Tag Archive for: Doktor

Dr. Ivan Armawan berjabat tangan dengan Rektor Universitas Negeri Malang Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, pada Wisuda Periode 122 Tahun 2023, Sabtu (11/11). Foto: Istimewa

UM – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M mendapat penghargaan sebagai Wisudawan dengan Prestasi Peringkat I Tingkat Fakultas, Program Doktor (S3), Universitas Negeri Malang (UM). Penghargaan diterima dari Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, pada Wisuda Periode 122 Tahun 2023, Sabtu (11/11).

“Alhamdulillah,” tutur Ivan Armawan singkat. Betapa tidak, Ivan mampu menyelesaikan Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis satu-satunya dalam waktu paling cepat, yakni lima semester, dengan IPK 3.92 Predikat dengan Pujian.

Ketika ditanya bagaimana tips lulus cepat, Ivan mengatakan caranya adalah membagi waktu dengan baik, rajin konsultasi, dan banyak membaca referensi. Dan yang tak kalah penting adalah memperhatikan setiap karakter dosen penguji.

“Intinya. membagi waktu dengan pekerjaan. Setelah kerja sediakan waktu jam 21-23 setiap hari ditambah rajin konsultasi dan membaca banyak referensi dan perhatikan setiap karakter penguji,” tutur Ivan.

Ia berharap hal ini menjadi salah satu tips yang dapat diikuti mahasiswa lainnya di semua jenjang agar cepat lulus sekaligus berprestasi.

Dr. Ivan Armawan mendapat penghargaan wisudawan terbaik bersama wisudawan terbaik dua dan tiga Program Doktor FEB, pada Wisuda Periode 122 Tahun 2023, Sabtu (11/11). Foto: Istimewa

Dr. Ivan Armawan mendapat penghargaan wisudawan terbaik bersama wisudawan terbaik dua dan tiga Program Doktor FEB, pada Wisuda Periode 122 Tahun 2023, Sabtu (11/11). Foto: Istimewa

Surat Penghargaan sebagai Wisudawan dengan Prestasi Peringkat I tingkat Fakultas, Program Doktor (S3), Universitas Negeri Malang (UM). Foto: Tangkapn layar

Surat Penghargaan sebagai Wisudawan dengan Prestasi Peringkat I tingkat Fakultas, Program Doktor (S3), Universitas Negeri Malang (UM). Foto: Tangkapn layar

Ketika ditanya bagaimana cara memperhatikan setiap karakter dosen penguji, Ivan menyarankan mahasiswa dapat mempelajari dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dosen penguji.

“Dari setiap ujian proposal pasti penguji melontarkan banyak pertanyaan. Di situ belajarnya,” katanya sambil tersenyum lebar.

Ivan di bawah bimbingan Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si, Dr Agus Hermawan GradDipMgt., M.Si. M.Bus, dan Prof. Dr. Wening Patmi Rahayu S.Pd M.M dengan disertasi berjudul Pengaruh Social Media Marketing, Service Qualtiy dan eWOM terhadap Purchase Intention Dimediasi Brand Image dan Brand Trust pada Coffee Shop Hitam Manis di Kota Balikpapan.

Disertasi Ivan berhasil dipertahankan di hadapan dewan penguji antara lain Prof. Ery Tri Tjatmika W.W M.A M.Si, Prof. Heri Pratikto M.Si, Prof. Imam Mukhlis, S.E., M.Si, dan Prof. Djoko Setyadi S.E M.Sc.

Menurutnya, dari beberapa dosen pembimbing dan penguji, ada kata-kata yang baginya sangat berkesan. “Terbaik,” kata Ivan sambil tertawa mengutip ucapan dosennya.

“Yang paling berkesan, disertasi yang bagus adalah yang selesai dan diujikan,” tambahnya.

Atas prestasinya, Ivan mendapatkan banyak ucapan selamat, baik dari rekan sejawat, kolega, hingga Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ashin Rifa’i dan Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

“Selamat dan sukses pak Ivan Dekan FEB. Kereen selesai dalam 5 semester,” tutur Prof. Ahsin Rifa’i.

“Selamat Pak Ivan. Turut bangga. Semoga semakin berkah dalam menyebarkan keilmuannya kepada mahasiswa dan masyarakat,” ucap Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Yusuf Wibisono.

(SA/Puskomjar)

Mada Aditia Wardhana berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi dalam Rapat Ujian Terbuka Promosi Doktor, Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untag Surabaya, Rabu (5/7). Foto: dok. Untag

UM – Mada Aditia Wardhana berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi setelah melakukan penelitian Disertasi tentang Workplace Learning (WPL) atau pembelajaran di tempat kerja. Disertasinya berhasil dipertahankan dalam Rapat Ujian Terbuka Promosi Doktor, Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untag Surabaya, Rabu (5/7).

“Disertasi saya mengeksplorasi praktik Workplace Learning (WPL) atau pembelajaran di tempat kerja pada perusahaan menggunakan data sekunder terkait dengan pengakuan, daya saing, dan karir karyawan dengan fokus pada peluang Kesetaraan Kualifikasi Nasional Indonesia,” tutur Mada kepada media ini, Minggu (8/7).

Menurut Mada, karyawan yang selama ini melaksanakan pekerjaannya di tempat kerja atau di perusahaan, secara teori merupakan bentuk WPL.

“WPL itu adalah bentuk pembelajaran dan menurut Perpres 8 tahun 2012 tentang KKNI, capaian pembelajaran karyawan melalui pengalaman pekerjaan ini dapat disetarakan dengan jenjang pendidikan melalui sertifikasi kompetensi,” tutur Mada.

Hal ini, lanjutnya, menjadi peluang dan strategi pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) yang layak diterapkan oleh karyawan dan perusahaan. “Orisinalitas penelitian ini, mendetailkan teori WPL oleh Stern dan Sommerlad berupa satu proposisi mayor, dua puluh proposisi minor, dan satu model,” ungkapnya.

Salah seorang promotor Dr. Ida Aju Brahma Ratih, MM. Foto: dok. Untag

Ko. promotor Dr. Ida Aju Brahma Ratih, MM. Foto: dok. Untag

Mada aditia bersama promotor dan dewn penguji Doktor Ilmu Ekonomi Untag. Foto: dok. Untag

Mada Aditia bersama promotor dan dewan penguji Doktor Ilmu Ekonomi Untag. Foto: dok. Untag

Mada Aditia Wardhana saat sidang promosi Doktor Ilmu Ekonomi Untag, Rabu (5/7). Foto: dok. Untag

Promovenda Mada Aditia Wardhana saat sidang promosi Doktor Ilmu Ekonomi Untag, Rabu (5/7). Foto: dok. Untag

Mada Aditia saat sidang promosi Doktor mendapat dukungan dari keluarga. Foto: dok. Untag

Mada Aditia saat sidang promosi Doktor mendapat dukungan dari keluarga. Foto: dok. Untag

Untuk itu, berdasarkan Disertasinya, Mada memberikan saran, baik kepada pemerintah Indonesia, praktisi pendidikan tinggi maupun industri harus mulai memperhatikan bersama bahwa penyelarasan kurikulum pembelajaran di perguruan tinggi dan pembelajaran di tempat kerja di perusahaan.

Dengan penyelarasan tersebut, menurut Mada, dapat mendorong wacana strategi pembelajaran yang bervariasi dan dinamis serta mempromosikan keselarasan pada skema sertifikasi yang sama.

“Sehingga peluang penyetaraan kualifikasi hasil belajar yang dihasilkan dari pendidikan, pelatihan kerja, atau pengalaman kerja melalui sertifikasi dapat menjadi salah satu alternatif bagi tenaga kerja Indonesia,” ungkap Mada.

Di bawah promotor Prof. Dr. drg. Hj. Ida Aju Brahmasari, Dipl. DHE, MPA dan ko. promotor Dr. Ida Aju Brahma Ratih, MM, Mada berhasil mempertahankan Disertasinya.

Keberhasilan Mada Aditia ikut menambah deretan dosen tetap yang bergelar Doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia. Di antaranya adalah Dr. Hety Devita, S.E., M.M yang berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Mulawarman Samarinda.

Kemudian Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd dan Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M. Keduanya meraih Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Negeri Malang serta Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M yang meraih gelar Doktor Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah dapat menyelesaikan studi S3 dan juga rasa terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Yayasan Airlangga dan Universitas Mulia yang telah memberikan dukungan,” tutur Mada.

Mada juga mendorong para dosen untuk meraih pendidikan tertinggi guna mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi seiring dengan tuntutan perkembangan zaman dan kebutuhan.

“Semoga dengan semangat belajar dan menemukan novelty yang selanjutnya dikembangkan saat kembali mengabdi di program studinya, dosen-dosen FEB memiliki penciri dan keunggulan keilmuan pada masing-masing prodinya, dan mendorong pada tingkat guru besar,” pungkas Mada.

(SA/Puskomjar)

DR. Agung Sakti Pribadi (enam dari kiri) sebagai pengurus DPW Forsiladi Kalimantan Timur periode 2022-2027 yang baru dilantik, Senin (17/1). Foto: Istimewa

UM – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi) Kalimantan Timur periode 2022-2027 dilantik kemarin, bertempat di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (17/1).

Pelantikan disaksikan Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Reformasi dan Birokrasi Keuangan Daerah H Muhammad Kurniawan mewakili Gubernur Kaltim DR. H Isran Noor.

“Selamat kami ucapkan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Tentu, pemerintah daerah berharap besar para doktor yang tergabung di organisasi tersebut berperan membangun daerah khususnya percepatan IKN,” tutur Muhammad Kurniawan, seperti dikutip dari kaltimprov.go.id, Selasa (18/1).

“Kami harap forum ini segera menyusun program kerja, sehingga dapat diketahui apa saja yang sesuai atau sejalan dengan pemerintah daerah. Pemerintah daerah siap menerima masukan dan saran. Terlebih, mendukung percepatan pembangunan IKN,” tambahnya.

Dalam pelantikan ini, Ketua DPW Forsiladi Kaltim terpilih adalah DR. H. Sudarmo, S.E., M.M. dari STIE Balikpapan dan Sekretaris DR. Rachmie Sari Baso dari Akademi Bahasa Asing (ABA) Balikpapan. Seluruh pengurus, termasuk DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. dari Universitas Mulia dilantik oleh Ketua Umum DPP Forsiladi DR. Endang Samsul Arifin.

DR. Agung Sakti Pribadi (enam dari kiri) sebagai pengurus DPW Forsiladi Kalimantan Timur periode 2022-2027 yang baru dilantik, Senin (17/1). Foto: Istimewa

DR. Agung Sakti Pribadi (enam dari kiri) sebagai pengurus DPW Forsiladi Kalimantan Timur periode 2022-2027 yang baru dilantik, Senin (17/1). Foto: Istimewa

DR. Sudarmo, S.E., M.M. dari STIE Balikpapan terpilih sebagai Ketua DPW Forsiladi Kalimantan Timur periode 2022-2027. Foto: Istimewa

DR. Sudarmo, S.E., M.M. dari STIE Balikpapan terpilih sebagai Ketua DPW Forsiladi Kalimantan Timur periode 2022-2027. Foto: Istimewa

Menurut Endang Samsul Arifin, sudah ada 22 provinsi diberikan mandat untuk membentuk Forsiladi. Hingga hari ini sudah terbentuk 8 DPW Forsiladi termasuk Kaltim.

Forsiladi lahir pada tahun 2021 sebagai wadah pengabdian bagi akademisi dan ilmuan yang sudah menjalani pendidikan S3 dari lintas ilmu dan profesi.

“Jadi apapun bidang dan keilmuannya, baik lingkungan, kedokteran, pemerintahan dan lainnya, kita dalam satu wadah ini berupaya bisa berkontribusi positif bagi bangsa dan negara tercinta ini,” tutur Endang Samsul Arifin.

Terbentuknya Forsiladi menjadi harapan banyak pihak agar berperan besar dalam mendukung pembangunan daerah. Forsiladi merupakan organisasi doktor lintas keilmuan dan lintas profesi yang independen dan profesional serta menjadi wadah kerja sama para doktor di seluruh Indonesia dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Di Kaltim, terwujudnya pengembangan dan percepatan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) menjadi harapan banyak pihak atau stakeholders. Dengan kehadiran Forsiladi diharapkan muncul berbagai pemikiran dan kearifan lokal, berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat maupun kemajuan pembangunan di provinsi ini.

(SA/PSI)