Dosen Universitas Mulia Lolos Pendanaan BIMA 2026, Perkuat Riset Berdampak dan Solusi untuk Masyarakat
Balikpapan, 10 April 2026—Sebanyak delapan dosen Universitas Mulia dinyatakan lolos pendanaan Program BIMA 2026, skema hibah nasional yang dikenal dengan proses seleksi ketat. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya dan mencakup dosen yang baru pertama kali memperoleh hibah.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mulia, Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa proposal yang lolos tidak hanya dinilai dari kelengkapan administratif, tetapi juga dari relevansinya terhadap kebutuhan nyata.
“Setiap usulan harus memberikan dampak, baik untuk kebutuhan nasional maupun lokal. Proposal yang lolos menunjukkan relevansi itu,” ujarnya.
Program BIMA merupakan salah satu instrumen pendanaan riset dan pengabdian dari pemerintah pusat yang menekankan pada kualitas substansi, kebaruan, serta kontribusi terhadap penyelesaian persoalan di masyarakat. Setiap proposal melalui tahapan seleksi berlapis sebelum ditetapkan sebagai penerima pendanaan.
Berangkat dari Masalah Riil
Menurut Mada, arah proposal yang diajukan dosen Universitas Mulia mulai bergerak ke pendekatan berbasis dampak. Penelitian dan pengabdian tidak lagi berhenti pada luaran akademik, tetapi diarahkan untuk menjawab persoalan konkret di lapangan.
“Setiap penelitian maupun pengabdian harus berangkat dari masalah riil di lingkungan. Karena itu, usulan yang didanai berpotensi memberikan manfaat, khususnya bagi masyarakat di Kalimantan Timur,” katanya.
Pendekatan ini tercermin dari ragam bidang yang diusulkan, mulai dari kesehatan, teknologi, hingga sosial kemasyarakatan, yang seluruhnya beririsan dengan kebutuhan lokal.
Kekuatan Riset Masih Berproses
Meski demikian, Universitas Mulia belum sepenuhnya mengerucut pada satu bidang unggulan riset. Mada menyebut, pola kekuatan tersebut masih dalam tahap pembentukan seiring meningkatnya jumlah penelitian berbasis dampak.
“Belum terpolarisasi secara jelas, tetapi semakin banyak penelitian berdampak akan membentuk peta keunggulan kampus,” ujarnya.
Persiapan dan Tantangan
Di balik peningkatan jumlah penerima hibah, terdapat tantangan yang masih dihadapi dosen, terutama dalam hal konsistensi meneliti dan pengembangan proposal.
LPPM, kata Mada, berupaya memperkuat pendampingan, termasuk mendorong persiapan lebih awal. Hal ini menjadi penting mengingat jadwal pengusulan pada tahun sebelumnya relatif lebih cepat dari biasanya.
“Ini menjadi catatan bagi kami untuk memfasilitasi persiapan lebih dini, agar kualitas proposal bisa terus meningkat,” katanya.
Daftar Penerima Hibah
Dosen Universitas Mulia yang lolos pendanaan penelitian Program BIMA 2026 antara lain:
- Budiarsih, Ph.D
- Apt. Indah Woro Utami, S.Farm., M.Farm.
- Rijal Fadilah, S.Kom.
- Rahmat Saudi Al Fathir AS, S.Kom., M.Kom.
- Apt. Murtiyana Sari, S.Farm., M.Clin.
- Shafyra Amalia Fitriany, S.Sosio., M.HP
- Dr. H. Sudarmo, SH, MM UM
- Apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc.
Dari Pendanaan ke Dampak
Peningkatan jumlah penerima hibah menjadi indikator awal, namun keberhasilan sesungguhnya akan diukur dari luaran yang dihasilkan. Universitas Mulia menargetkan setiap penelitian dan pengabdian yang didanai tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan keterlibatan dosen pemula dalam skema ini, kampus juga mulai memperluas basis peneliti aktif, sekaligus memperkuat ekosistem riset yang lebih berkelanjutan. (YMN)










