Muhammad Yani, dosen Universitas Mulia PSDKU Samarinda saat memaparkan materi. Foto: Nadya

UM – Yayasan Airlangga mengundang seluruh guru dan dosen hadir dalam Pelatihan Video Tutorial untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran daring (dalam jaringan) atau tatap muka. Pelatihan digelar selama satu hari, bertempat di Laboratorium Komputer Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani BDS, Jumat (2/10).

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting agar pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai dengan harapan seluruh stakeholder. “Pelatihan ini terbuka untuk siapa saja karena kita bergerak di bidang pendidikan, kita dorong para guru dan dosen di lingkungan Yayasan Airlangga untuk menguasai teknologi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,” tuturnya.

Menurutnya, lembaga pendidikan di bawah Yayasan Airlangga saat ini memiliki latar belakang di bidang teknologi informasi sehingga tidak heran seluruh komponen yang ada di dalamnya, terutama guru dan dosen, dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan baik untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kita berkeinginan sebagai perguruan tinggi yang berbasis teknologi informasi ini betul-betul terlihat di kampus kita. Saya berharap nantinya seluruh area terhubung dengan teknologi,” tutur Pak Agung, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Mulia.

Pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pembelajaran daring saat ini dapat dirasakan bukan saja oleh guru dan dosen yang memiliki latar belakang keahlian teknologi informasi saja, tetapi juga oleh guru dan dosen pada umumnya. Ia meminta seluruh peserta mengunggah video tutorial pembelajaran yang telah berhasil dibuat selama pelatihan ke YouTube.

Pelatihan ini dilaksanakan baik dalam jaringan (daring) menggunakan Google Meet maupun tatap muka di luar jaringan (luring) yang dilaksanakan di Laboratorium Universitas Mulia. Peserta dari luar daerah mengikuti pelatihan jarak jauh lewat daring.

Muhammad Yani, dosen Universitas Mulia PSDKU Samarinda saat memaparkan materi, Jumat (2/10). Foto: Nadya

Muhammad Yani, dosen Universitas Mulia PSDKU Samarinda saat memaparkan materi pelatihan, Jumat (2/10). Foto: Nadya

Guru dan dosen di lingkungan Yayasan Airlangga mengikuti pelatihan pembuatan video tutorial pembelajaran, Jumat (2/10). Foto: Nadya

Guru dan dosen di lingkungan Yayasan Airlangga mengikuti pelatihan pembuatan video tutorial pembelajaran, Jumat (2/10). Foto: Nadya

Guru SMK Kesehatan Airlangga saat belajar membuat video pembelajaran, Jumat (2/10). Foto: SA/PSI

Guru SMK Kesehatan Airlangga saat belajar membuat video pembelajaran, Jumat (2/10). Foto: SA/PSI

Tercatat kurang lebih 80 orang peserta mengikuti pelatihan sejak pukul 8.00 wita sampai dengan 16.00 wita. Mereka berasal dari SMP Plus Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Airlangga Samarinda, dan Universitas Mulia.

Sementara itu, menurut guru SMK Kesehatan Airlangga, Aldino, mengatakan cukup puas usai mengikuti pelatihan ini. “Mulai dari install OBS Studio (Open Broadcaster Software), membuat materi, membuat video, sampai upload di YouTube hingga bisa diakses semua orang,” tuturnya.

Ia mengaku semester sebelumnya masih menerapkan model pembelajaran tatap muka dan sulit menerapkan pembelajaran daring. Dengan mengikuti pelatihan, ia merasa terbantu mengajar dengan disertai video tutorial yang dibuatnya sendiri untuk memberikan materi kepada murid-muridnya agar mudah memahami materi pembelajaran.

Lailiya Chilmiyana, guru SMK Airlangga yang ditemui di akhir pelatihan, juga mengaku sangat puas. “Sudah bisa tadi, iya, selama ini menggunakan Google Classroom buat materi dan link-nya dibagikan ke anak-anak,” ungkapnya tersenyum.

Ia juga menggunakan aplikasi WhatsApp dan membuat grup sekolah untuk mencatat kehadiran murid-muridnya. “Pakai WhatsApp untuk absen,” tuturnya singkat. Usai pelatihan ini, ia yakin mampu membuat video pembelajaran secara mandiri untuk dibagikan kepada murid-muridnya.

Seluruh pengajar dan tutor pelatihan berasal dari tenaga pendidik di lingkungan Yayasan Airlangga. Mereka memiliki keahlian dan latar belakang di bidang multimedia. Beberapa di antaranya pernah mendapatkan prestasi baik di tingkat lokal maupun nasional, juga mendapat kepercayaan sebagai tutor dengan materi yang sama di daerah. (SA/PSI)