Pos

Pelaksanaan Raker 2021 hari kedua, Kamis (25/2). Foto: Media Kreatif

UM – Rapat Kerja 2021 Yayasan Airlangga pada hari kedua akhirnya menghasilkan beberapa keputusan penting yang harus ditindaklanjuti. Di antaranya adalah penerapan E-Kinerja, Program Kerja Rekomendasi serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan RKAT. Rapat Kerja bertempat di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Damai Bahagia, Kamis (25/2).

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H, M.H mengatakan bahwa pada kesempatan ini ada sedikit tambahan terkait dengan E-Kinerja. “E-Kinerja ada sedikit beberapa hal yang belum disampaikan, yang masih bisa didiskusikan lebih lanjut. Masing-masing punya level,” tuturnya saat menutup Raker yang berakhir sore pukul 15.00 Wita.

Pak Agung menerangkan bahwa saat ini sedang membangun Sumber Daya Manusia, maka masukan-masukan dari karyawan menjadi bagian penting agar memiliki sistem yang terbaik.

“Sistem yang kita buat ini masih terbuka untuk dikembangkan. Semua E-Kinerja yang sedang dibangun ini masih terbuka. Harapan saya setelah tiga bulan, kita dapatkan formulanya. Mudah-mudahan cocok,” tutur Pak Agung.

Ia berharap, dapat mengoptimalkan potensi SDM yang sudah ada untuk mengembangkan sistem yang mampu membantu dalam pengambilan keputusan penilaian setiap karyawan sesuai dengan kebutuhan. “Bagaimana memandang bahwa setiap karyawan akan meningkatkan kinerjanya yang berbeda-beda (sesuai level), juga ada reward and punishment,” harapnya.

Menurutnya, dengan sistem E-Kinerja tersebut akan lebih fair menilai prestasi kinerja setiap karyawan di berbagai level atau jenjang. “Sampai tiga bulan ke depan kita masih menerima masukan dari karyawan sebelum menjadi sebuah dokumen lengkap,” tutur Pak Agung.

Terkait dengan pelaksanaan Raker, Pak Agung cukup surprise mengingat untuk pertama kalinya peserta mengikuti dari beberapa kota. Selain dari Balikpapan dan Samarinda, juga ada peserta dari Surabaya, Jogja, dan Jakarta.

Pak Agung mengingatkan, saat ini sudah banyak beredar perangkat teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk membantu berbagai keperluan, seperti untuk Raker. “Teknologinya sebenarnya sudah lama, tapi kita baru memulai kebiasaan baru, baru mengalami langsung,” ungkapnya.

Salah satu penerapan teknologi yang baru saja dimanfaatkan oleh Universitas Mulia adalah Diskusi Terbatas Sharing Kebijakan dan Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan mengundang narasumber dua orang Doktor dan empat orang Profesor beberapa waktu yang lalu.

Pelaksanaan Raker 2021 hari kedua, Kamis (25/2). Foto: Media Kreatif

Pelaksanaan Raker 2021 hari kedua, Kamis (25/2). Foto: Media Kreatif

Sementara itu, Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie, pada kesempatan penutupan Raker 2021 ini tampak hadir menutup kegiatan. “Ibu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bahwa semua jajaran ini bersemangat dan berkomitmen, itu yang penting,” tutur Ibu Mulia di Aula Kampus Cheng Ho, setibanya dari Jakarta.

“Ibu juga sepintas melihat hasil rapat ini ada kemajuan bahwa setiap yang direncanakan ada komitmen untuk melaksanakan,” tutur Ibu Mulia. Ia berharap, seluruh karyawan tidak ragu-ragu dalam menerapkan rencana kerja yang telah disusun sebagai sebuah janji. “Janji itu seperti utang,” tuturnya.

“Dengan mengucapkan terima kasih bahwa rapat ini telah diselenggarakan dengan baik dan pesertanya juga semangat. Mudah-mudahan ini merupakan rasa syukur yang tumbuh dari dalam hati, setiap apa yang kita kerjakan harus kita syukuri,” tuturnya. Ia berpesan, dengan rasa syukur yang tumbuh dalam hati, karyawan akan selalu bersemangat sehingga hilang rasa kecewa dan capek. (SA/PSI)

Suasana Raker 2021 yang berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Rabu (24/2). Foto: Nadya

UM – Learning Management System LENTERA garapan Universitas Mulia menjadi salah satu Program Kerja unggulan tahun ini. Beberapa program kerja mulai diperkenalkan pada seluruh pimpinan devisi di lingkungan Yayasan Airlangga pada Rapat Kerja 2021 yang berlangsung daring maupun luring di Kampus Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Damai Bahagia, Rabu (24/2).

Rapat yang dibuka Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie secara daring dari Jakarta ini diikuti 60 lebih peserta offline dan 30 orang peserta online lewat aplikasi Zoom Meeting.

“Mohon maaf, saya tidak dapat hadir karena ada keperluan yang mendesak di Jakarta, semoga pelaksanaan Raker dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang baik untuk kemajuan kita bersama,” tutur Ibu Mulia lewat aplikasi Zoom Meeting.

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa raker ini dapat menghasilkan pemikiran yang strategis untuk perkembangan dan kemajuan masing-masing devisi.

“Saya Insyaallah tidak akan berhenti untuk terus menyekolahkan S3, karena di balik gelar itu, saya menginginkan kompetensi dilakukan di mana saja, bukankah platform Pendidikan yang ada sekarang itu gratis, ada dimana-mana,” tutur Pak Agung Sakti dalam sambutannya.

Dari kanan ke kiri Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., Ibu Elly Safitri mewakili Ibu Mulia Hayati Ketua Yayasan, dan Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I Ketua Panitia Raker 2021. Foto: Nadya

Dari kanan ke kiri Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., Ibu Elly Safitri mewakili Ibu Mulia Hayati Ketua Yayasan, dan Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I Ketua Panitia Raker 2021. Foto: Nadya

Suasana Raker 2021 yang berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Rabu (24/2). Foto: Nadya

Suasana Raker 2021 yang berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Rabu (24/2). Foto: Nadya

Menurutnya, setidaknya ada 25 layanan pendidikan online. “Seperti Udemy, Coursera, kebanyakan dari luar negeri, maka Bapak/ibu mudah-mudahan kita perlahan menuju ke sana,” tuturnya.

Ia menuturkan, visi yang ditetapkan Universitas Mulia 5 tahun ke depan adalah memperkuat tata kelola. “Kita tahu bahwa lemahnya tata kelola kita disebabkan karena belum terintegrasi, kalaupun ada data, muncul data masing-masing. Titik A, titik B, titik C, jalan masing-masing, tidak terintegrasi,” sebutnya.

“Saya sangat berharap pada raker ini muncul pemikiran-pemikiran strategis dari masing-masing peserta untuk perkembangan dan kemajuan devisi, misalnya saja, saat mengajar dan membuat video tutorial, bisa berkolaborasi dengan guru atau dosen yang lain untuk memperkaya wawasan,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini materi kegiatan belajar mengajar sudah banyak yang tersedia di Internet dengan kualitas pengajaran yang sangat baik. Untuk itu, dosen atau guru yang memiliki kompetensi yang sama bisa saling berkolaborasi berbagi materi pembelajaran.

“Mudah-mudahan dengan raker ini kita membuka wawasan bahwa kita tidak bisa berdiri sendiri. Kita harus berkolaborasi dengan kekuatan masing-masing,” harapnya.

Hal ini selaras dengan Raker yang memiliki tema Dengan Sistem IT Terintegrasi serta tersedianya SDM Berkualitas, Kita Wujudkan Percepatan Institusi Berbasis Digital yang Tangguh dan Kompetetif. Raker diikuti seluruh devisi di lingkungan Yayasan Airlangga, baik Devisi Pendidikan Menengah yang terdiri atas SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, dan SMKTI Airlangga Samarinda, maupun Devisi Pendidikan Tinggi yakni Universitas Mulia.

Sementara itu, salah satu Program Kerja Rekomendasi yang saat ini tengah dikembangkan adalah LENTERA atau Learning Management System LMS Airlangga.

“Yang pertama latar belakang dikembangkannya LENTERA ini adalah tuntutan kebutuhan. Yang kedua adalah Universitas Mulia belum memiliki Elearning,” tutur Yusuf Wibisono, Ketua Tim Pengembangan LENTERA. Menurutnya, Google Classroom masih jauh dari kebutuhan.

“Jadi, goal kita membangun LENTERA ini tolok ukurnya adalah bisa menggantikan pertemuan tatap muka ketika diperlukan,” ungkap Wibisono. “Kualitasnya bisa menggantikan pertemuan fisik, apalagi dipadukan dengan pertemuan fisik,” tambahnya.

Ia berharap, LENTERA mampu menggantikan pertemuan fisik di kelas sesuai yang diharapkan, baik dari sisi kualitas dan capaian pembelajaran.

Meski demikian, menurutnya, untuk mencapai tujuan penerapan LENTERA tersebut harus mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder. “Critical Factor pertama itu adalah jaringan Internet harus bagus, Insyaallah untuk saat ini relative bagus,” ungkapnya.

“Yang kedua adalah ada komitmen yang jelas dari Program Studi. Meskipun LENTERA jalan bagus, tapi tidak ada Policy atau kebijakan tentang kewajiban bagi dosen untuk menggunakan, ya buat apa?” ujar Pak Wibi. Untuk itu, ia berharap pekan depan pengembangan protoype LENTERA dapat dilihat dan dicoba sesuai milestone yang sudah direncanakan.

Raker dilanjutkan esok hari Kamis (25/2) di tempat dan waktu yang sama membahas Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan RKAT. (SA/PSI)

Rapat Koordinasi Panitia Raker 2021 Yayasan Airlangga, Senin (22/2). Foto: PSI

UM – Universitas Mulia bersama seluruh divisi akan mengikuti Rapat Kerja Yayasan Airlangga Tahun 2021 membahas Rekomendasi dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan atau RKAT. Rapat yang akan diikuti peserta dari Balikpapan dan Samarinda ini diselenggarakan daring dan luring selama dua hari, 24-25 Februari 2021.

“Raker ini akan memperkenalkan Program Rekomendasi yang sudah dibahas di rapat sebelumnya, ada 11 Program Rekomendasi yang kita sepekati bersama, baik program yang sedang berjalan saat ini seperti Learning Management System, maupun yang masih dalam tahap perencanaan seperti Program Kampus Merdeka dan Kampus Terpadu, tetapi semua program sudah dalam tahap perencanaan sehingga tahun  ini diharapkan dapat kita wujudkan,” ungkap Ketua Panitia Yusuf Wibisono, M.T.I yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulia.

Sebelas Program Rekomendasi tersebut antara lain terkait dengan LMS, Video Tutorial, Tim Akreditasi, Tim Jabatan Fungsional dan Sertifikasi Dosen, Tim Program Studi Kedokteran, Tim Kampus Terpadu, Revisi Kurikulum Kampus Merdeka, Kewajiban Dosen Mengajar di Sekolah Menengah, Anggaran berbasis Akreditasi, Membuat Profile Video masing-masing Program Studi, dan Pembuatan Apps Pengembangan Aplikasi Terpadu.

“Hari pertama kita akan memperkenalkan 11 Program Rekomendasi, diperkirakan satu hari dari pagi pukul 7.30 Wita sampai dengan pukul 15.10 Wita selesai. Apa saja detail Program Rekomendasi tersebut kita tunggu saja. Pada hari berikutnya membahas mengenai RKAT,” tuturnya.

Secara keseluruhan, ia berharap pelaksanaan Raker 2021 besok dapat berjalan dengan aman, sukses, dan lancar. “Semoga, seluruh peserta diberikan keselamatan dalam perjalanan tugas, diberikan kesehatan dan kesempatan mengikuti Raker besok dengan baik. Jangan lupa seluruh peserta tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, menindaklanjuti Pra Raker yang diadakan 17-19 Desember 2020 yang lalu, Raker yang direncanakan berlangsung pada bulan Januari 2021 ini mengalami penundaan mengingat pandemik Covid-19. Raker akan yang diikuti jajaran pimpinan baik dari Yayasan Airlangga, Universitas Mulia, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan, SMP Plus Airlangga, dan SMK TI Airlangga Samarinda ini, selain melaksanakan raker tatap muka terbatas di Kampus Cheng Ho juga disiarkan terbatas menggunakan aplikasi Zoom Meeting. (SA/PSI)

 

Peserta dari Divisi Pendidikan Tinggi Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

UM – Dalam rangka Evaluasi Rencana Program Kerja tahun 2021, Yayasan Airlangga Group menggelar Pra Rapat Kerja atau Pra Raker selama tiga hari, 17-19 Desember 2020. Pra Raker berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Damai Sejahtera Balikpapan.

Pra Raker yang memiliki tema Dengan Sistem IT Terintegrasi serta tersedianya SDM Berkualitas, Kita Wujudkan Percepatan Institusi Berbasis Digital yang Tangguh dan Kompetetif ini, diikuti seluruh Divisi, baik Divisi Pendidikan Menengah yang terdiri atas SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, dan SMKTI Airlangga Samarinda, maupun Divisi Pendidikan Tinggi yakni Universitas Mulia.

“Kita akan gunakan Pra Raker ini untuk mendalami agar apa yang kita putuskan dalam Raker nanti siap untuk satu tahun ke depan,” tutur Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Ia berharap, satu tahun ke depan akan menjadi batu loncatan atau Milestone rencana jangka panjang lima tahunan atau sepuluh tahunan.

Ia menambahkan, setiap divisi pendidikan di Yayasan Airlangga memiliki rencana pengembangan pendidikan masing-masing. “Misalnya, jika sebelumnya murid menerima nilai kemudian lulus itu sudah cukup, tapi sekarang tidak cukup, setelah lulus mereka ditanya akan kemana, akan ditanyakan sesuai kompetensinya atau tidak, sesuai dengan kuliahnya atau tidak,” tuturnya.

Pak Agung mengingatkan kepada seluruh pendidik yang diberi amanah di lingkungan Yayasan Airlangga untuk juga memikirkan lebih dalam luaran lulusan atau Outcome pendidikan, yakni dampak jangka panjang dari pendidikan, misalnya, lulusan melanjutkan pendidikan lebih lanjut, lulusan memiliki prestasi dan pelatihan berikutnya, kesempatan kerja, penghasilan serta prestise lebih lanjut.

“Jadi, bukan sekadar lulus berarti kemudian sudah selesai, tapi juga harus ditelusuri. Itu yang akan menjadi rekomendasi ke depan Pra Raker,” ungkapnya. Ia menambahkan, hal itu perlu dilakukan mengingat pendidikan itu sepanjang hayat.

Pengurus Yayasan Airlangga. Foto; Biro Media Kreatif

Pengurus Yayasan Airlangga. Foto; Biro Media Kreatif

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Foto: Biro Media Kreatif

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Tinggi Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Tinggi Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Menengah. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Menengah. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta Pra Rapat Kerja Yayasan Airlangga, 17-19 Desember 2020, di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta Pra Rapat Kerja Yayasan Airlangga, 17-19 Desember 2020, di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Foto bersama Panitia Raker 2020 dengan Pengurus Yayasan Airlangga. Foto: Biro Media Kreatif

Foto bersama Panitia Raker 2020 dengan Pengurus Yayasan Airlangga. Foto: Biro Media Kreatif

Dalam Pra Raker ini, ia berharap pada Divisi Pendidikan Menengah atau Dikmen agar berani merombak kurikulum. “Saya misalkan Matematika, ke depan sudah tidak ada Ujian Nasional, maka jika menggunakan kurikulum yang sama, maka tidak akan pernah bisa,” tuturnya.

Pak Agung mengimbau kurikulum saat ini tidak lagi menjadi acuan formalitas mengingat saat ini dunia sudah banyak berubah. “Apa solusinya? Ada tiga yang diharapkan pada pendidikan, yaitu Knowledge, Skills, dan Attitude,” ungkapnya.

“Pengetahuan Bapak/Ibu yang akan diberikan kepada siswa itu sudah ada di Internet, 80% pengetahuan mereka bisa dipenuhi melalui Internet,” tuturnya.

Ia menuturkan, sejarah negara-negara maju seperti Rusia dan Amerika berawal dari dimulainya era informasi dan kemajuan teknologi telekomunikasi.

Begitu juga dengan Skills, menurutnya, kurang lebih 50% kemampuan atau Skill seseorang bisa diperoleh dan dipelajari melalui Internet. “Ibu-ibu yang tidak bisa masak, misalnya, membedakan kencur dengan kunyit saja barangkali tidak bisa, tapi dengan Internet, mereka bisa belajar dengan cepat,” ujarnya.

Khusus untuk Attitude, menurutnya, ketersediaannya hanya 20% di Internet, itupun jika peserta didik berinisiatif mencarinya dengan sungguh-sungguh di Internet. “Melalui ceramah-ceramah, misalnya, hal-hal yang mencerahkan, cerita inspirasi,” ungkapnya.

Menurut Pak Agung, peserta didik akan mencari sisa 80% Attitude itu di sekolah. “Maka Bapak Ibu, untuk sekolah mulai SMP dan SMK, mencoba mengalihkan perhatian menuju ke arah sana, mengembangkan Attitude, bagaimana Attitude peserta didik bisa lebih bagus,” harapnya.

Untuk memenuhi materi terkait Attitude, ia berharap guru mengkombinasikan dengan pelajaran agama, budaya, etika, dan tata krama yang mengasah pada kemampuan Softskill. “Sederhananya begini, kita tidak menuntut anak harus hafidz Al-Quran 30 juz, tidak. Cukup juz 30 saja, tapi lebih esensi,” tuturnya.

Bagi siswa yang tidak mampu menghafal juz 30, misalnya, juga diperbolehkan kurang dari itu. “Itu untuk modal kehidupan mereka, maksudnya meski ia mampu belajar sedikit, tapi jangan melupakan esensi, begitu juga dengan mata pelajaran matematika, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran yang lain,” harapnya.

Selain itu, Pak Agung juga berharap pada Divisi Pendidikan Tinggi untuk mengoptimalkan produk intelektualnya dan dikembangkan secara berkelanjutan. Diperkuat dengan memiliki basis data yang lengkap dan mampu menciptakan inovasi.

“Universitas Mulia itu ada inkubator bisnis, di bawahnya itu ada Smart RT, ada Coding School, kemudian ada Airlangga Training Center, Entrepreneur, untuk membuka kembali semua produk intelektual perguruan tinggi agar bisa didaur ulang dan dioptimalkan, mana yang bagus untuk bisa dikembangkan lagi, jadi bukan sekadar membuat dan selesai begitu saja,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Raker Yusuf Wibisono, S.E.,M.T.I mengatakan hari pertama Pra Raker mendengarkan paparan Road Map atau Peta Jalan Pengembangan Universitas Mulia, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Kemudian diikuti paparan Dekan masing-masing, mulai dari Fakultas Humaniora dan Kesehatan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komputer, PSDKU Samarinda, LP3M, LSP, BPM, Inkubator Bisnis dan Marketing. (SA/PSI)

Tampak atas senam bersama yang diikuti pimpinan seluruh divisi di lingkungan Yayasan Airlangga, Sabtu (5/12). Foto: PSI

UM – Rapat Koordinasi Yayasan Airlangga pada hari ketiga pagi ini diawali dengan senam bersama yang diikuti seluruh peserta, baik dari pimpinan Divisi Pendidikan Menengah (Dikmen) maupun Divisi Pendidikan Tinggi (Dikti) di lingkungan Yayasan Airlangga. Senam bersama berlangsung di lapangan basket, tepatnya di belakang Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Sabtu (5/12).

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. sekaligus Rektor Universitas Mulia tampak antusias mengikuti senam bersama yang dipimpin instruktur. Dalam sambutannya, Pak Agung, begitu media ini menyapa, senang sekaligus mengapresiasi jalannya senam pagi yang berlangsung kurang lebih 30 menit.

“Bapak Ibu, terima kasih hari ini tidak biasanya kita melaksanakan senam pagi bersama-sama. Biasanya kita kalau ketemu berkumpul bersama ini di dalam rapat atau rakor. Mudah-mudahan kegiatan kita pagi ini mendapat kesehatan dan berkah,” tutur Pak Agung.

Sementara itu, meski gerakan instruktur pemandu yang cukup bebas dan sulit diikuti oleh peserta, tetapi justru inilah yang membangkitkan semangat peserta untuk tetap mengikuti senam bersama dengan riang gembira. Gelak tawa, teriakan, dan canda sering terdengar apabila peserta salah atau keliru dalam mengikuti gerakan pemandu.

Tampak atas senam bersama yang diikuti pimpinan seluruh divisi di lingkungan Yayasan Airlangga, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Tampak atas senam bersama yang diikuti pimpinan seluruh divisi di lingkungan Yayasan Airlangga, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Pemandu senam cukup lincah memandu gerakan senam, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Pemandu senam cukup lincah memandu gerakan senam, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Ir. Herman Widjajanto tampak tertawa kesulitan mengikuti gerakan senam, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Ir. Herman Widjajanto tampak tertawa kesulitan mengikuti gerakan senam, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Peserta mengikuti gerakan bebas senam bersama, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Peserta mengikuti gerakan bebas senam bersama, Sabtu (5/12). Foto: PSI

“Hah, senang dan capek, cukup berkeringat basah,” ujar salah satu peserta.

Usai senam bersama yang berakhir pukul 8.30 Wita, seluruh peserta mengikuti foto bersama dan rehat. Acara selanjutnya seluruh peserta berganti pakaian olah raga dengan seragam merah untuk mengikuti hari terakhir Rapat Koordinasi.

Materi hari ketiga berisi dialog umum bersama Divisi Pendidikan Menengah yang akan dipandu oleh Ir. Herman Widjajanto di ruang Executive White Campus Universitas Mulia, sedangkan Divisi Pendidikan Tinggi dipandu Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. di Aula Kampus Cheng Ho.

Pada sesi terakhir evaluasi dan arahan persiapan Pra Raker dan Raker 2021 yang akan datang disampaikan Direktur Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H,. M.H (SA/PSI)

Peserta Rakor Universitas Mulia berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho, Jumat (4/12). Foto: Biro Media Kreatif

UM – Rektor Universitas Mulia bersama jajaran pada hari kedua melaksanakan Rapat Koordinasi membahas mengenai Evaluasi Kerja tahun 2020. Masih di tempat yang sama, Rakor bertempat di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Jumat (4/12).

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa evaluasi adalah bagian yang harus dilakukan perguruan tinggi. 

“Apakah kegiatan kita selama ini sesuai yang dirancang, atau justru ada yang tidak dirancang tapi kita lakukan,” tuturnya.

Menurutnya, evaluasi juga digunakan sebagai intropeksi bahwa perguruan tinggi telah membuat rancangan kerja di awal tahun dan telah dilaksanakan dalam satu tahun ini.

“Jadi awal Januari 2020, kita telah merancang beberapa unggulan, bisa jadi tidak tertangani secara penuh karena sejak Maret sampai sekarang ada Covid-19 sehingga kita tidak mampu mengoptimalkan semua potensi yang kita miliki,” ungkapnya.

Akibatnya, ia menambahkan, beberapa target program unggulan tersebut tidak mampu dicapai secara optimal melalui Laporan Pertanggungan Jawab atau LPJ.

Untuk itulah, dalam Rakor kali ini akan dipaparkan oleh masing-masing penanggung jawab terkait program unggulan yang sukses dijalankan maupun mengalami kendala. Setidaknya dalam satu hari ini, sesi pagi pertama paparan LPJ diawali penanggung jawab PSDKU Samarinda, Ir. Riyayatsyah, M.P.

Peserta Rakor Universitas Mulia berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho, Jumat (4/12). Foto: Biro Media Kreatif

Peserta Rakor Universitas Mulia berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho, Jumat (4/12). Foto: Biro Media Kreatif

Ir. Riyayatsyah, M.P. saat memaparkan Laporan Pertanggungan Jawab (LPJ) PSDKU Samarinda, Jumat (4/12). Foto: PSI

Ir. Riyayatsyah, M.P. saat memaparkan Laporan Pertanggungan Jawab (LPJ) PSDKU Samarinda, Jumat (4/12). Foto: PSI

Kemudian diikuti LPJ oleh Dekan Fakultas Hukum Vidy, S.S., M.Si. disusul Dekan Fakultas Ilmu Komputer Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng., serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ivan Armawan, S.E., M.M. 

Memasuki siang hari, laporan LPJ disampaikan Kepala Badan Penjaminan Mutu Institusi (BPMI) sekaligus Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Lidia Silitonga, S.E., M.Ak. dan terakhir LPJ Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Richki Hardi, S.T., M.Eng.

Meski demikian, Rektor mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan refleksi dan memastikan apakah program yang dijalankan sudah sesuai atau tidak. “Menurut saya, kita semua juga harus berani introspeksi bahwa kita belum optimal memberikan pelayanan kepada mahasiswa,” tuturnya.

“Walaupun mungkin saja perguruan tinggi kita ini sudah lebih bagus daripada perguruan tinggi yang lain, tapi kita juga bisa lebih bagus lagi,” ungkapnya optimis.

Rasa optimis ini bukan alasan mengingat Universitas Mulia sejak awal bertekad sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi informasi terdepan. “Karena kita ini orang IT, yang penelitiannya itu sebagian besar bisa dilakukan oleh orang-orang IT,” tuturnya.

Pemanfaatan teknologi informasi di Universitas Mulia terlihat dalam proses kegiatan belajar mengajar. “Kita berani melakukan kuliah tatap muka, berani Blended Learning, kita juga sudah melakukan penelitian, angket kepada mahasiswa, kita juga mendengarkan kesulitan mahasiswa. Artinya kita berusaha untuk lebih bagus,” tutur Rektor.

Rektor memuji Program Studi Farmasi yang lebih berani dan melakukan tanggung jawab penuh. “Saya bersyukur bahwa kita tetap sehat,” tuturnya. Rektor berharap di masa pandemik Covid-19 ini, seluruh keluarga besar Universitas Mulia selalu mendapat perlindungan, kesehatan, dan keberkahan. (SA/PSI)

Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Devisi Pendidikan Menengah bersama Pengurus Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (3/12). Foto: Media Kreatif

UM – Yayasan Airlangga menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Program Kerja Tahun 2020 dan Rencana Program Kerja 2021 selama tiga hari, mulai 3-5 Desember 2020. Pelaksanaan Rakor berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan.

Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie, S.E. mengatakan bahwa pelaksanaan rapat koordinasi ditujukan untuk memudahkan evaluasi dengan memberi kesempatan pada setiap devisi mengumpulkan data dan mengevaluasi kinerja tahun 2020. “Dan juga untuk membuat rencana kerja tahun ke depan,” tutur Ibu Mulia.

Ibu Mulia mengatakan, di awal masa pandemik Covid-19 saat ini, tantangan bekerja dengan tatap muka menjadi sangat penting mengingat karyawan bekerja dari rumah (Work from Home) yang sulit untuk dipantau.

“Tapi Yayasan tidak melihat bahwa hal ini mengurangi kinerja masing-masing karyawan, dan Yayasan tetap memberi appreciated atas kinerja masing-masing, di situ akan diberikan hasil evaluasi kinerja masing-masing,” tuturnya.

Selama memasuki masa pandemik, menurut Ibu Mulia banyak perusahaan yang justru mengurangi karyawan dengan melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK.

“Tetapi di Yayasan, (PHK) itu tidak berlaku. Kita tetap mendukung seperti semula dengan memberi semangat kepada setiap karyawan yang bekerja di bawah naungan Yayasan Airlangga. Tak sedikit pun pemotongan (gaji) yang dilakukan oleh Yayasan,” ungkapnya.

Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Devisi Pendidikan Menengah bersama Pengurus Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (3/12). Foto: Media Kreatif

Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Devisi Pendidikan Menengah bersama Pengurus Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (3/12). Foto: Media Kreatif

“Ya, meskipun banyak juga 10% karyawan yang mengalami kekurangan gairah sehingga membuat mereka tidak bersemangat,” ungkapnya. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kadang ditemukan karyawan yang tidak hadir. Terhadap karyawan tersebut, Ibu Mulia menuturkan Yayasan tetap memberikan semangat agar karyawan terus meningkatkan diri.

“Yayasan terus memberi semangat bahwa itu adalah manusiawi,” tuturnya. Meski demikian, ia berharap tindakan karyawan tersebut tidak berlangsung terus menerus. “Karena kita adalah Yayasan (yang bergerak di bidang) pendidikan, maka kegiatan kita adalah layanan,” tegasnya.

Menurut Ibu Mulia, karyawan Yayasan Airlangga memiliki tanggung jawab terhadap anak didik, peserta didik, siswa-siswi maupun mahasiswa. Karyawan didorong untuk selalu mentaati dan mengindahkan peraturan yang telah ditentukan, berusaha untuk terus disiplin dan loyalitas yang tinggi.

“Jadi meskipun tidak mengindahkan, tidak disiplin, tidak loyal, tetapi Yayasan akan tetap memaafkan, semoga menjadi pembelajaran bagi diri pribadi masing-masing,” tuturnya.

“Mungkin ke depan Yayasan tidak dipimpin Ibu lagi, tetapi Yayasan akan terus mendukung karyawannya untuk bekerja lebih giat dan lebih loyal,” ungkapnya.

Ia menerangkan, Yayasan memiliki motto humanis yang berarti tetap akan memperhatikan karyawannya. “Dan Ibu akan sedih kalau ada karyawannya yang tidak lagi bisa bergabung dengan kami dengan berbagai alasan,” tuturnya.

Ia mengatakan, Yayasan merasa bersyukur dengan tidak mengurangi penghargaan dan berterima kasih kepada karyawan yang pernah bergabung mengembangkan Yayasan.

Sementara itu, di hari pertama pelaksanaan Rakor diikuti oleh Devisi Pendidikan Menengah di lingkungan Yayasan Airlangga, yakni SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan, dan SMKTI Airlangga Samarinda.

Rapat koordinasi ini akan ditindaklanjuti pada Praraker yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 17-18 Desember 2020 mendatang.

“Nah, pada tanggal 18 Desember nanti adalah Dies Natalis Universitas Mulia, jadi meskipun masih berusia muda, istilahnya masih berdaun satu atau dua, tapi bagaikan aglonema yang berharga. Untuk itu, marilah kita sama-sama saling menjaga, menumpahkan segala kemampuan kita, semua itu diniatkan untuk ibadah agar menjadi barokah,” pungkasnya.(SA/PSI)