terkait dengan kebijakan makan bergizi nasional.

Maka kami sudah mengusulkan ke Dikti empat program studi baru, dan ini sudah berproses di Dikti, yaitu yang pertama adalah S1 Teknik Sipil, yang kedua adalah S1 Teknik Industri, yang ketiga adalah S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian. Dan yang keempat adalah S1 Desain Komunikasi Visual.

Mohon doanya, kiranya usulan program studi baru kita ini bisa disetujui oleh Dikti. Dan ke depan kami akan terus mengembangkan prodi-prodi baru sesuai dengan kebutuhan di tingkat lokal maupun di tingkat nasional.

Bapak Ibu yang saya hormati,

Saat ini, jumlah mahasiswa kita sebanyak 3.443 orang. Dalam waktu lima tahun kita memiliki student body sebanyak 3.443 orang, dengan dosen 127 orang. Rasionya adalah 1-27. Rasio ini menurut dikti adalah rasio yang cukup ideal untuk melaksanakan sebuah pendidikan.

Setiap tahun kami menghasilkan sarjana baru berkisar 400-500 orang dari berbagai program studi.

Ya, mudah-mudahan lulusan ini dapat berkontribusi untuk membangun Balikpapan, membangun Kalimantan Timur, dan tentunya berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Bapak, Ibu yang kami hormati,

Untuk pertanggung jawaban kami terhadap seluruh stakeholder pada tahun 2025 ini, apakah kami ini baik atau tidak? Atau sudah memenuhi ekspektasi daripada stakeholder? Kami melakukan tracer-study pada bulan Oktober 2024.

Dari seluruh alumni, alumni itu kita survei adalah alumni yang sudah lulus 2 tahun, 3 tahun dan 6 tahun. Bukan yang baru selesai. Tapi berarti kalau ini 2024, kemarin adalah alumni 2022, 2021, 2020. Dari seluruh alumni yang telah mengembalikan jawabannya itu sebanyak 549.

Dari hasil tracer-study yang sangat membanggakan, Bapak-Ibu mungkin ini kita sama-sama dengarkan. Ternyata, rata-rata masa tunggu lulusan kita 3,67 bulan.

Jadi, alumni yang sudah lulus di Universitas Mulia itu bekerja, sudah mendapat pekerjaan pertama kalinya 3,67 bulan. Dan ini sudah memenuhi standar nasional yang mempersyaratkan minimal itu adalah 6 bulan ke bawah.

Kemudian bagaimana dengan pengguna? Bagaimana apakah para pengguna lulusan itu puas terhadap alumni kami?

Dari hasil survei, dari hasil tracer-study, ternyata rata-rata keputusan pengguna lulusan menyatakan sangat baik sebanyak 56,11%, baik 36,47%. Jika digabungkan ternyata baik dan sangat baik mencapai 92,59 persen.

Artinya, lulusan pengguna yang menggunakan lulusan Universitas Mulia itu memiliki kebanggaan atau menilai bahwa lulusan Universitas Mulia itu memiliki kualitas.

Kemudian, kalau kita lihat dari persentase yang bekerja, dari hasil tracer-study, ternyata alumni kita 7,5% itu bekerja di perusahaan multinasional. Tetapi yang membanggakan adalah 43,2% bekerja di level nasional atau berwirausaha berbadan hukum.

Artinya apa?

Kalau banyak alumni kita yang bekerja berwirausaha, berarti apa yang menjadi cita-cita kami menjadi perguruan tinggi di bidang Technopreneur itu akan terwujud. Bahkan juga, bukan hanya 39,42%, bahkan 39,3% juga bekerja berwirausaha di tingkat lokal. Ini adalah data yang kita dapatkan.

Dan yang terakhir adalah, dari hasil tracer-study yang dapat saya sampaikan kepada para hadirin semua, kesesuaian bidang kerja lulusan.

Ya, jadi lulusan yang bekerja itu apakah sesuai bidangnya menurut kompetensinya. Ternyata 20% sangat erat, 22,2% erat dan 37,9% cukup erat. Kita jumlahkan, maka jumlahnya mencapai 80,1%. Itulah gambaran umum lulusan dari Universitas Mulia.

Untuk menggambarkan suasana akademik yang kondusif kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik, kita juga pada tahun 2024 ini membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa, BEM sudah hadir ya di ruangan ini.

Dan juga kita memiliki 12 UKM, yang antara lain adalah yang tadi, UKM Tari.

Jadi mohon maaf kalau misalkan seandainya ada yang kurang puas dengan tarian. Karena mereka itu adalah mahasiswa yang kita sedang belajar. UKM Tari yang sedang terus belajar mengembangkan seni tarinya. Kita juga memiliki UKM bahasa Inggris untuk melakukan debat bahasa Inggris, kita memiliki UKM robotik, dan UKM lainnya, ada 12 UKM yang kita miliki saat ini.

Nah, dengan adanya wadah-wadah aktivitas mahasiswa ini, kita harapkan mahasiswa dapat menumbuhkan minat, bakat, dan nalarnya menjadi mahasiswa yang nanti kelak ketika lulus, memiliki karakter, tidak hanya ahli pada bidang ilmu tertentu, tetapi juga dia memiliki karakter mampu untuk berkomunikasi, mampu untuk bekerjasama.

Yang selama ini menjadi permintaan para user agar karakter ini lebih dikuatkan. Oleh karena itu, kami melakukan berbagai kegiatan-kegiatan akademik mengenai akademik untuk membentuk karakter di Universitas Mulia.

Dan, Alhamdulillah, selama beberapa tahun ini, prestasi mahasiswa di bidang akademik mencapai 26% dan non-akademik mencapai 39%.

Prestasi ini kami rasa masih kurang, tetapi ke depan menjadi komitmen kami untuk memperbanyak prestasi proses mahasiswa dalam rangka membekali mereka menjadi mahasiswa yang tidak hanya pintar pada ilmunya, tetapi mereka mempunyai untuk mempunyai untuk berkomunikasi, mempunyai untuk bekerja sama, dan membentuk karakter-karakter kepribadian yang baik.

Hadirin yang berbahagia,

Menyongsong tonggak sebagai Research University, Universitas Mulia terus berupaya untuk memperkuat kapasitas kelembagaan melalui akreditasi nasional, regional, dan internasional.

Untuk mewujudkan impian ini, kami telah mengimplementasikan berbagai kebijakan, antara lain dengan organisasi dan tata kelola yang baru kita resmikan.

Kita mengubah yang namanya lembaga pengembangan mutu menjadi lembaga pengembangan mutu internal dan pengembangan pendidikan.

Kemudian juga kita mencoba menghidupkan kembali lembaga sertifikasi profesi yang siap mendukung agar setiap alumni, setiap mahasiswa sebelum lulus akan memiliki sertifikasi kompetensi.

Universitas Mulia terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, sarana dan prasarana bagi civitas akademika Universitas Mulia dan masyarakat luas yang modern dan sesuai standar.

Kami telah menyediakan fasilitas pendidikan seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga, dan peralatan TI yang memadai.

Sistem informasi berbasis IT, termasuk SIM PT, SIM perpustakaan, dan database PBM, untuk memastikan ketersediaan data yang akurat, pengelolaan yang efisien, serta aksesibilitas yang mudah bagi civitas akademika.

Fasilitas kampus kami upayakan ke depan dapat mendukung pembelajaran modern dan inklusif yang mengacu kepada standar nasional Dikti pasal 33 yang mewajibkan menyediakan sarana untuk penyandang disabilitas.

Hadirin yang saya muliakan,

Usia enam tahun adalah usia yang sangat muda. Usia yang harus banyak belajar dan mencontoh praktek-praktek baik dari perguruan tinggi yang sudah maju.

Dengan sumber daya yang kami miliki, saat ini kami terus belajar dan membuat terobosan-terobosan inovatif mandiri dan humanis sebagai mana tagline Universitas Mulia.

Kita tidak puas dengan hasil-hasil yang kita dapatkan sekarang, tetapi kita harus inovatif menghasilkan karya-karya baru. Kita juga harus mandiri.

Jangan sampai karya-karya kita ini bisa disitir oleh orang lain. Kita memiliki kemampuan berdiri di atas kaki sendiri dan berpegang teguh kepada jati diri kita sebagai lembaga pendidikan tinggi.

Dan yang terakhir itu adalah kita juga humanis. Humanis dalam arti adalah apa yang kita dapatkan ini semuanya adalah untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Bapak-Ibu yang saya hormati,

Kami juga terus menjadikan kampus ini terbebas dari adanya kekerasan seksual, bullying dan intoleran yang menjadi tiga dosa besar pendidikan tinggi saat ini.

Untuk itu kami telah membentuk yang namanya Satgas PPKS, Penanganan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual yang sudah kita bentuk dan mulai jalan di tahun ini.

Kami juga berupaya ke depan menjadi kampus yang ramah terhadap penyandang disabilitas yang akan memberikan layanan khusus bagi penyandang disabilitas serta menyiapkan sarana dan prasarana serta dosen-dosen khusus dan profesional.

Pencapaian Universitas Mulia tidak bisa terlepas dari seluruh peran seluruh civitas akademika dan kolaborasi dengan para stakeholders.

Seiring dengan bertumbuhnya Universitas Mulia, maka harus dibarengi dengan kesejahteraan seluruh warga Universitas Mulia.

Oleh sebab itu, kami sudah membentuk yang namanya UPT yang kami namakan Usaha Pengembangan Bisnis, yang nantinya akan dilengkapi dengan unit-unit bisnis yang kalah menjadi income generating bagi unit sepenuhnya.

Kami menyadari sepenuhnya, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semua berawal dan berakhir di setiap individu masing-masing.

Oleh karena itu, saya mengharapkan kepada seluruh civitas akademika, jangan menunggu apa-apa, jangan menunggu perintah, ambilah langkah pertama.

Kami mengajak seluruh civitas akademika di Universitas Mulia untuk bersikap proaktif melakukan inovasi yang dibutuhkan oleh perubahan zaman.

Melalui mimbar ini kami juga menyebarkan dan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Airlangga dan jajarannya yang telah bekerja keras menyiapkan dan mendukung segala kebutuhan Universitas Mulia hingga berada pada titik ini. Sehingga kami merasa nyaman untuk terbang mengembangkan sayap menuju visi besar yang kami cita-citakan.

Tepuk tangan buat Yayasan Airlangga dan Universitas Mulia.

Kepada seluruh Sivitas Akademika Universitas Mulia, saya haturkan terima kasih yang tak terhingga yang telah bekerja keras penuh dedikasi dalam mewujudkan UM sebagai Universitas Technoprenuer di tingkat nasional dan Asia Pasifik.

Dengan rasa syukur dan bangga, kita merayakan enam tahun keberhasilan Universitas Mulia. Enam tahun kemajuan, enam tahun inovasi, Universitas Mulia terus berkomitmen menciptakan generasi cerdas dan berkarakter.

Mari rayakan kesuksesan ini dengan semangat dan antusiasme. Terima kasih kepada seluruh civitas akademika yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Mari teruslah berkarya dan menginspirasi

Sebelum saya akhiri pidato ini, ijinkan saya berpantun.
Pantun: Berbahasa dengan santun,
Dari kata menuju intonasi lalu ekspresi,
Universitas Mulia telah berusia enam tahun,
Dari Universitas Mulia untuk Indonesia maju berprestasi.
Burung kedasih terbang di halaman,
Bunga asoka mekar di taman,
Terima kasih hadirin yang kami muliakan,
Jayalah Universitas Mulia menuju masa depan.

Sebagai tanda syukur atas usia Universitas Mulia yang ke-6, izinkan saya mengucapkan, “Selamat Ulang Tahun Universitas Mulia yang ke-6.”

Demikian sambutan yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu sekalian. Mohon maaf jika terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Saya akhiri dengan mengucapkan:

Wallahu muwafiq ila aqwamith thariq.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dr. Agung Sakti Pribadi saat memberikan sambutan pada kegiatan Pentas Musik Mulianniversary dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-5 Universitas Mulia, Minggu (7/1/2024). Foto: Istimewa

UM – Puncak rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-5 Universitas Mulia ditutup dengan Pentas Musik dan Seni Mulianniversary yang digelar di halaman belakang Gedung White Campus, Minggu (7/1) sore. Kegiatan ini turut dimeriahkan berbagai macam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menjual aneka ragam kuliner.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi mengawali sambutannya berinteraksi dengan melempar jokes kepada dua orang Master of Ceremony (MC), Toda dan Mutya, untuk meramaikan acara.

“Nah, tapi saya mau tanya dulu kepada MC-nya ini, tahu tidak kira-kira lima tahun ini Mulianniversary itu sebenarnya baru memang buka atau memang sudah lama?” tanya Dr. Agung.

Sebelumnya, Dr. Agung mengungkapkan kekuatirannya sore tersebut hujan deras. “Saya sempat kuatir, karena tadi itu hujannya deras banget. Jam setengah dua deras. Habis itu jam berapa tadi berhenti, kemudian deras lagi,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Dr. Agung menuturkan bagaimana membangun perguruan tinggi. “Dua hari berturut-turut kita itu habis praraker. Praraker itu merancang program kerja satu tahun ke depan, jangka panjangnya sampai 20 tahun yang akan datang, 2043,” tuturnya.

Dr. Agung kemudian mengenalkan Universitas Mulia ke depan menjadi perguruan tinggi yang dicita-citakan, yakni Global Technopreneur. “Jadi apa yang diinginkan? Ingin menjadi perguruan tinggi yang dasarnya adalah Global Technopreneur,” ungkapnya.

Menurutnya, perguruan tinggi dengan basis Global Technopreneur akan mencetak mahasiswa yang bukan hanya menguasai teknologi saja, melainkan juga menjadi seorang technopreneur.

Technopreneur adalah orang yang membuka peluang usaha dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini.

“Ini salah satu bentuk praktek mereka menjadi technopreneur, wirausaha. Hal-hal yang kecil, pada saatnya, dari yang kecil-kecil ini akan menjadi lebih besar,” harapnya.

Tampak hadir Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie, Dekan FHK Dr. Mada Aditia W, Ketua Prodi AUD Sri Purwanti, dosen, serta undangan lainnya. Foto: Istimewa

Tampak hadir Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie, Dekan FHK Dr. Mada Aditia W, Ketua Prodi AUD Sri Purwanti, dosen, serta undangan lainnya. Foto: Istimewa

Ketua Panitia Irfan Ananda Pratama saat membuka acara pentas musik. Foto: Istimewa

Ketua Panitia Irfan Ananda Pratama saat membuka acara pentas musik. Foto: Istimewa

Salah stu pemenang Lomba Seni Tari. Foto: Istimewa

Salah stu pemenang Lomba Seni Tari. Foto: Istimewa

Salah stu pemenang Lomba Seni Tari. Foto: Istimewa

Salah stu pemenang Lomba Seni Tari. Foto: Istimewa

Para penonton menyaksikan pentas. Foto: Istimewa

Para penonton cukup antusias menyaksikan pentas. Foto: Istimewa

Dalam kesempatan ini tampak hadir Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie, pengurus Yayasan Airlangga Ny. Elly Amalia, Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Dr. Mada Aditia Wardhana, Ketua Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Sri Purwanti serta Ketua Panitia Irfan Ananda Pratama.

Menurut Irfan, acara Pentas Musik Mulianniversary dimeriahkan bazar makanan oleh UMKM Kota Balikpapan, juga UMKM mahasiswa, yang menempati 16 booth stands yang disediakan panitia. Para pelaku usaha menjual beraneka ragam produk kuliner.

Panitia Pentas Musik Mulianniversary mengundang beberapa kelompok musik atau band lokal yang menghibur pengunjung secara gratis mulai pukul 15.00 Wita hingga pukul 22.30 Wita.

“Ada band-band lokal Balikpapan. Jadi, saya ucapkan selamat menikmati acara hari ini. Silakan menuju booth makanan jika kelaparan dan haus,” kata Irfan.

Salah seorang pelaku UMKM, Vera, mengatakan dirinya berdomisili di Prapatan Kec. Balikpapan Kota. Ia ditemani putranya yang masih kecil sambil melayani pembeli. Booth-nya yang menyediakan jajanan gorengan dan minuman jeruk peras itu cukup ramai. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau kantong pelajar dan mahasiswa.

(SA/Puskomjar)

Panitia menyediakan 16 booth standa yang ditempati pelaku usaha UMKM Balikpapan. Foto: Istimewa

Panitia menyediakan 16 booth stands yang ditempati pelaku usaha UMKM Balikpapan. Foto: Istimewa

 

Transaksi digital digunakan para pelaku usaha UMKM. Foto: Istimewa

Transaksi digital digunakan para pelaku usaha UMKM. Foto: Istimewa

Pelepasan balon ke angkasa oleh Rektor Prof. Dr. Muhammad Ahsin bersama Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi bersama Hj. Mulia Hayati Deviantie, disaksikan undangan lainnya, Sabtu (6/1/2024). Foto: Istimewa

UM – Sivitas Universitas Mulia menggelar kegiatan Dies Natalis ke-5 dengan rangkaian kegiatan mulai tanggal 3 – 7 Januari 2024. Kegiatan tersebut diikuti beberapa lapisan masyarakat dan keluarga besar Yayasan Airlangga, seperti pada pelaksanaan Senam Pagi dan Jalan Sehat di sekitar Kampus Utama, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Sabtu (6/1).

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i turut hadir dan mengikuti kegiatan, mengatakan bahwa kegiatan berkumpul bersama ini merupakan acara syukuran bersama devisi yang ada di bawah naungan Yayasan Airlangga dan masyarakat lainnya.

“Kemarin kita sudah melakukan evaluasi capaian program secara mandiri, kemudian kita sudah melakukan laporan pertanggungjawaban keuangan, sudah menyusun program tahun 2024. Nah, setelah selesai, ini bertepatan dengan Dies Natalis, maka kita merehatkan acara puncak diisi kegiatan bersama,” tutur Prof. Ahsin.

Setidaknya lebih dari 100 orang mengikuti senam aerobik yang dipandu Yuni, seorang instruktur senam profesional bersama putrinya. Senam berlangsung di halaman belakang Gedung White Campus sejak pukul 7.00 Wita sampai selesai.

Ketua Yayasan Hj. Mulia Hayati Deviantie, saat dimintai tanggapannya usai mengikuti senam, mengatakan dirinya surprise melihat animo sivitas akademika dan keluarganya mengikuti kegiatan.

“Kebetulan instrukturnya juga oke sekali. Meskipun dia dengan ibunya masih 12 tahun, tapi cara senam dan memperagakannya cukup kompeten,” tutur Hj. Mulia.

Hj. Mulia Hayati Deviatie (biru) bersama instruktur senam Yuni dan putrinya. Foto: Istimewa

Hj. Mulia Hayati Deviatie (biru) bersama instruktur senam Yuni dan putrinya. Foto: Istimewa

Foto bersama usai mengikuti senam aerobik. Foto: Istimewa

Foto bersama usai mengikuti senam aerobik. Foto: Istimewa

Rektor Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa'i melepas peserta jalan santai dalam rangka Dies Natalis ke-5 Universitas Mulia, Sabtu (6/1/2024). Foto: Istimewa

Rektor Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa’i melepas peserta jalan santai dalam rangka Dies Natalis ke-5 Universitas Mulia, Sabtu (6/1/2024). Foto: Istimewa

Hj. Mulia berharap kegiatan senam terus dilanjutkan di hari-hari berikutnya. “Mudah-mudahan kegiatan ini tetap berlanjut, meskipun tidak harus waktu Dies Natalis, karena kegiatan olahraga akan membawa kita bersemangat dan berbadan sehat,” tuturnya.

Hj. Mulia berharap, dengan banyaknya kegiatan dalam rangka menyambut Dies Natalis ke-5, Universitas Mulia semakin dikenal luas masyarakat.

“Mudah-mudahan, dengan adanya Dies Natalis, dengan kegiatan yang beraneka ragam ini membuat Universitas Mulia semakin dikenal dan semakin besar animo masyarakat mengenal dan ikut bergabung bersama kami,” harapnya.

Di sela kegiatan, diikuti dengan pelepasan balon ke angkasa oleh Rektor Prof. Ahsin bersama Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi bersama Hj. Mulia Hayati Deviantie, disaksikan undangan lainnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Irfan Ananda Pratama, S.A., M.A mengatakan rangkaian kegiatan digelar adalah untuk mempererat rasa persaudaraan di antara sivitas akademika. “Kita gelar sebelum UAS (Ujian Akhir Semester), kalau sudah UAS pada pulangan,” kata Irfan.

Irfan menyebut ada lima kegiatan yang digelar mengisi Dies Natalis, antara lain pertama Lomba Tari se-Kota Balikpapan yang diikuti siswa-siswi SMA/SMK. Kemudian Lomba Cerdas Cermat antar mahasiswa Universitas Mulia.

Kegiatan ketiga Lomba Debat dalam bahasa Indonesia, dengan peserta juga antar mahasiswa Universitas Mulia. Keempat senam bersama dan jalan santai. Dan yang kelima adalah Mulianniversary Konser Musik yang diramaikan UMKM Kota Balikpapan pada Minggu (7/1) sore.

Hadiah (Door Prize) bagi Peserta yang Beruntung

Di akhir kegiatan, panitia membagikan cukup banyak hadiah yang diundi bagi yang beruntung. Menurut Irfan, hadiah yang disediakan sebanyak 144 paket hadiah. Peserta mendapatkan nomor undian berdasarkan data panitia dan undangan.

“Hampir semuanya dipastikan dapat hadiah. Hadiah utama dibagikan di akhir acara, ada Kulkas dua pintu dan TV Android 32 inchi,” kata Irfan.

Berdasarkan pantauan, hadiah berupa barang elektronik dan alat rumah tangga yang cukup berkualitas. Ada kipas angin duduk, toples, gilingan multifungsi, setrika, dan berbagai macam rupa.

Hadiah utama berupa Kulkas akhirnya diraih karyawan PSDKU Samarinda atas nama Suni. Hadiah berikutnya TV Android diraih karyawan Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Airlangga atas nama Riskha Tandi Sau.

(SA/Puskomjar)