Penandatanganan IKU Nasional 2026: Universitas Mulia Ditetapkan sebagai PTS Penerima Arah Kinerja Nasional
Balikpapan, 6 Januari 2015—Universitas Mulia menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai penerima arah kinerja nasional tahun 2026. Penetapan tersebut dilakukan dalam agenda penandatanganan Indikator Kinerja Utama (IKU) bersama perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia yang berlangsung di Aula Graha Diktisaintek, Gedung D Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin (5/1).
Kegiatan ini dihadiri ratusan pimpinan perguruan tinggi, termasuk rektor dan wakil rektor dari PTN dan PTS, yang secara kolektif menandatangani dokumen kebijakan kinerja sebagai dasar pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan tinggi tahun 2026. Dari Kalimantan Timur, hanya tiga PTS yang ditetapkan dalam forum tersebut, yakni Universitas Mulia, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), dan Universitas Balikpapan (Uniba). Secara keseluruhan, terdapat sepuluh PTS terpilih di wilayah LLDIKTI XI.
Penandatanganan IKU ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Perguruan Tinggi Berdampak, yang menempatkan kinerja dan akuntabilitas institusi sebagai elemen utama dalam pembangunan pendidikan tinggi. Bagi PTN, kebijakan ini diwujudkan dalam bentuk kontrak kinerja, sementara bagi PTS ditetapkan dalam bentuk arah kinerja sebagai rujukan strategis pengelolaan institusi.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., bersama Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., berada di barisan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta terpilih pada agenda Penandatanganan IKU Nasional 2026 di Jakarta.
Dalam pidato kebijakannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., menegaskan pentingnya penguatan kemandirian perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dengan tetap berada dalam kerangka kebijakan nasional. Kontrak kinerja dan arah kinerja diposisikan sebagai instrumen strategis untuk membantu perguruan tinggi mengelola perubahan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.
Menteri juga menyampaikan visi pendidikan tinggi, sains, dan teknologi periode 2025–2029, yaitu terwujudnya sistem pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak dalam mendukung transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam misi serta indikator kinerja yang menjadi panduan bersama bagi pimpinan perguruan tinggi dalam merumuskan kebijakan, program, dan tata kelola institusi secara berkelanjutan.
Perguruan tinggi dipandang sebagai kekuatan strategis bangsa dalam membangun sumber daya manusia unggul dan memperkuat kapasitas riset nasional. Dalam konteks ini, kemajuan pendidikan tinggi dinilai tidak dapat dicapai secara terpisah, melainkan memerlukan orkestrasi yang baik serta kolaborasi antarlembaga, baik antara PTN dan PTS, pemerintah, maupun sektor industri, sesuai dengan kapasitas dan karakter masing-masing institusi.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., bersiap menandatangani dokumen Indikator Kinerja Utama (IKU) bersama pimpinan perguruan tinggi terpilih dari seluruh Indonesia.
Perhatian juga diberikan pada peran hampir sepuluh juta mahasiswa sebagai kekuatan strategis melalui agenda kampus berdampak. Aktivitas akademik dan nonakademik perguruan tinggi dinilai telah memberikan kontribusi ekonomi, sosial, dan lingkungan, yang ke depan diarahkan untuk menghasilkan dampak yang lebih terukur melalui penguatan industri berbasis sains dan teknologi, hilirisasi riset, serta kolaborasi dengan sektor swasta dan pemangku kepentingan lainnya.
Selain mahasiswa, dosen ditempatkan sebagai aktor kunci dalam pengembangan sumber daya manusia dan inovasi nasional. Isu kesejahteraan dosen serta berbagai terobosan yang dilakukan pimpinan perguruan tinggi dipandang sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan tinggi. Perbedaan tingkat kemajuan antarinstitusi tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai ruang untuk saling belajar dan mendorong peningkatan mutu secara kolektif.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., menilai awal tahun 2026 sebagai momentum strategis bagi institusi. Ia menjelaskan bahwa sejumlah capaian penting telah mengawali fase baru pengembangan universitas.

Pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti Penandatanganan IKU Nasional 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Awal tahun 2026 adalah momentum penting bagi Universitas Mulia. Diawali dengan dicapainya status akreditasi institusi Baik Sekali pada Desember 2025, memasuki fase Research & Innovation University 2026–2030, serta terpilihnya Universitas Mulia sebagai salah satu PTS di wilayah LLDIKTI XI yang ikut dalam penandatanganan IKU nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun bagi PTS kebijakan tersebut masih bersifat arah kinerja, namun dampaknya cukup signifikan dalam memfokuskan program kerja institusi.
“Universitas Mulia telah menetapkan enam IKU Wajib, dua IKU Pilihan, dan satu IKU Partisipatif. Dengan pencapaian akreditasi Baik Sekali, pergeseran ke fase Research & Innovation University, serta penandatanganan IKU bersama Menteri, tahun 2026 akan menjadi tahun yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi Universitas Mulia untuk menjadi lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., memandang penetapan arah kinerja nasional sebagai penegasan posisi strategis PTS dalam kebijakan pendidikan tinggi nasional.
“Penetapan arah kinerja ini kami pahami sebagai penegasan peran perguruan tinggi swasta dalam kebijakan pendidikan tinggi nasional. Bagi Universitas Mulia, arah kinerja tersebut menjadi rujukan untuk memastikan pengelolaan institusi tetap otonom, terukur, dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional,” ungkapnya.
Pada agenda tersebut, Universitas Mulia diwakili langsung oleh Rektor yang hadir bersama Wakil Rektor Bidang Sumber Daya. Kehadiran pimpinan universitas secara langsung mencerminkan keterlibatan aktif Universitas Mulia dalam perumusan serta pelaksanaan kebijakan pendidikan tinggi di tingkat nasional. (YMN)










